web analytics
  

Aksi Unjuk Rasa Aliansi Rakyat Menggugat

Kamis, 2 Juli 2020 16:08 WIB Kavin Faza
Audial - Foto, Aksi Unjuk Rasa Aliansi Rakyat Menggugat, Unjuk Rasa,Aliansi Rakyat Menggugat,Omnibus Law,RUU Minerba,RUU-PKS,Pendidikan

Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Taman Vanda, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (2/7/2020). Dalam aksinya, massa melakukan long march dan menyerukan 8 tuntutan, di antaranya menolak Omnibus Law, mencabut RUU Minerba, meminta pemerintah untuk mengesahkan RUU-PKS, hingga demokratisasi ruang pendidikan.

Audial - Foto, Aksi Unjuk Rasa Aliansi Rakyat Menggugat, Unjuk Rasa,Aliansi Rakyat Menggugat,Omnibus Law,RUU Minerba,RUU-PKS,Pendidikan

Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Taman Vanda, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (2/7/2020). Dalam aksinya, massa melakukan long march dan menyerukan 8 tuntutan, di antaranya menolak Omnibus Law, mencabut RUU Minerba, meminta pemerintah untuk mengesahkan RUU-PKS, hingga demokratisasi ruang pendidikan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Audial - Foto, Aksi Unjuk Rasa Aliansi Rakyat Menggugat, Unjuk Rasa,Aliansi Rakyat Menggugat,Omnibus Law,RUU Minerba,RUU-PKS,Pendidikan

Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Taman Vanda, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (2/7/2020). Dalam aksinya, massa melakukan long march dan menyerukan 8 tuntutan, di antaranya menolak Omnibus Law, mencabut RUU Minerba, meminta pemerintah untuk mengesahkan RUU-PKS, hingga demokratisasi ruang pendidikan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Audial - Foto, Aksi Unjuk Rasa Aliansi Rakyat Menggugat, Unjuk Rasa,Aliansi Rakyat Menggugat,Omnibus Law,RUU Minerba,RUU-PKS,Pendidikan

Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Taman Vanda, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (2/7/2020). Dalam aksinya, massa melakukan long march dan menyerukan 8 tuntutan, di antaranya menolak Omnibus Law, mencabut RUU Minerba, meminta pemerintah untuk mengesahkan RUU-PKS, hingga demokratisasi ruang pendidikan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

terbaru

JADWAL PENCAIRAN BLT TERMIN 2 BISA BERUBAH, Cek Apakah Kamu Masih Terd...

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020 | 07:06 WIB

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyinggung jadwal pencairan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan lang...

Umum - Nasional, JADWAL PENCAIRAN BLT TERMIN 2 BISA BERUBAH, Cek Apakah Kamu Masih Terdaftar?, Pencairan BLT Termin 2,BLT Termin 2,Jadwal Pencairan BLT Termin 2

Milan Tetap di Puncak, Kesalahan Tatarusanu Biasa

Sepak Bola Selasa, 27 Oktober 2020 | 07:03 WIB

Roma mencetak gol pertama mereka memanfaatkan kesalahan Tatarusanu di gawang Milan.

Olahraga - Sepak Bola, Milan Tetap di Puncak, Kesalahan Tatarusanu Biasa, Hasil Liga Italia,AC Milan vs Roma,Kiper AC Milan Ciprian Tatarusanu

Adakah Kaitan Gempa Pangandaran dan Aktivitas Merapi?

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020 | 06:52 WIB

Adakah kaitan antara gempa Pangandaran magnitudo 5,5 pada Minggu (25/10/2020) dengan aktivitas Gunung Merapi yang masih...

Umum - Nasional, Adakah Kaitan Gempa Pangandaran dan Aktivitas Merapi?, gempa Pangandaran,Gunung Merapi,Gempa Terkini

7 Keistimewaan Air Zamzam dibandingkan Air Biasa, Sangat Berkhasiat

Pendidikan Selasa, 27 Oktober 2020 | 06:43 WIB

Air Zamzam memiliki keistimewaan dibandingkan dengan air biasa. Sejumlah penelitian medis membuktikan khaziat air Zamzam...

Umum - Pendidikan, 7 Keistimewaan Air Zamzam dibandingkan Air Biasa, Sangat Berkhasiat, Air Zamzam,khasiat air zamzam,kandungan air zamzam

152 Ribu Rekening Gagal Dapat BLT Termin 1, Kamu Termasuk? Ini Penyeba...

Nasional Selasa, 27 Oktober 2020 | 06:28 WIB

Jika tidak mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta termin 1, hal itu disebab...

Umum - Nasional, 152 Ribu Rekening Gagal Dapat BLT Termin 1, Kamu Termasuk? Ini Penyebabnya, BLT Termin 1,BLT Termin 2,Pencairan BLT
dewanpers