web analytics

Terungkap! Ini Penyebab Banyak Pasien Covid-19 Meninggal saat Isoman

clockKamis, 22 Juli 2021 12:34 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Terungkap! Ini Penyebab Banyak Pasien Covid-19 Meninggal saat Isoman, Pasien Covid-19,Pasien Covid-19 Meninggal,gejala pasien Covid-19,tanda terinfeksi Pasien Covid-19,Pasien Covid-19 Isoman,Tata cara isolasi mandiri,Panduan isolasi mandiri,panduan isolasi mandiri di rumah,tata cara isomasi mandiri di rumah,penyebab isoman

[Ilustrasi] Tak sedikit pasien Covid-19 yang meninggal saat melakukan isolasi mandiri atau isoman di rumah. Ternyata ada beberapa faktor yang jadi penyebab hal itu bisa terjadi. (Freepik)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Ikatan Dokter Indonesia dr. Daeng M. Faqih membenarkan tak sedikit pasien Covid-19 yang meninggal saat melakukan isolasi mandiri atau isoman di rumah. Ia mengungkapkan, ada beberapa faktor yang jadi penyebab hal itu bisa terjadi.

Daeng menekankan bahwa isoman hanya bisa dilakukan oleh pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau juga gejala ringan. Sementara pasien dengan gejala sedang, berat, dan kritis harus menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, lantaran lonjakan kasus positif yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, diakui Daeng, masyarakat sulit mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.

"Sekarang banyaknya yang meninggal saat isoman. Kita harus terbuka saja, banyak yang mestinya sudah dirawat di rumah sakit, dengan saturasi di bawah 94, bahkan mungkin saturasinya rendah sekali 80 atau 70, karena tidak dapat kamar (di rumah sakit) terpaksa dirawat dirumah. Ini memang agak berat, tapi terpaksa dirawat di rumah karena tidak ada tempat di rumah sakit. Ini memang yang menyebabkan banyak kasus meninggal," ucap Daeng dikutip dari Suara.com -- jaringan Ayobandung.com, Kamis (22/7/2021).

Bahkan orang tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan juga ada yang meninggal saat isoman di rumah, lanjut Daeng. Hal itu biasanya disebabkan karena terjadi perburukan kondisi pasien, namun tidak disadari, sehingga terlambat mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Oleh sebab itu, Daeng menekankan harus ada pengawasan oleh tenaga kesehatan bagi pasien Covid-19 yang isoman. Memang, tidak mungkin datang langsung ke rumah pasien, karena itu, Daeng menyampaikan bahwa pentingnya peran telemedicine yang bisa diakses oleh pasien melalui gawainya masing-masing dari rumah.

Selain itu, baik pasien maupun keluarganya harus memahami alarm atau tanda tubuh jika terjadi perburukan gejala Covid-19.

"Bagi yang melakukan isoman, ada alarm kapan dia harus mencari pertolongan ke rumah sakit. Pertama, sebenarnya secara keseluruhan kalau terjadi perburukan atau gejala yang tampak berat. Biasanya gejala yang dikaitkan dengan gangguan pernapasan. Karena gangguan pernapasan sebagai tanda terjadi gejala pneumonia atau radang paru," jelasnya.

Gejala pneumonia di antaranya napas jadi lebih cepat dan pendek. Jika diukur respiratori atau kecepatan napas mencapai 24 kali per menit.

"Itu sudah menunjukkan gejala gangguan napas, berarti dia sudah ada gejala pneumonia. Sudah masuk gradasi gejala sedang, bukan lagi gejala ringan, jadi tidak boleh lagi dilakukan isoman," imbuh Daeng.

Gejala kedua, meskipun napas tidak cepat tapi merasa sesak atau dada seperti tertekan dan sakit, itu termasuk gejala gangguan napas. Ketiga, terjadi sianosis, yakni kebiruan pada bibir, ujung tangan, juga ujung kuku.

Daeng menjelaskan bahwa sianosis menunjukkan kekurangan oksigen, dan jika diperiksa dengan oximeter kemungkinan saturasinya telah di bawah 94.

Namun, meskipun oksigen bisa digunakan secara mandiri dari rumah, tetap ada dosis yang harus diperhatikan saat menggunakannya. Sekali lagi, Daeng menekankan, karena itulah pentingnya pendampingan dari tenaga medis bagi pasien Covid-19 yang isoman.

"Karena kebanyakan masyarakat belum mengetahui gejala alarm tadi. Ini bisa tercegah kalau dia selalu terhubung, selalu konsultasi ke dokter atau tenaga kesehatan. Ada pendamping tenaga kesehatan atau dokter yang terus ditanyakan," ucapnya.

Menurut Daeng, pasien Covid-19 yang OTG atau hanya gejala ringan sebenarnya peluang untuk sembuh sangat besar. Asalkan mendapatkan perawatan yang baik dan tepat.

"Maka saya katakan, isoman penting sekali untuk didampingi," pungkasnya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Makanan-makanan yang Harus Dikonsumsi Sebelum Donor Plasma Konvalesen

Sehat Minggu, 25 Juli 2021 | 10:34 WIB

Permintaan darah khususnya plasma konvalesen meningkat hingga 300% pada Juli 2021, sejak gelombang kedua Covid-19 terjad...

Gaya Hidup - Sehat, Makanan-makanan yang Harus Dikonsumsi Sebelum Donor Plasma Konvalesen, Plasma Konvalesen,Donor plasma Konvalesen,Syarat dan Cara Donor Plasma Konvalesen,makanan sebelum donor plasma konvalesen

Daftar 21 Gejala Covid-19 yang Wajib Diwaspadai

Sehat Minggu, 25 Juli 2021 | 09:32 WIB

Selama ini, banyak orang merasa ragu melakukan tes untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi Covid-19. Keraguan muncul s...

Gaya Hidup - Sehat, Daftar 21 Gejala Covid-19 yang Wajib Diwaspadai, Gejala Covid-19,pasien gejala covid-19,gejala covid terbaru,COVID-19

4 Tips Atasi Jerawat Akibat PCOS

Sehat Minggu, 25 Juli 2021 | 09:26 WIB

Sindrom Ovarium Polikistik atau PCOS merupakan salah satu masalah umum yang mempengaruhi wanita di seluruh dunia. PCOS a...

Gaya Hidup - Sehat, 4 Tips Atasi Jerawat Akibat PCOS, cara mengatasi jerawat,jerawat,make-up menyebabkan jerawat,PCOS,PCOS,Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Atasi Jerawat, Batasi Konsumsi Susu dan Gula

Sehat Sabtu, 24 Juli 2021 | 21:30 WIB

Masalah kulit terutama jerawat dapat muncul karena banyak alasan. Misalnya stres, tidur menggunakan riasan wajah, dan ke...

Gaya Hidup - Sehat,  Atasi Jerawat, Batasi Konsumsi Susu dan Gula, cara mengatasi jerawat,jerawat,penyebab jerawat,Makanan penyebab jerawat

Buah Ini Usir Hipertensi hingga Penyakit Kronis, Banyak Dijual dan Mur...

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 13:56 WIB

Buah kelengkeng memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, antivirus dan antibakteri yang berkontribusi pada banyak man...

Gaya Hidup - Sehat, Buah Ini Usir Hipertensi hingga Penyakit Kronis, Banyak Dijual dan Murah!, Kelengkeng,Manfaat Kelengkeng,Khasiat Kelengkeng,obat hipertensi,obat alami hipertensi,buah penderita hipertensi,obat darah tinggi,obat alami darah tinggi,buah obat darah tinggi,Daftar Buah Penurun Darah Tinggi,obat alami penyakit kronis,buah obat penyaki

Makanan Ini Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes hingga Kolesterol, Jara...

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 13:01 WIB

Bagi penderita diabetes, konsumsi nasi putih mungkin perlu dibatasi guna mencegah kenaikan gula darah. Untuk menghindari...

Gaya Hidup - Sehat, Makanan Ini Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes hingga Kolesterol, Jarang Disadari!, Nasi Dingin,Manfaat Nasi Dingin,Khasiat Nasi Dingin,Obat Diabetes,Obat Alami Diabetes,Makanan penderita diabetes,Obat Kolesterol,obat alami kolesterol,makanan penderita kolesterol,Tips Mengkonsumsi Nasi Dingin

Tanaman Herbal Ini Obat Nyeri Sendi hingga Diabetes, Jarang Diketahui!

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 12:16 WIB

Sebagian masyarakat Indonesia mungkin belum mengetahui tentang tanaman lempuyang. Padahal, manfaat lempuyang bagi keseha...

Gaya Hidup - Sehat, Tanaman Herbal Ini Obat Nyeri Sendi hingga Diabetes, Jarang Diketahui!, Lempuyang,Manfaat Lempuyang,Khasiat Lempuyang,Obat Diabetes,Obat Alami Diabetes,herbal obat diabetes,obat penderita diabetes,obat nyeri sendi,Obat alami Nyeri Sendi,herbal obat nyeri sendi,obat antikanker,obat alami antikanker

Mau Tingkatkan Imunitas Anak Saat Pandemi? Ayo Lakukan Cara Ini

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 12:14 WIB

Hingga hari ini, total kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 542.236 kasus dan menjadi yang tertinggi keempat di d...

Gaya Hidup - Sehat, Mau Tingkatkan Imunitas Anak Saat Pandemi? Ayo Lakukan Cara Ini, manfaat protein,tingkatkan imunitas anak,cara tingkatkan imunitas anak,cara meningkatkan imunitas anak

artikel terkait

dewanpers
arrow-up