web analytics

Porang, Tanaman Liar yang Awalnya Diabaikan Kini Diburu Eksportir

clockKamis, 22 Juli 2021 20:15 WIB userMildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Porang, Tanaman Liar yang Awalnya Diabaikan Kini Diburu Eksportir, porang,Tanaman Liar,Eksportir,suweg,Acung,nilai ekonomis,Pertanian,Kabupaten Bandung

Mulanya, porang merupakan tanaman liar yang tumbuh di kebun-kebun, bahkan petani zaman dahulu malah sering  membabatnya karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

KATAPANG, AYOBANDUNG.COM — Porang atau dikenal dengan nama suweg juga acung, merupakan tanaman yang jarang diperhatikan masyarakat. Padahal, nilainya lumayan tinggi dan dicari eksportir.

Mulanya, porang merupakan tanaman liar yang tumbuh di kebun-kebun, bahkan petani zaman dahulu malah sering  membabatnya karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomis.

"Dulu tidak ada petani yang mau menanam," ujar Dhian, salah seorang eksportir Porang asal Kabupaten Bandung.

Selain dianggap tidak memiliki nilai ekonomis, masa tanam porang juga cukup lama karena umbi yang dihasilkan baru bisa dipanen pada usia satu tahun.

Beda dahulu, beda sekarang. Nilai jual porang sangat tinggi dan dicari oleh eksportit saat ini. Jepang merupakan negara tujuan utama porang. Selain itu, Vietnam, Cina, sampai Australia juga menjadi tujuan ekspor tanaman tersebut.

"Sekarang orang juga sudah mulai banyak yang menanam," ujarnya.

Harga umbi porang mencapai Rp5000/kg. Walaupun terlihat murah, namun jika pertaniannya dilakukan secara serius, uang yang dihasilkan sangat besar.

Dhian menjelaskan, setiap hektar lahan bisa menampung sekiatr 40.000 tanaman porang, dengan satu pohon bisa menghasilkan 1,5 kg2 kg umbi. Sehingga dalam sekali panen tiap hektarnya bisa menghasilkan 70 ton80 ton umbi.

"Satu hektar pertanian porang bisa menghasilkan Rp490 juta," ujarnya.

Kalaupun bicara masalah, yang dihadapi saat ini adalah permodalan. Dhian menjelaskan, pertanian porang memang membutuhkan modal lumayan besar.

Untuk pertanian seluas satu hektar, misalnya, dibutuhkan modal sekitar Rp190 juta untuk pembelian bibit, pupuk, dan upah pekaerja.

"Tapi jika hasil yang didapat juga besar. Masih ada tambahan juga penjualan kataknya untuk dijadikan bibit," ujarnya.

Bahkan saat ini, tidak sedikit perbankan yang tertarik untuk meminjamkan modal kepada petani yang ingin membudidayakan porang. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Jembatan Penghubung Dayeuhkolot-Baleendah Rusak

Soreang Minggu, 25 Juli 2021 | 05:18 WIB

Jembatan yang menghubungkan Jalan Dayeuhkolot dan Baleendah di Kabupaten Bandung mengalami keretakan di bagian sisi kiri...

Bandung Raya - Soreang, Jembatan Penghubung Dayeuhkolot-Baleendah Rusak, Jembatan Dayeuhkolot-Baleendah rusak,Jalan Dayeuhkolot,Jalan Baleendah,Akses Dayeuhkolot-Baleendah ditutup,dayeuhkolot,Baleendah

Ketua Satgas Covid-19 Tinjau Kesiapan Wisma Jalak Harupat untuk Isolas...

Soreang Sabtu, 24 Juli 2021 | 21:58 WIB

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito meninjau Pusat Isolasi Terpadu untuk pasien CO...

Bandung Raya - Soreang, Ketua Satgas Covid-19 Tinjau Kesiapan Wisma Jalak Harupat untuk Isolasi, Wisma Jalak Harupat,Isolasi Mandiri,Isolasi Mandiri Wisma Jalak Harupat,COVID-19

Ditutup! Hindari 10 Jalan dan Fasilitas Umum di Kabupaten Bandung Pada...

Soreang Jumat, 23 Juli 2021 | 18:15 WIB

Sebanyak 10 ruas jalan dan fasilitas umum di Kabupaten Bandung ditutup pada waktu tertentu karena adanya PPKM Level 3 Ka...

Bandung Raya - Soreang, Ditutup! Hindari 10 Jalan dan Fasilitas Umum di Kabupaten Bandung Pada Waktu Ini, Penutupan Jalan,Kabupaten Bandung,Penutupan Fasilitas Umum,tempat kerumunan,tempat keramaian

Sudah Dua Hari Lampu Lalu Lintas di Perempatan Pemkab Bandung Mati

Soreang Jumat, 23 Juli 2021 | 16:50 WIB

Lampu lalu lintas di Perempatan Pemkab Bandung atau Jalan Al-Fathu mati dan membuat pengemudi bingung.

Bandung Raya - Soreang, Sudah Dua Hari Lampu Lalu Lintas di Perempatan Pemkab Bandung Mati, Lampu Lalu Lintas,Perempatan Pemkab Bandung,Lampu Lalu Lintas Mati,Jalan Al Fathu

Daftar Titik Penyekatan Selama PPKM Level 3 Kabupaten Bandung

Soreang Jumat, 23 Juli 2021 | 16:25 WIB

Secara resmi, pemerintah memperpanjang PPKM hingga beberapa hari ke depan.

Bandung Raya - Soreang, Daftar Titik Penyekatan Selama PPKM Level 3 Kabupaten Bandung, titik penyekatan,Kabupaten Bandung,PPKM Level 3,Pos Check Point

Lokasi dan Syarat SIM Keliling Kabupaten Bandung 23 Juli 2021

Soreang Jumat, 23 Juli 2021 | 06:45 WIB

Lokasi perpanjangan SIM pertama hadir di, Taman Kota Baleendah. Lokasi perpanjangan SIM kedua hadir di Borma Katapang.

Bandung Raya - Soreang, Lokasi dan Syarat SIM Keliling Kabupaten Bandung 23 Juli 2021, SIM Kabupaten Bandung,Perpanjangan SIM Kabupaten Bandung,Syarat Permohonan SIM Kabupaten Bandung,cara buat SIM Kabupaten Bandung,SIM Keliling Kabupaten Bandung,Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung,Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung

Hobi Bersepeda, Feri Memproduksi Sepeda sampai Dijual ke Luar Negeri

Soreang Kamis, 22 Juli 2021 | 20:50 WIB

Sepeda jenis minivelo yang diberi merek MV Corp. Bandung tersebut sudah dipasarkan sampai ke luar negeri dalam tiga tahu...

Bandung Raya - Soreang, Hobi Bersepeda, Feri Memproduksi Sepeda sampai Dijual ke Luar Negeri, MV Corp. Bandung,minivelo,Sepeda,Bisnis,Produsen Sepeda,Kabupaten Bandung

Porang, Tanaman Liar yang Awalnya Diabaikan Kini Diburu Eksportir

Soreang Kamis, 22 Juli 2021 | 20:15 WIB

Porang atau dikenal dengan nama suweg juga acung, merupakan tanaman yang jarang diperhatikan masyarakat.

Bandung Raya - Soreang, Porang, Tanaman Liar yang Awalnya Diabaikan Kini Diburu Eksportir, porang,Tanaman Liar,Eksportir,suweg,Acung,nilai ekonomis,Pertanian,Kabupaten Bandung

artikel terkait

dewanpers
arrow-up