web analytics

Klub Sepak Bola Pertama di Bandung

clockSelasa, 20 Juli 2021 16:50 WIB user-groupNetizen ATEP KURNIA
Netizen, Klub Sepak Bola Pertama di Bandung, Bandoengsche Voetbal Club,Klub Sepak Bola Pertama,Bandung,BVC,Sejarah

Pieterspark sempat dijadikan sebagai kandang Bandoengsche Voetbal Club hingga tahun 1904. ( KITLV 1407243)

ATEP KURNIA

Peminat literasi dan budaya Sunda.

Sebelum W. Berretty menerbitkan 40 Jaar Voetbal in Ned. Indie, 1894-1934 (Uitgever W. Berretty, Soekaboemi, 1934), direktur pembangunan Kota Bandung Moh. Enoch yang mengisahkan ihwal awal sejarah kehadiran sepak bola di Bandung.

Dalam pidatonya untuk peresmian Sportpark Tegallega pada 9 September 1933 (dimuat dalam Sipatahoenan, 11 September 1933), Enoch menyebutkan bahwa sepak bola mulai ada di Bandung pada 1903 dan bangsa pribumi mula-mula hanya sebagai penonton belaka.

Menurut Enoch, “Dongkapna kalanggengan maen bal ka Bandoeng teh nja eta dina taoen 1903 sareng anoe ngawitananana bangsa Walanda anoe parantos kamashoerkeun bae, laoen-laoen nja teras dipikaresep sareng djadi kalanggenganana bangsa boemipoetra. Dina kawitanana mah, bangsa boemipoetra teh ngan saoekoer djadi toekang ngalaladjoanana bae, tapi kabeh dieunakeun djadi kalanggenan dina bagian sport anoe biasa”(datangnya sepak bola ke Bandung yaitu pada 1903 dan orang pertama memainkannya adalah bangsa Belanda yang sudah terkenal waktu. Lama-lama permainan tersebut disukai dan menjadi kegemaran bangsa pribumi. Mulanya, bangsa pribumi hanya menjadi penonton saja, tetapi kemudian hari menjadi kesukaan sebagai bagian dari olah raga).

Dari pernyataan di atas, saya sendiri cenderung menduga bahwa Enoch mendasarkan pendapatnya pada pembentukan klub sepak bola UNI dan SIDOLIG yang memang sama-sama didirikan pada Februari 1903. Padahal sebelum pembentukan kedua klub tersebut sudah ada klub sepak bola yang hadir di Bandung. Keterangan mengenai klub pertama di Bandung tersebut dapat dibaca dari buku Berrety (1934) dan pengalaman Wim Kuik dalam Houtrustica, Februari 1958 (dari tulisan Haryadi Suadi, “Bandoengsche Voetbal Club, Perkumpulan Sepak Bola Pertama di Bandung”, Pikiran Rakyat, 5 Maret 2003).

Namun, sebelum lebih jauh membahas Bandoengsche Voetbal Club, ada baiknya untuk menengok barang sekilas sejarah awal kehadiran sepak bola di dunia sebagaimana yang ditulis John Edgar dan Hindia Belanda dalam buku Berretty (1934).

Menurut Edgar (“De Oorsprong van het Voetbalspel”, dalam Berretty, 1934: 15), sepak bola adalah olah raga yang sangat tua usianya. Permainan ini dikenal dalam kehidupan bangsa Maori, Faroe, Filipina, Polinesia, Eskimo, Yunani kuno, dan Romawi. Inggris dianggap sebagai tempat asal-usul sepak bola modern, meski orang Irlandia mengaku bahwa permainan tersebut sudah 2000 tahun lebih dimainkan di daerahnya. Kata “football” sendiri mulai muncul dalam buku History of London karya William Ritzstephen pada 1175.

Selanjutnya Edgar menjelaskan kendala-kendala yang dihadapi perkembangan sepak bola di Inggris. Katanya pada 1314, sepak bola dilarang oleh Edward II di Kota London karena bising. Pada 1365, Edward III menganggap sepak bola sebagai saingan berat bagi panahan yang lebih bermanfaat. Baik Henry III maupun Ratu Elizabeth tidak menyetujui adanya sepak bola karena dianggap kasar. Di bawah pemerintahan dinasti Stuart dan George, sepak bola tetap dianggap permainan kasar. Akhrinya, Edgar menyatakan bahwa pada abad ke-19, sepak bola diperkenalkan di Inggris oleh kalangan lebih atas, karena sebelumnya dimainkan oleh kalangan biasa belaka. Saat itu aturannya sudah dibuat. Namun, tidak menghalangi kenyataan sepak bola dilarang di Inggris pada 1877.

John Edgar pula yang dianggap sebagai perintis sepak bola di Hindia Belanda pada 1894 (“De Stichter van het Voetbalspel In Ned-Indie, 1894”). Mengenai hal tersebut dalam buku Berretty (1934: 161-162), disebutkan bahwa Surabaya adalah tempat lahir sepak bola di Hindia Belanda (“Soerabaja is de bakermat van het voetbalspel in Nederlandsch-Indië”). Konon suatu hari pada bulan Agustus 1895, Edgar, yang merupakan murid sekolah HBS di Surabaya dan sebelumnya sempat mempraktikkan sepak bola di Inggris, punya gagasan untuk mendirikan sebuah klub sepak bola. Rencana tersebut mewujud pada 1 September 1895, saat dia mendirikan klub sepak bola pertama di Hindia Belanda dengan nama VICTORIA.

Namun, pertandingan resminya belum ada sebelum lahirnya grup lainnya, SPARTA. Barulah setelah berdiri SPARTA, VICTORIA mulai dapat bertanding pada Juli 1896. Setelah itu, di Surabaya kemudian berdiri beberapa klub sepak bola seperti SIOD (Scoren Is Ons Doel), Rapiditas, ECA, THOR, dan lain-lain.

Bagaimana dengan sepak bola di Bandung? Sebelum membahas mengenai klub pertama di Bandung, saya hendak menjejaki berita-berita yang bertalian dengan “voetbal” atau sepak bola dalam media berbahasa Belanda yang terbit di Bandung sejak akhir abad ke-19, De Preanger-bode. Kata “voetbal” pertama kali muncul dalam De Preanger-bode edisi 4 Juli 1898 pada tulisan bertajuk “Eene Turksche Huwelijksgeschiedenis” (Sebuah rumah tangga orang Turki).

Yang membuat saya yakin bahwa pada 1900, sepak bola sudah ada di Bandung adalah adanya iklan toko Ned. Indische Sport-Maatschappij yang berpusat di Weltevreden tetapi punya agen di Bandung, yakni oleh K. Bletterman. Dalam De Preanger-bode edisi 27 Agustus 1900 diberitakan bahwa perusahaan tersebut menjual peralatan untuk bermain tenis, kriket, kroket dan sepak bola (“AYRES tennis-, cricket-, crocket-, en voetbal-artikelen”).

Dalam buku Berretty (1934: 98) disebutkan bahwa klub sepak bola pertama di Bandung adalah BVC (Bandoengsche Voetbal Club). Klub ini sudah ada pada 1900 dan biasanya dimainkan oleh orang-orang Belanda dewasa yang mempunyai mata pencaharian di Bandung. Para anggotanya di antaranya ada mantan direktur GB Ir. P. A. Roelofsen, mantan inspektur jawatan kereta api Staargaard, agen Javasche Bank Teunissen, adik-kakak de Vries, notaris Wilson, dan lain-lain. Mereka biasanya berlatih sepak bola di lapang Alun-alun Bandung.

Anak-anak mudanya juga banyak yang bergabung, karena sangat tertarik pada jenis olah raga baru tersebut. Di antara anak-anak muda yang turut berlatih sepak bola di alun-alun itu di antaranya adalah Eddy Alting Siberg, Oscar Veer, August Amade, Wim Kuik, Jan Huysmans, Jaap Roggeveen, Joop Gersen, Boulet dan lain-lain. Dari buku yang sama, saya jadi tahu bahwa kemudian anak-anak muda tersebut yang mengembangkan sepak bola di Bandung dengan mendirikan dua klub legendaris: UNI dan SIDOLIG.

Dalam penuturan Wim Kuik (dalam Haryadi Suadi, 2003), BVC didirikan pada Desember 1900. Adapun pertandingan-pertandingan yang sempat dilakukan oleh BVC dapat disimak dalam kabar-kabar yang dimuat dalam koran-koran berbahasa Belanda yang terbit pada 1904. Dalam De Preanger-bode (7 Maret 1904), disebutkan bahwa kemarin, 6 Maret 1904, BVC bertanding melawan Excelsior. Pemenangnya adalah BVC

Namun, yang seru tentu saja adalah antara BVC versus BVC (Bataviasche Voetbal Club) sebagaimana yang rencana pertemuannya dimuat dalam Bataviaasch Nieuwsblad dan Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch Indie edisi 2 April 1904. Dalam kedua media tersebut disebutkan bahwa pada acara peringatan Paskah, tim BVC dari Batavia yang terdiri atas Cramer (kiper), Hondius dan Theunissen (belakang), Prins, Lantzius dan Voute (tengah), de Vries Reilingh, Jut, Versteegh (c), Verhoog dan Schalienberg (depan) akan berkunjung ke Bandung untuk bertanding dengan BVC. Di situ disebut-sebut bahwa pertemuan tersebut merupakan kompetisi yang pertama kali ada di Jawa Barat (“Aangezien dit de eerste wedstrijd van dien aard in West Java is”).

Dalam praktiknya, menurut laporan Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch Indie edisi 5 April 1904, sebelum pertandingan hari Senin itu, belum-belum tim tamu Batavia sudah mendapatkan kecelakaan. Salah seorang pemainnya dalam kereta api mendapatkan kecelakaan akibat tangannya luka oleh botol ajer-blanda, sehingga tidak dapat bermain. Demikian pula saat ke lapangan, Prins tidak muncul, sehingga BVC dari Batavia hanya bermain dengan dua orang penyerang. Di lain pihak, BVC Bandung saat itu menyajikan para pemain sebagai berikut: Paul (kiper), Gobee dan Benschop (belakang), Amade, de Vries dan Krijgsman (tengah), Huymans Landau, Glasmacher, Alting Sieberg dan Roggeveen (depan).

Meskipun keadaan cuaca cukup baik, tetapi menurut laporan dalam koran tersebut keadaan lapangan di Bandung sangat menyedihkan, sehingga tidak layak disebut lapang sepak bola, karena kerap menyebabkan kecelakaan. Sejak awal sudah kentara Batavia lebih kuat dan Bandung kerap dikurung. Hanya karena lapang yang jelek dan wasit yang acuh belaka yang menyebabkan Batavia belum membuahkan gol. Lima menit sebelum peluit ditiup wasit, Batavia baru mendapatkan gol pertamanya melalui Versteegh, yang memanfaatkan kesalahan pemain belakang Bandung.

Setelah istirahat, Bandung tetap dikurung. Melalui kaki Versteegh mendapatkan lagi tambahan dua gol. Dan skor akhirnya adalah 4-0 untuk keunggulan Batavia. Sebenarnya, menurut penulis reportase, seharusnya paling tidak 7-0 rasio kemenangannya. Dari sisi para pemain Bandung, penulis laporan berpandangan negatif. Katanya, secara umum, para pemain Bandung tidak terlatih, tidak ada kerja sama tim, dan tidak mengetahui aturan permainan. Kecuali Gobee dan Benschop.

Tambahan informasi yang lucu ada dalam buku Berretty (1934: 19). Di situ disebutkan bahwa pada pertandingan tersebut BVC Batavia membawa sendiri bolanya, karena pihak Bandung mau bermain dengan bola buatannya sendiri, berupa paten karya Gobee, yang ukurannya sangat dengan sebuah telur (“een eigengemaakt product spelen ‘patent Gobee’ dat den vorm van een ei zeer nabij kwam”). Selain itu, dikatakan bahwa pertandingan Batavia-Bandung tersebut diadakan di tempat Javasche Bank sekarang berdiri. Saat itu, Eddy Alting Siberg bermain sebagai sayap kiri untuk Bandung.

Barangkali Karena hanya mengandalkan ingatan, dalam tulisan kenang-kenangannya pada 1958, Wim Kuik menyatakan bahwa kepada peristiwa tersebut pada 1902. Alhasil, sudah terpisah setengah abad lebih dari kejadian yang diikutinya. Menurut Wim, pada hari Natal tahun 1902 BVC Batavia telah hadir di Bandung. Mereka menghadapi klub Bandung yang konon hanya terkenal di kandangnya dan terdiri atas orang-orang amatiran, hanya bisa bermain saja! Namun, ini termasuk bersejarah karena pertama kalinya di Bandung menyelenggarakan big match yang melibatkan klub yang dipandang paling top di masa itu.

Konon tempat diselenggarakannya pertandingan tersebut adalah di Pieterspark (Taman Balai Kota Bandung) dan sejak siang dipadati para bobotoh Bandung. Namun, hasilnya mengecewakan para bobotoh. Bandung dicukur Batavia, 0-5. Orang yang disalahkan dalam pertandingan tersebut adalah kipernya. Seandainya kipernya Wim Kuik, kata mereka. Dari pernyataan-pernyataan di atas, Wim keliru untuk waktu penyelenggaraannya, yaitu 1902 padahal seharusnya 1904, tempatnya seharusnya di Javasche Bank (Gedung BI sekarang) bukannya di Pieterspark, skornya 4-0 bukan 5-0 untuk kemenangan Batavia.

Namun, antara Berretty (1934: 19) dan Wim Kuik selanjutnya ada persamaan. Setelah kekalahan itu, pihak BVC Bandung mengajukan pertandingan ulangan untuk membalas kekalahannya. Ulangannya diselenggarakan di Batavia, yaitu di Koningsplein, dalam peringatan Hari Pantekosta. Titik persamaannya terletak pada hasil pertandingan tersebut. Keduanya sepakat bahwa Bandung kalah dengan sangat memalukan. BVC Bandung dicukur 12-0 oleh BVC Batavia.

Berita terakhir yang saya baca terkait dengan BVC Bandung adalah ihwal pertandingannya dengan UNI sebagaimana diberitakan Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch Indie edisi 30 Desember 1904. Dalam koran tersebut terbaca bahwa pada Minggu pagi di Bandung, ada kompetisi pertama antara BVC dari Bandung dan UNI dari Cimahi. Pertandingan yang diselenggarakan di lapang Pieterspark sebagai kandang BVC ini juga menandai kelahiran pertama bond atau perserikatan sepak bola di Bandung, yaitu Preanger Voetbalbond.

Betapa pun, Bandoengsche Voetbal Club adalah kesebelasan pertama yang dilahirkan di Bandung. Lebih dari itu, dari kesebelasan ini nantinya muncul klub-klub sepak bola yang lebih profesional di Bandung.

Para pemainnya pun bahkan menjadi legenda sepak bola di Bandung. Misalnya Wim Kuik yang mendirikan UNI dan Eddy Alting Siberg yang mendirikan SIDOLIG. Pada minggu-minggu selanjutnya, saya akan membahas klub-klub tersebut berikut para perintisnya. Mudah-mudahan. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

GARUDA SHIELD 2021: Indonesia Bermain Cantik!

Netizen Rabu, 28 Juli 2021 | 20:15 WIB

Indonesia-Amerika Serikat telah membuat sejarah panjang dalam latihan militer bersama atau pertukaran perwira militer.

Netizen, GARUDA SHIELD 2021: Indonesia Bermain Cantik!, GARUDA SHIELD,Militer,Indonesia,Amerika Serikat

Mengapa Tak Ada Seruan Berpartisipasi Mengatasi Covid-19?

Netizen Selasa, 27 Juli 2021 | 17:35 WIB

Vaksin dianggap menjadi penyelamat dari serangan virus Corona yang diperkirakan lebih mematikan dari virus flu lainnya.

Netizen, Mengapa Tak Ada Seruan Berpartisipasi Mengatasi Covid-19?, Seruan Berpartisipasi,Mengatasi Covid-19,COVID-19,Virus Corona

Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI)

Netizen Selasa, 27 Juli 2021 | 09:02 WIB

Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI)

Netizen, Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI), UNI,sidolig,Persib,sepakbola,bandung,Teddy Kessler,Wim Kuik

Mengungkap Fakta Kandungan Susu Bear Brand

Netizen Senin, 26 Juli 2021 | 23:00 WIB

Alasannya, karena susu Bear Brand diyakini dapat meredakan paparan Covid-19.

Netizen, Mengungkap Fakta Kandungan Susu Bear Brand, Fakta,Susu,Bear Brand,COVID-19,Sehat,Hoaks

Inggris Melibatkan Diri Dalam Perang Ideologi di Asia

Netizen Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:24 WIB

Media-media internasional secara luas memberitakan pelayaran satuan tugas gabungan Inggris, Amerika Serikat dan Belanda...

Netizen, Inggris Melibatkan Diri Dalam Perang Ideologi di Asia, Inggris,Pengaruh Inggris,kebudayaan Asia,Pengaruh Inggris di Asia

510 Hari Minus Sentuhan

Netizen Jumat, 23 Juli 2021 | 21:35 WIB

Kesakralan sentuhan tak lagi ada selama masa pandemi Covid-19.

Netizen, 510 Hari Minus Sentuhan, sentuhan,Pandemi Covid-19,Jaga Jarak,Sosial,Dampak Pandemi Covid-19

Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan...

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:30 WIB

Di Cekungan Bandung, sedikitnya ada 8 nama geografi yang berhubungan dengan harimau.

Netizen, Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan dengan Harimau, Toponimi,Harimau,cekungan bandung,Kota Bandung

Jangan Berhenti pada Kata Maaf

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:00 WIB

Akhirnya ada perwakilan pemerintah yang menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait dengan penanganan pandemi Cov...

Netizen, Jangan Berhenti pada Kata Maaf, Kata Maaf,Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan,PPKM Jawa-Bali,pemerintah Indonesia

artikel terkait

dewanpers
arrow-up