web analytics

KPK Kembali Periksa Tersangka Korupsi Bansos Bandung

clockSenin, 19 Juli 2021 17:48 WIB userRepublika.co.id
Umum - Nasional, KPK Kembali Periksa Tersangka Korupsi Bansos Bandung, korupsi bansos bandung,korupsi bansos kabupaten bandung,kpk,Korupsi Aa Umbara

Kantor pusat baru KPK, sejak 2015. (Flickr/Ya, saya inBaliTimur)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020 yang menjerat mantan Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUM).

"Hari ini penyidik KPK melakukan pemeriksaan tersangka MTG (M Totoh Gunawan)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Jakarta, Senin, 19 Juli 2021, dilansir dari Republika,co.id.

Pemeriksaan terhadap Totoh Gunawan dilakukan di Kantor KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Totoh merupakan tersangka dari pihak swasta dalam perkara tersebut. Kendati, belum diketahui hasil dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap Totoh.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Aa Umbara beserta anaknya, Andri Wibawa sebagai tersangka dalam perkara tersebut. KPK juga menahan lebih dulu pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG).

Perkara bermula pada Maret 2020 lalu ketika pandemi Covid-19 terjadi. Saat itu Pemkab Bandung Barat menganggar sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi dengan melakukan refocusing anggaran APBD Tahun 2020 pada belanja tak terduga (BTT).

Diduga terjadi pertemuan khusus antara AUM dengan MTG guna membahas keinginan dan kesanggupannya menjadi penyedia paket sembako di Dinsos Bandung Barat. Lewat pertemuan itulah kemudian disepakati pemberiaan komitmen fee enam persen dari nilai proyek.

Selanjutnya, tersangka AW menemui AUM untuk meminta dilibatkan jadi penyedia pengadaan bansos Covid-19 yang kemudian langsung disetujui. Pembagian bansos dilakukan sejak April hingga Agustus dengan dua jenis paket yaitu bansos jaring pengaman sosial dan bantuan bansos PSBB sebanyak 10 kali dengan total realisasi anggaran senilai Rp 52,1 miliar.

Anak Aa Umbara, Andri yang saat itu menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri dan CV Satria Jakatamilung mendapatkan paket pekerjaan dengan nilai Rp 36 miliar. Sementara Totoh mendapatkan paket pekerjaan sebesar Rp 15,8 miliar.

Dari kegiatan pengadaan tersebut AUM diduga telah menerima uang sejumlah Rp 1 miliar. Sementara MTG diduga menerima keuntungan sekitar Rp 2 miliar dan AW menerima keuntungan sekitar Rp 2,7 miliar.

Pemeriksaan Sebelumnya

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Covid-19 pada Dinsos Kabupaten Bandung Barat (KBB) 2020.

Dilansir dari Republika.co.id, penyidik KPK mendalami dugaan aliran sejumlah uang kepada tersangka Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna (AUM) dari berbagai pihak.

Penyidik KPK telah memeriksa 12 saksi dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Sekretariat Daerah Bandung Barat untuk tersangka Aa Umbara dan kawan-kawan pada Kamis, 24 Juni 2021.

"Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi terkait dengan dugaan adanya aliran sejumlah uang kepada tersangka AUM dari berbagai pihak," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 25 Juni 2021.

Sebanyak 12 saksi tersebut, yakni Ibrahim Aji, Usup Suherman, Hanny Nurismandiyah, Aan Sopian Gentiana, Anang Widianto, Rilvihadi Zain, Yoga Rukma Gandara, Dian Kusmayadi, Rambey Solihin, Dian Soehartini, Dewi Andhani, dan Deni Ahmad. Adapun pemeriksaan digelar perkantoran Pemkab Bandung Barat (Aula Wakil Bupati).

Selain itu, kata Ali, terhadap 12 saksi itu juga dikonfirmasi terkait dengan proses pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinsos Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. Selain Aa Umbara, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Andri Wibawa (AW) dari pihak swasta/anak Aa Umbara dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG).

Dalam konstruksi perkara disebut pada Maret 2020 karena adanya pandemi COVID-19, Pemkab Bandung Barat menganggarkan sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi Covid-19 dengan melakukan refocusing anggaran APBD Tahun 2020 pada Belanja Tidak Terduga (BTT).  Dengan menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ), Andri mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS).

Sedangkan M Totoh dengan menggunakan PT JDG dan CV SSGCL mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp15,8 miliar untuk pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bantuan Sosial terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB). Dari kegiatan pengadaan tersebut, Aa Umbara diduga telah menerima uang sejumlah sekitar Rp1 miliar yang sumbernya disisihkan oleh M Totoh dari nilai harga per paket sembako yang ditempelkan stiker bergambar Aa Umbara untuk dibagikan pada masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Sementara M Totoh diduga telah menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2 miliar dan Andri juga diduga menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2,7 miliar. Selain itu, Aa Umbara juga diduga menerima gratifikasi dari berbagai dinas di Pemkab Bandung Barat dan para pihak swasta yang mengerjakan berbagai proyek di Kabupaten Bandung Barat sejumlah sekitar Rp1 miliar dan fakta ini masih terus akan didalami oleh tim penyidik KPK.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Anak Akidi Tio Diamankan Polisi, Sumbangan Rp 2T Palsu?

Nasional Senin, 2 Agustus 2021 | 14:50 WIB

Hibah Rp2 triliun dari pengusaha Akidi Tio diduga palsu atau bohong. Heriyati, anak bungsung Akidi Tio dikabarkan ditang...

Umum - Nasional, Anak Akidi Tio Diamankan Polisi, Sumbangan Rp 2T Palsu?, Akidi Tio,Akidi Tio Rp2 Triliun,Sumbangan Akidi Tio Palsu,anak  Akidi Tio

Pengumuman CPNS 2021, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi

Nasional Senin, 2 Agustus 2021 | 14:14 WIB

Pengumuman CPNS 2021 terkait hasil seleksi administrasi akan disampaikan hari ini, Senin, 2 Agustus 2021.

Umum - Nasional, Pengumuman CPNS 2021, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi, pengumumna CPNS,Pengumuman CPNS 2021,CPNS 2021,CPNS

Agar Lolos Kartu Prakerja, Perhatikan 11 Syarat Wajib Ini!

Nasional Senin, 2 Agustus 2021 | 14:04 WIB

Banyak orang yang mengalami kegagalan terkait aplikasi pendaftaran Kartu Prakerja. Bahkan, ada banyak masyarakat yang da...

Umum - Nasional, Agar Lolos Kartu Prakerja, Perhatikan 11 Syarat Wajib Ini!, Kartu Prakerja,Program Kartu Prakerja,Pelatihan Kartu Prakerja,Paket Pelatihan Kartu Prakerja,Pendaftaran Kartu Prakerja

Begini Cara Sanggah Berkas CPNS 2021 Jika Tak Lolos Seleksi Administas...

Nasional Senin, 2 Agustus 2021 | 11:57 WIB

Masa sanggah CPNS 2021 akan dilakukan pada 4 sampai 6 Agustus setelah pengumuman hasil CPNS 2021. Bagaimana cara lakukan...

Umum - Nasional, Begini Cara Sanggah Berkas CPNS 2021 Jika Tak Lolos Seleksi Administasi, Cara sanggah berkas CPNS 2021,Masa sanggah CPNS 2021,Cara cek pengumuman CPNS 2019,Pengumuman CPNS 2019,CPNS 2021

Cara Cek Pengumuman Seleksi CPNS 2021 di sscasn.bkn.go.id

Nasional Senin, 2 Agustus 2021 | 11:06 WIB

Pengumuman hasil seleksi CPNS 2021 dijadwalkan diumumkan pada Senin, 2 Agustus 2021 dan Selasa, 3 Agustus 2021. Bagaiman...

Umum - Nasional, Cara Cek Pengumuman Seleksi CPNS 2021 di sscasn.bkn.go.id, Pengumuman CPNS,Pengumuman CPNS 2021,Cara cek pengumuman CPNS 2021,CPNS 2021

Kelanjutan PPKM Diminta Sesuai Data dan Fakta, Satgas IDI: Jangan Jad...

Nasional Senin, 2 Agustus 2021 | 11:03 WIB

Pemerintah akan mengumumkan nasib Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin (2/8). Satgas IDI berhar...

Umum - Nasional, Kelanjutan PPKM Diminta Sesuai Data dan Fakta,  Satgas IDI: Jangan Jadi Guyonan Warga!, Kelanjutan PPKM,Satgas IDI,Nasib Kelanjutan PPKM,aturan pemberlakuan PPKM,keputusan perpanjangan PPKM,Pengumuman perpanjangan PPKM,Pengumuman PPKM Diperpanjang

Pelonggaran atau Perpanjangan PPKM, Mana yang Dipilih Pemerintah?

Nasional Senin, 2 Agustus 2021 | 10:45 WIB

Pemerintah perlu berhati-hati bila nantinya memutuskan menambah pelonggaran, termasuk dalam penerapannya yang sebaiknya...

Umum - Nasional, Pelonggaran atau Perpanjangan PPKM, Mana yang Dipilih Pemerintah?, Pelonggaran PPKM,Pelonggaran PPKM Darurat,PPKM Darurat Diperpanjang,PPKM level 4,PPKM level 4 diperpanjang,Perpanjangan PPKM,Perpanjangan PPKM,Opsi Perpanjangan PPKM Darurat

Jika PPKM Diperpanjang Sampai Tanggal 8, Ini yang Harus Diperhatikan P...

Nasional Senin, 2 Agustus 2021 | 08:41 WIB

Masa perpanjangan PPKM berlevel akan berakhir Senin hari ini, 2 Agustus 2021. Banyak orang mengira-ngira apakan kebijak...

Umum - Nasional, Jika PPKM Diperpanjang Sampai Tanggal 8, Ini yang Harus Diperhatikan Pemerintah, PPKM Diperpanjang sampai tanggal 8,PPKM diperpanjang,PPKM Diperpanjang sampai,PPKM diperpanjang sampai kapan,PPKM Level 4

artikel terkait

dewanpers
arrow-up