web analytics

Membangun Kapasitas Petani Kopi Subang dengan Desa Devisa

clockSenin, 12 Juli 2021 18:40 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Bisnis - Finansial, Membangun Kapasitas Petani Kopi Subang dengan Desa Devisa, Petani Kopi,kabupaten subang,Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia,Desa Devisa,Ekonomi

Program Desa Devisa yang memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor hari ini mencatatkan sejarah dengan meluncurkan Desa Devisa ketiga di Indonesia berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, hari ini bertepatan dengan Hari Koperasi. (Dok. bank bjb)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Desa Devisa di Indonesia menjadi salah satu program yang dipelopori Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing komoditas yang dihasilkan wilayah sekitarnya.

Program Desa Devisa yang memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor hari ini mencatatkan sejarah dengan meluncurkan Desa Devisa ketiga di Indonesia berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, hari ini bertepatan dengan Hari Koperasi.

Program yang berbasis pemberdayaan masyarakat ini akan mendorong kemandirian petani kopi melalui rangkaian pelatihan, pendampingan serta pemanfaatan jasa konsultasi, sehingga mampu merambah pasar ekspor kopi dunia dengan produk berkualitas.

Para petani kopi yang jumlahnya lebih dari 200 orang dan bernaung di bawah binaan Koperasi Gunung Luhur Berkah di Subang ini akan mendapatkan program pelatihan dan pendampingan selama enam bulan kedepan. Programnya meliputi pelatihan mengenai teknik budidaya dan pengolahan kopi, perluasan akses pasar ekspor, penyusunan laporan keuangan, dan peningkatan kapasitas produksi, dan LPEI akan bekerja sama dengan Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) dalam proses pendampingan.

Pendampingan akan diberikan kepada petani di enam desa yaitu Cisalak, Nagrak, Cupunagara, Darmaga, Sukakerti, dan Pasanggrahan dengan produk unggulan kopi Arabika (Java Preanger) dan Robusta. Penerima manfaat langsung dari program pendampingan ini mencapai 208 petani kopi. Kapasitas produksi keenam desa mencapai lebih dari 100 ton biji kopi setiap tahunnya dengan luas kebun 140 hektar.

Direktur Eksekutif LPEI, D. James Rompas menyampaikan pihaknya optimis dengan kerja sama ini. “Kami cukup yakin dengan potensi Subang dengan komoditas kopinya dan berharap melalui program pelatihan selama enam bulan kedepan dapat meningkatkan kapasitas petani, sehingga kualitas biji kopinya juga dapat memenuhi kebutuhan ekspor. Kami juga berharap, kolaborasi yang terjalin antara Koperasi Gunung Luhur Berkah dan Pemerintah Daerah Subang dapat menjadi salah satu solusi awal di tengah kondisi pandemi yang kita hadapi,” ujar James pada acara peluncuran Desa Devisa Kopi Subang yang diselenggarakan secara virtual, Senin (12 Juli 2021).

Sementara Ketua Koperasi GLB, Miftahudin Shaf menyampaikan usai penyerahan Perjanjian Kerja Sama, “Masyarakat telah bertani kopi dalam jangka waktu yang panjang dan tidak pernah terbayang bahwa produknya dapat diekspor. Kami tentu berharap dengan program Desa Devisa, kopi kita dapat diekspor, terkenal hingga mancanegara dan petani dapat merasakan manfaat ekonomi dan sosial secara langsung.”

Pada forum pertemuan virtual yang sama, Bupati Subang, H. Ruhimat mengapresiasi program yang diinisiasi oleh LPEI. “Kami sangat mengapresiasi segala upaya dari seluruh pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Subang. Kami berharap melalui Desa Devisa menjadi program yang berkelanjutan, kopi Subang dapat mendunia dan menjadi jalan untuk terciptanya Subang Jawara yaitu jaya, istimewa dan sejahtera,” kata Bupati Subang yang juga didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Subang.

Program Desa Devisa membangun sinergi yang mengedepankan aspek koordinasi antar lembaga. Selain dengan pemerintah daerah dan koperasi setempat,q LPEI juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) dalam proses penjajakan Desa Devisa Kopi Subang. Kolaborasi sejumlah institusi pusat dan daerah ini juga diharapkan dapat memperkuat program pendampingan yang akan diberikan.

Sebelumnya, LPEI telah berhasil membentuk dua Desa Devisa yaitu Desa Devisa Kakao di Jembrana, Bali dengan komoditas unggulan berupa biji kakao yang difermentasi dan Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta dengan produk kerajinan ramah lingkungan yang telah mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan ke Eropa. Kesuksesan pada dua desa tersebut dapat diduplikasi oleh Desa Devisa Kopi Subang, sehingga produk lokal Indonesia dapat mendunia serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat setempat. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Ketua KADIN Indonesia Arsjad Rasjid Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Pand...

Finansial Rabu, 4 Agustus 2021 | 19:33 WIB

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Arsjad Rasjid menyebut, dua hal itu adalah vaksinasi dan menjaga...

Bisnis - Finansial, Ketua KADIN Indonesia Arsjad Rasjid Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Pandemi, KADIN Indonesia,Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid,vaksinasi buruh,Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,vaksinasi pabrik Epson

Dirjen Pajak Himpun Rp 2,2 Triliun PPN Digital dari 81 Perusahaan

Finansial Rabu, 4 Agustus 2021 | 18:30 WIB

Dirjen Pajak mencatat hingga akhir Juli 2021, realiasi penerimaan PPN PMSE tahun 2021 terkumpul sebesar Rp 2,2 triliun.

Bisnis - Finansial, Dirjen Pajak Himpun Rp 2,2 Triliun PPN Digital dari 81 Perusahaan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Dirjen Pajak,PPN PMSE,PPN Digital

Dukung Penanganan Covid-19 di Jabar, BI Donasikan 200 Tabung Oksigen

Finansial Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:09 WIB

Bank Indonesia Jawa Barat menyerahkan bantuan berupa 200 tabung oksigen dan 100 regulator. Bantuan ini sebagai wujud kom...

Bisnis - Finansial, Dukung Penanganan Covid-19 di Jabar, BI Donasikan 200 Tabung Oksigen, bantuan tabung oksigen Jabar,Kpw BI Jabar,BI Jabar,Covid-19 Jabar,Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Bambang Pramono,Posko Oksigen Jawa Barat (Poskibar)

Harga Emas Antam Bandung 4 Agustus 2021 Turun Rp5.000

Finansial Rabu, 4 Agustus 2021 | 10:50 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp943.000 per gram pada Rabu, 4 Agustus 2021 turun Rp5.000...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung 4 Agustus 2021 Turun Rp5.000, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,emas antam,Emas Antam Hari Ini,Harga Emas,Harga Emas Hari ini

Ada Insentif Pajak untuk Pedagang Eceran, Begini Informasinya

Finansial Rabu, 4 Agustus 2021 | 10:00 WIB

Pemerintah akhirnya memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10% pada para pedagang eceran.

Bisnis - Finansial, Ada Insentif Pajak untuk Pedagang Eceran, Begini Informasinya, insentif pajak pedagang eceran,Insentif Pajak,diskon PPN,Insentif pajak untuk pedagang

OJK Dorong Alternatif Pendanaan bagi UMKM Melalui Securities Crowdfund...

Finansial Selasa, 3 Agustus 2021 | 18:35 WIB

Pandemi Covid-19 sejak awal 2020 telah menekan banyak sektor, termasuk perekonomian. Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan M...

Bisnis - Finansial, OJK Dorong Alternatif Pendanaan bagi UMKM Melalui Securities Crowdfunding, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Pasar Modal,Securities Crowdfunding,UMKM

Sambut HUT RI ke-76, bank bjb Gelar Promo "bjb Meriah"

Finansial Selasa, 3 Agustus 2021 | 17:50 WIB

Dalam rangka menyambut HUT Republik Indonesia ke-76 yang jatuh pada Selasa 17 Agustus 2021, bank bjb menyelenggarakan ra...

Bisnis - Finansial, Sambut HUT RI ke-76, bank bjb Gelar Promo "bjb Meriah", bank bjb,HUT RI ke-76,bjb Meriah : Merdeka Berhadiah

Pemerintah Tanggung PPN Sewa Toko Pedagang Eceran Mulai Agustus Hingga...

Finansial Selasa, 3 Agustus 2021 | 17:16 WIB

Pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa sewa ruangan atau bangunan yang terutang oleh pedagang ece...

Bisnis - Finansial, Pemerintah Tanggung PPN Sewa Toko Pedagang Eceran Mulai Agustus Hingga Oktober, Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Kanwil DJP Jawa Barat I,Insentif PPN Sewa Toko

artikel terkait

dewanpers
arrow-up