web analytics

Terapkan Konsep Pengurangan Bahaya, Produk Alternatif Bisa Tekan Jumlah Perokok

clockKamis, 24 Juni 2021 18:40 WIB userAdministrator
Umum - Nasional, Terapkan Konsep Pengurangan Bahaya, Produk Alternatif Bisa Tekan Jumlah Perokok, rokok,Tembakau Alternatif

Ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Indonesia memiliki jumlah perokok tertinggi di Asia Tenggara dan nomor tiga di dunia setelah Tiongkok dan India. Untuk mengatasi epidemi tersebut, konsep pengurangan bahaya tembakau melalui pemanfaatan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, snus, dan kantung nikotin, dinilai dapat menjadi solusi baru.

Pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjadjaran (UNPAD) Ardini Raksanagara menjelaskan pemerintah sudah melakukan berbagai kebijakan untuk mengurangi angka perokok, salah satunya dengan mendorong penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), namun meski sudah diterapkan, cara tersebut belum terlalu efektif.

“Di negara maju itu dari tahun ke tahun jumlah prevalensi perokok menurun, sementara di kita malah meningkat,” ujar Ardini saat dihubungi wartawan.

Oleh karena itu, dibutuhkan solusi lain untuk mengatasi masalah rokok di Indonesia, salah satunya dapat dengan mengedepankan konsep pengurangan bahaya tembakau. Utamanya, karena solusi ini sudah teruji keberhasilannya di sejumlah negara. Selain pada tembakau, konsep ini sudah terlebih dahulu diterapkan pada produk yang memiliki risiko tinggi lainnya, seperti gula dan garam.

“Intinya konsep ini adalah mengurangi bahaya kesehatan yang diakibatkan oleh zat yang digunakan,” jelas Ardini.

Melalui konsep pengurangan bahaya tembakau, perokok dewasa disarankan untuk beralih ke produk tembakau alternatif yang memiliki risiko jauh lebih rendah daripada rokok. “Konsep ini diterapkan agar para pengguna masih dapat mendapatkan nikotin yang dibutuhkan, tetapi tidak melalui proses pembakaran seperti pada rokok sehingga risikonya jauh menurun,” katanya.

Ardini melanjutkan saat seseorang merokok, maka mereka tidak hanya memperoleh nikotin, namun juga menghirup asap yang mengandung TAR, penyebab utama dari timbulnya berbagai penyakit berbahaya. Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker. Dari sekitar 7.000 bahan kimia yang ada di dalam rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR.

“Banyak dampak yang dihasilkan oleh TAR, yang paling membahayakan adalah timbulnya kanker, mulai dari kanker rongga mulut, kanker di laring, sampai kanker paru-paru,” ujarnya.

Berbeda dengan rokok, produk tembakau alternatif tidak melalui proses pembakaran saat digunakan. Misalnya, pada rokok elektrik yang memanaskan cairan nikotin atau produk tembakau yang dipanaskan pada suhu terkontrol, sehingga zat berbahayanya berkurang jauh secara signifikan. “Selain itu, ada juga produk tembakau alternatif yang pemakaiannya dengan cara dikunyah dan ditempel,” kata Ardini.

Dengan begitu, Ardini melanjutkan, jika perokok dewasa beralih ke produk tembakau alternatif, maka mereka masih bisa memperoleh nikotin, tetapi memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok. “Nikotin dapat melepaskan hormon dopamin dan hormon endorfin yang dapat membuat seseorang menjadi lebih tenang dan gembira. Namun, dampak negatifnya dapat membuat orang ketergantungan,” tuturnya.

Editor: Administrator

terbaru

Kisi-kisi Lengkap SKD: TIU, TWK, TKP untuk CPNS 2021

Nasional Selasa, 3 Agustus 2021 | 10:48 WIB

Tahap pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS dan PPK 2021 berlangsung sejak kemarin hingga hari ini, Selasa 3 Agustu...

Umum - Nasional, Kisi-kisi Lengkap SKD: TIU, TWK, TKP untuk CPNS 2021, Kisi kisi TIU,Kisi kisi TWK CPNS,Kisi kisi TKP CPNS 2021,CPNS 2021,Seleksi CPNS 2021

Langkah-langkah Login ke PeduliLindungi.id untuk Cek Sertifikat Vaksin

Nasional Selasa, 3 Agustus 2021 | 10:17 WIB

Cara login ke situs pedulilindungi.id bisa dilakukan dengan mudah. Masyarakat yang sudah divaksin bisa mengakses situs p...

Umum - Nasional, Langkah-langkah Login ke PeduliLindungi.id untuk Cek Sertifikat Vaksin, Login pedulilindungi.id,sertifikat vaksin pedulilindungi,cara cek sertifikat vaksin,fitur pedulilindungi,download sertifikat vaksin

Kartu Prakerja Gelombang 18 Segera Dibuka! Simak Informasinya

Nasional Selasa, 3 Agustus 2021 | 10:01 WIB

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mengumumkan bahwa gelombang 18 akan segera dibuka. Hal ini disampaikan melalui unggah...

Umum - Nasional, Kartu Prakerja Gelombang 18 Segera Dibuka! Simak Informasinya, Kartu Prakerja,Program Kartu Prakerja,Pelatihan Kartu Prakerja,Paket Pelatihan Kartu Prakerja,Pendaftaran Kartu Prakerja,Informasi Terbaru Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 18,Kartu Prakerja Gelombang 18,11 Poin Wajib Dipastikan Pendaftar Kartu Prakerja

45 Kabupaten/Kota di Luar Jawa Bali Lanjutkan PPKM Level 4

Nasional Selasa, 3 Agustus 2021 | 07:59 WIB

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dilanjutkan di 21 provinsi dan 45 kabupaten/kota di luar Jawa...

Umum - Nasional, 45 Kabupaten/Kota di Luar Jawa Bali Lanjutkan PPKM Level 4, PPKM Level 4,Aturan PPKM Level 4,PPKM level 4 diperpanjang,PPKM diperpanjang,PPKM Luar Jawa Bali,Daerah PPKM Luar Jawa Bali

Menkes: 70 Juta Vaksin Akan datang Bertahap Agustus-September

Nasional Selasa, 3 Agustus 2021 | 07:46 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sekitar 70 juta dosis vaksin covid-19 akan datang secara bertahap pada...

Umum - Nasional, Menkes: 70 Juta Vaksin Akan datang Bertahap Agustus-September, kedatangan vaksin Covid-19,Kedatangan vaksin covid-19 Indonesia,Kuota vaksin covid-19 Indonesia,Jatah vaksin covid-19 Indonesia,Vaksinasi Covid-19 Indonesia

3 Instruksi Perpanjangan PPKM Diterbitkan, Ada Aturan Baru?

Nasional Selasa, 3 Agustus 2021 | 07:41 WIB

Tiga inmendagri itu diterbitkan panduan bagi kepala daerah dalam melaksanakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegia...

Umum - Nasional, 3 Instruksi Perpanjangan PPKM Diterbitkan, Ada Aturan Baru?, Perpanjangan PPKM,Perpanjangan PPKM Darurat,Aturan Perpanjangan PPKM,PPKM Level 4,Aturan Terbaru PPKM Level 4,Aturan Baru PPKM Level 4,daftar daerah PPKM Level 4

Luhut: Tingkatkan Vaksinasi, agar September Aktivitas Bisa Dibuka Bert...

Nasional Senin, 2 Agustus 2021 | 21:45 WIB

Harapannya dengan peningkatan cakupan vaksinasi itu, herd immunity atau kekebalan kelompok dapat cepat tercapai.

Umum - Nasional, Luhut: Tingkatkan Vaksinasi, agar September Aktivitas Bisa Dibuka Bertahap, Vaksinasi,Luhut Binsar Panjaitan,Herd Immunity,COVID-19

Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021

Nasional Senin, 2 Agustus 2021 | 20:01 WIB

Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021

Umum - Nasional, Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021, jokowi,PPKM Level 4,COVID-19

artikel terkait

dewanpers
arrow-up