web analytics

Ekonom INDEF: Koperasi Tak akan Mati, Justru Sinergi dengan Holding Ultra Mikro

clockKamis, 24 Juni 2021 16:40 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Bisnis - Finansial, Ekonom INDEF: Koperasi Tak akan Mati, Justru Sinergi dengan Holding Ultra Mikro, Ekonom,indef,koperasi,Eko Listiyanto,BRI,Pegadaian,PNM,BUMN,UMKM

Langkah strategis pemerintah dalam pemberdayaan pelaku usaha di sektor ultra mikro itu dinilai bisa akan saling menguatkan dan bersinergi dengan koperasi. (Pixabay/Nattanan Kanchanaprat)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Integrasi ekosistem usaha ultra mikro melalui holding BUMN Ultra Mikro (UMi) diyakini tidak akan menggerus keberadaan koperasi.

Langkah strategis pemerintah dalam pemberdayaan pelaku usaha di sektor ultra mikro itu bahkan dinilai bisa akan saling menguatkan dan bersinergi dengan koperasi.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, koperasi yang dalam menjalankan usahanya efisien tidak akan mati dengan adanya holding ultra mikro. Justru koperasi tersebut akan lebih kompetitif ke depan. 

Eko menggarisbawahi masalahnya saat ini adalah ketiadaan dana murah yang dapat diakses masyarakat kecil. Dia menilai saat ini persentase bunga pinjaman usaha masyarakat kecil lebih besar dibandingkan dengan korporasi. Dengan adanya upaya holding tersebut, akan ‘mewarnai pasar’ sehingga  menjadi lebih kompetitif.

“Itu bukan mematikan koperasi. Itu menjadi challenge untuk bisa lebih efisien. Di situ perannya sebetulnya. Bagi koperasi yang tidak mau bersaing ini tekanan, berarti mereka mau mengambil untung terlalu besar. Koperasi seperti itu kapitalis, itu masalahnya,” ujar Eko menegaskan.

Eko pun menyebut, adanya holding ultra mikro akan menekan gerak rentenir "berbaju" koperasi yang meresahkan masyarakat. Penyaluran kredit dari BRI, Pegadaian dan PNM akan lebih mudah dengan tingkat efisiensi yang menekan bunga dan cost of fund.

“Itu justru positif. Jangan dilihat ini ada pendatang baru di-drive BUMN, oleh pemerintah mau matikan koperasi. Justru ini akan membuat cost of fund atau biaya dana bagi UMKM lebih efisien dbandingkan sekarang. Sehingga hanya koperasi yang prudent dan kompetitif yang akan semakin berkembang,” imbuhnya.    

Pelaku Koperasi Mengaku Terbantu

Di sisi lain, ada kekhawatiran dari sebagian kalangan bahwa langkah pemerintah membentuk holding yang melibatkan BRI, Pegadaian dan PNM, akan menggerus keberadaan koperasi. Namun, kekhawatiran itu tertepis oleh pelaku usaha koperasi yang selama ini mendapat jasa layanan keuangan dari BRI.

Adalah Ratnawati selaku Finance and Accounting dari Koperasi Mandiri Bina Karya yang merupakan koperasi dari salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero), yaitu PT Indonesia Comnets Plus. Ratnawati mengatakan sejak 2018 koperasi yang dikelolanya mendapatkan pinjaman dari BRI

Menurut Ratnawati, adanya rencana pembentukan holding ultra mikro yang melibatkan BRI bersama PNM dan Pegadaian, merupakan langkah baik salah satunya pada efisiensi biaya jasa layanan keuangan, sehingga tentunya juga menguntungkan koperasi.

“Hubungan dengan BRI selama ini baik, pelayanannya bagus. SDM-nya men-support. Berapa yang kita butuhkan cepat responsnya dari BRI. Dan bunga pinjaman nggak memberatkan masih normal. Tapi kalau nanti tercipta efisiensi akan sangat menguntungkan koperasi seperti kami,” ujarnya.

Hal itu diamini pula Dina Latifa, Kepala Pusat Koperasi Serba Usaha DKI Jakarta. Dina mengatakan selama ini terbantu dengan kredit dari BRI karena bunga pinjaman tidak memberatkan. Namun memasuki masa pandemi, tidak sedikit usaha anggotanya yang terdampak sehingga dia berharap adanya keringanan.  

“Kerjasama dengan BRI kalau tidak salah sekitar 7 atau 8 tahun dan jujur saja merasa terbantu. Kalau ke depan jasa layanan bisa lebih efisien dan efeknya ke biaya layanan yang lebih murah ini akan sangat membantu koperasi seperti kami. Apa lagi menghadapi masa sulit,” tutupnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Ikuti Challenge Festival bjb #GakPakeRibet #DiRumahAja Berhadiah Total...

Finansial Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:45 WIB

Di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), aktivitas dan mobilitas masyarakat di luar rumah diba...

Bisnis - Finansial, Ikuti Challenge Festival bjb #GakPakeRibet #DiRumahAja Berhadiah Total Rp22 Juta, challenge festival bjb,bank bjb,challenge bank bjb,program bank bjb

Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan CEO Terbaik BPD di Indon...

Finansial Jumat, 23 Juli 2021 | 18:34 WIB

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) Yuddy Renaldi berhasil meraih predikat “I...

Bisnis - Finansial, Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan CEO Terbaik BPD di Indonesia, bank bjb,Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi,CEO Terbaik BPD

Harga Emas Antam Bandung 23 Juli 2021 Stagnan

Finansial Jumat, 23 Juli 2021 | 11:41 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp946.000 per gram pada Jumat, 23 Juli 2021 sama dengan har...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung 23 Juli 2021 Stagnan, Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam,emas antam,Emas Antam Hari Ini,Harga Emas,Harga Emas Hari ini

Bincang Jumat Bisnis bank bjb Beberkan Tips Pengajuan Sertifikasi Hala...

Finansial Kamis, 22 Juli 2021 | 11:59 WIB

Label halal pada sebuah produk bukan hanya sekedar soal kepatuhan pada aturan, lebih dari itu, label halal memiliki peng...

Bisnis - Finansial, Bincang Jumat Bisnis bank bjb Beberkan Tips Pengajuan Sertifikasi Halal, bincang bisnis,Bincang Bisnis bank bjb,bank bjb,bisnis halal

Harga Emas Antam Bandung 22 Juli 2021 Rp946.000

Finansial Kamis, 22 Juli 2021 | 11:50 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp946.000 per gram pada Kamis, 22 Juli 2021, atau turun Rp...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung 22 Juli 2021 Rp946.000, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,emas antam,Emas Antam Hari Ini,Harga Emas,Harga Emas Hari ini

Cara Mudah Download Video TikTok Tanpa Watermark di SnapTik.App

Finansial Rabu, 21 Juli 2021 | 13:46 WIB

Mengunduh atau download video TikTok tanpa watermark bisa dilakukan dengan mudah melalui SnapTik.App. Anda tidak perlu m...

Bisnis - Finansial, Cara Mudah Download Video TikTok Tanpa Watermark di SnapTik.App, cara menghilangkan watermark video TikTok,Download video tiktok tanpa watermark,video TikTok tanpa watermark,menghilangkan watermark TikTok,cara download video TikTok tanpa watermark,SnapTik.app

Harga Emas Antam Bandung 21 Juli 2021 Rp947.000

Finansial Rabu, 21 Juli 2021 | 12:36 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp947.000 per gram pada Rabu, 21 Juli 2021, atau turun Rp3....

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung 21 Juli 2021 Rp947.000, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,emas antam,Emas Antam Hari Ini,Harga Emas,Harga Emas Hari ini

BI Jabar Gelar Road To Fesyar 2021 Jawa Barat

Finansial Rabu, 21 Juli 2021 | 12:01 WIB

Bank Indonesia di wilayah Jawa Barat menyelenggarakan rangkaian Road To Fesyar (RTF) 2021 Jabar dengan disaksikan para a...

Bisnis - Finansial, BI Jabar Gelar Road To Fesyar 2021 Jawa Barat, Road To Fesyar 2021 Jawa Barat,Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto,Kpw BI Jabar,Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat

artikel terkait

dewanpers
arrow-up