web analytics

Toko Nol Sampah, Usung Jual-Beli ala Zero Waste di Kota Bandung

clockKamis, 24 Juni 2021 07:00 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, Toko Nol Sampah, Usung Jual-Beli ala Zero Waste di Kota Bandung, Toko Nol Sampah,Zero Waste,Toko Kelontong,Kota Bandung,Gaya Hidup

Bumbu masakan di dalam jar-jar kaca tersusun rapi di rak kayu Toko Nol Sampah. (Ayobandung.com/Jessy Febriani/Magang)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM — Berdiri sejak bulan September tahun 2020 lalu, Toko Nol Sampah yang berada di Jl. Bima No.40, Cicendo, Kota Bandung menjadi rumah bagi orang-orang yang menerapkan gaya hidup zero waste.

Seperti namanya, Toko Nol Sampah merupakan toko kelontong yang mengusung konsep zero waste dengan cara tidak menghasilkan sampah, khususnya sampah plastik dalam transaksi jual belinya.

Berawal dari pengalaman pribadi pemilik, yaitu Siska Nirmala, yang sudah menerapkan konsep zero waste sejak tahun 2012. Melihat kondisi masyarakat Bandung yang mulai membuka mata dengan prinsip yang sama dengan Siska, akhirnya ia mencoba membangun support system untuk memberikan kemudahan berbelanja kebutuhan dapur tanpa menghasilkan sampah.

“Motivasinya sebenarnya karena aku secara personal nerapin zero waste. Jadi, bikin toko ini nggak cuman untuk bisnis, tapi aku pengen jadi supporting system buat orang-orang untuk nerapin zero waste juga,” ungkap Siska ketika Ayobandung.com saat ditemui di Toko Nol Sampah miliknya (Rabu, 23 Juni 2020).

Selain menyasar kepada pembeli, Siska juga mencoba untuk memberikan keyakinan kepada penyuplai barang bahwa saat ini masih ada pembeli yang mau membeli produk tanpa menggunakan kemasan plastik.

“Aku pendekatannya nggak cuman ke pembeli, tapi si supplier-nya juga. Jadi mereka percaya diri, ‘oh, ada ya pembelinya yang mau beli produk mereka tanpa kemasan’ gitu,” ucap Siska.

Ketika memasuki Toko Nol Sampah, bahan-bahan bumbu dapur terpajang di dalam toples-toples kaca. Beberapa peralatan yang terbuat dari kayu juga terpajang di lemari berbeda. Desain tokonya yang sederhana membuat pengunjung betah untuk berlama-lama mengobrol dengan pemiliknya.

“Yang utamanya cuman bumbu dapur sama makanan sih intinya, keperluan esensial saja,” terang Siska.

Meski tidak banyak, namun Siska mengaku pelanggannya terus berkembang jumlahnya. Menurut Siska, pelanggannya sangatlah segmented. Biasanya, pelanggannya datang dari berbagai daerah di sekitar Bandung dan Cimahi.

“(Pelanggan) mayoritas Bandung, Cimahi, karena aku jualannya pertama offline, delivery khusus area Bandung,” ungkap Siska.

Seperti yang dituturkan Siska, ia tidak melakukan pengiriman produk bumbu makanan hingga ke luar wilayah Bandung, kecuali peralatan seperti sendok, buku, dan lainnya. Hal ini dikarenakan Siska ingin pesan membawa wadah sendiri saat berbelanja itu sampai langsung ke pembeli.

“Konsepnya sebetulnya mendorong orang untuk belanja dengan wadah sendiri. Kalau online, si misi itu-nya nggak nyampe, justru jadi makin banyak sampah,” tutur Siska.

Sistem pengiriman langsung pun atau delivery biasanya dilakukan langsung oleh kurir Toko Nol Sampah. Hal ini untuk mempermudah pertukaran wadah antara toko dengan pembeli.

“Kalau delivery itu kita pakai wadah disini, nanti disana ditukar,” Ucap Siska.

Ketika berbelanja di Toko Nol Sampah ini, pembeli wajib membawa wadah atau kantong belanja sendiri. Jika pembeli lupa atau kekurangan wadah, pembeli juga dapat meminjam jar kaca dan kantong kain yang Siska sediakan di toko. Beberapa kantong kain dan jar yang tersedia di toko merupakan hasil donasi dari beberapa pengunjung lain yang sering berbelanja di Toko Nol Sampah ini.

“Botol-botol sama jar, hasil donasi dari teman-teman yang suka kesini, suka belanja,” ungkap Siska.

Sejauh ini, Siska mencoba mempromosikan Bulk Store miliknya melalui media sosial Instagram dan Tik-Tok. Hasilnya terbilang efektif dan memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya warga Bandung mengenai keberadaan Toko Nol Sampah ini.

“Sejauh ini cukup efektif karena orang-orang mainnya Instagram. Mereka cari informasi kan dari media sosial juga,” terang Siska.

Jika ditanya apakah warga Bandung sudah peduli dengan gaya hidup yang zero waste atau belum, Siska mengaku sudah cukup banyak masyarakat Bandung yang mau melakukannya. Tinggal bagaimana membangun sistem untuk mendukung itu.

“Karena orang tuh kalau sistemnya ada, mereka mau kok ngikutin. Contohnya toko ini, aku ngasih sistem yang kamu harus bawa wadah sendiri, dia mau ngikutin,” tutup Siska. [Jessy Febriani]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Aplikasi LAPOR Kota Bandung Diganjar Penghargaan Dunia

Bandung Minggu, 25 Juli 2021 | 10:18 WIB

Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) yang digagas Pemkot Bandung melalui Bandung Command Center...

Bandung Raya - Bandung, Aplikasi LAPOR Kota Bandung Diganjar Penghargaan Dunia, aplikasi LAPOR!,Wali Kota Bandung Oded M. Danial,Bandung Command Center (BCC),Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR),International Energy Agency (IEA)

Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 25 Juli 2021

Bandung Minggu, 25 Juli 2021 | 04:54 WIB

Jadwal salat wilayah Cirebon dan sekitarnya serta zikir setelah salat bisa dilihat di sini. Ibadah salat lima waktu meru...

Bandung Raya - Bandung, Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 25 Juli 2021, Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,Salat Bandung,jadwal Salat Bandung hari ini,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini,Jadwal Salat Kota Bandung,jadwal salat Kota Bandung hari ini

Kebakaran di Cibogo Dipicu Tabung Gas Bocor, 2 Orang Luka Bakar

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 20:35 WIB

Kebakaran terjadi pada rumah yang berlokasi di Jalan Cibogo Atas, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung p...

Bandung Raya - Bandung, Kebakaran di Cibogo Dipicu Tabung Gas Bocor, 2 Orang Luka Bakar, Kebakaran di Bandung,Kebakaran di Cibogor,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung,Kebakaran,Kebakaran di Pemukiman

Sekolah Kembali Online, Waspada Anak Alami Penurunan Kemampuan Akademi...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:43 WIB

Praktisi psikologi mengungkapkan, anak, remaja, dan dewasa akan mengalami berbagai macam gangguan kesehatan mental di te...

Bandung Raya - Bandung, Sekolah Kembali Online, Waspada Anak Alami Penurunan Kemampuan Akademik, Belajar Online,dampak belajar online,efek belajar online,penurunan kemampuan akademik,kemampuan akademik,DP3A Kota Bandung

Warga Bandung Diminta Tidak Lakukan Aksi 24 Juli

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:07 WIB

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya meminta masyarakat tidak melakukan aksi pada 24 Juli 2021. Pasalnya aks...

Bandung Raya - Bandung, Warga Bandung Diminta Tidak Lakukan Aksi 24 Juli, Demo 24 Juli 2021,Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya,Polrestabes Bandung,Demo Jokowi End Game

CEK FAKTA: Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:09 WIB

Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli 2021

Bandung Raya - Bandung, CEK FAKTA: Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli 2021, aksi rusuh 24 juli,cek fakta aksi rusuh 24 juli,otak aksi rusuh 24 juli,Universitas Parahyangan (Unpar),Taffarel Giovanni Montero

Warna-Warni Perayaan Wisuda Juli ITB 2021

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 12:17 WIB

Perayaan Wisuda Juli Institut Teknologi Bandung 2021 telah sukses digelar mulai dari tanggal 3 Juli 2021 hingga 18 Juli...

Bandung Raya - Bandung, Warna-Warni Perayaan Wisuda Juli ITB 2021, wisuda ITB 2021,warna-warni wisuda itb 2021,wisuda itb,perayaan wisuda itb 2021

Peringati Hari Anak, Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Mal...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 11:56 WIB

Peringati Hari Anak, Justru Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Malah Meningkat

Bandung Raya - Bandung, Peringati Hari Anak, Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Malah Meningkat, kekerasan terhadap anak,Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A,Kasus kekerasan pada anak,peringatan Hari Anak Nasional 2021

artikel terkait

dewanpers
arrow-up