web analytics

Pemerintah Teken SKB Pedoman Implementasi UU ITE

clockRabu, 23 Juni 2021 21:52 WIB
Umum - Nasional, Pemerintah Teken SKB Pedoman Implementasi UU ITE, SKB UU ITE,Undang-Undang ITE,SKB Pedoman Kriteria Implementasi UU ITE,Menkominfo Johnny G Plate,Menko Polhukam Mahfud MD

Menko Polhukam, Mahfud MD didampingi oleh Menkominfo Johnny G Plate. (Suara.com/Youtube/Kemenko Polhukam RI)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Pedoman Kriteria Implementasi UU ITE di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu 23 Juni 2021.

Pedoman tersebut diterbitkan untuk menghindari multitafsir dari segi penegakkan hukum sembari menunggu UU ITE resmi direvisi. Kabar penandatangan tersebut baru disampaikan oleh pihak humas Kemenko Polhukam kepada awak media dalam bentuk rilis tertulis. Penandatanganan tersebut terkesan diam-diam, lantaran tidak ada pemberitahuan soal adanya agenda tersebut kepada awak media.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Dia  mengatakan, kalau pedoman itu dapat menjamin terwujudnya rasa keadilan masyatakat sambil menunggu RUU ITE masuk dalam perubahan Prolegnas Prioritas Tahun 2021. 

Sementara, petunjuk teknis yang sudah ada seperti SE Kapolri atau Pedoman Jaksa Agung bisa terus diberlakukan.

"Sambil menunggu revisi terbatas, pedoman implementatif yang ditandatangani tiga menteri dan satu pimpinan lembaga setingkat menteri bisa berjalan dan bisa memberikan perlindungan yang lebih maksimal kepada masyarakat." 

"Ini dibuat setelah mendengar dari para pejabat terkait, dari kepolisian, Kejaksaan Agung, Kominfo, masyarakat, LSM, Kampus, korban, terlapor, pelapor, dan sebagainya, semua sudah diajak diskusi, inilah hasilnya," kata Mahfud dalam keterangan tertulisnya, Rabu 23 Juni 2021. 

Pembuatan pedoman implementasi menjadi salah satu dari upaya pemerintah yang merespon keresahan masyarakat terhadap keberadaan UU ITE. UU ITE dianggap masyarakat kerap memakan korban karena mengandung  pasal karet dan menimbulkan kadangkala kriminalisasi, termasuk diskriminasi.

"Tadi kami berempat, saya Menko Polhukam, Menkominfo, kemudian Jaksa Agung, kemudian Kapolri, menindaklanjuti keputusan rapat kabinet internal tanggal 8 Juni 2021 kemarin, yang memutuskan tentang: satu, rencana revisi terbatas UU ITE, kemudian yang kedua tentang pedoman implementasi beberapa pasal UU ITE, pasal 27, 28, 29, dan 36," ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Johnny G Plate berharap pedoman implementatif dapat mendukung upaya penegakan UU ITE selaku ketentuan khusus dari norma pidana atau lex specialist, yang mengedepankan penerapan restorative justice.

Dengan begitu, penyelesaian masalah yang terkait UU ITE dapat dilakukan tanpa harus menempuh mekanisme peradilan.

"Pedoman penerapan ini berisi penjelasan terkait definisi, syarat, dan keterkaitan dengan peraturan perundangan lain, terhadap pasal yang sering menjadi sorotan masyarakat," kata Johnny. 

Adapun lampiran SKB Pedoman Implementasi UU ITE yang sudah ditandatangani ialah sebagai berikut:

a.Pasal 27 ayat (1), fokus pada pasal ini adalah pada perbuatan mentransmisikan, mendistribusikan dan/atau membuat dapat diaksesnya, bukan pada perbuatan kesusilaan itu. Pelaku sengaja membuat publik bisa melihat atau mengirimkan kembali konten tersebut.

b.Pasal 27 ayat (2), fokus pada pasal ini adalah pada perbuatan mentransmisikan, mendistribusikan, dan membuat dapat diaksesnya konten perjudian yang dilarang atau tidak memiliki izin berdasarkan peraturan perundang-undangan.

c.Pasal 27 ayat (3), fokus pada pasal ini adalah:

1)Pada perbuatan yang dilakukan secara sengaja dengan maksud mendistribusikan/ mentransmisikan/membuat dapat diaksesnya informasi yang muatannya menyerang kehormatan seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal supaya diketahui umum.

2)Bukan sebuah delik pidana jika konten berupa penghinaan yang kategorinya cacian, ejekan, dan/atau kata-kata tidak pantas, juga jika kontennya berupa penilaian, pendapat, hasil evaluasi atau sebuah kenyataan.

3)Merupakan delik aduan sehingga harus korban sendiri yang melaporkan, dan bukan institusi, korporasi, profesi atau jabatan.

4)Bukan merupakan delik penghinaan dan/atau pencemaran nama baik jika konten disebarkan melalui sarana grup percakapan yang bersifat tertutup atau terbatas.

5)Jika wartawan secara pribadi mengunggah tulisan pribadinya di media sosial atau internet, maka tetap berlaku UU ITE, kecuali dilakukan oleh institusi Pers maka diberlakukan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

d.Pasal 27 ayat (4), fokus pada pasal ini adalah perbuatan dilakukan oleh seseorang ataupun organisasi atau badan hukum dan disampaikan secara terbuka maupun tertutup, baik berupa pemaksaan dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum maupun mengancam akan membuka rahasia, mengancam menyebarkan data pribadi, foto pribadi, dan/atau video pribadi.

e.Pasal 28 ayat (1), fokus pada pasal ini adalah pada perbuatan menyebarkan berita bohong dalam konteks transaksi elektronik seperti transaksi perdagangan daring dan tidak dapat dikenakan kepada pihak yang melakukan wanprestasi dan/atau mengalami force majeur. Merupakan delik materiil, sehingga kerugian konsumen sebagai akibat berita bohong harus dihitung dan ditentukan nilainya.

f.Pasal 28 ayat (2), fokus pada pasal ini adalah pada perbuatan menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu/kelompok masyarakat berdasar SARA. Penyampaian pendapat, pernyataan tidak setuju atau tidak suka pada individu/kelompok masyarakat tidak termasuk perbuatan yang dilarang, kecuali yang disebarkan itu dapat dibuktikan.

g.Pasal 29, fokus pada pasal ini adalah pada perbuatan pengiriman informasi berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi atau mengancam jiwa manusia, bukan mengancam akan merusak bangunan atau harta benda dan merupakan delik umum.

h.Pasal 36, fokus pada pasal ini adalah kerugian materiil terjadi pada korban orang perseorangan ataupun badan hukum, bukan kerugian tidak langsung, bukan berupa potensi kerugian, dan bukan pula kerugian yang bersifat nonmateriil. Nilai kerugian materiil merujuk pada Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Catat! Ini Bobot Nilai dan Ambang Batas Soal CPNS 2021

Nasional Rabu, 4 Agustus 2021 | 15:13 WIB

Pengumuman CPNS 2021 sudah dibuka untuk seleksi administrasi. Mereka yang sudah lulus segera mempersiapkan diri untuk me...

Umum - Nasional, Catat! Ini Bobot Nilai dan Ambang Batas Soal CPNS 2021, Materi Soal CPNS 2021,Soal CPNS 2021,macam Soal CPNS 2021,ambang batas Soal CPNS 2021,bobot nilai Soal CPNS 2021

Perhatikan! Ini Skema dan Kriteria Bantuan Subsidi Upah 2021 untuk Pek...

Nasional Rabu, 4 Agustus 2021 | 13:10 WIB

Skema dan Kriteria Bantuan Subsidi Upah 2021 Pekerja

Umum - Nasional, Perhatikan! Ini Skema dan Kriteria Bantuan Subsidi Upah 2021 untuk Pekerja, Bantuan Subsidi Upah (BSU),BLT BPJS Ketenagakerjaan,bsu 2021,bantuan subsidi upah 2021

Beli Foto untuk Ucapan Selamat Greysia/Apriani, Prabowo Tuai Pujian

Nasional Rabu, 4 Agustus 2021 | 12:59 WIB

Ungkapan selamat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk Greysia/Apriyani yang berhasil meraih medali emas di...

Umum - Nasional, Beli Foto untuk Ucapan Selamat Greysia/Apriani, Prabowo Tuai Pujian, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto,Greysia Polii/Apriyani Rahayu,Ucapan Selamat dari Prabowo,Prabowo Beli Foto Greysia/Ariyani

Wajah Pendidikan di Masa Pandemi: Pemerintah Gagal, Pelajar dan Mahasi...

Nasional Rabu, 4 Agustus 2021 | 12:32 WIB

Dunia pendidikan Indonesia, di tengah wabah Covid-19, mengalami dampak yang besar. Kegiatan belajar dan mengajar yang se...

Umum - Nasional, Wajah Pendidikan di Masa Pandemi: Pemerintah Gagal, Pelajar dan Mahasiswa Jadi Korban, Wajah Pendidikan Indonesia,Wajah Pendidikan di Masa Pandemi,Dunia pendidikan Indonesia,Pendidikan Terlantar di Masa Pandemi,pembelajaran online,Kerugian Pembelajaran online,Penanganan Covid-19,penanganan covid-19 di Indonesia

Begini Cara Mudah Lakukan Pendaftaran Vaksin Covid

Nasional Rabu, 4 Agustus 2021 | 11:43 WIB

Salah satu cara menekan penyebaran Covid-19 adalah program vaksinasi. Namun, sudahkah Anda mengetahui cara mudah untuk p...

Umum - Nasional, Begini Cara Mudah Lakukan Pendaftaran Vaksin Covid , pendaftaran vaksin covid,Pendaftaran vaksin covid-19 Bandung,Vaksin Covid-19,pendaftaran vaksin covid online

Kartu Prakerja Gelombang 18: Segera Update Data Diri untuk Pendaftaran

Nasional Rabu, 4 Agustus 2021 | 11:29 WIB

Program Kartu Prakerja gelombang 18 akan segera dibuka. Hal ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi, @p...

Umum - Nasional, Kartu Prakerja Gelombang 18: Segera Update Data Diri untuk Pendaftaran, Kartu Prakerja,Program Kartu Prakerja,Kartu Prakerja Gelombang 18,pembukaan Kartu Prakerja gelombang 18,11 Poin Wajib Dipastikan Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 18,Cara Lolos Kartu Prakerja gelombang 18

PPKM Diperpanjang, Ini Aturan Terbaru Kerja PNS

Nasional Rabu, 4 Agustus 2021 | 10:39 WIB

Sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) ditetapkan sesuai dengan level penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masya...

Umum - Nasional, PPKM Diperpanjang, Ini Aturan Terbaru Kerja PNS, Aturan Terbaru Kerja PNS,PPKM diperpanjang,sistem kerja ASN,Sistem Kerja Pegawai ASN

Kisi kisi Soal CPNS 2021 : dari TWK, TIU, Sampai TKP

Nasional Rabu, 4 Agustus 2021 | 08:52 WIB

Banyak orang yang sedang bersiap menghadapi ujian soal CPNS 2021. Kamu pasti penasaran apa kisi kisinya kan?

Umum - Nasional, Kisi kisi Soal CPNS 2021 : dari TWK, TIU, Sampai TKP, Soal CPNS 2021,Materi Soal CPNS 2021,kisi kisi Soal CPNS 2021,macam Soal CPNS 2021
dewanpers
arrow-up