web analytics

Kematian Meningkat, Petugas Pemakaman Covid-19 Kehabisan APD

clockRabu, 23 Juni 2021 22:09 WIB userHeru Rukanda
Umum - Regional, Kematian Meningkat, Petugas Pemakaman Covid-19 Kehabisan APD, Petugas Pemakaman Kehabisan APD,Petugas Pemakaman Covid-19,Angka kematian Covid-19,Kasus Covid-19 Kota Tasikmalaya

Petugas pemakaman Covid-19 Kota Tasikmalaya saat memakamkan pasien meninggal akibat Covid-19 di TPU Aisha Rashida. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Beberapa pekan terakhir ini kasus kematian pasien akibat Covid-19 di Kota Tasikmalaya meningkat pesat. Sejak awal Juni hingga Rabu 23 Juni 2021 jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 jumlahnya mencapai 67 orang. 

Meningkatnya kasus kematian tersebut berakibat pada habisnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) petugas pemakaman habis. Untuk memenuhi ketersediaan APD, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berupaya mengalihkan anggaran alokasi kegiatan lainnya untuk mencukupi kebutuhan APD petugas karena memang anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya minim. 

"Ada laporan bahwa APD petugas pemakaman Covid-19 habis. Saya sudah minta Plt BPBD untuk cepat mengajukan karena memang kondisinya seperti ini. Kita sedang kekurangan anggaran dan sedang mencari realokasi anggaran dari kegiatan lain," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan, Rabu, 23 Juni 2021. 

Menurutnya Ivan, sekarang anggaran yang tersisa ada di BTT sebesar Rp1,5 Miliar, tapi ini juga tidak bisa dipakai hanya penanganan Covid-19 saja, karena diperuntuk bagi penanganan bencana lainnya. 

Ia menyebut, pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran Covid-19 terutama anggaran kebutuhan untuk pemakaman pasien meninggal yang sangat mendesak dengan kondisi darurat sekarang ini. Perhitungan anggaran mulai dari kebutuhan peti mati, APD, obat-obatan, biaya PPKM, bantuan warga yang isolasi mandiri, konsumsi, dan biaya perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit serta kebutuhan lainnya. 

"Permasalahannya sekarang itu frekuensi kasus Covid-19 sedanga tinggi. Anggarannya sebetulnya dicover oleh Kemenkes, tapi harus diback up dulu oleh kita. Makanya anggaran yang ada ini benar-benar dioptimalkan," ucapnya. 

Ivan pun meminta satgas kelurahan yang setiap bulannya menerima anggaran Covid-19 hampir Rp15 juta per bulan untuk benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya, serta turun langsung ke perkampungan menyosialisasikan tentang prokes. 

Di samping itu, terkait penanganan warga positif atau isolasi mandiri di wilayahnya harus bisa diberikan bantuan gratis pengobatan secara optimal. 

"Kelurahan harus memaksimalkan anggaran bukan hanya digunakan untuk kegiatan bersifat seremonial sosialisasi, tapi  warga yang terpapar dan sedang isolasi mandiri harus dijamin bantuan penanganannya. Saya ingatkan kelurahan harus optimal dan benar-benar berperan aktif dalam penanganan Covid-19 ini," kata dia. 

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

PPPKM Level 4 di Kota Tasik Dinilai Efektif

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:46 WIB

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4 sebagai upaya menekan mobilitas masyarakat dalam...

Umum - Regional, PPPKM Level 4 di Kota Tasik Dinilai Efektif, PPKM Level 4,PPKM Level 4 Tasik,Pemkot Tasikmalaya,Covid-19 Kota Tasikmalaya

Ratusan Pedagang di Puncak Bogor Kibarkan Bendera Putih

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:21 WIB

Ratusan pedagang kaki lima di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, memasang bendera putih di lapaknya masing-masing.

Umum - Regional, Ratusan Pedagang di Puncak Bogor Kibarkan Bendera Putih, Bendera Putih,Bendera Putih di Puncak bogor,Puncak Bogor,Pedagang puncak Bogor

Percepat Herd Immunity, PWNU dan Polda Jabar Gelar Vaksinasi Bagi Ribu...

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 12:34 WIB

Persatuan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat (Jabar) bekerja sama dengan Polda Jabar bersama Pimpinan Cabang Nahd...

Umum - Regional, Percepat Herd Immunity, PWNU dan Polda Jabar Gelar Vaksinasi Bagi Ribuan Santri, Vaksinasi Covid-19 Jabar,Target vaksinasi Jabar,vaksinasi santri Jabar,Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jabar,PCNU Kota Bandung,Polda Jabar

Update Covid-19 Jabar 5 Agustus 2021: Kabupaten Pangandaran Terendah

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:24 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) sebanyak 622.432 kasus setelah bertambah 3.994 kasus pada Kamis, 5 Agustus 2021.

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar 5 Agustus 2021: Kabupaten Pangandaran Terendah, Covid-19 Jabar,Data covid-19 jabar,Data Covid-19 Jabar terbaru,Update Data Covid-19 Jabar,data covid-19 jabar hari ini

ASN Kota Bogor Udunan Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:47 WIB

Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor, membuat satu gerakan untuk membantu masyarakat Kota Bogor di masa pandemi Covid...

Umum - Regional, ASN Kota Bogor Udunan Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, ASN Kota Bogor,pemkot bogor,Pandemi Covid-19,COVID-19,Dampak Covid-19

Bogor Belum Bisa Terapkan Kebijakan Kartu Vaksin Jadi Syarat Aktivitas...

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:12 WIB

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, untuk Kota Bogor kebijakan tersebut sukar diterapkan mengingat vaksinasi...

Umum - Regional, Bogor Belum Bisa Terapkan Kebijakan Kartu Vaksin Jadi Syarat Aktivitas , kartu vaksin  pelaku perjalanan,kartu vaksinasi Covid-19,Kartu vaksin Bogor,Bima Arya,Ade Yasin,Bogor

Wagub Jabar Habiskan Rp600 Juta untuk Sewa Helikopter, Ini Komentar Ri...

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 09:57 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum diberitakan mengalokasikan anggaran dana sebesar Rp 600 juta untuk penyewaan...

Umum - Regional, Wagub Jabar Habiskan Rp600 Juta untuk Sewa Helikopter, Ini Komentar Ridwan Kamil, Wagub Jabar Sewa Helikopter,anggaran sewa helikopter,Ridwan Kamil,Gubernur Jawa Barat,penyewaan helikopter,penyewaan helikopter Wagub Jabar

Debit Air di Sungai Cianjur Mulai Menyusut, Lahan Pertanian Terancam K...

Regional Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:35 WIB

Curah hujan yang kini mulai menurun membuat permukaan debit air di alitan Sungai Cianjur mulai menyusut.

Umum - Regional, Debit Air di Sungai Cianjur Mulai Menyusut, Lahan Pertanian Terancam Kekeringan, Debit Air,Sungai,Cianjur,Lahan Pertanian,Terancam Kekeringan,curah hujan,Kemarau
dewanpers
arrow-up