web analytics

Terjadi Lagi Kasus Hipnotis, Toko Mas di MIM Bandung yang Jadi Korbannya

clockSelasa, 22 Juni 2021 22:13 WIB userIdham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Bandung, Terjadi Lagi Kasus Hipnotis, Toko Mas di MIM Bandung yang Jadi Korbannya, kasus hipnotis di Bandung,Toko Mas,Hipnotis di Toko Mas,Kasus Kriminal di Bandung,Toko Mas Famili

Dua pencuri emas bermodus hipnotis dan berpura-pura jadi pembeli terekam CCTV di Metro Indah Mall, Jumat, 18 Juni 2021. (istimewa)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COMToko Mas Famili di Metro Indah Mall menjadi korban kasus pencurian bermodus hipnotis, Jumat, 18 Juni 2021. Pegawai yang pada saat itu bertugas, mengatakan jika ada momen-momen ketika dia merasa bingung dan menuruti semua permintaan pelaku.

Fitri Nurjanah, seorang warga Bandung yang sudah bekerja di Toko Mas Famili selama lima tahun, adalah pegawai yang kebetulan pada saat kejadian bertugas melayani pelaku. Pelaku yang datang berduaan itu memang pada awalnya terlihat seperti pembeli biasa.

“Kejadian tanggal 18 Juni kemarin, hari Jumat, mereka datang berdua seperti sebagai pembeli,”.ujar Fitri di Toko Mas Famili, Selasa, 22 Juni 2021.

Salah seorang pelaku yang tampak tidak mengenakan hijab mengatakan dirinya sedang mencari gelang 15 gram. Lalu, pelaku itu mengatakan dirinya menginginkan gelang dengan model yang sama karena katanya, gelang itu akan dihadiahkan untuk kedua cucunya.

“Saya yang ngelayanin, terus kata dia, ‘Mbak, saya mau cari gelang yang 15 gram. Saya keluarin satu, terus dia minta yang sama atau kembar. Katanya ‘cucu saya dua’. Dia minta gelang dengan gram yang beda tapi model sama,” lanjut Fitri.

Pelaku tampak mencoba-coba gelang yang diperlihatkan kepada dirinya. Ada tiga produk yang tergeletak di atas etalase sebelum pelaku yang mengenakan hijab mengatakan dirinya ingin melihat gelang 12 gram. Saat itulah pelaku mengambil salah satu gelang tanpa disadari Fitri yang diduga sudah dalam keadaan dihipnotis.

“Posisi barang di atas etalase ada tiga sebelum akhirnya dia minta lagi yang 12 gram. Yang pakai kerudung itu menunjuk yang 12 gram. Dia coba, terus saya ambil satu yang di atas. Berarti posisi barang masih ada tiga. Yang ibu sebelahnya mencoba, dipegang, dan langsung diambil. Tapi, posisi saya nggak sadar,” ucap Fitri.

Fitri pun mengatakan, berdasarkan pantauan dari CCTV, pelaku tampak menepuk tangan Fitri ketika sudah ada tiga barang di atas etalase. Seolah-olah pelaku memang berusaha untuk membuat ada banyak barang di sana.

“Setelah barang ada tiga di atas, dia baru nepuk saya,” kata Fitri.

Fitri mengatakan dia melihat pelaku menepuknya di CCTV karena pada saat kejadian, Fitri bahkan tidak sadar jika tangannya ditepuk sebanyak dua kali. Yang pertama itu ketika sudah ada tiga gelang di atas etalase, dan yang kedua saat Fitri sempat menolehkan wajahnya ke rekan pegawai.

“Sebelah saya ngajak ngobrol, ibu itu melihat ke arah teman saya. Setelah saya menoleh ke teman saya dan melihat ke arah ibu itu, dia menepuk lagi. Saya nggak ingat sama sekali kalau saya ditepuk. Tahunya dari Teteh (pegawai lain),”ungkap Fitri.

Pelaku mengatakan jika dirinya sudah memilih barang yang ingin dia beli. Dia pun minta semuanya dihitung, dan totalnya menjadi Rp33 juta. Setelah itu, pelaku meminta waktu untuk mengambil uang di ATM.

Setelah kedua pelaku pergi dan tidak kembali lagi, Fitri dan pegawai lain pun bersiap-siap menutup toko. Pada saat sedang merapikan barang-barang yang dijajakan di etalase, barulah Fitri menyadari ada gelang yang hilang.

“Saya bereskan barang, ngobrol sama teman-teman dulu sebentar, waktu saya lihat, kok yang ini kosong. Kalau kita kan rapi, jadi kalau ada barang yang keluar itu kita tahu yang mana barangnya. Ternyata, barang yang hilang itu barang yang sama dengan yang diperlihatkan ke pelaku,” ucap Fitri.

Saat mengecek CCTV yang merekam keluar-masuk kendaraan, kedua pelaku tidak terlihat. Timbullah kecurigaan jika kedua pelaku memang sudah menyiapkan siasat untuk bisa membawa kabur gelang emas tanpa diciduk.

Gelang emas yang diambil kedua pelaku yang belum diketahui identitasnya itu adalah gelang 13 gram. Kerugian akan hilangnya barang itu pun mencapai Rp10 juta. 

“Itu beratnya kurang lebih 13 gram kurang. Ya kalau kita hitung, sekitar Rp10 juta,” katanya.

Sebelumnya, video CCTV yang memperlihatkan aksi kedua pelaku menjadi viral di media sosial. Toko Mas Famili membagikan video beserta kronologis singkat kepada beberapa media di Instagram dengan harapan ada pihak yang mengetahui identitas kedua pelaku.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Aplikasi LAPOR Kota Bandung Diganjar Penghargaan Dunia

Bandung Minggu, 25 Juli 2021 | 10:18 WIB

Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) yang digagas Pemkot Bandung melalui Bandung Command Center...

Bandung Raya - Bandung, Aplikasi LAPOR Kota Bandung Diganjar Penghargaan Dunia, aplikasi LAPOR!,Wali Kota Bandung Oded M. Danial,Bandung Command Center (BCC),Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR),International Energy Agency (IEA)

Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 25 Juli 2021

Bandung Minggu, 25 Juli 2021 | 04:54 WIB

Jadwal salat wilayah Cirebon dan sekitarnya serta zikir setelah salat bisa dilihat di sini. Ibadah salat lima waktu meru...

Bandung Raya - Bandung, Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 25 Juli 2021, Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,Salat Bandung,jadwal Salat Bandung hari ini,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini,Jadwal Salat Kota Bandung,jadwal salat Kota Bandung hari ini

Kebakaran di Cibogo Dipicu Tabung Gas Bocor, 2 Orang Luka Bakar

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 20:35 WIB

Kebakaran terjadi pada rumah yang berlokasi di Jalan Cibogo Atas, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung p...

Bandung Raya - Bandung, Kebakaran di Cibogo Dipicu Tabung Gas Bocor, 2 Orang Luka Bakar, Kebakaran di Bandung,Kebakaran di Cibogor,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung,Kebakaran,Kebakaran di Pemukiman

Sekolah Kembali Online, Waspada Anak Alami Penurunan Kemampuan Akademi...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:43 WIB

Praktisi psikologi mengungkapkan, anak, remaja, dan dewasa akan mengalami berbagai macam gangguan kesehatan mental di te...

Bandung Raya - Bandung, Sekolah Kembali Online, Waspada Anak Alami Penurunan Kemampuan Akademik, Belajar Online,dampak belajar online,efek belajar online,penurunan kemampuan akademik,kemampuan akademik,DP3A Kota Bandung

Warga Bandung Diminta Tidak Lakukan Aksi 24 Juli

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:07 WIB

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya meminta masyarakat tidak melakukan aksi pada 24 Juli 2021. Pasalnya aks...

Bandung Raya - Bandung, Warga Bandung Diminta Tidak Lakukan Aksi 24 Juli, Demo 24 Juli 2021,Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya,Polrestabes Bandung,Demo Jokowi End Game

CEK FAKTA: Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:09 WIB

Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli 2021

Bandung Raya - Bandung, CEK FAKTA: Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli 2021, aksi rusuh 24 juli,cek fakta aksi rusuh 24 juli,otak aksi rusuh 24 juli,Universitas Parahyangan (Unpar),Taffarel Giovanni Montero

Warna-Warni Perayaan Wisuda Juli ITB 2021

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 12:17 WIB

Perayaan Wisuda Juli Institut Teknologi Bandung 2021 telah sukses digelar mulai dari tanggal 3 Juli 2021 hingga 18 Juli...

Bandung Raya - Bandung, Warna-Warni Perayaan Wisuda Juli ITB 2021, wisuda ITB 2021,warna-warni wisuda itb 2021,wisuda itb,perayaan wisuda itb 2021

Peringati Hari Anak, Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Mal...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 11:56 WIB

Peringati Hari Anak, Justru Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Malah Meningkat

Bandung Raya - Bandung, Peringati Hari Anak, Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Malah Meningkat, kekerasan terhadap anak,Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A,Kasus kekerasan pada anak,peringatan Hari Anak Nasional 2021
dewanpers
arrow-up