web analytics

Kemendag Temukan 444 Tautan Penjualan Bahan Berbahaya Online

clockSelasa, 22 Juni 2021 16:54 WIB
Umum - Nasional, Kemendag Temukan 444 Tautan Penjualan Bahan Berbahaya Online, Penjualan Bahan Berbahaya Online,Kementerian Perdagangan,Perdagangan bahan berbahaya,pendistribusian barang berbahaya,Pengawasan Bahan Berbahaya

Ilustrasi. (StockSnap dari Pixabay )

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) menyatakan akan terus memperketat pengawasan penjualan prekursor, bahan berbahaya (B2), dan botol bekas bahan kimia di berbagai lokapasar di Indonesia.

Hal ini menyusul ditemukannya 444 tautan penjualan produk prekursor, B2, serta botol-botol bekas produk kimia pada sejumlah lokapasar. Temuan ini merupakan hasil pengawasan yang dilakukan Ditjen PKTN sejak April 2021.

Kementerian Perdagangan akan terus melakukan pengawasan terhadap produk dan jasa yang diperdagangkan di lokapasar. Menyusul temuan tautan yang merupakan hasil pengawasan, Ditjen PKTN akan melakukan pemanggilan klarifikasi terhadap penjual (merchant) yang terbukti memperdagangkan produk-produk dimaksud dan melakukan pengamanan terhadap barang yang diduga tidak sesuai ketentuan pada lokasi kegiatan usaha,” ungkap Dirjen PKTN Veri Anggrijono dalam keterangan resminya, Selasa (22/6).

Ia mengatakan, telah menyampaikan surat edaran kepada Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk melarang perdagangan bahan berbahaya oleh penjual pada platform niaga elektronik dan memastikan penjual memiliki legalitas sebagai bentuk komitmen positif pelaku usaha perdagangan sistem elektronik.

Pengetatan pengawasan ini sekaligus juga untuk mencegah terulangnya kasus penggunaan potasium sianida, atau kalium sianida, dalam kasus sate beracun di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada April 2021 lalu. Potasium sianida pada kasus tersebut dibeli secara daring di lokapasar secara bebas tanpa terikat dengan ketentuan yang berlaku atau melalui jalur tidak resmi/ilegal.

Veri menjelaskan, perdagangan produk prekursor, B2, dan botol bekas produk kimia pada lokapasar terindikasi tidak sesuai dengan berat bersih dan jumlah dalam hitungan sebagaimana dinyatakan dalam label, mutu, ukuran, proses pengolahan, kondisi, jaminan, dan standar yang dipersyaratkan.

Perdagangan bahan berbahaya sangat ketat pengawasannya, sehingga oknum memanfaatkan platform niaga elektronik untuk memperdagangkan produk-produk tersebut secara bebas tanpa harus memenuhi kewajiban yang telah ditentukan,” terang Veri.

Hal ini, tegas Veri, telah melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 8 ayat (1) huruf a, dan ayat (2) & (3); Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pasal 24 ayat (1) dan Pasal 65 ayat (1); dan Permendag Nomor 69 Tahun 2018 tentang Pengawasan Barang Beredar dan/atau Jasa. Tindakan tersebut bahkan dapat diancam dengan pidana penjara berdasarkan Undang-Undang No. 8 tahun 1999 dan Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2014.

“Kami meminta pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik untuk memperdagangkan produk yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk memenuhi kewajiban teknis yang telah diatur,” ujar Veri.

Veri menegaskan, perlindungan konsumen harus menjadi komitmen penting bagi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya. Perlindungan konsumen perlu menjadi prioritas utama para pelaku usaha dengan memastikan seluruh kewajiban mereka telah dipenuhi, dan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan telah sesuai dengan persyaratan teknis yang diwajibkan.

"Segala bentuk pelanggaran yang terjadi akan dilanjutkan ke ranah penegakan hukum berdasarkan ketentuan yang berlaku,” tegas Veri.

Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag Ivan Fithriyanto juga menegaskan, untuk dapat mendistribusikan, mengedarkan, atau menjual jenis produk tersebut, setiap individu atau badan usaha wajib memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Bahan Berbahaya (SIUP-B2).

Bagi Distributor Terdaftar Bahan Berbahaya (DT-B2), apabila tidak memiliki SIUP-B2, maka dilarang mengemas kembali (repacking) produk B2. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 75 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/PER/9/2009 tentang Pengadaan, Distribusi dan Pengawasan Bahan Berbahaya.

“Untuk perusahaan yang telah ditetapkan menjadi Distributor B2, terdapat kriteria yang telah ditentukan dalam Permendag seperti Persetujuan Impor Barang Berbahaya (PI-B2), DT-B2, maupun Pengecer Terdaftar Bahan Berbahaya (PT-B2). Kesemua pemilik kriteria tersebut wajib menyampaikan laporan realisasi pendistribusian barang berbahaya ke Kemendag, Kementerian Perindustrian, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan,” tegas Ivan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Begini Cara Cek Kuota Internet Gratis Kemendikbud di 5 Provider

Nasional Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:19 WIB

Pemerintah secara resmi mengumumkan, program kuota internet gratis Kemendikbudristek kembali bergulir. Apakah semua prov...

Umum - Nasional, Begini Cara Cek Kuota Internet Gratis Kemendikbud di 5 Provider, kemendikbud kuota gratis,Kuota Gratis Kemendikbud 2021,Cara Mendapatkan Kuota Gratis Kemendikbud,cara cek kuota gratis Kemendikbud

KCIC Dipanggil Komnas HAM Terkait Perusakan Lingkungan

Nasional Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:18 WIB

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Kamis, 5 Agustus 2021.

Umum - Nasional, KCIC Dipanggil Komnas HAM Terkait Perusakan Lingkungan, KCIC,KCIC Komnas HAM,KCIC perusakan lingkungan,KCIC pencemaran lingkungan,KCIC,Limbah Semen KCIC

Muhajir Sebut Penyebab Utama Kelangkaan Obat karena Masih Impor

Nasional Kamis, 5 Agustus 2021 | 13:48 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui adanya kelangkaan ob...

Umum - Nasional, Muhajir Sebut Penyebab Utama Kelangkaan Obat karena Masih Impor, obat covid,obat covid-19,obat covid langka,Obat Covid-19 langka,Menko PMK Muhadjir Effendy

WNA Vaksinasi Pakai NIK Warga Bekasi, Ini Klaim Polisi

Nasional Kamis, 5 Agustus 2021 | 12:38 WIB

Polisi menelusuri ihwal adanya warga negara asing (WNA) yang menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) warga Bekasi, Wa...

Umum - Nasional, WNA Vaksinasi Pakai NIK Warga Bekasi, Ini Klaim Polisi, Vaksinasi Covid-19,vaksinasi Covid-19 WNA,Vaksinasi WNA,mendaftar vaksin covid-19,WNA di KKP Tanjung Priok

Cara dan Syarat Dapat Bantuan UKT untuk Mahasiswa

Nasional Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:53 WIB

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan menggelontorkan dana senilai Rp 745 mi...

Umum - Nasional, Cara dan Syarat Dapat Bantuan UKT untuk Mahasiswa, bantuan UKT,Bantuan UKT Kemendikbud,Bantuan UKT untuk mahasiswa,bantuan uang kuliah

Kapan Bantuan Kuota Internet Gratis Kemendikbud Cair? Cek di Sini!

Nasional Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:35 WIB

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi melanjutkan pemberian bantuan kuota d...

Umum - Nasional, Kapan Bantuan Kuota Internet Gratis Kemendikbud Cair? Cek di Sini!, Kuota internet dari Kemendikbud,Kuota Internet gratis,Mendikbud Nadiem Makarim,Kuota Internet Siswa

Mau Mengunggah Twibbon HUT RI ke-76 Sendiri? Ini Caranya!

Nasional Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:34 WIB

Sebentar lagi Hari Kemerdekaan tiba. Meski pandemi ini menyebabkan pemberlakukan pembatasan aktivitas, Anda masih bisa i...

Umum - Nasional,  Mau Mengunggah Twibbon HUT RI ke-76 Sendiri? Ini Caranya!, Twibbon HUT RI ke-76,cara unggah  Twibbon HUT RI ke-76,cara bikin  Twibbon HUT RI ke-76,Twibbon HUT RI,cara membuat  Twibbon HUT RI ke-76

Keuntungan Higgs Domino Island Mod Apk Versi Terbaru 2021

Nasional Rabu, 4 Agustus 2021 | 15:46 WIB

Higgs Domino Island Mod Apk Versi Terbaru 2021

Umum - Nasional, Keuntungan Higgs Domino Island Mod Apk Versi Terbaru 2021, mode
dewanpers
arrow-up