web analytics

Berbagai Respons Warga Bandung Raya Soal Usulan Lockdown dari IDI

clockSelasa, 22 Juni 2021 13:30 WIB userGelar Aldi S
Bandung Raya - Bandung, Berbagai Respons Warga Bandung Raya Soal Usulan Lockdown dari IDI, Lockdwon,Bandung,IDI

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di RT 07 RW 09, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa, 8 Juni 2021. Warga di wilayah tersebut memberlakukan Lockdown atau karantina wilayah dengan menutup akses keluar-masuk serta membatasi kegiatan masyarakat setelah 12 warganya terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu, warga pun secara berkala menyemprotkan cairan disinfektan serta memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok secara swadaya juga dari sejumlah instansi yang diberikan kepada warga terpapar di wilayah tersebut. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban meminta pemerintah untuk menerapkan lockdown atau karantina wilayah selama dua pekan, guna memperlambat penyebaran virus Covid-19.

Ia juga mengingatkan positivity rate Covid-19 di Indonesia sudah hampir 40 persen.

Menanggapi hal itu, seorang warga Kota Bandung yang disapa Claudia (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan, mendukung penuh atas usulan dari IDI tersebut.

Menurutnya, daripada Pemerintah hanya melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan, jam operasional dibatasi, maka lebih baik trial and error terkait lockdown ini selama tiga hari.

"Nah nanti bisa dilihat hasilnya seperti apa, enggak ada pergerakan sama sekali," katanya kepada Ayobandung.com.

Tak hanya itu, ia menilai Pemerintah seperti halnya gali lubang tutup lubang soal PPKM mikro ini. Pasalnya, meski Pemerintah telah menggelontorkan berbagai bantuan kepada masyaralat, tapi masyarakatnya tetap berkeliarann ke sana ke mari.

"Masa tiga hari, pemerintah enggak mampu daripada kayak sekarang bantuan digelontorkan, tapi tetep kelayapan," terang lulusan S2 ISBI ini.

Warga Kota Bandung lainnya, Chasbi (25), pegawai di salah satu kedinasan di Kota Bandung mendukung usulan dari IDI tersebut. Ia mengungkapkan, usulan penerapan lockdown ini ia lebih melihat dari sisi kesanggupan dari Pemerintah.

"Pemerintahnya mau apa engga, ada dananya apa tidak," kata Chasbi di Balai Kota Bandung, Selasa, 22 Juni 2021.

Menurutnya, meski kini instansi baik pemerintahan maupun swasta memberlakukan Work From Home (WFH), akan tetapi di sisi lain ia menilai mobilitas warga juga masih tinggi.

Warga asal Kiaracondong ini sangat mendukung untuk diterapkannya lockdown jika memang anggaran Pemerintah masih memadai. Sebab, lanjut Chasbi, anggaran tersebut guna merangkul rakyat-rakyat kecil yang dalam mata pencahariannya sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Kalau pekerja kantoran mungkin ada pemotongan upah, tapi kalau seperti ojol, PKL, apa Pemerintah siap menanggung?," ujarnya.

Sependapat dengan Chasbi, Nur (25), warga Bandung Timur ini menerangkan, lockdown adalah upaya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Namun, kata Nur, Pemerintah juga mesti memikirkan secara matang untuk penerapan lockdown ini. Karena menurutnya, ketika lockdown diterapkan maka otomatis kegiatan perekonomian akan ikut terhenti.

Ia pun mempertanyakan kesanggupan Pemerintah dari segi anggaran ketika memang benar-benar akan menerapkan lockdown. Pasalnya, imbas lockdown akan berdampak pada rakyat kecil.

"Kalau lockdown, Pemerintah juga harus memikirkan bagaimana kehidupan sehari-hari masyarakatnya, salah satu contohnya, makanan untuk masyarakat nanti bagaimana selama lockdown, terus nasib pekerja yang dirumahkan nanti bagaimana, apakah pemerintah akan sanggup membiayai kehidupan mereka selama dirumahkan," tandasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Aplikasi LAPOR Kota Bandung Diganjar Penghargaan Dunia

Bandung Minggu, 25 Juli 2021 | 10:18 WIB

Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) yang digagas Pemkot Bandung melalui Bandung Command Center...

Bandung Raya - Bandung, Aplikasi LAPOR Kota Bandung Diganjar Penghargaan Dunia, aplikasi LAPOR!,Wali Kota Bandung Oded M. Danial,Bandung Command Center (BCC),Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR),International Energy Agency (IEA)

Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 25 Juli 2021

Bandung Minggu, 25 Juli 2021 | 04:54 WIB

Jadwal salat wilayah Cirebon dan sekitarnya serta zikir setelah salat bisa dilihat di sini. Ibadah salat lima waktu meru...

Bandung Raya - Bandung, Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 25 Juli 2021, Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,Salat Bandung,jadwal Salat Bandung hari ini,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini,Jadwal Salat Kota Bandung,jadwal salat Kota Bandung hari ini

Kebakaran di Cibogo Dipicu Tabung Gas Bocor, 2 Orang Luka Bakar

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 20:35 WIB

Kebakaran terjadi pada rumah yang berlokasi di Jalan Cibogo Atas, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung p...

Bandung Raya - Bandung, Kebakaran di Cibogo Dipicu Tabung Gas Bocor, 2 Orang Luka Bakar, Kebakaran di Bandung,Kebakaran di Cibogor,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung,Kebakaran,Kebakaran di Pemukiman

Sekolah Kembali Online, Waspada Anak Alami Penurunan Kemampuan Akademi...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:43 WIB

Praktisi psikologi mengungkapkan, anak, remaja, dan dewasa akan mengalami berbagai macam gangguan kesehatan mental di te...

Bandung Raya - Bandung, Sekolah Kembali Online, Waspada Anak Alami Penurunan Kemampuan Akademik, Belajar Online,dampak belajar online,efek belajar online,penurunan kemampuan akademik,kemampuan akademik,DP3A Kota Bandung

Warga Bandung Diminta Tidak Lakukan Aksi 24 Juli

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:07 WIB

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya meminta masyarakat tidak melakukan aksi pada 24 Juli 2021. Pasalnya aks...

Bandung Raya - Bandung, Warga Bandung Diminta Tidak Lakukan Aksi 24 Juli, Demo 24 Juli 2021,Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya,Polrestabes Bandung,Demo Jokowi End Game

CEK FAKTA: Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:09 WIB

Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli 2021

Bandung Raya - Bandung, CEK FAKTA: Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli 2021, aksi rusuh 24 juli,cek fakta aksi rusuh 24 juli,otak aksi rusuh 24 juli,Universitas Parahyangan (Unpar),Taffarel Giovanni Montero

Warna-Warni Perayaan Wisuda Juli ITB 2021

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 12:17 WIB

Perayaan Wisuda Juli Institut Teknologi Bandung 2021 telah sukses digelar mulai dari tanggal 3 Juli 2021 hingga 18 Juli...

Bandung Raya - Bandung, Warna-Warni Perayaan Wisuda Juli ITB 2021, wisuda ITB 2021,warna-warni wisuda itb 2021,wisuda itb,perayaan wisuda itb 2021

Peringati Hari Anak, Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Mal...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 11:56 WIB

Peringati Hari Anak, Justru Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Malah Meningkat

Bandung Raya - Bandung, Peringati Hari Anak, Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Bandung Malah Meningkat, kekerasan terhadap anak,Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A,Kasus kekerasan pada anak,peringatan Hari Anak Nasional 2021

artikel terkait

dewanpers
arrow-up