web analytics

Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial

clockSenin, 21 Juni 2021 07:00 WIB user-groupNetizen Nurika Meta Riany
Netizen, Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial, Pelecehan Seksual,Media Sosial,Indonesia,Twitter

Ilustrasi wanita korban pelecehan seksual. (Pixabay/Gerd Altmann )

Nurika Meta Riany

Mahasiswi Jurnalistik UIN SGD Bandung

Pelecehan seksual di Indonesia merupakan salah satu kasus yang sering meningkat setiap tahunnya. Kasus pelecehan seksual ini pun tidak mengenal tempat dan situasi. Bisa terjadi kapan dan di mana saja.

Bahkan ada kasus beberapa bulan lalu, yang sempat viral adanya pelecehan seksual terhadap anak di tempat ibadah. Memang kasus pelecehan seksual sangat sulit untuk dicegah di Indonesia, sekarang pelecehan seksual sudah meluas sampai ke jejaring sosial, seperti media sosial Twitter.

Seperti beberapa hari yang lalu, dunia twitter dihebohkan oleh satu tweet dari akun @GRESAIDS. Dalam tweet-nya dia mengungkapkan bahwa ada seseorang yang menganggu kenyamanan dia sedang melakukan aktivitas di sosial media.

Dia mengungkapkan bahwa seseorang berinisial (A) pemilik akun @TbrkLatte, melakukan pelecehan terhadap beberapa orang, dengan cara mengirimkan pesan berupa foto syur, kepada akun yang masih dibawah umur. Ia kemudian menjelaskan mengapa baru berani mengungkapkan kejadian ini, agar nantinya pelaku dari pelecehan ini tidak menimbulkan banyak korban lagi.

Tweet ini jelas langsung ramai dibicarakan di media twitter. Karena banyak yang tidak menyangka bahwa semacam pelecehan seksual ini, bisa terjadi di media sosial yang pada umumnya orang menggunakan media sosial ini untuk mencari kesenangan bukan menjadi bahan trauma karena adanya kasus pelecehan lewat media sosial ini.

Sebenarnya kasus pelecehan seksual lewat media sosial memang pernah terjadi sebelumnya, namun pada jejaring sosial facebook, tetapi alur dari kasusnya tentu berbeda, karena kebanyakan dari pengguna facebook terjadi pelecehan seksual itu, dengan diajak bertemu langsung oleh seseorang di suatu tempat dan terjadilah pelecehan. Jika kasus pelecehan di twitter ini pelaku dari pelecehan seksualnya ini langsung mengirimkan foto yang memperlihatkan badan telanjang kepada orang lain yang masih dibawah umur, tentu bagi penerima yang melihat foto tersebut akan kaget dan bahkan dapat menimbulkan trauma berkepanjangan.

Adanya modus baru pelecehan seksual di media sosial ini, membuat beberapa orang tentu akan menjadi khawatir bermain  media sosial. Namun, agar tetap nyaman menggunakan media sosial dan terhindar dari pelecehan seksual, setidaknya harus menerapkan beberapa hal, seperti:

  1. Jika ada yang mengirim pesan dan mulai aneh, lebih baik abaikan saja pesan itu, jangan pernah mencoba untuk membalas pesannya.
  2. Jangan terlalu dekat dengan seseorang yang dikenal lewat sosial media, karena pada dasarnya kita tidak mengetahui apa maksud orang itu mendekati kita.
  3. Jika sudah terlanjur dekat, dan ada gelagat yang ditunjukkannya mulai aneh dan mengarah kepada pelecehan seksual, jangan takut untuk memblokir akun itu agar terhindar dari pelechan seksual ini.

Adanya kasus yang baru diungkapkan ini sampai membuahkan hasil, dan banyak korban dari pelaku (A) ini mulai bermunculan. Dan benar modusnya pelaku ini dengan mendekati seseorang dan mengirimkan pesan, awalnya bersikap sopan santun, tetapi lama kelamaan pelaku ini malah mengirimkan foto yang tidak pantas. Dan kebanyakan dari korbannya mengaku bisa menjadi akrab dengan pelaku karena sikapnya yang asik dan mudah bergaul.

Sebenarnya dalam semua kasus pelechan, pelakunya selalu berpura- pura memiliki kepribadian seperti asik untuk diajak berbicara, dan mudah akrab itu agar memudahkan mereka untuk melancarkan aksinya. Jadi sebagai perempuan khususnya, jika menemui orang yang seperti ini di media sosial lebih baiknya untuk dihindari. Memang setiap orang tentu berbeda maksud ketika melakukan itu, namun apa salahnya mewaspadai sesuatu hal sepele agar terhindar dari hal yang tidak menyenangkan.

Kalaupun hal seperti pelecehan seksual lewat media sosial ini sudah terjadi terhadap diri kita, sebaiknya jangan takut untuk mengungkapkan kejadian pelechan ini kepada orang yang di percaya. Karena jika kasus dari pelechan seksual ini tidak di publikasikan akan menimbulkan trauma kepada diri sendiri, dan akan semakin banyak korban.

Keberanian untuk mengungkapkan suatu kasus pelecehan seksual memang sangatlah sulit, namun demi kebaikan semua lebih baiknya harus memberanikan untuk mengungkapkan peristiwa pelecehan seksual. Karena agar menghindari orang lain mendapatkan perlakuan hal yang sama dengan yang pernah di alami oleh korban pelecehan seksual.

Dengan adanya pengungkapkan kejadian pelecehan seksual ini juga bisa membuat pelakunya menjadi jera dan bahkan takut untuk melakukan hal yang serupa. Karena pelakunya pun akan mendapatkan hujatan dari banyak orang dengan perbuatan yang telah dilakukannya itu.

Seperti hal nya pelaku pelecehan seksual berinisial (A) ini juga merasakan hujatan dari para netizen, dan memang orang lain sangatlah kesal dengan perilakunya ini. Bahkan kasus ini sampai membuat selebtweet (akun yang dapar memengaruhi masyarakat) turun tangan dengan adanya kasus ini, maka dari itu kasus ini langsung tersebar di media twitter, dan membuat orang menjadi berbondong- bondong untuk menangkap pelakunya masuk ke dalam jeruji besi (penjara).

Jadi untuk semua yang sedang dalam kondisi sebagai korban dari kasus pelecehan seksual, jangan takut untuk mengungkapkan, karena semua orang akan berpihak kepada korban,dan akan mengusut pelakunya hingga jera, dan tidak akan berbuat hal yang sama terhadap orang lain. Dan sebagai kaum perempuan harus lebih waspada dalam bersosial media, jangan terlalu mudah percaya dengan perkataan manis yang di lontarkan oleh para lelaki diluaran sana, dan jangan pernah untuk terlalu bersikap baik terhadap orang yang bahkan tidak pernah tahu bagaimana sikap sebenarnya.

Semua itu dapat dihandari dari diri kita sendiri, seperti caranya dengan menggunakan media sosial itu dengan orang yang kenal saja, walaupun dapat  di katakana sebagai orang yang selective (pemilih), tetapi itu merupakan salah satu proteksi yang paling kuat untuk menjauhkan modus baru pelechan seksual lewat media sosial ini. Lebih baik di bilang sombong oleh orang lain namun semua terjaga.

Jadi semua dapat menggunakan media sosial secara bebas, namun tetap harus menjaga etika dan aturan. Karena sekarang di Indonesia pun,  sudah ada aturan yang mengatur seseorang yang meggunakan media sosial dengan salah atau tidak bijak, ini bisa terkena sanksi atau hukuman dari UU ITE. 

Jadi jika disekitraran wilayah ada seseorang yang mulai terlihat salah dalam menggunakan media sosial lebih baiknya untuk ditegur terlebih dahulu,, jika orang itu masih melakukan hal yang sama, jangan segan untuk melaporkannya pada pihak yang berkait. 

Yang selalu menjadi ingatan bagi perempuan, jadi orang baik itu memang perlu, tetapi jika terlalu baik terhadap seseorang yang dikenal melalui media sosial itu merupakan sikap yang tidak wajar.

Dan ingat, sebelum jauh melangkah untuk lebih dekat dengan seseorang itu lebih baiknya untuk pastikan terlebih dahulu kepada seseorang yang mungkin mengenali teman media sosial kita di kehidupan aslinya seperti apa, dan jangan mudah percaya dengan hal apapun jika itu dari media sosial, karena media sosial itu  media yang terlalu umum, semua orang dapat melakukan hal yang tidak menyenangkan dengan bebas dan tidak memikirkan dampak terhadap seseorang. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Inggris Melibatkan Diri Dalam Perang Ideologi di Asia

Netizen Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:24 WIB

Media-media internasional secara luas memberitakan pelayaran satuan tugas gabungan Inggris, Amerika Serikat dan Belanda...

Netizen, Inggris Melibatkan Diri Dalam Perang Ideologi di Asia, Inggris,Pengaruh Inggris,kebudayaan Asia,Pengaruh Inggris di Asia

510 Hari Minus Sentuhan

Netizen Jumat, 23 Juli 2021 | 21:35 WIB

Kesakralan sentuhan tak lagi ada selama masa pandemi Covid-19.

Netizen, 510 Hari Minus Sentuhan, sentuhan,Pandemi Covid-19,Jaga Jarak,Sosial,Dampak Pandemi Covid-19

Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan...

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:30 WIB

Di Cekungan Bandung, sedikitnya ada 8 nama geografi yang berhubungan dengan harimau.

Netizen, Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan dengan Harimau, Toponimi,Harimau,cekungan bandung,Kota Bandung

Jangan Berhenti pada Kata Maaf

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:00 WIB

Akhirnya ada perwakilan pemerintah yang menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait dengan penanganan pandemi Cov...

Netizen, Jangan Berhenti pada Kata Maaf, Kata Maaf,Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan,PPKM Jawa-Bali,pemerintah Indonesia

Mengatasi Over Kapasitas Lapas

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 21:15 WIB

Hukuman penjara, meskipun menjadi mekanisme yang penting untuk menghukum pelaku, bukanlah merupakan “obat”.

Netizen, Mengatasi Over Kapasitas Lapas, Over Kapasitas,Lapas,Hukuman Penjara,Masalah Kejahatan,Kriminalitas

Di Tengah Pandemi: Apakah Politik Bebas Aktif Indonesia Menjadi Penyel...

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 20:00 WIB

Masyarakat dunia menghadapi dua masalah yang sangat menganggu.

Netizen, Di Tengah Pandemi: Apakah Politik Bebas Aktif Indonesia Menjadi Penyelamat?, Politik Bebas Aktif,Indonesia,Politik Luar Negeri,Ketergantungan,dependent

Kesehatan Anak Indonesia

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 18:15 WIB

Mengkhawatirkan, 1 dari 8 pasien Covid-19 di Indonesia ternyata anak-anak.

Netizen, Kesehatan Anak Indonesia, Kesehatan,Anak,Indonesia,pasien Covid-19,Case fatality rate,Hari Anak Nasional

Memaknai ‘Memanusiakan Manusia’ di Tengah Pandemi

Netizen Selasa, 20 Juli 2021 | 22:30 WIB

Kata-kata “Memanusiakan Manusia” nampaknya sangat berkaitan erat dengan kondisi pandemic yang saat ini kita alami.

Netizen, Memaknai ‘Memanusiakan Manusia’ di Tengah Pandemi, Memanusiakan Manusia,Pandemi,Renungan,Sosial,Si tou timou tumou tou

artikel terkait

dewanpers
arrow-up