web analytics

Kisah Korban Kawin Kontrak di Cianjur, Alami Kekerasan Hingga Ditinggal Hamil

clockMinggu, 20 Juni 2021 21:17 WIB userMuhammad Ikhsan
Umum - Regional, Kisah Korban Kawin Kontrak di Cianjur, Alami Kekerasan Hingga Ditinggal Hamil, Kawin Kontrak,Kawin Kontrak di Cianjur,Kawin Kontrak di Cipanas,Korban Kawin Kontrak,P2TP2A Cianjur

Ilustrasi -- Kawin Kontrak. (pexels.com)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Tiga orang perempuan asal Kabupaten Cianjur diduga menjadi korban kawin kontrak dengan lelaki asal Timur Tengah. Dua di antaranya ditinggal dalam kondisi hamil dan satu mengalami kekerasan.

Hal itu diungkapkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, menanggapi dampak dari kawin kontrak yang marak di kawasan wisata Puncak Cipanas dan Kabupaten Bogor.

“Ada tiga orang yang menghubungi saya, satu melaporkan sekaligus konsultasi mengalami kekerasan saat kawin kontrak dan dua lagi dalam kondisi hamil, tapi lelakinya sudah pulang ke Arab Saudi,” tutur Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidiya Indayani Umar pada Ayobandung.com, Minggu 20 Juni 2021.

Lidya mengungkapkan, pihaknya menerima pengaduan sekaligus konsultasi dari tiga perempuan. Pertama pada Desember 2020, menghubungi melalui telepon seluler yang mengaku mendapat kekerasaan saat menjalanj kawin kontrk dengan pria asal Timur Tengah.

“Waktu itu ada yang menghubungi saya, katanya asal Kecamatan Karangtengah. Dia 

mebgaku mengalami kekerasan, terus menanyakan apakah bisa melaporkan ke pihak Kepolisian. Waktu itu saya jawab bisa, terus dia berjanji akan datang ke kantor kami, tapi hingga hari ini tidak datang,” terang Lidya.

Dua bulan kemudian tepatnya Februari 2021, Ludya mengaku mendapat telepon lagi dari seorang perempuan yang mengaku bingung, karena usai habis masa kawin kontrak ternyata hamil.

“Dia mengaku asal Cipanas, dia hanya menanyakan apakah bisa mengurusi anaknya saat lahir nanti, mungkin secara adminitrasi negara, karena sesudah habis masa kawin kontrak dirinya hamil, sedangkan pria tersebut sudah pulang ke Timur Tengah,” katanya.

Perempuan yang ketiga sama, mengaku orang Cipanas dan saat ini kebingungan karena usai kawin kontrak selesai, sebulan kemudian dirinya mengandung.

“Sudah beberapa kali saya mencoba menghubungi kembali ke nomor seluler yang pernah menghubungi saya, tapi sudah tidak aktif,” jelasnya.

Lidya menduga, ketiga perempuan ini hanya sebagian kecil perempuan yang menjadi korban akibat kawin kontrak. Diperkirakan masih banyak perempuan-perempuan lainnya mengalami hal yang sama.

“Saya tegaskan bahwa kawin kontrak ini merupakan kedok praktek jual beli perempuan atau traffiking,” tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

PPPKM Level 4 di Kota Tasik Dinilai Efektif

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:46 WIB

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4 sebagai upaya menekan mobilitas masyarakat dalam...

Umum - Regional, PPPKM Level 4 di Kota Tasik Dinilai Efektif, PPKM Level 4,PPKM Level 4 Tasik,Pemkot Tasikmalaya,Covid-19 Kota Tasikmalaya

Ratusan Pedagang di Puncak Bogor Kibarkan Bendera Putih

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:21 WIB

Ratusan pedagang kaki lima di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, memasang bendera putih di lapaknya masing-masing.

Umum - Regional, Ratusan Pedagang di Puncak Bogor Kibarkan Bendera Putih, Bendera Putih,Bendera Putih di Puncak bogor,Puncak Bogor,Pedagang puncak Bogor

Percepat Herd Immunity, PWNU dan Polda Jabar Gelar Vaksinasi Bagi Ribu...

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 12:34 WIB

Persatuan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat (Jabar) bekerja sama dengan Polda Jabar bersama Pimpinan Cabang Nahd...

Umum - Regional, Percepat Herd Immunity, PWNU dan Polda Jabar Gelar Vaksinasi Bagi Ribuan Santri, Vaksinasi Covid-19 Jabar,Target vaksinasi Jabar,vaksinasi santri Jabar,Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jabar,PCNU Kota Bandung,Polda Jabar

Update Covid-19 Jabar 5 Agustus 2021: Kabupaten Pangandaran Terendah

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:24 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) sebanyak 622.432 kasus setelah bertambah 3.994 kasus pada Kamis, 5 Agustus 2021.

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar 5 Agustus 2021: Kabupaten Pangandaran Terendah, Covid-19 Jabar,Data covid-19 jabar,Data Covid-19 Jabar terbaru,Update Data Covid-19 Jabar,data covid-19 jabar hari ini

ASN Kota Bogor Udunan Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:47 WIB

Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor, membuat satu gerakan untuk membantu masyarakat Kota Bogor di masa pandemi Covid...

Umum - Regional, ASN Kota Bogor Udunan Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, ASN Kota Bogor,pemkot bogor,Pandemi Covid-19,COVID-19,Dampak Covid-19

Bogor Belum Bisa Terapkan Kebijakan Kartu Vaksin Jadi Syarat Aktivitas...

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:12 WIB

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, untuk Kota Bogor kebijakan tersebut sukar diterapkan mengingat vaksinasi...

Umum - Regional, Bogor Belum Bisa Terapkan Kebijakan Kartu Vaksin Jadi Syarat Aktivitas , kartu vaksin  pelaku perjalanan,kartu vaksinasi Covid-19,Kartu vaksin Bogor,Bima Arya,Ade Yasin,Bogor

Wagub Jabar Habiskan Rp600 Juta untuk Sewa Helikopter, Ini Komentar Ri...

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 09:57 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum diberitakan mengalokasikan anggaran dana sebesar Rp 600 juta untuk penyewaan...

Umum - Regional, Wagub Jabar Habiskan Rp600 Juta untuk Sewa Helikopter, Ini Komentar Ridwan Kamil, Wagub Jabar Sewa Helikopter,anggaran sewa helikopter,Ridwan Kamil,Gubernur Jawa Barat,penyewaan helikopter,penyewaan helikopter Wagub Jabar

Debit Air di Sungai Cianjur Mulai Menyusut, Lahan Pertanian Terancam K...

Regional Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:35 WIB

Curah hujan yang kini mulai menurun membuat permukaan debit air di alitan Sungai Cianjur mulai menyusut.

Umum - Regional, Debit Air di Sungai Cianjur Mulai Menyusut, Lahan Pertanian Terancam Kekeringan, Debit Air,Sungai,Cianjur,Lahan Pertanian,Terancam Kekeringan,curah hujan,Kemarau
dewanpers
arrow-up