web analytics

Novel Baswedan: Pak Firli Bilang KPK Banyak Taliban

clockMinggu, 20 Juni 2021 20:45 WIB
Umum - Nasional, Novel Baswedan: Pak Firli Bilang KPK Banyak Taliban, Novel Baswedan,Ketua KPK Firli Bahuri,Taliban

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan. (Youtube)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM - Novel Baswedan menyebut orang yang ngotot mengadakan tes wawasan kebangsaan adalah Ketua KPK Firli Bahuri. Menurut Novel, alasan Firli mengadakan TWK karena banyak taliban di KPK.

Fakta itu diungkap leh Novel dalam acara talk show bertajuk 'Blak-blakan Bareng Novel Baswedan' di akun YouTube Public Virtue, Minggu 20 Juni 2021. Novel mengatakannya berdasar bukti-bukti yang dilaporkan oleh saksi-saksi terkait permasalahan TWK pegawai KPK ke Komnas HAM dan Ombudsman RI.

"Kami mengetahui bahwa ternyata yang memaksakan masuk itu Pak Firli Bahuri," ungkap Novel.

Awalnya, kata Novel, dalam pertemuan dengan pimpinan KPK lain Firli tidak mengistilahkannya dengan tes TWK. Melainkan dengan istilah assesmen psikologi TNI AD.

"Itu permintaannya Pak Firli sendiri, dan kemudian diminta agar, kenapa perlu dilakukan itu? Pak Firli mengatakan karena di KPK banyak Taliban. Jadi pertanyannya kenapa Pak Firli ngomong gitu," bebernya.

Padahal, kata Novel, isu Taliban di tubuh KPK tidak benar. Itu hanyalah isu liar yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang memang tidak suka dengan kerja-kerja KPK dalam memberantas korupsi.

"Jadi dia bungkus kebusukannya tadi untuk berbuat korupsi dengan cara seolah-olah mengatakan bahwa di KPK itu banyak radikalisme, mungkin. Saya lihat seperti itu  karena ketika bicara sekitar 2017-2016 awal mula disebutkan radikalisme, talibanisme, dan lain-lain," ujarnya.

Polemik TWK

Sebanyak 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan atau TWK alih status Aparatur Sipil Negara (ASN). Satu di antaranya merupakan Novel.

Banyak pihak menduga TWK tersebut merupakan sekenario untuk memberangus pegawai KPK yang berintegritas dalam memberantas korupsi.

Menyikapi itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta hasil TWK tidak serta-merta dijadikan dasar pemberhentian pegawai KPK yang tak lulus. 

"Hasil Tes Wawasan Kebangsaan terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK, baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK dan tidak serta merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes," kata Presiden Jokowi melalui tayangan Youtube Sekretariat Presiden pada Senin (17/5) lalu.

Belakangan pimpinan KPK menggelar pertemuan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian PAN-RB. Mereka memutuskan 51 dari 75 pegawai KPK yang tak lulus TWK diberhentikan lantaran dinilai memiliki rapor merah. Sedangkan, 24 lainnya diminta untuk mengikuti pendidikan atau pembinaan.

Atas hal itu, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana menilai Ketua KPK, Firli Bahuri telah melanggar hukum terkait. Kurnia juga menyebut Firli telah membangkang terhadap perintah Presiden Jokowi.

"Dalam tes wawasan kebangsaan itu ada dua isu penting; yang pertama ada pelanggaran hukum karena tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kedua, ada indikasi pembangkangan perintah dari presiden," tegas Kurnia di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 25 Mei 2021.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

AJI Gelar Pelatihan 'Jurnalisme & Trauma'

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 20:00 WIB

Jurnalis dapat membantu pihak berkonflik atau bahkan pemerintah untuk memahami penyebab dan konteks konflik yang terjadi...

Umum - Nasional, AJI Gelar Pelatihan 'Jurnalisme & Trauma', AJI,aliansi jurnalis independen,Pelatihan Jurnalisme,Jurnalisme & Trauma

Limbah Medis Covid-19 Capai 18.460 Ton, Apa Kata Jokowi?

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 16:41 WIB

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan jumlah limbah medis Covid-19 per 27 Juli 2021 me...

Umum - Nasional, Limbah Medis Covid-19 Capai 18.460 Ton, Apa Kata Jokowi?, Limbah Medis Covid-19,Jumlah Limbah Medis Covid-19,Limbah Medis Covid-19 Indonesia,Bahaya Limbah Medis Covid-19,Penanganan Limbah Medis Covid-19

Umrah dari Wilayah Pandemi Covid-19 Langgar Pesan Rasulullah SAW

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 13:44 WIB

Arab Saudi telah membuka izin umrah. Jamaah asal Indonesia pun dapat berumroh dengan berbagai persyaratan, salah satunya...

Umum - Nasional, Umrah dari Wilayah Pandemi Covid-19 Langgar Pesan Rasulullah SAW, Umrah,Jemaah Umrah,umrah 2021,aturan umrah

Data Nasabah Bocor, Direksi BRI Life Dipanggil Kominfo

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 13:30 WIB

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku telah menerima informasi terkait dugaan kebocoran data pribadi...

Umum - Nasional, Data Nasabah Bocor, Direksi BRI Life Dipanggil Kominfo, BRI Life,data nasabah BRI Life bocor,data nasabah BRI Life dijual,data nasabah BRI Life dicuri

TNI AU Paparkan Kronologi Anggotanya Injak Kepala Seorang Warga Papua

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 12:55 WIB

TNI Angkatan Udara (AU) menyampaikan kronologi kejadian hingga dua orang anggotanya melakukan tindakan berlebihan dengan...

Umum - Nasional, TNI AU Paparkan Kronologi Anggotanya Injak Kepala Seorang Warga Papua, Anggota TNI arogan,Anggota TNI injak kepala warga Papua,Kepala warga Papua diinjak anggota TNI,Papua,TNI AU

Begini Perkembangan Kartu Prakerja Gelombang 18, Simak Sampai Tuntas!

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 12:02 WIB

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja tengah bersiap untuk membuka Kartu Prakerja Semester II yaitu gelombang 18. Kartu Pr...

Umum - Nasional, Begini Perkembangan Kartu Prakerja Gelombang 18, Simak Sampai Tuntas!, Program Kartu Prakerja,Informasi Terbaru Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 18,Kartu Prakerja Gelombang 18,11 Poin Wajib Dipastikan Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 18,pembukaan Kartu Prakerja gelombang 18,Cara Lolos Kartu Prakerja gelombang 18

Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Diprediksi Mereda Oktober

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 11:42 WIB

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menduga kasus Covid-19 baru mulai menunjukkan angka penu...

Umum - Nasional, Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Diprediksi Mereda Oktober, lonjakan covid-19,Akhir Lonjakan Covid-19,Lonjakan Covid-19 Indonesia,Jumlah kasus Covid-19 Indonesia,kasus Covid-19 di Indonesia,Kasus aktif Covid-19 di Indonesia,Lonjakan Kasus aktif Covid-19 di Indonesia

Akan Dibuka, Berikut Cara Agar Jamaah Haji Indonesia Bisa Berangkat Um...

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 10:54 WIB

Baru-baru ini, Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi diberitakan hendak membuat peraturan yang akan mensanksi war...

Umum - Nasional, Akan Dibuka, Berikut Cara Agar Jamaah Haji Indonesia Bisa Berangkat Umrah, COVID-19,Arab Saudi,Umrah
dewanpers
arrow-up