web analytics

Tagih Realisasi Jalan KBB Wilayah Selatan, Warga: Janji Bupati Gak Ada Bukti!

clockSabtu, 19 Juni 2021 18:23 WIB userRestu Nugraha
Bandung Raya - Ngamprah, Tagih Realisasi Jalan KBB Wilayah Selatan, Warga: Janji Bupati Gak Ada Bukti!, Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,KBB,Kabupaten Bandung Barat,PT Sarana Multi Insfrastruktur

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM - Pelaksanaan pembangunan jalan di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) sepanjang kurang lebih 71 kilometer hingga saat ini belum juga terealisasi. 

Padahal acara mewah dalam sebuah seremoni groundbreaking atau peletakan batu pertama, telah dilakukan oleh Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan yang dihadiri sejumlah pejabat Pemda KBB di Alun-alun Cililin pada tanggal 28 Mei 2021.

Kondisi itu banyak dipertanyakan oleh warga masyarakat mengingat mereka berharap usai groundbreaking langsung ditindaklanjuti dengan pembangunan fisik di lapangan. Namun faktanya sudah hampir tiga pekan groundbreaking dilakukan, tidak ada tanda-tanda akan adanya pembangunan.

Padahal proyek yang didanai dari uang pinjaman ke PT Sarana Multi Insfrastruktur (SMI) senilai Rp197 miliar tersebut hitungan bunga dan cicilan yang harus dibayarkan sudah berjalan. Sementara pemenang tender PT Brantas Abipraya (Persero) juga sudah ditunjuk sebagai pelaksana megaproyek ini. 

Jalan yang akan ditingkatkan itu adalah ruas Jalan Selacau-Cililin, Cililin-Sindangkerta, Sindangkerta-Celak, Celak-Gununghalu, Bunijaya-Cilangari, Cilangari-Cisokan, dan Pembangunan Jembatan Tajim. Saat ini kondisi ruas jalan tersebut khususnya dari Cihampelas-Cililin rusak parah. 

Salah seorang warga Cililin yang sempat menyaksikan proses groundbreaking oleh Plt Bupati Hengki Kurniawan, Nani (42) mengakui kalau sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan ada pembangunan. Warga juga banyak yang bertanya kapan realisasi pembangunan akan dilakukan mengingat jalan sudah rusak parah. 

"Dulu waktu Pa Hengki ke sini bilangnya tanggal 2 Juni 2021, pembangunan dimulai. Tapi sampai sekarang janji itu gak ada buktinya," katanya, Sabtu (19/6/2021).

Menurutnya banyak warga yang berharap agar jalan segera diperbaiki. Kondisi jalan yang rusak membuat banyak pengendara motor yang jatuh, terlebih ketika hujan turun karena jalan berubah menjadi kubangan sehingga lubang di jalan tidak terlihat. Apalagi di kawasan Alun-alun Cililin kalau hujan deras turun selalu tergenang seperti kolam. 

"Kalau pengendara motor yang jatuh sudah tidak terhitung lagi. Warga pendatang juga kalau melintas ke Cililin selalu nyindir kalau Alun-alun Cililin seperti tempat pembuangan sampah," keluhnya. 

Presidium Advokasi Pedagang Tradisional, KBB, Deni Nursyamsi mengaku sangat kecewa dengan belum terealisasinya janji Plt Bupati Hengki Kurniawan soal perbaikan jalan ke wilayah selatan. Perbaikan jalan itu sudah ditunggu oleh masyarakat lebih dari dua tahun namun sampai sekarang belum terealisasi. 

Berapa miliar rupiah sektor ekonomi yang terimbas akibat jalan rusak di wilayah selatan. Seperti terhambatnya atau lamanya distribusi hasil panen warga yang hendak dijual ke luar KBB akibat jalan rusak yang berimas kepada tingginya cost transportasi. Belum lagi banyak kendaraan angkutan yang cepat rusak karena setiap hari harus melinasi jalan rusak.

"Mestinya udah groundbreaking langsung dikerjakan. Justru belum dilakukanya pembangunan menunjukkan perencanaan dan komunikasi antara Pemda KBB yang diwakili Plt Bupati dan pihak pelaksana proyek tidak sinkron. Dimana-mana juga kalau udah peletakan batu pertama, besoknya langsung ditindaklanjuti pembagunan," kata aktivis dari selatan KBB ini. 

Sementara tokoh pemekaran KBB, Asep Ado menilai, masih rusaknya jalan di wilayah selatan yang sampai sekarang belum diperbaiki padahal ceremony groundbreakingnya sudah dilakukan oleh Plt Bupati Hengki Kurniawan, ibarat kado pahit di HUT ke-14 KBB yang jatuh pada 19 Juni 2021.

Dirinya tidak mengerti kenapa pembangunan jalan itu berlarut-larut padahal pinjaman anggaran ke PT SMI sudah dari setahun yang lalu. Selain kendala gagal lelang yang kemudian di lelangkan lagi, hingga akhirnya muncul pemenang, tapi kenapa belum juga ada pengerjaan fisik di lapangan. 

"Saya tidak tahu ada dinamika apa setelah diumunkan tapi masih belum dikerjakan jalannya. Kasihan masyarakat di selatan yang harus berjibaku dengan jalan rusak setiap kali beraktivitas," tuturnya. 

Apapun ceritanya, kata dia, pembangunan jalan jalur selatan ini akan menjadi beban ABPD selama dua tahun. Mengingat anggaran ini sumbernya dari masyarakat KBB yg akan dibayarkan dan menjadi sebuah kewajiban masyarakat KBB untuk mengawal dan mengawasi pembangunan tersebut.

Pemda KBB berkewajiban memberi akses kepada masyarakat untuk ikut mengawasinya. Tidak boleh mempersulit ketika masyarakat minta data-data yang diperlukan karena masyarakat berkewajiban ikut mengawasi agar pekerjaannya sempurn. Jangan sampai hutang belum lunas jalan sudah hancur lagi.

"Masyarakat bila perlu minta pengawasan kepada KPK supaya dalam pengerjaan jalan jalur selatan tidak terjadi korupsi. Apapun ceritanya proses pinjaman ke PT SMI sekarang sudah menjadi tanggung jawab Plt Bupati sepenuhnya, jadi keputusan lanjut atau tidaknya proyek tersebut merupakan keputusan pimpinan tertinggi di Pemda KBB," bebernya.
 

Editor: Nur Khansa Ranawati

terbaru

Ada Proyek Pengaspalan, Jalan Bandung-Cianjur Macet

Ngamprah Senin, 2 Agustus 2021 | 19:15 WIB

Arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Cianjur via Citatah mengalami kepadatan, pada Senin, 2 Agustus 2021, sore.

Bandung Raya - Ngamprah, Ada Proyek Pengaspalan, Jalan Bandung-Cianjur Macet, Proyek Pengaspalan,Jalan Bandung-Cianjur,Macet,Kemacetan,Lalu lintas,Kabupaten Bandung Barat,KBB,Cianjur

Dipernakan KBB Waspadai Penularan Covid-19 terhadap Satwa di Kebun Bin...

Ngamprah Senin, 2 Agustus 2021 | 18:50 WIB

Dipernakan KBB menyalakan alarm waspada terkait potensi penularan Covid-19 terhadap satwa liar.

Bandung Raya - Ngamprah, Dipernakan KBB Waspadai Penularan Covid-19 terhadap Satwa di Kebun Binatang, Dipernakan,KBB,Kabupaten Bandung Barat,Penularan Covid-19,Satwa,Harimau,Kebun Binatang

Harga Anjlok, Petani Bunga Aster dan Pikok di Lembang Rugi Puluhan Jut...

Ngamprah Senin, 2 Agustus 2021 | 18:25 WIB

Kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat komoditi anjlok dari harga Rp15 ribu menjadi Rp7 ribu selama PPKM Level 4.

Bandung Raya - Ngamprah, Harga Anjlok, Petani Bunga Aster dan Pikok di Lembang Rugi Puluhan Juta Rupiah, Petani Bunga,Harga Anjlok,Aster,Pikok,Lembang,Rugi Puluhan Juta Rupiah,PPKM Level 4,PPKM Darurat,kalender hijriah

Pasar Tagog Padalarang Dipastikan Rampung Sesuai Target

Ngamprah Senin, 2 Agustus 2021 | 18:00 WIB

 Pembangunan Pasar Tagog Padalarang tak terpengaruh pandemi Covid-19, proyek ini ditargetkan rampung sesuai target.

Bandung Raya - Ngamprah, Pasar Tagog Padalarang Dipastikan Rampung Sesuai Target, Pasar Tagog,Padalarang,pandemi covid-19,KBB,Kabupaten Bandung Barat,Pembangungan Pasar Tagog

Nasib Pelatih Sekolah Sepak Bola di Tengah Pandemi

Ngamprah Minggu, 1 Agustus 2021 | 08:40 WIB

Sejumlah pelatih sekolah sepak bola terdampak pandemi Covid-19.

Bandung Raya - Ngamprah, Nasib Pelatih Sekolah Sepak Bola di Tengah Pandemi, Pelatih Sekolah Sepak Bola,Pandemi Covid-19,Sekolah Sepak Bola,SSB,Kabupaten Bandung Barat,PSSI,Sepak Bola

Hengky Kurniawan Sebut Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 KBB Meningkat

Ngamprah Jumat, 30 Juli 2021 | 19:00 WIB

Tren kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mengalami peningkatan.

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Sebut Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 KBB Meningkat, Hengky Kurniawan,Angka Kesembuhan,Pasien Covid-19,KBB,Kabupaten Bandung Barat,Bed Occupancy Rate

Ada Pungutan Biaya Pemakaman Khusus Covid-19 di KBB, Ini Penyebabnya

Ngamprah Jumat, 30 Juli 2021 | 18:40 WIB

Beberapa warga dipungut biaya pemakaman hingga jutaan rupiah di TPU khusus pasien Covid-19, Desa Rajamandala Kulon, Keca...

Bandung Raya - Ngamprah, Ada Pungutan Biaya Pemakaman Khusus Covid-19 di KBB, Ini Penyebabnya, Pungutan Biaya,Pemakaman Khusus,COVID-19,Keluarga Pasien,KBB,TPU khusus,Pasien Covid-19,Kabupaten Bandung Barat,Cipatat

Pelaku Wisata KBB Tak Mau Ikut Pasang Bendera Putih, Apa Alasannya?

Ngamprah Jumat, 30 Juli 2021 | 16:40 WIB

Di tengah Pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat-Level 4, industri wisata Bandu...

Bandung Raya - Ngamprah, Pelaku Wisata KBB Tak Mau Ikut Pasang Bendera Putih, Apa Alasannya?, Bendera Putih Pelaku Usaha,Pelaku Wisata KBB,gerakan pasang bendera putih,Industri wisata KBB,Kondisi Pariwisata di Bandung Barat

artikel terkait

dewanpers
arrow-up