web analytics

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

clockSabtu, 19 Juni 2021 15:32 WIB user-groupNetizen Cicin Yulianti
Netizen, Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat, fesyen lambat,Fesyen,Kerusakan Lingkungan

ilustrasi fesyen. (Pixabay)

Cicin Yulianti

Mahasiswa S1 Jurusan Jurnalistik Universitas Padjadjaran.

AYOBANDUNG.COM--Memang, tak ada habisnya jika kita terus membahas soal siapa pihak yang harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan lingkungan. Seluruh negara beserta masyarakatnya tanpa terkecuali memiliki tanggung jawab terhadap masalah lingkungan di bumi ini.

University East Anglia melalui laporannya menunjukkan bahwa adanya penurunan emisi gas CO2 sebesar 7% pada tahun 2020. Walaupun demikian, sebenarnya kita tak bisa kemudian merasa tenang karena penurunan tersebut disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19. Kebijakan lockdown dan pembatasan berkegiatan di luar rumah menjadi alasan utama penurunan tersebut.

Cemaran Limbah Tekstil

Sebut saja dengan kemunculan banyaknya toko online atau e-commerce, hal tersebut menjadikan masyarakat selangkah lebih dekat dengan konsumsi yang berlebih. Ditambah kemunculan banyak influencer atau selebgram yang wara-wiri mempromosikan mode terbaru, sehingga banyak orang yang semakin kepincut untuk berbelanja fesyen yang serupa.

Melansir data dari kemenperin.go.id, industri tekstil atau pakaian mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi pada triwulan III tahun 2019.  Kenaikan tersebut terjadi sebesar 15,08 persen. Sudah jelas memang, kenaikan tersebut turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun sebaliknya, lagi-lagi sektor lingkungan yang kemudian harus menjadi korban dari kapitalisme yang ada.

Melihat laporan dari Edge Expo, terungkap bahwa industri tekstil atau garmen ini menyebabkan pencemaran terbesar. Selain itu, dikutip dari unfashionalliance.org limbah tekstil sebesar 20% dari air limbah dunia. Masih dari laman unfashionalliance.org, dampak dari semakin banyaknya industri fesyen ini menambah 10% emisi karbon dunia. Miris memang, data-data tersebut seolah menegur kita untuk berhenti membeli pakaian.

Fesyen Lambat

Sebagai kebutuhan sandang, pakaian memang akan selalu masuk ke dalam list berbelanja bulanan maupun tahunan. Akan tetapi, jika kembali mengaitkannya dengan masalah lingkungan, artinya sebagai konsumen atau fashionista kita harus beranjak pada fesyen yang berkelanjutan ( Sustainable Fashion).

Meski ‘katanya’ terdapat penurunan emisi gas CO2 di tahun 2020 akibat pandemi, tetap saja kita tak tahu ke depannya akan berapa banyak lagi limbah tekstil yang turut serta menyumbangkan pencemarannya bagi lingkungan. Kita pun tak bisa menyangkal bahwa semakin hari semakin banyak small business yang berjualan di bidang pakaian ini.

Sebenarnya, apa itu fesyen lambat? Fesyen lambat atau slow fashion adalah kebalikan dari fesyen cepat atau fast fashion. Mengutip dari laman zerowaste.id, fesyen lambat adalah praktik yang didasari produksi dan pemakaian dengan rentang waktu lama, daya tahan dan kualitas tinggi, serta produksi yang ramah lingkungan. Fesyen lambat ini pertama kali dicanangkan oleh Kate Fletcher, seorang professor Sustainability, Design, dan Fashion, University of the Arts London’s Centre for Sustainable Fashion.

Lalu hal-hal apa saja yang perlu dilakukan dalam menerapkan prinsip fesyen lambat?

Ubah mindset

Hal ini memang yang paling sulit untuk dilakukan. Namun, langkah pertama ini bisa membuat kita menjadi lebih terbuka terhadap isu masalah lingkungan lewat fesyen lambat.

Memanfaatkan pakaian yang ada di lemari.

Sebisa mungkin pakailah pakaian yang ada lemari. Hal ini cukup mendasar dari prinsip fesyen lambat, karena tidak berusaha membeli yang baru ketika bingung harus memakai baju yang mana.

Meminjam atau menukar baju dengan teman 

Kita bisa meminjam dan menukar baju dengan saudara atau teman dekat kita. Mungkin agak sulit ketika mengajak teman dekat kita melakukanya, namun jika menjelaskan dengan argumen yang sesuai, bisa saja mereka  mengerti.

Menyewa pakaian di hari-hari tertentu

Jika sedang bingung mencari pakaian untuk datang ke acara pernikahan atau acara penting lain yang hanya terjadi satu kali, menyewa pakaian bisa menjadi pilihan. Namun, di Indonesia sendiri, jasa menyewakan baju ini memang belum banyak.

Membeli baju dengan kualitas baik

Membeli satu baju dengan kualitas yang bagus akan jauh lebih baik daripada membeli baju banyak dengan harga murah, tetapi pemakaiannya tidak berlangsung lama.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Tren dan Perubahan Nilai Sepeda dalam Industri Budaya

Netizen Rabu, 4 Agustus 2021 | 23:00 WIB

Bersepeda dapat dikatakan sebagai kegiatan yang cukup populer bagi masyarakat di seluruh dunia sejak awal perkembanganny...

Netizen, Tren dan Perubahan Nilai Sepeda dalam Industri Budaya, Tren,Perubahan Nilai,Sepeda,Industri,Budaya,Olahraga,Gaya Hidup,transportasi

Urgensi Vaksinasi bagi Narapidana

Netizen Rabu, 4 Agustus 2021 | 22:15 WIB

Salah satu kunci utama pengendalian Covid-19 yakni menggenjot program vaksinasi bagi masyarakat luas tak terkecuali bagi...

Netizen, Urgensi Vaksinasi bagi Narapidana, Urgensi,Vaksinasi,Narapidana,Lapas,Lembaga Pemasyarakatan,COVID-19

Distrik Tasikmalaya Awal Abad ke-19

Netizen Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:30 WIB

Dalam peta awal abad ke-19 yang berjudul D: Tassikmalaya, sudah dengan jelas menggambarkan penyebaran perkampungan denga...

Netizen, Distrik Tasikmalaya Awal Abad ke-19, Distrik,Tasikmalaya,Abad ke-19,Geografis,Sejarah

Hotel Luar Angkasa akan Semakin Menjamur

Netizen Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:30 WIB

Beberapa dekade yang akan datang, wisata luar angkasa diproyeksikan akan kian populer.

Netizen, Hotel Luar Angkasa akan Semakin Menjamur, Hotel Luar Angkasa,wisata luar angkasa,Unik,Masa Depan

Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI

Netizen Selasa, 3 Agustus 2021 | 09:49 WIB

Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI

Netizen, Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI, Wim Kuik,Olahraga,sepakbola,PSIB,uni,Persib

Nonton Drakor Juga Ada Manfaatnya: Meredakan Stres, Meningkatkan Imun...

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 22:00 WIB

Ya, nonton drama korea. Salah satu alternatif refreshing masa pandemi. Begitu banyak sekali drama bagus yang wajib Anda...

Netizen, Nonton Drakor Juga Ada Manfaatnya: Meredakan Stres, Meningkatkan Imun Tubuh, nonton drakor,Meredakan Stres,Meningkatkan Imun Tubuh,refreshing,Drama Korea,Hiburan

Hustle Culture, Gaya Hidup para Pekerja Keras

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 21:15 WIB

Semakin sibuk, maka semakin cepat untuk meraih kesuksesan. Fenomena ini disebut dengan budaya “Hustle Culture”.

Netizen, Hustle Culture, Gaya Hidup para Pekerja Keras, Hustle Culture, gaya hidup,Pekerja Keras,Pekerjaan,karier,Kesehatan Mental,burnout syndrome,toxic postivity

[Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Juli 2...

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 16:30 WIB

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler di Ayobandung.com edisi Juli 2021.

Netizen, [Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Juli 2021, Ayo Netizen,6 Tulisan Terpopuler,netizen,Ayobandung.com,Juli 2021

artikel terkait

dewanpers
arrow-up