web analytics

Merawat Tradisi Memasak dengan Hawu: Punya Aroma Alami dan Rasa Khas

clockJumat, 18 Juni 2021 12:25 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, Merawat Tradisi Memasak dengan Hawu: Punya Aroma Alami dan Rasa Khas, Merawat Tradisi,Memasak,Hawu,Aroma Alami,Rasa Khas,Sunda,Jawa Barat,Bandung

Hawu milik Asih yang masih digunakan dalam kesehariannya untuk memasak. (Ayobandung.com/Cicin Yulianti/Magang)

PARONGPONG, AYOBANDUNG.COM — Bentuk modernisasi yang sangat dekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya urang Sunda, terlihat dari beberapa makanan yang kini sudah disajikan menggunakan cara barat.

Adapula penyajian masakan dengan metode ketimuran, tetapi bukan kebiasaan orang Melayu ataupun Jawa. Padahal, Jawa Barat sendiri memiliki ragam makanan khas tradisionalnya.

Dari alat memasak pun, masyarakat hari ini sudah banyak yang menggunakan kompor maupun oven. Padahal, alat memasak yang populer digunakan pada zaman dahulu adalah hawu.

Dikutip dari situs resmi kemendikbud.go.id , hawu berasal dari kata awu. Dalam bahasa Jawa, awu ini berarti "abu", sedangkan dalam bahasa Sunda, abu disebut sebagai lebu. 

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, hawu ini adalah sebuah tungku untuk melakukan kegiatan masak memasak.

Hawu terbuat dari beberapa jenis bahan, seperti tanah liat, batu, maupun batu bata. Walaupun sudah mulai ditinggalkan, hawu ini masih bisa ditemukan di beberapa toko perabot, namun sudah jarang. Rata-rata hawu yang dijual saat ini adalah yang berbahan dasar tanah liat.

Langka di pasaran, juga sudah jarang digunakan warga. Terkecuali di daerah pelosok, saat ini urang Sunda pun tidak banyak lagi yang masih menggunakan hawu.

Salah satu warga di Kampung Kebonhui, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, yang masih menggunakan hawu ini adalah Tarmilah. Ia memilki sebuah ruangan khusus di luar rumahnya sebagai dapur tradisional, di mana di sana diletakkan hawu. Ia mengaku sudah menggunakan hawu lebih dari 25 tahun.

“Sudah mengunakan hawu dari tahun 1991-an sampai sekarang masih masak di hawu,” ujar Tarmilah saat diwawancarai di kediamannya.

Menurutnya, rasa masakan yang diperoleh dari memasak memakai hawu sangat berbeda dengan masak menggunakan kompor. Aroma alami dan khas menurutnya menjadi daya tarik tersendiri untuk tetap menggunakan hawu.

“Suami saya lebih suka nasi yang dimasak di hawu, katanya lebih enak rasanya.  Jadi kalau lagi senggang saya masaknya di hawu, kalau lagi buru-buru di kompor atau rice cooker,” terang Tarmilah.

Tempat tinggalnya yang terletak di kawasan yang masih didominasi perkebunan dan hutan membuatnya tidak kesusahan dalam mendapatkan bahan kabar.

“Saudara banyak yang tinggal di darah Nagrag. Di sana masih banyak hutan kayu, jadi kadang mereka menjual kayu-kayunya ke saya, atau saya diberi oleh mereka dan kadang saya beli, atau dikasih kayu sama orang yang habis ngebangun rumah” ujar Tarmilah.

Selain Tarmilah, salah seorang warga lain yakni Asih, wanita paruh baya ini masih ikut melestarikan penggunaan hawu dalam kegiatan memasaknya. Berbeda dengan Tarmilah yang hanya menggunakan hawu untuk memasak nasi atau sajian tahunan seperti hidangan lebaran, Asih masih menggunakannya untuk memasak berbagai macam makanan.

“Dari dulu sudah pakai saya mah. Sudah lebih dari enam puluh tahun mah. Karena saya kecil juga orang tua udah masak pakai hawu juga,” terang Asih.

Menurut Asih, ciri khas dari hawu ini adalah adanya songsong yang digunakan untuk meniup api dan lebu yang bisa kembali digunakan untuk mencuci jelaga yang menempel di wajan. Ia pun berharap masih banyak orang yang menggunakan hawu untuk memasak sama seperti dirinya.

Selain untuk merawat tradisi, juga untuk melestarikan cita rasa khas yang memang tak tergantikan. [Cicin Yulianti]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Viral Benda Asing di Langit Bandung, BMKG: Bukan Benda Berbahaya

Bandung Sabtu, 31 Juli 2021 | 18:03 WIB

Ia mengatakan bahwa fenomena yang mengejutkan bagi masyarakat itu bukan suatu yang membahayakan.

Bandung Raya - Bandung, Viral Benda Asing di Langit Bandung, BMKG: Bukan Benda Berbahaya, benda asing di langit bandung,langit cicendo,benda asing di cicendo bandung,bmkg bandung

Alami Krisis Pakan, Kebun Binatang Bandung Terima Bantuan Sayuran

Bandung Sabtu, 31 Juli 2021 | 15:33 WIB

Dampak pandemi Covid-19 merontoki segala sektor. Demikian pula yang dirasakan oleh Kebun Binatang Bandung atau Bandung Z...

Bandung Raya - Bandung, Alami Krisis Pakan, Kebun Binatang Bandung Terima Bantuan Sayuran, Kebun Binatang Bandung,Donasi Kebun Binatang Bandung,Bantuan Sayuran Kebun Binatang Bandung,Krisis Pangan Kebun Binatang Bandung,Operasional Kebun Binatang Bandung

Pasar Baru Hingga ITC Kembali Beroperasi saat PPKM Level 4, Pedagang:...

Bandung Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:25 WIB

Sejumlah pasar yang berada di naungan PD Pasar Juara Kota Bandung, seperti Pasar Baru, Pasar ITC Mohammad Hatta, Pasar A...

Bandung Raya - Bandung, Pasar Baru Hingga ITC Kembali Beroperasi saat PPKM Level 4, Pedagang: Alhamdulillah, Pasar Baru,Operasional Pasar Baru,Pasar di Kota Bandung,PPKM Level 4,PPKM Level 4 di Kota Bandung,Aturan PPKM Level 4 Kota Bandung

Kabar Baik! Kota Bandung Bakal Kembali Terima Jatah Vaksin Covid-19

Bandung Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:45 WIB

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulayana menyampaikan kabar baik bagi masyarakat yang belum divaksin Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, Kabar Baik! Kota Bandung Bakal Kembali Terima Jatah Vaksin Covid-19, Vaksin Covid-19,Vaksin Covid-19 Kota Bandung,Vaksinasi Covid-19 Kota Bandung,Jatah Vaksin Covid-19 Kota Bandung,Jumlah Vaksin Covid-19 Kota Bandung

Apindo Jabar Minta Testing Covid-19 Lebih Dimasifkan

Bandung Sabtu, 31 Juli 2021 | 12:47 WIB

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat (Jabar) mendorong pemerintah menggiatkan testing, tracing, dan treatmen...

Bandung Raya - Bandung, Apindo Jabar Minta Testing Covid-19 Lebih Dimasifkan, apindo jabar,COVID-19

Sejak Kamis, BOR Kota Bandung untuk Pasien Covid-19 Turun hingga 64,13...

Bandung Sabtu, 31 Juli 2021 | 10:28 WIB

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial langsung menyampaikan kabar gembira. Penanganan Covid-19 di Kota Bandung semakin menun...

Bandung Raya - Bandung, Sejak Kamis, BOR Kota Bandung untuk Pasien Covid-19 Turun hingga 64,13%, penanganan Covid-19 di Kota Bandung,kasus Covid-19 di Kota Bandung,ketersediaan oksigen di Kota Bandung,BOR Kota Bandung,BOR Kota Bandung turun,BOR Pasien Covid-19

Pasar Kembali Beroperasi Saat PPKM Level 4, Aliansi Pedagang Siap Taat...

Bandung Jumat, 30 Juli 2021 | 21:50 WIB

Meski akan dibuka besok dengan sejumlah aturan, pedagang mesti siap taati aturan yang berlaku.

Bandung Raya - Bandung, Pasar Kembali Beroperasi Saat PPKM Level 4, Aliansi Pedagang Siap Taati Aturan, Pasar Kembali Beroperasi,PPKM Level 4,Aliansi Pedagang,Pasar ITC Mohammad Toha,Pasar Baru Trade Center,Pasar Andir,Pasar Balubur

Dukung Penanganan Pandemi Covid-19, Apoteker Kota Bandung Serahkan Ban...

Bandung Jumat, 30 Juli 2021 | 08:01 WIB

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Bandung menyerahkan bantuan vitamin juga air mineral kepada jajaran kepolisian di...

Bandung Raya - Bandung, Dukung Penanganan Pandemi Covid-19, Apoteker Kota Bandung Serahkan Bantuan Vitamin Untuk Polisi, IAI Kota Bandung,Apoteker Kota Bandung,Bantuan Vitamin Untuk Polisi,Polrestabes Bandung

artikel terkait

dewanpers
arrow-up