web analytics

Pegawai Kena Hipnotis, Toko Frozen Food di Bandung Rugi Rp2,2 Juta

clockKamis, 17 Juni 2021 21:54 WIB userIdham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Soreang, Pegawai Kena Hipnotis, Toko Frozen Food di Bandung Rugi Rp2,2 Juta, kasus hipnotis di Bandung,Aksi Hipnotis di Kabupaten Bandung,Pegawai Frozen Food Kena Hipnotis

Tangkapan layar rekaman CCTV toko frozen food yang jadi korban penipuan bermodus hipnotis di Jalan Raya Kopo Kecamatan Katapan. (Ayobandung.com/Idham/Istimewa)

KATAPANG, AYOBANDUNG.COM — Aksi kriminal bermodus hipnotis yang menyasar gerai usaha terjadi lagi. Kali ini, toko Golden Great Frozen Food di Jalan Raya Kopo, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung yang jadi korbannya. Pelaku menghipnotis untuk membawa produk tanpa membayar sehingga menyebabkan kerugian Rp2,2 juta.

Kejadian berlangsung Minggu, 13 Juni 2021, sekitar pukul 08.39 WIB. Rina Pratiwi, pemilik dari toko mengaku memiliki tiga pegawai. Namun, pada saat kejadian, hanya ada satu pegawai karena ada yang libur dan ada yang belum datang ke lokasi.

Menurut rekaman CCTV toko, pelaku sempat terlihat melintas di jalan depan toko. Namun, tampaknya pelaku memutar balik ke arah toko dan masuk ke toko untuk memilih-milih produk yang ada di etalase.

“Ngomongnya mau beli beberapa sosis. 34 pak sosis Harmoni, 38 sosis yang Salam, sama 20 pak nugget yang Charm,” ujar Rina di toko miliknya, Kamis, 17 Juni 2021.

Pelaku membuat pegawai dibuat sibuk oleh pelaku dengan berbagai cara sehingga akhirnya pegawai yang jadi korban pun kurang fokus. Setelah semua produk sudah selesai dipak, pelaku mengaku akan membawa produk yang dipesan dengan dua kali angkutan karena belanjaannya banyak sementara pelaku mengatakan rumahnya tidak jauh.

“Dibuat sibuk sampai fokusnya sudah lain, dan dia (pelaku) bilang, karena kalau dipak cukup banyak bawaannya, dia ngomong mau balik lagi karena rumahnya dekat dan nanti balik lagi. Sausnya saja yang ditinggalkan. Yang lain dibawa, dan dia nggak balik lagi,” kata Rina.

Pegawai toko mengatakan pelaku tidak kunjung kembali ke toko untuk mengambil sisa belanjaan dan membayar belanjaannya. Rina pada awalnya tidak berpikir negatif dan mengimbau kepada pegawainya untuk bersabar menunggu. Namun, pada kenyataannya, pelaku memang tidak kembali lagi.

“Anak-anak (pegawai) bilang, orangnya nggak balik lagi. Saya bilang tunggu saja dulu, kali saja orangnya balik lagi, tidak berpikir macam-macam,” ucap Rina.

Yang membuat Rina memprediksi adanya unsur hipnotis dalam kejadian yang menimpa tokonya adalah keberhasilan pelaku meminta pegawai untuk membawa produk-produk sebelum membayar. Padahal, dalam SOP toko, setiap pembeli harus membayar terlebih dahulu sebelum meninggalkan toko.

“Kalau bawa barang banyak dan keluar begitu saja. Kalau selain dengan cara mengalihkan fokus karyawan kan jadinya berpikir ke sana,” kata Rina.

Pelaku yang melakukan penipuan di Kota Bandung, seperti yang sudah diberitakan sebelum-sebelumnya, entah kenapa nyaris selalu menyasar gerai-gerai usaha yang pegawainya baru. Dalam kasus yang menimpa toko milik Rina, jangankan pegawai baru, tokonya sendiri memang baru berdiri selama tiga bulan sehingga tentu semua pegawainya terhitung baru.

“Ini tokonya juga baru. Tokonya baru tiga bulan kurang. Pegawainya juga semuanya baru,” ujar Rina.

Sebelum menyadari tokonya menjadi korban penipuan, Rina yang masih berpikir positif pun masih menunggu pelaku hingga sore. Setelah akhirnya pelaku tetap tidak datang sampai toko tutup, Rina pun membuat laporan ke Polsek Katapang. Namun, hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum bisa dikonfirmasi terkait dengan laporan yang dibuat Rina.

Nomor polisi sepeda motor pelaku sempat tercatat karena masuk ke dalam rekaman CCTV. Akan tetapi, saat Rina mencoba mengecek nomor polisi sepeda motor tersebut ke saudaranya yang berprofesi sebagai polisi, rupanya pelaku menggunakan nomor polisi palsu.

“Begitu dicek, nomor polisinya ternyata lain, palsu,” ucap Rina.

Rina berharap, modus-modus penipuan yang mengincar gerai-gerai usaha dapat segera ditangani supaya kejadian yang menimpa tokonya tidak terulang lagi. Meski bagi Rina kerugiannya masih bisa ditutupi, akan tetapi jika terus berulang mungkin suatu saat bisa saja ada gerai usaha yang mengalami kerugian sangat besar.

“Kasihan juga toko-toko yang lain. Kalau nanti pegawainya yang disalahkan dan dipecat, kan kasihan,” kata Rina.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Lokasi dan Syarat SIM Keliling Kabupaten Bandung 3 Agustus 2021

Soreang Selasa, 3 Agustus 2021 | 06:45 WIB

Lokasi perpanjangan SIM pertama hadir di Alun-alun Cicakengka. Lokasi perpanjangan SIM kedua hadir di Permata Buah Batu...

Bandung Raya - Soreang, Lokasi dan Syarat SIM Keliling Kabupaten Bandung 3 Agustus 2021, SIM Kabupaten Bandung,Perpanjangan SIM Kabupaten Bandung,Syarat Permohonan SIM Kabupaten Bandung,cara buat SIM Kabupaten Bandung,SIM Keliling Kabupaten Bandung,Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung,Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung

Lokasi dan Syarat SIM Keliling Kabupaten Bandung 2 Agustus 2021

Soreang Senin, 2 Agustus 2021 | 06:33 WIB

Lokasi perpanjangan SIM pertama hadir di Halaman Polsek Majalaya. Lokasi perpanjangan SIM kedua hadir di Griya Cinunuk C...

Bandung Raya - Soreang, Lokasi dan Syarat SIM Keliling Kabupaten Bandung 2 Agustus 2021, SIM Kabupaten Bandung,Perpanjangan SIM Kabupaten Bandung,Syarat Permohonan SIM Kabupaten Bandung,cara buat SIM Kabupaten Bandung,SIM Keliling Kabupaten Bandung,Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung,Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung

Bupati Bandung Bolehkan Penyerahan Fasos Fasum Perumahan Parsial

Soreang Minggu, 1 Agustus 2021 | 20:06 WIB

Bupati Bandung Dadang Supriatna memperbolehkan pengembang perumahan menyerahkan fasos-fasum secara parsial.

Bandung Raya - Soreang, Bupati Bandung Bolehkan Penyerahan Fasos Fasum Perumahan Parsial, Bupati Bandung Dadang Supriatna,Perumahan di Kabupaten Bandung,Pengembang Perumahan,fasos fasum

Lebih Dari 90% Perumahan di Kabupaten Bandung Belum Menyerahkan Fasos...

Soreang Minggu, 1 Agustus 2021 | 20:03 WIB

Sebagian besar Komplek perumahan di Kabupaten Bandung belum menyerahkan fasilitas sosial dan fasilitas umum kepada pemer...

Bandung Raya - Soreang, Lebih Dari 90% Perumahan di Kabupaten Bandung Belum Menyerahkan Fasos Fasum, Perumahan di Kabupaten Bandung,Fasos Fasum Perumahan,Bupati Bandung Dadang Supriatna

Wisata Gratisan Rancabali, Wisatawan Abaikan Prokes

Soreang Minggu, 1 Agustus 2021 | 19:45 WIB

Kawasan perkebunan teh di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung menjadi tempat wisata gratisan bagi wisatawan selama PP...

Bandung Raya - Soreang, Wisata Gratisan Rancabali, Wisatawan Abaikan Prokes, Kebun Teh,Wisata Gratisan,Rancabali Kabupaten Bandung

Tempat Wisata Gratisan Jadi Buruan Pelancong Saat PPKM

Soreang Minggu, 1 Agustus 2021 | 19:14 WIB

Penutupan objek wisata selama PPKM Level 3 Kabupaten Bandung, tidak lantas menyurutkan niat pelancong untuk berwisata. K...

Bandung Raya - Soreang, Tempat Wisata Gratisan Jadi Buruan Pelancong Saat PPKM, Wisata Gratisan,PPKM Level,Kebun Teh,Rancabali Kabupaten Bandung

Bantu Warga Terdampak PPKM, Polresta Bandung Bagi-Bagi Sembako

Soreang Jumat, 30 Juli 2021 | 19:50 WIB

Polresta Bandung membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat terdampak PPKM.

Bandung Raya - Soreang, Bantu Warga Terdampak PPKM, Polresta Bandung Bagi-Bagi Sembako, Bantu Warga,Terdampak PPKM, polresta bandung,Bagi-Bagi Sembako,Kabupaten Bandung

Guru Non-ASN Dapat Tunjangan Rp200.000/Bulan dari Pemkab Bandung

Soreang Jumat, 30 Juli 2021 | 17:20 WIB

Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan tunjangan atau intensif kepada Guru non-ASN di Kabupaten Bandung.

Bandung Raya - Soreang, Guru Non-ASN Dapat Tunjangan Rp200.000/Bulan dari Pemkab Bandung, Guru Non-ASN,Tunjangan Rp200.000/Bulan,Pemkab Bandung,Kabupaten Bandung
dewanpers
arrow-up