web analytics

Interpretasi dalam Geowisata

clockKamis, 17 Juni 2021 19:40 WIB user-groupNetizen T Bachtiar
Netizen, Interpretasi dalam Geowisata, Interpretasi,geowisata,Jawa Barat

Geowisata di Gunung Tangkubanparahu. (T Bachtiar)

T Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung.

Daya tarik geowisata Jawa Barat adalah jawaranya. Semua gejala kebumian terdapat di kawasan seluas 35.377,76 km persegi ini, mulai dari dasar laut sampai puncak gunung.

Bukan saja lengkap, tapi rona buminya megah dan indah. Di Jawa Barat terdapat peristiwa kebumian yang terjadi puluhan juta tahun yang lalu sampai yang terjadi tahun ini. Jawa Barat mempunyai banyak sesar atau patahan yang saling silang dan menyimpan potensi bencana, tapi dalam keadaan “tenang”, telah membentuk ronabumi yang beragam, ada gunungapi, ada ngarai, dan ada tebing yang curam.

Di kemegahan bumi Jawa Barat terdapat tujuh gunungapi aktif. Peran geowisata menjadi bertambah penting, karena dapat menjelaskan, dan mempraktekan mitigasi gempabumi dan gunungapi. Di Jawa Barat pun terdapat puluhan gunungapi yang sedang istirahat atau mati, ada kaldera yang sangat besar, dan ratusan bukit dengan tinggalan arkeologis berumur megalitik.

Di Jawa Barat terdapat danau alami dan danau buatan, ada pantai dengan ombak yang tinggi di selatan, dan ada pantai dengan laut yang tenang di utara. Ada sungai yang panjangnya 300 km dengan segala manfaat, serta tinggalan peradaban yang terdapat di sepanjang alirannya.

Bagaimana kemegahan bumi Jawa Barat itu menjadi tempat bergeowisata yang menarik dan menyenangkan? Bagaimana agar daya tarik geowisata itu memberikan pengalaman nyata dan ilmu pengetahuan bagi pengunjungnya, sehingga menjadi kelas pembelajaran berdinding angin beratap langit?

Geowisata merupakan pariwisata berkelanjutan yang menafsir gejala-gejala kebumian, sosial, dan budaya, baik pada masa kini maupun masa lalu, agar terjadi perubahan tingkah laku yang dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi untuk perlindungan bumi. Dalam geowisata, interpreter bukan hanya menafsirkan tentang gunung, goa, laut, patahan, lipatan, batuan, tapi juga tentang udara, air, tumbuhan, hewan, dan manusia dengan kebudayaannya.

Dalam geowisata dibahas bagaimana hubungan timbal-balik antara bumi, alam, dengan manusia penghuninya itu terjadi dan berdampak bagi keduanya. Karena ada unsur wisatanya, maka kemasan geowisata tidak sama dengan Praktek Kerja lapangan (PKL) mata kuliah.

Umumnya daya tarik geowisata itu berada di lapangan yang memerlukan berjalan kaki untuk pencapaiannya. Tapi tidak selamanya jauh, banyak yang hanya beberapa puluh langkah saja, bahkan ada yang terjangkau dengan kendaraan, seperti geowisata di Gunung Tangkubanparahu. Namun banyak juga yang harus melalui perjalanan yang sangat menarik, melewati beragam medan, namun penjelajahan itu terbayar dengan kemegahan alam yang disaksikan.

Bila dikelola dengan baik, kegiatan geowisata di lapangan terbuka itu pesertanya akan mendapat pengalaman langsung di tengah-tengah alam Indonesia yang megah dan indah. Penjelajahan itu di dalamnya terdapat kandungan olahraga, penjelajahan, persahabatan, olahrasa, penyelamatan pusaka bumi, hayati, budaya, ilmu pengetahuan, berkecambahnya rasa cinta Tanahair, dan bermekaranya religiusitas.

Dengan program yang menarik serta penyampaian interpretasi dengan cara yang menyenangkan, kegiatan geowisata merupakan langkah untuk memperkenalkan keragaman bumi, hayati, sejarah, dan budaya masyarakat di daya tarik geowisata kepada para pengunjungnya. Melalui geowisata itulah ditanamkan pemahaman, bahwa semuanya itu penting untuk pembelajaran.

Agar pesan geowisata itu sampai kepada para pengunjungnya dengan baik dalam keadaan suka-cita, diperlukan interpreter yang dapat menyampaikan interpretasi dengan baik. Seorang interpreter bukan hanya menyampaikan informasi yang dimilikinya, namuan interpreter harus mengolah, meracik informasi keilmuan itu menjadi interpretasi daya tarik geowisata secara menyeluruh.

Interpretasi itu gaya bertutur yang mempengaruhi hubungan emosional dan keilmuan, untuk menyampaikan tafsir hubungan timbal-balik antara manusia dengan alam dan antara alam dengan manusia, melalui pengalaman nyata di lapangan.

Bahan untuk interpretasi didapat dari hasil-hasil penelitian dalam jurnal atau buku. Informasi untuk interpretasi dalam geowisata sedikitnya harus dapat menjawab rasa penasaran wisatawan yang dapat dirangkum dalam pertanyaan: apa? (Apa nama batu ini? Apa nama tumbuhan ini? Apakah air panas di Gunung Gede dapat diminum?). Di mana? (Di mana saja terdapat granit? (Di bagian mana dalam endapan itu terdapat minyak bumi?). Bagaimana? (Bagaimana gunungapi terbentuk? Bagaimana granit Blitung terbentuk?). Siapa? (Siapa saja yang meneliti Gunung Papandayan? Siapakah bujangga dari Kerajaan Sunda yang pernah mendaki Gunung Papandayan?). Mengapa? (Mengapa di Bangka-Blitung terdapat granit yang luas? Mengapa di sepanjang Pulau Sumatra, Pulau Jawa terdapat banyak gunungapi? Mangapa awanpanas/wedhusgembel sangat berbahaya bagi manusia?). Kapan? (Kapan terjadi letusan Gunung Krakatau?) Berapa? (Berapa kekuatan letusan Gunung Krakatau 1883? Berapa korban jiwa? Berapa luas kawasan yang terdampak? Berapa volume yang dihamburkan pada saat Gunung Tambota meletus 1815? Berapa banyak korban jiwa pada saat terjadi tsunami Selat Sunda 2018?). Untuk apa? (Dapat digunakan untuk apa belerang dari gunungapi?). Kedepannya bagaimana? (Apa yang akan terjadi bila pasir laut di Blitung terus dikeruk? Ke depannya bagaimana bila pasir di Kaldera Gunung Batur terus ditambang?).

Contoh beragam bentuk informasi untuk interpretasi geowisata. (T Bachtiar)

Interpretasi sangat penting bagi wisatawan yang mengikuti geowisata. Seorang interpreter harus dapat menyampaikan interpretasi yang bersumber dari informasi keilmuan secara sederhana dan menarik, sehingga hasil penelitian yang rumit itu dapat dengan mudah dipahami oleh wisatawan.

Untuk kemudahan wisatawan mendapatkan informasi di daya tarik geowisata, perlu dilengkapi dengan papan informasi. Papan informasi itu dapat juga menjadi acuan interpreter dan peraga dalam memberikan interpretasi. Dalam papan informasi itu lebih lengkap bila disertakan kodebatang, sehingga ketika pengunjung memindai kodebatang itu mereka terhubung ke situs yang sudah disiapkan oleh pengelola.

Dengan cara itu wisatawan dapat belajar dari film yang tersedia, mendapatkan informasi lebih luas, melihat foto-foto, dan berbagai peta. Di berbagai lokasi Tamanbumi dan Taman Nasional, rasanya belum ada buku panduan dan posterlipat untuk memasuki kawasan itu, yang dapat dibeli oleh wisatawan.

Kegiatan wisata di Taman-taman bumi, di Taman-taman Nasional, bukanlah kegiatan geowisata bila tidak ada interpretasi! [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Pemerintah Tidak Serius Menanggapi Pegasus Spyware

Netizen Kamis, 5 Agustus 2021 | 23:10 WIB

Pernyataan larangan untuk Jokowi dan pejabat soal jangan menggunakan WhatsApp karena menjadi pintu Pegasus menjadi kontr...

Netizen, Pemerintah Tidak Serius Menanggapi Pegasus Spyware, Pemerintah,Pegasus,Spyware,Peretasan,Hacker,UU ITE

Industri Film dalam Penjara Pandemi dan Pembajakan

Netizen Kamis, 5 Agustus 2021 | 21:00 WIB

Pada tahun 2020, sebanyak 40 film Indonesia yang mengalami penundaan jadwal tayang atau gagal tayang.

Netizen, Industri Film dalam Penjara Pandemi dan Pembajakan, Industri,Film,Pandemi,Pembajakan,Online

Tips Melawan Pandemi Covid-19 Sesuai Ajaran Islam

Netizen Kamis, 5 Agustus 2021 | 19:45 WIB

Islam mengajarkan beberapa cara untuk menjaga kesehatan di tengah merebaknya virus corona seperti sekarang ini.

Netizen, Tips Melawan Pandemi Covid-19 Sesuai Ajaran Islam, Tips,Menjaga Kesehatan,Ajaran Islam,Pandemi Covid-19,Virus Corona,hadis,Al-Qur'an

Tren dan Perubahan Nilai Sepeda dalam Industri Budaya

Netizen Rabu, 4 Agustus 2021 | 23:00 WIB

Bersepeda dapat dikatakan sebagai kegiatan yang cukup populer bagi masyarakat di seluruh dunia sejak awal perkembanganny...

Netizen, Tren dan Perubahan Nilai Sepeda dalam Industri Budaya, Tren,Perubahan Nilai,Sepeda,Industri,Budaya,Olahraga,Gaya Hidup,transportasi

Urgensi Vaksinasi bagi Narapidana

Netizen Rabu, 4 Agustus 2021 | 22:15 WIB

Salah satu kunci utama pengendalian Covid-19 yakni menggenjot program vaksinasi bagi masyarakat luas tak terkecuali bagi...

Netizen, Urgensi Vaksinasi bagi Narapidana, Urgensi,Vaksinasi,Narapidana,Lapas,Lembaga Pemasyarakatan,COVID-19

Distrik Tasikmalaya Awal Abad ke-19

Netizen Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:30 WIB

Dalam peta awal abad ke-19 yang berjudul D: Tassikmalaya, sudah dengan jelas menggambarkan penyebaran perkampungan denga...

Netizen, Distrik Tasikmalaya Awal Abad ke-19, Distrik,Tasikmalaya,Abad ke-19,Geografis,Sejarah

Hotel Luar Angkasa akan Semakin Menjamur

Netizen Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:30 WIB

Beberapa dekade yang akan datang, wisata luar angkasa diproyeksikan akan kian populer.

Netizen, Hotel Luar Angkasa akan Semakin Menjamur, Hotel Luar Angkasa,wisata luar angkasa,Unik,Masa Depan

Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI

Netizen Selasa, 3 Agustus 2021 | 09:49 WIB

Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI

Netizen, Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI, Wim Kuik,Olahraga,sepakbola,PSIB,uni,Persib

artikel terkait

dewanpers
arrow-up