web analytics

Penyebab Sering Lupa Melakukan Sesuatu, Bukan Soal Usia!

clockRabu, 16 Juni 2021 14:45 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Penyebab Sering Lupa Melakukan Sesuatu, Bukan Soal Usia!, Sering Lupa Melakukan Sesuatu,Alasan Sering Lupa Melakukan Sesuatu,Penyebab Sering Lupa Melakukan Sesuatu,Risiko Sering Lupa Melakukan Sesuatu,Penyakit Sering Lupa Melakukan Sesuatu,Gejala Penyakit Sering Lupa Melakukan Sesuatu

Ilustrasi -- lupa. (unsplash)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sering kali kita lupa untuk melakukan sesuatu meski hanya berjarak beberapa menit. Seperti ingin mengambil cangkir tapi saat masuk ke dapur mendadak lupa sejenak harus mengambil apa. Kebiasaan sering lupa ini pun sering dikaitkan dengan usia.

Sebenarnya, itu adalah hal normal. "Sampai taraf tertentu, kehilangan ingatan adalah normal dalam masyarakat kita. Ketika tanggung jawab meningkat dan tingkat stres meningkat, kita cenderung mengabaikan beberapa hal yang dibutuhkan otak kita," kata Scott Noorda, DO, seorang dokter kedokteran keluarga dan ahli kesehatan otak di St. George, Utah,dikutip dari Live Strong.

Namun ia melanjutkan, jika Anda lupa bagaimana cara kembali pulang saat pergi ke toko, itu adalah hal yang berbeda. Atau jika Anda lupa mengapa Anda pergi ke rumah seseorang atau bagaimana mengenal mereka, itu perlu dikhawatirkan.

Dikutip dari Himedik.com, berikut enam hal yang bisa menyebabkan lupa, dan tidak ada hubungannya dengan masalah usia.

1. Tidak mudah memusatkan perhatian

Ketika otak Anda melompat dari satu hal ke hal berikutnya, sulit untuk benar-benar fokus. "Untuk benar-benar belajar dan mengingat sesuatu, Anda harus memusatkan perhatian padanya," kata Dr. Noorda.

Terlebih lagi, kortisol (hormon stres) yang meningkat secara kronis membuat otak Anda dalam mode bertahan hidup, yang bekerja melawan kemampuan Anda untuk menyimpan ingatan baru, katanya.

2. Kurang tidur

Tidur tidak hanya membuat tubuh segar, terjaga, dan energik keesokan harinya. Tidur juga memainkan peran utama dalam konsolidasi memori, atau tindakan mengambil ingatan jangka pendek dan mengubahnya menjadi ingatan jangka panjang, kata Dr. kata Noorda. Jadi coba miliki jam tidur cukup setidaknya 7 jam.

3. Depresi

Orang yang mengalami depresi juga mengalami kinerja memori buruk dan kemampuan untuk informasi recall, mungkin karena peningkatan kortisol yang menyertai depresi, yang merupakan kondisi stres. Demikian menurut sebuah studi Januari 2018 di Psychological Medicine.

"Depresi mungkin adalah hal paling umum yang tumpang tindih dengan gangguan kognitif. Ketika Anda tidak dapat memikirkan apa pun selain berjuang melawan depresi, ingatan Anda dapat terpengaruh," kata Dr. Noorda.

4. Mengalami Infeksi

Meningitis, penyakit Lyme kronis, dan infeksi saluran kemih secara mengejutkan dapat bermanifestasi sebagai kabut otak dan masalah memori, kata Dr. Noorda.

Jika Anda memiliki gejala penyakit lain, seperti demam, kedinginan, mual atau muntah, atau rasa terbakar atau sering buang air kecil, segera temui dokter.

5. Tiroid

Tiroid adalah kelenjar di dasar leher yang membuat hormon untuk mengontrol banyak proses tubuh, termasuk metabolisme. Jika fungsi tiroid Anda melambat, suatu kondisi yang disebut hipotiroidisme, itu juga memengaruhi fungsi otak.

Sebuah penelitian yang sangat kecil dalam jurnal Thyroid Maret 2014 melihat MRI otak pada orang dewasa yang memiliki hypothyroidism dibandingkan dengan kontrol. Mereka yang berada dalam kelompok hipotiroid memiliki volume yang lebih sedikit di hipokampus kanan mereka, area otak yang terlibat dalam pembelajaran dan memori yang dikemas dengan reseptor tiroid.

6. Kekurangan Nutrisi

Semua jenis anemia, seperti kekurangan zat besi atau vitamin B12 , dapat bermanifestasi sebagai kabut otak dan pelupa, kata Dr. Noorda.

Bahkan, Juli 2020 Medicine studi tentang orang dewasa menemukan bahwa mereka yang memiliki tingkat vitamin B12 yang cukup tampil lebih baik pada memori dan tes kognitif lainnya.

Terlebih lagi, penelitian terakhir di The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan wanita muda yang sedang kekurangan zat besi mencetak buruk pada tugas-tugas kognitif dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat kecukupan gizi.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Kolesterol Jahat hingga Diabetes Musnah dengan Makanan Ini, Jarang Dis...

Sehat Selasa, 3 Agustus 2021 | 09:25 WIB

Banyak orang mungkin sudah akrab dengan labu siam dan labu kuning, tapi pernahkah Anda mengonsumsi labu air? Rasanya yan...

Gaya Hidup - Sehat, Kolesterol Jahat hingga Diabetes Musnah dengan Makanan Ini, Jarang Disadari!, Labu Air,Manfaat Labu Air,Khasiat Labu Air,Obat Diabetes,Obat Alami Diabetes,Makanan penderita diabetes,Obat Kolesterol,obat alami kolesterol,makanan penderita kolesterol,Obat Kanker,Obat Alami Kanker,makanan antikanker

Buah Ini Usir Kolesterol hingga Penyakit Jantung, Boleh Dikonsumsi Tia...

Sehat Selasa, 3 Agustus 2021 | 08:36 WIB

Sebagian orang mungkin mengenal pepaya hanya sebagai buah yang dapat melancarkan pencernaan saja. Padahal, sebenarnya ad...

Gaya Hidup - Sehat, Buah Ini Usir Kolesterol hingga Penyakit Jantung, Boleh Dikonsumsi Tiap Hari!, Pepaya,Manfaat Pepaya,Khasiat Pepaya,Obat Kolesterol,obat alami kolesterol,buah penderita kolesterol,daftar buah penderita kolesterol,Obat penyakit jantung,obat alami penyakit jantung,buah obat penyakit kronis,buah penderita penyakit jantung

Nutrisi Lengkap untuk Anak yang Harus Dipenuhi Selama Pandemi, Perhati...

Sehat Selasa, 3 Agustus 2021 | 08:22 WIB

Kesehatan anak menjadi hal utama yang harus diperhatikan saat ini, khususnya di saat pandemi. Lalu berapa nutrisi anak y...

Gaya Hidup - Sehat, Nutrisi Lengkap untuk Anak yang Harus Dipenuhi Selama Pandemi, Perhatikan Daftarnya!, nutrisi anak,nutrisi anak yang harus dipenuhi,Kesehatan Anak, tips kesehatan anak

Varian Baru Covid-19 Mulai Ditemukan di Indonesia, Kenali Gejala dan R...

Sehat Selasa, 3 Agustus 2021 | 08:22 WIB

Varian Delta memang terbukti lebih mudah menular dan menimbulkan gejala lebih parah dibanding jenis aslinya. Tak berhent...

Gaya Hidup - Sehat, Varian Baru Covid-19 Mulai Ditemukan di Indonesia, Kenali Gejala dan Risikonya!, varian baru Covid-19,Varian Baru Covid-19 Indonesia,Mutasi Varian Baru Covid-19 Indonesia,varian Delta Plus COVID-19,Covid-19 varian delta,gejala Covid-19 varian delta,COVID-19 varian Delta Plus,persebaran varian Delta Plus,perbedaan varian Delta dan Delt

Simak! Ini 2 Kriteria sembuh Covid-19

Sehat Selasa, 3 Agustus 2021 | 08:13 WIB

Masyarakat yang terinfeksi Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah mungkin masih bingung kapan waktunya sudah di...

Gaya Hidup - Sehat, Simak! Ini 2 Kriteria sembuh Covid-19, Kriteria sembuh Covid-19,Pertanda Sembuh Covid-19,Tanda Sembuh Covid-19,Ciri Sembuh Covid-19,Gejala Covid-19,gejala terpapar covid-19,Gejala Terinfeksi Covid-19

Gejala Covid-19 vs Sinusitis, Ini Cara Membedakannya!

Sehat Selasa, 3 Agustus 2021 | 08:07 WIB

Memahami perbedaan gejala sinusitis dan virus corona Covid-19 sangat penting. Cara ini berfungsi menghentikan penyebaran...

Gaya Hidup - Sehat, Gejala Covid-19 vs Sinusitis, Ini Cara Membedakannya!, virus corona Covid-19,gejala virus corona Covid-19,Gejala Covid-19,Sinusitis,gejala sinusitis,Perbedaan covid-19 vs sinusitis,Gejala Covid-19 vs Sinusitis,gejala infeksi sinus

Ahli Biologi Peringatkan Munculnya Strain Resisten Vaksin

Sehat Selasa, 3 Agustus 2021 | 07:27 WIB

Para ahli biologi dari University of East Anglia, Inggris, memperingatkan bahwa dunia tengah berada dalam "perlombaan be...

Gaya Hidup - Sehat, Ahli Biologi Peringatkan Munculnya Strain Resisten Vaksin, Strain Resisten Vaksin,varian virus kebal vaksin,potensi evolusioner virus corona,risiko strain resisten vaksin,covid-19 kebal vaksin

Begini Cara Menerapkan Diet Oatmeal yang Benar

Sehat Senin, 2 Agustus 2021 | 21:30 WIB

Makanan oatmeal memang cocok dipilih sebagai program menurunkan berat badan.

Gaya Hidup - Sehat, Begini Cara Menerapkan Diet Oatmeal yang Benar, Diet,Oatmeal,menurunkan berat badan,Pola Makan,Gaya Hidup,sehat
dewanpers
arrow-up