web analytics

Pengobatan Alternatif Kena Pajak, Paranormal di KBB Menolak!

clockSelasa, 15 Juni 2021 17:10 WIB userAris Abdulsalam
Bandung Raya - Bandung, Pengobatan Alternatif Kena Pajak, Paranormal di KBB Menolak!, Pengobatan Alternatif,Pajak,Paranormal,KBB,Kabupaten Bandung Barat,Pajak Pertambahan Nilai,PPN,Komunitas Paguyuban Paranormal Indonesia,KPPI

Pengobatan Alternatif di Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, KBB. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

CIKALONGWETAN, AYOBANDUNG.COM — Komunitas Paguyuban Paranormal Indonesia (KPPI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara gamblang tidak menerima adanya pajak untuk pengobatan alternatif.

Sebelumnya, rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap beberapa bidang kehidupan itu memang sudah mendapat penolakan dari sejumlah kalangan.

Paranormal di KBB pun menganggap, pajak untuk pengobatan alternatif yang mereka tekuni akan sangat memberatkan. Apalagi, tren penggunaan jasa pengobatan alternatif terus menurun dari tahun ke tahun. 

"Kita belum tahu rencana ini jadi atau tidak. Yang pasti kalau dikenakan pajak, sangat berat bagi kita," kata Ketua DPC KPPI KBB, Dion Setia Budi, Selasa 15 Juni 2021.

Diketahui, selain PPN sembako, wacana pengenaan pajak bagi pengobatan alternatif ikut ramai jadi perbincangan publik usai rencana revisi UU tentang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP). 

Dugaan pengobatan alternatif seperti paranormal akan dikenakan PPN mencuat lantaran dalam draf revisi Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuannya Umum Perpajakan, pemerintah menghapuskan pembebasan PPN untuk sejumlah layanan medis.

Pelayanan medis dalam ayat (3) Pasal 4 UU KUP yang berlaku saat ini, masuk dalam kategori jasa yang tidak dikenakan PPN. Namun, dalam draf perubahan, jasa rumah pelayanan kesehatan dihapus dari kategori tak kena PPN.

Dalam Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 disebutkan, jasa pengobatan alternatif termasuk yang dilakukan ke dalam jasa pelayanan kesehatan medis pada butir 8. Dengan kata lain, merujuk kepada Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983, jasa paranormal pun termasuk ke dalam jasa pelayanan yang dikenai PPN.

Pria asal Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, KBB itu mengatakan, penghasilan dari pengobatan alternatif seperti yang dijalaninya tidak menentu. Sebab, pasien tidak dipatok harga.

"Kan kita gak matok tarif. Seikhlasnya saja. Kadang ada yang gak bayar juga enggak masalah. Apalagi buat warga sekitar sini, saya ikhlas nolong," ujar Abah Unang, sapaannya.

Untuk itu, Abah Unang meminta pemerintah bersama DPR tidak menjadikan pengobatan alternatif ke dalam penarikan objek PPN. "Iya mudah-mudahan enggak terjadi kita dikenakan pajak," pungkasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Raih Perunggu, Windy Dapat 'Kadedeuh' Rp300 Juta dari Pemprov Jabar

Bandung Minggu, 25 Juli 2021 | 19:11 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan uang kadedeuh bagi atlet angkat berat Windy Cantika Aisah yang berhasil m...

Bandung Raya - Bandung, Raih Perunggu, Windy Dapat 'Kadedeuh' Rp300 Juta dari Pemprov Jabar, Windy Cantika Aisah,Olimpiade Tokyo,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Aplikasi LAPOR Kota Bandung Diganjar Penghargaan Dunia

Bandung Minggu, 25 Juli 2021 | 10:18 WIB

Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) yang digagas Pemkot Bandung melalui Bandung Command Center...

Bandung Raya - Bandung, Aplikasi LAPOR Kota Bandung Diganjar Penghargaan Dunia, aplikasi LAPOR!,Wali Kota Bandung Oded M. Danial,Bandung Command Center (BCC),Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR),International Energy Agency (IEA)

Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 25 Juli 2021

Bandung Minggu, 25 Juli 2021 | 04:54 WIB

Jadwal salat wilayah Cirebon dan sekitarnya serta zikir setelah salat bisa dilihat di sini. Ibadah salat lima waktu meru...

Bandung Raya - Bandung, Waktu Salat Bandung dan Sekitarnya 25 Juli 2021, Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,Salat Bandung,jadwal Salat Bandung hari ini,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini,Jadwal Salat Kota Bandung,jadwal salat Kota Bandung hari ini

Kebakaran di Cibogo Dipicu Tabung Gas Bocor, 2 Orang Luka Bakar

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 20:35 WIB

Kebakaran terjadi pada rumah yang berlokasi di Jalan Cibogo Atas, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung p...

Bandung Raya - Bandung, Kebakaran di Cibogo Dipicu Tabung Gas Bocor, 2 Orang Luka Bakar, Kebakaran di Bandung,Kebakaran di Cibogor,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung,Kebakaran,Kebakaran di Pemukiman

Itenas Dukung Vaksinasi Massal Anak, Percepat Realisasi Pembelajaran T...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:21 WIB

Rektor Institut Teknologi Nasional (Itenas), Prof Meilinda Nurbanasari mengatakan, salah satu solusi untuk mempercepat p...

Bandung Raya - Bandung, Itenas Dukung Vaksinasi Massal Anak, Percepat Realisasi Pembelajaran Tatap Muka , vaksinasi massal,vaksinasi anak,Itenas,Pembelajaran Tatap Muka

Sekolah Kembali Online, Waspada Anak Alami Penurunan Kemampuan Akademi...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:43 WIB

Praktisi psikologi mengungkapkan, anak, remaja, dan dewasa akan mengalami berbagai macam gangguan kesehatan mental di te...

Bandung Raya - Bandung, Sekolah Kembali Online, Waspada Anak Alami Penurunan Kemampuan Akademik, Belajar Online,dampak belajar online,efek belajar online,penurunan kemampuan akademik,kemampuan akademik,DP3A Kota Bandung

Warga Bandung Diminta Tidak Lakukan Aksi 24 Juli

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:07 WIB

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya meminta masyarakat tidak melakukan aksi pada 24 Juli 2021. Pasalnya aks...

Bandung Raya - Bandung, Warga Bandung Diminta Tidak Lakukan Aksi 24 Juli, Demo 24 Juli 2021,Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya,Polrestabes Bandung,Demo Jokowi End Game

CEK FAKTA: Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli...

Bandung Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:09 WIB

Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli 2021

Bandung Raya - Bandung, CEK FAKTA: Tidak Benar Ketua BEM Unpar sebagai Otak Aksi Rusuh 24 Juli 2021, aksi rusuh 24 juli,cek fakta aksi rusuh 24 juli,otak aksi rusuh 24 juli,Universitas Parahyangan (Unpar),Taffarel Giovanni Montero

artikel terkait

dewanpers
arrow-up