web analytics

Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

clockSenin, 14 Juni 2021 22:15 WIB user-groupNetizen Alghy Putra Nugraha
Netizen, Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Psikolog Forensik,Kasus,kekerasan seksual,Anak,anak di bawah umur

Ilustrasi anak sebagai korban kekerasan seksual. (Pixabay/Gerd Altmann)

Alghy Putra Nugraha

Seorang Mahasiswa S1 Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia..

Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus kekerasan seksual pada anak di bawah umur di Indonesia. Berdasarkan data SIMFONI PPA, sejak 1 Januari hingga 16 Maret 2021 telah terjadi 1.008 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dan 426 kasus diantaranya adalah kasus kekerasan seksual.

Hal tersebut tentunya harus menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia untuk segera menemukan solusi bagaimana menyelesaikan permasalahan terkait kasus tesebut.

Untuk menemukan solusi yang tepat dibutuhkan integrasi antara hukum dan bidang-bidang ilmu yang lain, salah satunya adalah Psikologi. Psikologi menjadi salah satu bidang ilmu yang dibutuhkan dalam mengungkap suatu kasus tindak pidana. Cabang dalam ilmu Psikologi yang khusus untuk menangani penegakan hukum adalah Psikologi Forensik.

Psikologi forensik dapat didefinisikan sebagai segala bentuk penerapan ilmu psikologi dalam sistem hukum dalam rangka membantu mencapai kebenaran hukum. Psikolog forensik dibutuhkan untuk memeriksa kejiwaan pelaku tindak pidana serta untuk mengungkap seorang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana untuk dapat dianggap mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya serta melakukan pendampingan psikologis terhadap korban maupun pelaku.

Dalam kasus kekerasan seksual khususnya yang terjadi pada anak, peran psikolog forensik sangat vital dalam pemecahan kasus dan penanganan psikologis korban. Anak dalam banyak kasus kekerasan seksual mengalami trauma yang mendalam sehingga sulit untuk menceritakan kembali peristiwa traumatik yang dialaminya karena berisiko memunculkan kembali memori negatif yang membuat dirinya tidak nyaman.

Anak yang harus bersaksi sekaligus sebagai korban mengalami beban psikologis yang berat. Anak perlu didampingi agar mampu melakukan coping atas peristiwa buruk yang terjadi pada dirinya, dan agar bisa memiliki kompetensi untuk memberikan keterangan sebagai saksi di persidangan. Kompetensi anak untuk memberikan kesaksian mensyaratkan kemampuan dasar kognitif dan kapasitas moral anak.

Menurut J. E. B. Myers, ada beberapa persyaratan utama yang digunakan hakim untuk menentukan kompetensi. Anak harus memiliki pengetahuan pribadi tentang fakta-fakta yang berkaitan dengan kasus. Lalu, anak harus memiliki memori yang memadai serta bisa memberikan keterangan dengan jujur dan rinci tanpa kebohongan. Juga saat di pengadilan, pada saat anak mengambil sumpah untuk bersaksi, perlu dipastikan apakah anak memiliki kompetensi untuk hal tersebut atau tidak.

Hak anak sebagai korban dan sebagai saksi dilindungi dan dijamin keamanannya oleh Undang-Undang baik secara fisik, psikologis, dan sosial. Psikolog forensik dibutuhkan untuk mendampingi anak dari saat penyelidikan hingga tahap peradilan guna menjaga hak anak atas perlindungan kondisi psikologis sang anak.

Lalu apa saja peran yang dapat dilakukan oleh Psikolog Forensik saat melakukan pendampingan anak korban kekerasan seksual?

Peran Psikolog forensik dalam pendampingan anak yang pertama adalah melakukan pemberian PFA atau Psychological First Aid pada anak guna menstabilkan kondisi anak. Lalu selanjutnya Psikolog Forensik dapat melakukan asesmen lengkap terkait kondisi psikologis anak. Tujuannya yaitu untuk mengetahui sejauh mana cidera psikologis dan trauma yang dialami anak.

Setelah melakukan asesmen, Psikolog Forensik lalu menyusun program intervensi yang tepat berdasarkan hasil asesmen yang sudah dilakukan untuk memberikan layanan psikologis bagi anak. Intervensi bisa dilakukan secara individual atau secara kelompok bersama keluarga, teman, atau jika korban lebih dari satu bisa dilakukan intervensi bersama anak korban yang lain.

Pendampingan serta pemberian layanan psikologis dilakukan tentunya guna memulihkan kondisi psikologis anak karena itu yang paling utama. Selain itu, hal tersebut juga akan membantu pihak kepolisian dalam menemukan kepingan-kepingan fakta yang dicari dalam penyelesaian kasus yang hanya bisa didapat dari keterangan korban.

Psikolog Forensik memegang peran yang sangat penting dalam penanganan kasus tindak pidana khususnya pada kasus dengan korban yang mengalami trauma mendalam sehingga dibutuhkan pendampingan psikologis untuk memulihkan kondisi psikologisnya.

Sayangnya, Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga Psikolog Forensik. Sehingga, jumlah kasus hukum yang ada tidak sebanding dengan jumlah tenaga Psikolog Forensik yang tersedia.

Semoga kedepannya Indonesia bisa mencetak lebih banyak Psikolog Forensik agar sinergi dengan hukum bisa lebih baik guna mewujudkan penegakkan hukum yang adil dan pemberian intervensi psikologis dalam hukum yang maksimal. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Selebgram Cilik dan Hak Privasi Anak

Netizen Jumat, 30 Juli 2021 | 18:00 WIB

Hak anak atas privasi digital sudah milik mereka sejak lahir.

Netizen, Selebgram Cilik dan Hak Privasi Anak, Selebgram Cilik,Hak Privasi Anak,Selebram,Instagram

Tiga Kata Sederhana Ini Masih Sering Dilupakan dan Diabaikan

Netizen Jumat, 30 Juli 2021 | 16:10 WIB

Ada tiga kata ajaib yaitu tolong, maaf,dan terima kasih, yang kini mulai sukar ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Netizen, Tiga Kata Sederhana Ini Masih Sering Dilupakan dan Diabaikan, Tiga Kata Sederhana,tiga kata ajaib,tolong,maaf,terima kasih

Jaringan Jalan di Baduy Merupakan Bentuk Asli Jalan di Jawa Barat Abad...

Netizen Jumat, 30 Juli 2021 | 13:21 WIB

Jaringan Jalan di Baduy Merupakan Bentuk Asli Jalan di Jawa Barat Abad ke-16 – 17

Netizen, Jaringan Jalan di Baduy Merupakan Bentuk Asli Jalan di Jawa Barat Abad ke-16 – 17 , jalan baduy,Jawa Barat,dipati ukur

Pandemi, Narasi, dan Realitas Menakutkan

Netizen Kamis, 29 Juli 2021 | 23:30 WIB

Efek samping dari narasi seram itu lebih cepat menjalar dari pada pengaruh berbagai obat dan vitamin yang saya konsumsi.

Netizen, Pandemi, Narasi, dan Realitas Menakutkan, Pandemi,Narasi,Realitas,Kasus Covid-19,Isolasi Mandiri,obat covid-19,Virus Corona

GARUDA SHIELD 2021: Indonesia Bermain Cantik!

Netizen Rabu, 28 Juli 2021 | 20:15 WIB

Indonesia-Amerika Serikat telah membuat sejarah panjang dalam latihan militer bersama atau pertukaran perwira militer.

Netizen, GARUDA SHIELD 2021: Indonesia Bermain Cantik!, GARUDA SHIELD,Militer,Indonesia,Amerika Serikat

Mengapa Tak Ada Seruan Berpartisipasi Mengatasi Covid-19?

Netizen Selasa, 27 Juli 2021 | 17:35 WIB

Vaksin dianggap menjadi penyelamat dari serangan virus Corona yang diperkirakan lebih mematikan dari virus flu lainnya.

Netizen, Mengapa Tak Ada Seruan Berpartisipasi Mengatasi Covid-19?, Seruan Berpartisipasi,Mengatasi Covid-19,COVID-19,Virus Corona

Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI)

Netizen Selasa, 27 Juli 2021 | 09:02 WIB

Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI)

Netizen, Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI), UNI,sidolig,Persib,sepakbola,bandung,Teddy Kessler,Wim Kuik

Mengungkap Fakta Kandungan Susu Bear Brand

Netizen Senin, 26 Juli 2021 | 23:00 WIB

Alasannya, karena susu Bear Brand diyakini dapat meredakan paparan Covid-19.

Netizen, Mengungkap Fakta Kandungan Susu Bear Brand, Fakta,Susu,Bear Brand,COVID-19,Sehat,Hoaks

artikel terkait

dewanpers
arrow-up