web analytics

22 Buruh Kena PHK Sepihak, Pemda KBB Diminta Tindak Tegas Perusahaan

clockSenin, 14 Juni 2021 15:55 WIB userRestu Nugraha
Bandung Raya - Ngamprah, 22 Buruh Kena PHK Sepihak, Pemda KBB Diminta Tindak Tegas Perusahaan, PHK sepihak,aksi demonstrasi buruh,PHK tanpa alasan,perusahaan nakal di KBB,Pemkab Bandung Barat,PHK Buruh,pelanggaran PHK Sepihak

Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi demonstrasi di kantor Pemkab Bandung Barat.  (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi demonstrasi di kantor Pemkab Bandung Barat

Mereka meminta pemerintah menindak tegas PT Jin Myoung karena telah melakukan PHK sepihak kepada 22 orang karyawannya.

Sekretaris FSPMI DPW Jabar, Dede Rahmat mengatakan, pihaknya menuntut PT Jin Myoung memperkerjakan kembali karyawan yang di PHK tanpa alasan yang jelas. Selain itu, FSPMI meminta perusahaan untuk patuh terhadap hasil nota pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jabar. 

"Karena awalnya, terjadi PHK terhadap 22 orang dengan alasan habis kontrak. Ternyata pengawas menyatakan bahwa 22 orang itu adalah karyawan tetap. Jadi tidak ada lagi istilah PHK dengan alasan habis kontrak," katanya saat ditemui, Senin 14 Juni 2021.

Ia menambahkan, pihaknya pun meminta perusahaan untuk membayar upah pekerja sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Bandung Barat. Pasalnya, perusahaan hingga kini membayar upah dibawah standar.

"Karena saat ini mereka yang bekerja di PT Jin Myoung hanya diupah 80 ribu perhari, tanpa istirahat lagi," tegasnya.

Dede menyebut, Disnakertrans KBB telah beberapa kali memberikan peringatan kepada pihak perusahaan namun tidak digubris sama sekali. Selain itu, diduga perusahaan tersebut juga melakukan pelanggaran terkait lingkungan hidup.

"Pelanggarannya sudah ada, dan kita temukan juga ada pelanggaran terkait tentang lingkungan hidup, kaya limbah, terus juga kita menemukan baru katanya bahwa  air  artesis disana juga tidak ada ijin," katanya.

Ia meminta, Pemkab Bandung Barat mengambil tindakan tegas terhadap PT Jin Myoung yang dinilai telah melanggar aturan. Jika dibiarkan tidak menutup kemungkinan perusahaan lain di KBB melakukan tindakan serupa.

"karena ketika hal ini dibiarkan, maka  pengusaha yang ada di wilayah KBB itu mengikuti tindakan yang dilakukan PT Jin Myoung. Perusahaan ini juga tidak mengikut sertakan karyawan dalam BPJS ketenagakerjaan atau pun kesehatan," pungkasnya. 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Ada Proyek Pengaspalan, Jalan Bandung-Cianjur Macet

Ngamprah Senin, 2 Agustus 2021 | 19:15 WIB

Arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Cianjur via Citatah mengalami kepadatan, pada Senin, 2 Agustus 2021, sore.

Bandung Raya - Ngamprah, Ada Proyek Pengaspalan, Jalan Bandung-Cianjur Macet, Proyek Pengaspalan,Jalan Bandung-Cianjur,Macet,Kemacetan,Lalu lintas,Kabupaten Bandung Barat,KBB,Cianjur

Dipernakan KBB Waspadai Penularan Covid-19 terhadap Satwa di Kebun Bin...

Ngamprah Senin, 2 Agustus 2021 | 18:50 WIB

Dipernakan KBB menyalakan alarm waspada terkait potensi penularan Covid-19 terhadap satwa liar.

Bandung Raya - Ngamprah, Dipernakan KBB Waspadai Penularan Covid-19 terhadap Satwa di Kebun Binatang, Dipernakan,KBB,Kabupaten Bandung Barat,Penularan Covid-19,Satwa,Harimau,Kebun Binatang

Harga Anjlok, Petani Bunga Aster dan Pikok di Lembang Rugi Puluhan Jut...

Ngamprah Senin, 2 Agustus 2021 | 18:25 WIB

Kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat komoditi anjlok dari harga Rp15 ribu menjadi Rp7 ribu selama PPKM Level 4.

Bandung Raya - Ngamprah, Harga Anjlok, Petani Bunga Aster dan Pikok di Lembang Rugi Puluhan Juta Rupiah, Petani Bunga,Harga Anjlok,Aster,Pikok,Lembang,Rugi Puluhan Juta Rupiah,PPKM Level 4,PPKM Darurat,kalender hijriah

Pasar Tagog Padalarang Dipastikan Rampung Sesuai Target

Ngamprah Senin, 2 Agustus 2021 | 18:00 WIB

 Pembangunan Pasar Tagog Padalarang tak terpengaruh pandemi Covid-19, proyek ini ditargetkan rampung sesuai target.

Bandung Raya - Ngamprah, Pasar Tagog Padalarang Dipastikan Rampung Sesuai Target, Pasar Tagog,Padalarang,pandemi covid-19,KBB,Kabupaten Bandung Barat,Pembangungan Pasar Tagog

Nasib Pelatih Sekolah Sepak Bola di Tengah Pandemi

Ngamprah Minggu, 1 Agustus 2021 | 08:40 WIB

Sejumlah pelatih sekolah sepak bola terdampak pandemi Covid-19.

Bandung Raya - Ngamprah, Nasib Pelatih Sekolah Sepak Bola di Tengah Pandemi, Pelatih Sekolah Sepak Bola,Pandemi Covid-19,Sekolah Sepak Bola,SSB,Kabupaten Bandung Barat,PSSI,Sepak Bola

Hengky Kurniawan Sebut Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 KBB Meningkat

Ngamprah Jumat, 30 Juli 2021 | 19:00 WIB

Tren kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mengalami peningkatan.

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Sebut Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 KBB Meningkat, Hengky Kurniawan,Angka Kesembuhan,Pasien Covid-19,KBB,Kabupaten Bandung Barat,Bed Occupancy Rate

Ada Pungutan Biaya Pemakaman Khusus Covid-19 di KBB, Ini Penyebabnya

Ngamprah Jumat, 30 Juli 2021 | 18:40 WIB

Beberapa warga dipungut biaya pemakaman hingga jutaan rupiah di TPU khusus pasien Covid-19, Desa Rajamandala Kulon, Keca...

Bandung Raya - Ngamprah, Ada Pungutan Biaya Pemakaman Khusus Covid-19 di KBB, Ini Penyebabnya, Pungutan Biaya,Pemakaman Khusus,COVID-19,Keluarga Pasien,KBB,TPU khusus,Pasien Covid-19,Kabupaten Bandung Barat,Cipatat

Pelaku Wisata KBB Tak Mau Ikut Pasang Bendera Putih, Apa Alasannya?

Ngamprah Jumat, 30 Juli 2021 | 16:40 WIB

Di tengah Pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat-Level 4, industri wisata Bandu...

Bandung Raya - Ngamprah, Pelaku Wisata KBB Tak Mau Ikut Pasang Bendera Putih, Apa Alasannya?, Bendera Putih Pelaku Usaha,Pelaku Wisata KBB,gerakan pasang bendera putih,Industri wisata KBB,Kondisi Pariwisata di Bandung Barat

artikel terkait

dewanpers
arrow-up