web analytics

1 Ton Sampah Diangkut dari Jalur Gede-Pangrango

clockSenin, 14 Juni 2021 05:37 WIB userRepublika.co.id
Umum - Regional, 1 Ton Sampah Diangkut dari Jalur Gede-Pangrango, Gunung Gede Pangrango Cianjur,Taman Gunung Gede Pangrango,Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,Taman Gunung Gede Gede Pangrango,Gunung Gede Pangrango,sampah

Ilustrasi puncak gunung. (Dan Fador dari Pixabay )

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Satu ton lebih sampah diangkut dari dua jalur pendakian Gunung Gede-Pangrangoyang berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sampah tersebut terkumpul dalam kegiatan pembersihan yang dilakukan oleh sukarelawan selama dua hari.

Dilansir dari Republika.co.id, Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Poppy Oktadiyani saat dihubungi lewat telepon pada Ahad (13/6), menjelaskan bahwa 142 sukarelawan mengumpulkan 828 kilogram sampah di jalur pendakian Ciputridan 295,5 kilogram sampah di jalur pendakian Cibodas. "Sampah plastik yang paling banyak, seperti botol bekas air mineral, bungkus mi instan, dan kaleng," katanya.

"Sampah tersebut ditinggalkan pendaki. Padahal sebelum naik sudah diwajibkan bagi pendaki untuk membawa kembali sampah yang mereka bawa," ia menambahkan.

Relawan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Niko Rastagil, mengatakan bahwa pemandu dan petugas taman nasional sudah selalu mengingatkan pendaki supaya tidak meninggalkan sampah di kawasan taman nasional. "Kami selalu ingatkan pendaki agar tidak meninggalkan sampah sekecil apa pun, terlebih sampah plastik," katanya.

Ia mengemukakan, pendaki gunung dan pencinta alam semestinya peduli pada kebersihan dan kelestarian lingkungan. "Jangan sampai mereka mengaku pencinta alam tapi meninggalkan sampah," kata Niko.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrangoakan menggencarkan kampanye budaya bersih ke pendaki supaya mereka tidak lagi meninggalkan sampah saat melakukan pendakian. "Kami mengimbau bagi pendaki untuk membawa kembali sampahnya saat turun agar kelestarian dan kebersihan jalur pendakian tetap terjaga," kata Poppy.

Pendakian Dibatasi

Jalur Pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah dibuka kembali. Namun kapasitasnya dibatasi, yakni hanya 300 orang per hari.

"Sekarang 300 orang per hari. Lebih dari itu tidak kami keluarkan (izinkan) untuk mendaki," ujar Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021), dilansir dari Suara.com.

Wahju menyebut sebelum pandemi, kapasitas pendaki di TNGGP sebanyak 600 orang. Namun saat ini kuota para pendaki di masa pandemi dibatasi yakni 300 orang per hari

"Kalau pengurangan pasti, karena kuotanya memang kita turunkan. Dari 600 orang jadi 300 per hari. Full bookingnya setiap hari libur atau weekend itu pasti full," tutur dia.

Adapun para pendaki bisa memesan tiket melalui online tiga hari sebelumnya. Para pendaki dapat memesan tiket melalui situs resmi http://booking.gedepangrango.org/.

"Kami buka dengan cara sistem boking online. Bisa dari mana saja silahkan. Disitu nanti validasinya bisa real time.Bookingnya tiga hari sebelum pendakian. Disitu nanti verifikasi dan validasinya bisa langsung real-time termasuk pembayaran," tutur Wahju.

Meski sudah membuka kembali jalur pendakian, pihaknya menentukan waktu pendakian. Hal tersebut untuk memudahkan pengawasan dan meningkatkan keselamatan para pendaki. Yakni waktu pendakian dari mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 WIB.

"Penentuan jam pendaki kita mulai mendaki itu disiang hari dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, supaya memudahkan pengawasan kemudian meningkatkan keselamatan kenyamanan pendakian dan memudahkan kalau diperlukan evakuasi. Kita tidak perkenankan mendaki malam hari, hanya sampai pukul 18.00," ucap dia.

Wahju mengungkapkan pihaknya banyak menerima telepon dari orangtua para pendaki yang belum pulang ke rumah. Karena itu TNGGP menerapkan sistem online untuk memudahkan pendataan keluar masuknya pendaki.

"Karena kita sering mendapatkan telepon dari keluarga pendaki yang menyampaikan bahwa anaknya belum pulang, sudah mendaki dari tanggal berapa bilang pulang," ucap Wahju.

"Selama data itu terecord oleh kita kita bisa sampaikan dan bisa cari kemana anaknya.
Karena ketahuan dari booking online dia mendaki dari mana dan mau keluar dari mana, jadi track nya lebih mudah untuk pencarian," sambungnya.

Tak hanya itu, Wahju meminta para pendaki untuk menjadi pendaki yang cerdas, bukan pendaki yang legal.

"Pendaki yang cerdas itu adalah pendaki yang bertanggung jawab, mendaki secara legal, karena tidak merugikan negara, jadi pemasukkan negara. Kemudian keselamatan jadi lebih terjamin semua datanya ada di kita," katanya menambahkan.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Polresta Bogor Kota Gelar Upacara Bendera di Lokasi Vaksinasi

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 11:32 WIB

Memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Polresta Bogor Kota menggelar upacara singkat di lokasi vaksi...

Umum - Regional, Polresta Bogor Kota Gelar Upacara Bendera di Lokasi Vaksinasi, Upacara Bendera,Upacara bendera 17 Agustus,Polresta Bogor Kota,Upacara bendera di Bogor,Lokasi Vaksinasi Kota Bogor

Triple Untung Plus, Ringankan Masyarakat Subang Bayar Pajak Kendaraan...

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 11:20 WIB

Triple Untung Plus yang baru diluncurkan Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat membantu masyarakat di Kabupaten Subang dala...

Umum - Regional, Triple Untung Plus, Ringankan Masyarakat Subang Bayar Pajak Kendaraan Bermotor, Triple Untung Plus,Pajak Kendaraan,Pajak Kendaraan Bermotor (PKB),Samsat Subang,lovita adriana rosa

Tak Ada Lagi WiFi Gratis di 799 RW di Kota Bogor

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 10:50 WIB

Hal tersebut lantaran pada Agustus ini, murid-murid di Kota Bogor akan mendapatkan bantuan kuota dari Kementerian Pendid...

Umum - Regional, Tak Ada Lagi WiFi Gratis di 799 RW di Kota Bogor, WiFi Gratis Bogor,wifi,Kuota Gratis Kemendikbud 2021,Bogor

Setahun Tidak Ada Kejelasan, Belasan Calon TKI 'Ontrog' Rumah Calo Spo...

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 21:00 WIB

Secara keseluruhan, korban calo sponsor TKI dengan inisial SP (48) itu mencapai 70 orang.

Umum - Regional, Setahun Tidak Ada Kejelasan, Belasan Calon TKI 'Ontrog' Rumah Calo Sponsor, Calon TKI,Calo Sponsor,Korban,Penipuan,Tenaga Kerja Indonesia

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Semangat Meriahkan Agustusan di Cianjur

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 20:20 WIB

Meski masih masa pandemi Covid-19, warga Cianjur masih gigih memeriahkan Hari Kemerdekaan RI 2021 ke-76.

Umum - Regional, Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Semangat Meriahkan Agustusan di Cianjur, Pandemi Covid-19,Agustusan,Cianjur,Hari Kemerdekaan RI ke-76,17 Agustus 2021

WFH Sering Dipakai Jalan-jalan, ASN Cianjur Akan Dipantau Aplikasi

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 16:01 WIB

 Pemerintah Kabupaten Cianjur akan memantau aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya dengan menggunakan aplikasi khus...

Umum - Regional, WFH Sering Dipakai Jalan-jalan, ASN Cianjur Akan Dipantau Aplikasi, ASN Cianjur,Herman Suherman,Cianjur,WFH ASN Cianjur

Truk Alami Rem Blong di Puncak, Seorang Pejalan Kaki Tewas Terlindas

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 14:24 WIB

Kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Puncak, Kampung Ciloto, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Senin, 2...

Umum - Regional, Truk Alami Rem Blong di Puncak, Seorang Pejalan Kaki Tewas Terlindas, truk terguling Puncak,truk terguling Ciloto,kecelakaan Ciloto,kecelakaan puncak

Ketika Bima Arya Pasrah Diroasting Habis-habisan

Regional Senin, 2 Agustus 2021 | 12:43 WIB

Komika asal Bogor Fajar Nugra melakukan roasting kepada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam acara Panggung Virtual...

Umum - Regional, Ketika Bima Arya Pasrah Diroasting Habis-habisan, roasting Bima Arya,Fajar Nugra,Wali Kota Bogor Bima Arya,Bima Arya,Stand Up Comedy

artikel terkait

dewanpers
arrow-up