web analytics

Ratusan Ribu Pil Psikotropika dari Tasik Dijual ke 3 Kota Besar, Termasuk Bandung

clockMinggu, 13 Juni 2021 10:40 WIB userHeru Rukanda
Umum - Regional, Ratusan Ribu Pil Psikotropika dari Tasik Dijual ke 3 Kota Besar, Termasuk Bandung, pengedar narkoba Tasikmalaya,Peredaran narkoba Tasikmalaya,narkoba tasikmalaya,kasus narkoba Tasik,pengguna narkoba tasikmalaya,Tasikmalaya

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan bersama BNN memperlihatkan obat psikotropika yang diproduksi di 2 rumah kontrakan di Perumahan Bumi Resik Indah Kota Tasikmalaya, Sabtu, 12 Juni 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 700.000 butir pil berlogo YY dan LL ditemukan dari 2 rumah kontrakan yang digerebek petugas gabungan BNN dan Kepolisian, di Perumahan Bumi Resik Indah Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu, 12 Juni 2021.

Petugas juga menemukan barang bukti lainnya berupa serbuk putih dan cairan alkohol yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat terlarang tersebut. Selain itu, dari rumah kontrakan yang berada di Blok A nomor 3 dan A nomor 5 tersebut, ditemukan juga mesin pencetak obat, mesin open, dan beberapa karung bahan baku seperti lakstosa, glocel, dan cairan alkohol 70%.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan mengatakan,  mesin pencetak obat yang ditemukan di dalam kamar mampu memproduksi 200.000 butir dalam kurun waktu 4 hari. Artinya dalam sehari obat terlarang yang diproduksi sekira 5.000 butir.

"Yang kita temukan itu sekitar 700.000 butir. Obat-obat terlarang diedarkan ke Jakarta, Bandung, dan Surabaya," ujar Doni, saat meliris hasil penggerebekan di tkp, Sabtu, 12 Juni 2021.

Menurutnya, ada 6 terangka dalam bisnis pembuatan obat terlarang tersebut mulai dari pemilik, peracik, pencetak, kurir, hingga pembelinya. Ke 6 tersangka tersebut masing-masing berinisial YA sebagai pemilik, AS sebagai kurir, ABP, IS, SU sebagai peracik dan pencetak, dan SO sebagai pembelinya.

"Pembelinya kita amankan di Bandung," ucapnya.

Ia mengatakan, dari keterangan tersanga YA, obat yang termasuk golongan psikotropika tersebut tidak diedarkan di Tasikmalaya. Peredaran obat tersebut dilakukan melalui jasa expedisi ke wilayah Bandung,Jakarta, dan Surabaya. Obat tersebut dijual seharga Rp10.000 per butir.

"Bahan bakunya didatangkan dari Cilacap. Obat ini merupakan obat keras karena memang salah satu campurannya alkohol 70%. Jika dikonsumsi akan menyebabkan pusing," kata dia.

Doni menambahkan, untuk pengembangan kasusnya lebih lanjut, semua tersangka dan barang bukti akan dilimpahkan ke Polda Jabar.

Diberitakan sebelumnya, 2 rumah kontrakan di Perumahan Bumi Resik Indah Blok A 3 dan A5, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya yang diduga dijadikan tempat produksi narkoba jenis pil digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Sabtu, 12 Juni 2021.

Pantauan Ayotasik.com di lokasi penggerebekan, sejumlah petugas berpakaian preman berada di dalam dan luar rumah bercat hijau yang jaraknya sekira 10 meter dari pos satpam gerbang masuk perumahan.

Menurut ketua RT 01 perumahan Bumi Resik Indah, Apeng (56) sekira pukul 07.00 WIB dirinya diberitahu tetangganya bahwa ada penggerebakan rumah di lingkungan oleh petugas dari BNN. Ia kemudian langsung ke lokasi dan ternyata benar sudah banyak petugas berpakaian preman dan diantaranya memakai rompi bertuliskan BNN.

"Rumah yang digerebek itu rumahnya Pak Adit. Ia mengontrak 2 rumah milik pak Arif Budiman dan bu Mega. Tadi saya diajak masuk ke dalam rumah dan diperlihatkan ada mesin di kamar yang katanya mesin percetakan. Ada juga serbuk seperti tepung yang katanya bahan baku," ujar Apeng.

Ia menuturkan, petugas juga memperlihatkan 2 kantong bening berisi obat-obatan berwarna putih. Dirinya merasa kaget lantaran tidak menyangka jika selama 2 tahun ini 2 rumah yang dikontrak pasangan suami istri asal Cibeureum tersebut diduga dijadikan pabrik pembuatan narkoba jenis obat.

"Terus terang kaget pak. Saya gak nyangka. Padahal suami istri itu baik dan bergaul dengan masyarakat," ucapnya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Tingkat Keterisian Rumah Sakit Cianjur Menurun, Hanya RSUD Sayang Masi...

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 21:00 WIB

Rata-rata tingkat ketirisian kamar bagi pasien Covid-19 di tiga rumah sakit di Kabupaten Cianjur sudah mulai menurun.

Umum - Regional, Tingkat Keterisian Rumah Sakit Cianjur Menurun, Hanya RSUD Sayang Masih Tinggi, Tingkat keterisian,Rumah Sakit,Cianjur,RSUD Sayang

Perhatikan Hal Ini Selama Isoman, Imbauan dari Satgas Covid-19

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 20:25 WIB

Syarat warga yang terpapar harus isolasi mandiri, di antarnya tidak bergejala, gejala ringan, dan lingkungan rumah harus...

Umum - Regional, Perhatikan Hal Ini Selama Isoman, Imbauan dari Satgas Covid-19, Isoman,Isolasi Mandiri,Satgas Covid-19,Terpapar Covid-19

Pedagang Pasar Bisa Jualan Kembali, Asal Sudah Divaksin

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 17:29 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) berencana bakal melonggarkan secara bertahap, terhadap sejumlah sektor perekonomian di masa per...

Umum - Regional, Pedagang Pasar Bisa Jualan Kembali, Asal Sudah Divaksin, Vaksin Covid-19,Vaksin Covid-19 Kota Bogor,Vaksin covid-19 pedagang,Pedagang Pasar,pemkot bogor

Obat Gratis Diprioritaskan untuk Pasien Isoman 40 Tahun ke Atas

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 14:10 WIB

Bantuan untuk masyarakat yang terdampak kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4 terus di...

Umum - Regional, Obat Gratis Diprioritaskan untuk Pasien Isoman 40 Tahun ke Atas, Bantuan Covid-19,Bantuan Obat Gratis,Bantuan Obat Gratis di Tasik,Pemkot Tasikmalaya

Sempat Berteriak, Pemilik Warung Kopi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 13:46 WIB

Pemilik warung kopi berinisial NL ditemukan meninggal dunia di warung kopi miliknya di Jalan Abdullah bin Nuh Warga RT 0...

Umum - Regional, Sempat Berteriak, Pemilik Warung Kopi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Pemilik warung kopi tewas,Kriminal Bogor,Pembunuhan di Bogor,Pembunuhan di Bogor Barat,Polresta Bogor Kota

Program Karaos, Membangun Pertanian Cianjur di Tengah Pandemi

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 13:39 WIB

Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur gencar menanam kentang dan cabai dalam program Kawasan Pertanian Super Prioritas (KARA...

Umum - Regional, Program Karaos, Membangun Pertanian Cianjur di Tengah Pandemi, Program Karaos,Program Petani manjut,Pemkab Cianjur,Wakil Bupati Cianjur TB Mulyana Syahrudin

Bantuan Beras 10 Kg dan Uang Rp600 Ribu Mulai Dikirim

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 11:35 WIB

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mendistribusikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kem...

Umum - Regional, Bantuan Beras 10 Kg dan Uang Rp600 Ribu Mulai Dikirim , bantuan beras 10 kg,Bantuan uang Rp600 ribu,Bantuan Covid-19,bantuan covid-19 di Bogor,pemkot bogor

Update Covid-19 Jabar 23 Juli 2021: Tambah10.499 Kasus

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 11:22 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) sebanyak 547.255 kasus setelah bertambah 10.499 kasus pada Jumat, 23 Juli 2021.

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar 23 Juli 2021: Tambah10.499 Kasus, Kasus Covid-19 Jabar,Update Covid-19 Jabar,Update covid-19 Jabar terbaru,Update Covid-19 Jawa Barat,Update Covid-19 di Jabar,Data Covid-19 Jabar terbaru,data covid-19 jabar hari ini

artikel terkait

dewanpers
arrow-up