web analytics
  

KPK Perpanjang Masa Tahanan Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara Sutisna

Jumat, 11 Juni 2021 17:50 WIB Restu Nugraha
Bandung Raya - Ngamprah, KPK Perpanjang Masa Tahanan Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara Sutisna, Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara Sutisna,Masa Tahanan Bupati Bandung Barat Nonaktif,KPK Tahan Aa Umbara,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Korupsi Pengadaan Covid-19,Korupsi KBB,korupsi bandung barat

Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara Sutisna. (Suara.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa penahanan tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang tanggap darurat Covid-19 pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat tahun 2020.

Plt Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri mengatakan, para tersangka yakni Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara Sutisna, M Totoh Gunawan dan Andri Wibawa diperpanjang selama 30 hari.

"Perpanjangan masa penahanan bagi dua tersangka yakni AUM dan AW dimulai sejak tanggal 8 Juni sampai 7 Juli 2021 sedangkan MTG mulai 31 Mei sampai 29 Juni 2021," kata Ali melalui keterangan tertulis, Jumat 11 Juni 2021.

Ia menambahkan, perpanjangan masa penahanan tersebut guna kebutuhan pengumpulan alat bukti dengan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

"Tim Penyidik memperpanjang masa penahanan Tsk AUM (Aa Umbara Sutisna) dkk, masing-masing selama 30 hari berdasarkan penetapan penahanan pertama Ketua PN Jakarta Pusat," pungkasnya.

Sebelumnya KPK memperpanjang masa penahanan  AUM dan AW selama 40 hari terhitung sejak 29 April 2021 sampai 7Juni 2021 di Rutan KPK Kavling C1.

Sementara itu, M Totoh Gunawan juga sebelumnya mengalami penambahan masa penahanan terhitung sejak 21 April 2021 sampai dengan 30 Mei 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

KPK menduga Aa Umbara terlibat konflik kepentingan dalam pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020 

KPK menduga AUM telah menerima uang sejumlah sekitar Rp1 miliar. Sedangkan M Totoh diduga telah menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2 milliar dan Andri juga diduga menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2,7 miliar.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Covid KBB Tembus 100 per Hari, Hengky Kurniawan Tarik Rem Darurat

Ngamprah Rabu, 23 Juni 2021 | 16:00 WIB

Kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus melonjak. Bahkan, angka kasus harian di KBB mencapai 100 per hari....

Bandung Raya - Ngamprah, Covid KBB Tembus 100 per Hari, Hengky Kurniawan Tarik Rem Darurat, Covid KBB,ledakan kasus Covid-19 di KBB,Lonjakan kasus covid-19 di KBB,Kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat,angka kasus harian covid-19 di KBB,penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat

Viral! Kisah Warga KBB Kuburkan Jenazah Covid-19 Sendiri, Ini Faktanya

Ngamprah Rabu, 23 Juni 2021 | 15:47 WIB

Media sosial Twitter digegerkan oleh kisah seorang warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) menguburkan jenazah keluarganya y...

Bandung Raya - Ngamprah, Viral! Kisah Warga KBB Kuburkan Jenazah Covid-19 Sendiri, Ini Faktanya, Jenazah Covid-19,Pemulasaran Jenazah Covid-19,Penolakan Jenazah Covid-19,Jenazah Covid-19 Viral,Kasus Covid-19 KBB,Pengurusan Jenazah Covid-19 KBB,bantuan pemulasaraan jenazah covid-19

KPK Periksa 12 Saksi Kasus Pengadaan Bansos Covid KBB, Dari Pejabat hi...

Ngamprah Rabu, 23 Juni 2021 | 14:48 WIB

omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi...

Bandung Raya - Ngamprah, KPK Periksa 12 Saksi Kasus Pengadaan Bansos Covid KBB, Dari Pejabat hingga Pensiunan, Korupsi Pengadaan Bansos Covid KBB,Korupsi Bansos Covid KBB,Korupsi Bansos KBB,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),dugaan korupsi Bansos Covid KBB,Bansos Covid KBB

19 Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Gununghalu KBB Sempat Ditutup

Ngamprah Rabu, 23 Juni 2021 | 12:20 WIB

Sebanyak 19 tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpapar Covid-19.

Bandung Raya - Ngamprah, 19 Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Gununghalu KBB Sempat Ditutup, Nakes,Terpapar Covid-19,Puskesmas Gununghalu,KBB,Kabupaten Bandung Barat

KPK Bakal Ngantor Lagi di Pemkab Bandung Barat, Ada Apa?

Ngamprah Selasa, 22 Juni 2021 | 15:40 WIB

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bakal ngantor di kompleks Pemda Bandung Barat, mulai 22-25 Juni...

Bandung Raya - Ngamprah, KPK Bakal Ngantor Lagi di Pemkab Bandung Barat, Ada Apa?, korupsi Pemkab Bandung Barat,KPK Periksa 7 Orang Saksi Kasus Korupsi Pemkab Bandung Barat,Saksi korupsi Pemkab Bandung Barat,Aa Umbara Tersangka,Korupsi Aa Umbara,kpk

Bandung Barat Pilih Opsi PPKM Mirko Ketimbang Lockdown

Ngamprah Selasa, 22 Juni 2021 | 14:48 WIB

Usulan lockdown kembali mengemuka sebagai salah satu opsi untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah pada...

Bandung Raya - Ngamprah, Bandung Barat Pilih Opsi PPKM Mirko Ketimbang Lockdown, PPKM Mirko KBB,Lockdown KBB,Usulan lockdown di Bandung Barat,Usulan lockdown KBB,Lonjakan kasus covid-19 di KBB,Angka kasus Covid-19 KBB,Kasus Covid-19 di KBB,PPKM mikro di Bandung Barat,pengetatan PPKM mikro KBB

Penutup Wisata KBB Diperpanjang Hingga 5 Juli 2021

Ngamprah Selasa, 22 Juni 2021 | 14:11 WIB

Keputusan ini diambil menyusul KBB masih masuk zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Bandung Raya - Ngamprah, Penutup Wisata KBB Diperpanjang Hingga 5 Juli 2021, objek wisata,Objek wisata KBB,objek wisata di KBB,objek wisata di Kabupaten Bandung Barat,Penutupan objek wisata di KBB,KBB Zona Merah Covid-19,Kasus Covid-19 KBB,Penutup Wisata KBB Diperpanjang,Wisata KBB Ditutup

Tampung Aspirasi Warga, Hengky Kurniawan Buat Aplikasi Lapor Kang Heng...

Ngamprah Senin, 21 Juni 2021 | 18:44 WIB

Pemkab Bandung Barat menyiapkan aplikasi bagi warga yang terhubung langsung dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait....

Bandung Raya - Ngamprah, Tampung Aspirasi Warga, Hengky Kurniawan Buat Aplikasi Lapor Kang Hengky, Pemkab Bandung Barat,Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,Aplikasi Lapor Kang Hengky

artikel terkait

dewanpers