web analytics
  

Ini Dampak Berantai Penerapan PPN Sembako Menurut INDEF

Jumat, 11 Juni 2021 20:43 WIB
Umum - Nasional, Ini Dampak Berantai Penerapan PPN Sembako Menurut INDEF, indef,PPN Sembako,PPN Bahan Pokok,Rencana Pemerintah Kenakan Pajak Sembako,Pajak bahan pokok,INDEF PPN Sembako

Penjualan semabko di pasar tradisional. (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM - Rencana pemerintah menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sembako dan pendidikan dinilai akan menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Penerapan PPN sembako dan pendidikan memiliki dampak berantai terhadap sektor ekonomi yang berujung pada penurunan pertumbuhan ekonomi. 

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memaparkan efek domino yang ditimbulkan jika sembako dan sektor pendidikan dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Kalau sembako keterangan resminya akan naik 12 persen. Wah bayangkan kalau sembako naik sekitar 12 persen kira-kira apa yang akan terjadi? Besar enggak?,” katanya kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Tauhid menyatakan jika bahan-bahan makanan pokok masyarakat atau sembako dikenai PPN maka harganya semakin mahal sehingga konsumen otomatis akan menurun.

“Pastinya konsumen akan menjerit karena harga semakin mahal. Konsumen akan menyesuaikan terutama kelompok menengah ke bawah,” ujarnya.

Ia mengatakan jika barang-barang yang dikonsumsi turun, maka penjualan juga akan menurun yang pada akhirnya mempengaruhi hulunya yakni industri dan pengusaha.

Tauhid menjelaskan industri atau pelaku usaha akan mengurangi jumlah produksi, akibatnya jumlah tenaga kerja harus efisien baik pengurangan waktu jam kerja hingga upah.

Ia melanjutkan secara umum dampak berantainya yakni pendapatan masyarakat akan berkurang.

“Ketika PPN naik otomatis dampak besarnya pendapatan masyarakat turun, konsumsi turun, daya beli turun,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan rencana pemberlakuan PPN terhadap sembako juga berpotensi menaikkan tingkat kemiskinan di Indonesia.

Sementara untuk PPN pendidikan, Tauhid menegaskan rencana ini sangat merugikan sekolah-sekolah swasta, terutama di pedesaan.

“Iya (terancam tutup) seperti sekolah-sekolah swasta di desa kan tidak bisa dikecualikan,” ujarnya.

Secara keseluruhan Tauhid mengingatkan pemberlakuan PPN terhadap sembako dan sektor pendidikan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Oleh sebab itu ia menyarankan agar upaya reformasi perpajakan dapat lebih didorong melalui upaya lain seperti intensifikasi, meningkatkan kepatuhan, penegakan hukum, dan perluasan basis pajak baru.

“Ini menurut saya yang harusnya menjadi pokok dan pemerintah bisa layani lebih baik ternyata enggak bisa,” tegasnya.

Di sisi lain, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menegaskan Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) masih perlu disiapkan dan didiskusikan.

Yustinus menyatakan RUU KUP harus didiskusikan di masa pandemi COVID-19 sebagai upaya mempersiapkan Indonesia menyambut peluang setelah krisis kesehatan ini berakhir.

“Rancangan ini perlu disiapkan dan didiskusikan di saat pandemi, justru karena kita bersiap. Bukan berarti akan serta merta diterapkan di saat pandemi. Ini poin penting: timing,” jelasnya dalam akun twitter resmi @prastow yang dikutip di Jakarta, Jumat 11 Juni 2021.
 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Bareskrim Polri Sudah Kantongi Identitas Penjual Data BPJS Kesehatan

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 23:05 WIB

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengklaim bahwa Bareskrim Polri telah mengantongi profil pelaku...

Umum - Nasional, Bareskrim Polri Sudah Kantongi Identitas Penjual Data BPJS Kesehatan, Penjual Data BPJS Kesehatan,data bpjs kesehatan bocor,Data BPJS Kesehatan Dijual,Bareskrim Polri

Tertinggi Sejak Pandemi, Ada 5.453 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 21:53 WIB

Sebanyak 5.453 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta P...

Umum - Nasional, Tertinggi Sejak Pandemi, Ada 5.453 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet,RS Darurat Covid-19 (RSDC),RSDC Wisma Atlet,Pasien Covid-19 Wisma Atlet Membludak

BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021, Ini Cara Lapor Bantuan Subsidi Upah Ber...

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 16:11 WIB

BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021, Ini Cara Lapor Jika Tak Kunjung Menerima

Umum - Nasional, BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021, Ini Cara Lapor Bantuan Subsidi Upah Bermasalah, blt bpjs ketenagakerjaan 2021,BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,bantuan subsidi upah,bsu,Update BLT Hari Ini,cara lapor tidak mendapat blt,blt

Prokes tak Cukup Tangkal Virus Corona Varian Delta, Ini Saran Epidemio...

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 14:59 WIB

Varian virus corona B.1.617.2 atau Delta yang pertama kali ditemukan di India menjadi penyebab terjadinya lonjakan kasus...

Umum - Nasional, Prokes tak Cukup Tangkal Virus Corona Varian Delta, Ini Saran Epidemiolog, Virus Corona Varian Delta,Gejala Terinveksi Virus Corona Varian Delta,Tanda terinveksi Virus Corona Varian Delta,varian baru Covid-19,Varian Baru Covid-19 India,varian delta,Varian Delta India,Varian Delta Covid-19,Cara tangkal varian delta

Pemerintah Terbitkan Aturan Sertifikasi Produk Halal, Berapa Tarifnya?

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 13:10 WIB

Aturan tersebut mencakup tarif layanan utama dan tarif layanan penunjang.

Umum - Nasional, Pemerintah Terbitkan Aturan Sertifikasi Produk Halal, Berapa Tarifnya?, Aturan Sertifikasi Produk Halal,Tarif Sertifikasi Produk Halal,tarif layanan Jaminan Produk Halal,sertifikasi halal,besaran tarif sertifikasi halal

Varian Alpha, Beta, dan Delta Covid-19 Ditemukan di Jakarta

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 12:05 WIB

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengungkapkan bahwa saat ini ditemukan tiga varian baru Covid-19 di ibu k...

Umum - Nasional, Varian Alpha, Beta, dan Delta Covid-19 Ditemukan di Jakarta, VArian Alpha,Varian Beta,Varian Delta Covid-19,varian Covid-19 baru,varian Covid-19

Mendagri: Kantor di Zona Merah Covid-19 Diminta WFH 75%

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 10:52 WIB

Naiknya tren penularan kasus aktif COVID-19 dalam beberapa hari terakhir disinyalir akibat masyarakat abai dalam menerap...

Umum - Nasional, Mendagri: Kantor di Zona Merah Covid-19 Diminta WFH 75%, Zona Merah Covid-19,lonjakan kasus Covid-19,Work From Home (WFH),perpanjangan PPKM mikro,angka kasus covid-19 di Indonesia,tren penularan kasus aktif COVID-19

Masuk UI lewat SBMPTN 2021? Perhatikan 4 Tahapan Registrasi Ulang Ini

Nasional Selasa, 15 Juni 2021 | 10:30 WIB

Universitas Indonesia (UI) menerima 1.658 mahasiswa baru S1 Reguler.

Umum - Nasional, Masuk UI lewat SBMPTN 2021? Perhatikan 4 Tahapan Registrasi Ulang Ini, SBMPTN 2021,Universitas Indonesia,UI,Registrasi Ulang
dewanpers