web analytics
  

PPN untuk Sembako Makin Menyengsarakan Rakyat Banyak

Jumat, 11 Juni 2021 17:40 WIB Gelar Aldi S
Bandung Raya - Bandung, PPN untuk Sembako Makin Menyengsarakan Rakyat Banyak, PPN untuk sembako,Sembako,PPN,Permerintah,Kebijakan

Aktivitas pedagang di Pasar Kosambi, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis 10 Juni 2021. Pemerintah berencana mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi bahan kebutuhan pokok atau sembako sebesar seperti yang tertera dalam revisi Undang-undang (UU) No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Rencana kebijakan menjadikan PPN untuk sembako makin menyengsarakan rakyat banyak.

Pernyataan itu diungkapkan Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN-RI) Firman Turmantara.

Belum lagi, lanjut Firman, ada rencana kebijakan yang akan menghapuskan sanksi pidana bagi pengemplang pajak.

"Agaknya semakin jauhlah amanat konstitusi untuk menyejahterakan rakyat (walfare state)," kata Firman kepada Ayobandung.com, Jumat, 11 Juni 2021.

Selain menyengsarakan rakyat, Firman menilai kebijakan PPN untuk sembako itu juga tak tepat jika diterapkan dalam masa pandemi Covid-19.

Sebab menurutnya, kini para pedangang sedang dalam kondisi sulit, karena 50 persen omzet dagang menurun. Ia mencotohkan, seperti harga cabai yang sempat sampai Rp100.000 pada bulan lalu ditambah harga sapi yang belum stabil pun akan dikenai PPN.

"Pedagang tentun tak akan menjual karena ekonomi sedang menurun, dan daya beli masyarakat rendah, akibatnya akan membuat pedagang gulung tikar," ujarnya.

Cabut Kebijakan PPN untuk Sembako

Pemerintah pusat berencana kenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembako, seperti beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, telur susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-buan, dan gula. 

Hal itu tercantum dalam dalam Draf Revisi Kelima Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Tak pelak, Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Indonesia (BPKN-RI) Firman Turmantara meminta Pemerintah untuk mencabut kembali rencana kebijakan tersebut terutama bahan pokok sebagai objek pajak.

"Apalagi kebijakan tersebut tetap dilaksanakan dalam masa pandemi dan situasi perekonomian yang sedang sulit, tentunya pasti menyengsarakan rakyat banyak dan berdampak panjang bahkan bisa memunculkan konflik/kerusuhan sosial," kata Firman kepada Ayobandung.com, Jumat, 11 Juni 2021.

Firman mengatakan, kebijakan itu tidak lagi menyebutkan sembako termasuk dalam objek yang PPN-nya dikecualikan.

Semula, barang-barang itu dikecualikan dalam PPN yang diatur dalam aturan turunan, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 116/PMK.010/2017.

"Sedangkan dalam draf RUU pasal 4A, sembako dihapus dalam kelompok barang yang dikenai PPN," tutupnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Pemkot Bandung Bantu Warga Astanaanyar Terdampak Kebakaran

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 22:49 WIB

Pemkot Bandung memberikan bantuan untuk warga Kecamatan Astanaanyar yang tempat tinggalnya terdampak kebakaran pada Sabt...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Bantu Warga Astanaanyar Terdampak Kebakaran, Pemkot Bandung,kebakaran astanaanyar,Korban Kebakaran Astanaanyar

Ternyata Ini Penyebab dan Kronologi Kebakaran 20 Rumah di Astanaanyar 

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 22:16 WIB

20 bangunan semi permanen di Gang Entit, Jalan Astanaanyar, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, d...

Bandung Raya - Bandung, Ternyata Ini Penyebab dan Kronologi Kebakaran 20 Rumah di Astanaanyar , Kebakaran Astanaanyar,Kebakaran Rumah di Bandung,Diskar PB Kota Bandung,Penyebab Kebakaran Rumah di Astanaanyar,Kronologi Kebakaran Rumah di Astanaanyar

Kebakaran 20 Rumah di Astanaanyar, Oded Jamin Bantuan untuk Korban

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 17:10 WIB

Pemerintah Kota Bandung menjamin akan membantu para korban terdampak kebakaran yang menghanguskan 20 rumah di RT 04 RW 0...

Bandung Raya - Bandung, Kebakaran 20 Rumah di Astanaanyar, Oded Jamin Bantuan untuk Korban, Wali Kota Bandung Oded M. Danial,kebakaran astanaanyar,Kebakaran Rumah di Kota Bandung,Kebakaran di Bandung,Bantuan Untuk Korban Kebakaran

Ingin Bangkit Lagi, Kini Pasar Kosambi Layani Pembelian Online

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 15:05 WIB

Kini belanja di Pasar Kosambi bisa melalui transaksi online.

Bandung Raya - Bandung, Ingin Bangkit Lagi, Kini Pasar Kosambi Layani Pembelian Online, Pasar Kosambi,Online,Kota Bandung, Pandemi Covid-19

Pedagang Pasar Kosambi Keberatan dengan Penutupan Pasar Pukul 10.00 Pa...

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 14:10 WIB

Kebijakan jam operasional pasar yang kini hanya sampai pukul 10.00 pagi, membuat pedagang pasar semakin terpuruk.

Bandung Raya - Bandung, Pedagang Pasar Kosambi Keberatan dengan Penutupan Pasar Pukul 10.00 Pagi, Pedagang,Pasar Kosambi,Penutupan Pasar,Pembatasan Jam Operasional,Kota Bandung

Selain Taman Kota, Ini 3  Rekomendasi Tempat Olahraga di Kota Bandung

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 11:50 WIB

Berikut Ayobandung.com rekomendasikan tempat olahraga bisa bikin kamu lebih leluasa dan santai, yang ada di Kota Bandung...

Bandung Raya - Bandung, Selain Taman Kota, Ini 3  Rekomendasi Tempat Olahraga di Kota Bandung, Taman Kota,Kota Bandung,Olahraga,Stadion GBLA,Tritan Point,Sport Jabar

Jongko Sudah Sepi, Barang Rongsok Kini Laku di Pasar Digital

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 07:50 WIB

Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat mengalihkan hampir sebagian besar kegiatannya ke digital.

Bandung Raya - Bandung, Jongko Sudah Sepi, Barang Rongsok Kini Laku di Pasar Digital, Pandemi Covid-19,Digital,Rongsok,Warung Rongsok Pak Wawan,Kota Bandung

Rumah di Astanaanyar Bandung Dilalap Api

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 21:14 WIB

Kebakaran melanda rumah di Jalan Astanaanyar, Gang Etit, Kelurahan Nyengseret, Kota Bandung, Sabtu 19 Juni 2021.

Bandung Raya - Bandung, Rumah di Astanaanyar Bandung Dilalap Api, Informasi Kebakaran Bandung,kebakaran astanaanyar,kebakaran Bandung,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung

artikel terkait

dewanpers