web analytics
  

Makan Cepat Atau Makan Lambat, Mana yang Lebih Berisiko?

Jumat, 11 Juni 2021 08:13 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Makan Cepat Atau Makan Lambat, Mana yang Lebih Berisiko?, Makan Cepat,Makan Lebih Lambat,Risiko Makan Cepat,Bahaya Makan Cepat,Manfaat Makan Lebih Lambat,Tips Menghindari Makan Cepat,cara mengubah kebiasaan makan cepat

[Ilustrasi] Setiap orang memiliki kebiasaan makannya sendiri. Ada yang makannya cepat, ada pula yang lambat. Lantas gaya makan manakah yang lebih berisiko? (Dok Alodokter)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Setiap orang memiliki kebiasaan makannya sendiri. Ada yang makannya cepat, ada pula yang lambat. Makan cepat ternyata berisiko menyebabkan beberapa kondisi yang merugikan kesehatan. Sebaliknya, makan dengan lebih perlahan terbukti lebih menyehatkan dan membantu tubuh menjaga berat badan normal.

Makan lebih lambat mungkin terdengar sepele dan tidak efisien, terutama bagi orang yang sibuk. Namun, penelitian menemukan bahwa dengan memperpanjang durasi makan, orang yang mengalami obesitas dapat mengonsumsi lebih sedikit kalori. Tidak hanya itu, secara umum, makan lebih lambat dapat membawa berbagai manfaat kesehatan.

Risiko Makan Cepat
Dikutip dari Alodokter.com, berikut ini adalah risiko yang bisa muncul akibat makan cepat:

1. Penyakit asam lambung
Makan cepat, begitu juga minum cepat, dapat meningkatkan aliran balik asam lambung ke kerongkongan setelah makan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit asam lambung (GERD) yang menyebabkan gejala nyeri ulu hati hingga sesak napas.

Jika kebiasaan makan cepat terus dilakukan dan gejala GERD tidak diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyempitan kerongkongan, luka pada kerongkongan yang bisa berujung ke perdarahan, atau bahkan kanker.

2. Berat badan naik
Tubuh memerlukan  waktu sekitar 20 menit sejak mulai makan hingga sinyal kenyang bisa sampai ke otak. Jika Anda makan dengan cepat, Anda akan cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak dalam 20 menit karena belum merasa kenyang. Padahal, sebenarnya jumlah makanan yang Anda makan sudah cukup. Kondisi ini menyebabkan kelebihan kalori yang pada akhirnya meningkatkan berat badan.

Makan lebih lambat akan membuat Anda lebih menikmati makanan yang Anda santap dan juga membuat perut menjadi lebih cepat kenyang, sehingga Anda terhindar dari risiko makan berlebih.

3. Sindrom metabolik
Makan cepat dan kenaikan berat badan dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik dan resistensi insulin. Kedua kondisi ini saling berkaitan dan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan diabetes tipe 2 hingga 2,5 kali lipat.

4. Proses pencernaan menjadi lambat
Makan cepat dapat memperlambat proses pencernaan. Orang yang terbiasa makan cepat cenderung lebih sering menyantap makanan dalam potongan besar dan mengunyah tidak sampai halus. Hal ini membuat lambung dan usus beserta enzim-enzim pencernaan di dalamnya perlu bekerja lebih keras untuk mengolah makanan.

Selain risiko-risiko pada kesehatan tubuh di atas, makan cepat juga berisiko membuat Anda tidak mudah puas dengan makanan yang Anda makan dan memperparah kebiasaan binge eating.

Manfaat Makan Lebih Lambat
Makan dengan perlahan dapat membawa sejumlah manfaat bagi tubuh, dan berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Mengontrol jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh dalam satu waktu.
  • Mengurangi asupan kalori dalam sekali makan, sehingga akan menyebabkan penuruan berat badan seiring berjalannya waktu.
  • Membuat Anda bisa lebih menikmati makanan yang Anda makan.
  • Membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik.
  • Mempercepat proses pencernaan makanan.
  • Membuat Anda lebih tenang dan merasa bisa mengontrol diri sendiri, sehingga mengurangi rasa stres.

Tips Menghindari Makan Cepat
Mengingat banyaknya manfaat yang dihasilkan jika Anda makan dengan tenang dan perlahan, Anda mungkin perlu mempelajari kebiasaan ini. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda coba untuk mengubah kebiasaan makan cepat:

  • Hindari makan sambil menonton TV, memainkan telepon genggam, atau pun mengetik di depan komputer karena hal-hal tersebut dapat membuat Anda cenderung makan cepat.
  • Cobalah fokus hanya pada makanan yang sedang Anda santap tanpa terganggu oleh aktivitas lainnya. Dengarkan musik ringan atau pun menyalakan lilin untuk membuat suasana menjadi tenang.
  • Gigit makanan sedikit demi sedikit, kunyah perlahan, nikmati rasa dan tekstur dari tiap komponen makanan yang sedang Anda santap. Kunyah setidaknya 20 hingga 30 kali setiap suapnya.
  • Tentukan waktu makan Anda secara teratur. Terlambat makan bisa membuat Anda lebih lapar, sehingga terdorong untuk makan dengan lebih cepat, lebih banyak. Dalam keadaan lapar Anda juga lebih mudah tergiur untuk memakan makanan yang tidak sehat.
  • Konsumsi camilan sehat di sela waktu makan utama untuk mencegah Anda terlalu lapar ketika waktu makan tiba dan akhirnya akan membuat Anda makan dengan cepat.
  • Konsumsi makanan kaya serat karena makanan kaya serat membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna oleh tubuh, sehingga perut akan kenyang lebih lama.

Walaupun mungkin terdengar aneh, kecepatan makan memiliki pengaruh pada kesehatan fisik maupun mental, lho. Mulai sekarang, alangkah baiknya untuk Anda mulai mencoba menerapkan cara-cara di atas untuk menghindari makan cepat dan membiasakan makan dengan perlahan.

Namun, jika Anda merasa kesulitan menerapkan makan dengan perlahan dan tenang serta merasa tidak bisa “mengerem” saat sedang makan cepat, tidak ada salahnya Anda mencoba berkonsultasi dengan psikolog, terutama bila Anda merasa kebiasaan ini telah merugikan Anda atau membuat Anda mengalami kenaikan berat badan berlebih.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Isolasi Mandiri di Rumah, Boleh Tidak Pakai Masker?

Sehat Selasa, 22 Juni 2021 | 22:58 WIB

Isolasi mandiri dilakukan pasien Covid-19 dengan gejala ringan, demi mencegah penularan.

Gaya Hidup - Sehat, Isolasi Mandiri di Rumah, Boleh Tidak Pakai Masker?, Isolasi Mandiri di Rumah,Cara Isolasi Mandiri di Rumah,Tips Isolasi Mandiri di Rumah,Cara Isolasi Mandiri yang Benar

Bayi Lebih Aman Tidur Sendiri Ketimbang Sekasur dengan Orangtua

Sehat Selasa, 22 Juni 2021 | 20:35 WIB

Berbagi tempat tidur dengan bayi Anda ternyata tak begitu baik buat Si Kecil. Bahkan American Academy of Pediatrics (AAP...

Gaya Hidup - Sehat, Bayi Lebih Aman Tidur Sendiri Ketimbang Sekasur dengan Orangtua, Bayi Tidur Sendiri,Bayi Sekasur dengan Orangtua,Efek Bayi Tidur Bersama Orangtua,Dampak Bayi Tidur Bersama Orangtua

2 Dosis Vaksinasi Lebih Melindungi dari Varian Delta

Sehat Selasa, 22 Juni 2021 | 19:07 WIB

Virus corona varian Delta yang pertama kali ditemukan di India, sekarang menular cepat ke seluruh dunia. Tingkat penyeba...

Gaya Hidup - Sehat, 2 Dosis Vaksinasi Lebih Melindungi dari Varian Delta, Varian Delta,Vaksinasi Covid-19,2 Dosis Vaksinasi,Vaksinasi 2 Dosis

Kabar Baik! Ini Alternatif Pengganti Gula untuk Penderita Diabetes

Sehat Selasa, 22 Juni 2021 | 16:30 WIB

Sorbitol sering kali digunakan sebagai alternatif pengganti gula untuk penderita diabetes. Hal ini dikarenakan sorbitol...

Gaya Hidup - Sehat, Kabar Baik! Ini Alternatif Pengganti Gula untuk Penderita Diabetes, Sorbitol,Manfaat Sorbitol,Sorbitol Pengganti Gula,Alternatif pengganti gula,pengganti gula untuk penderita daibetes,gula rendah kalori,Gula untuk penderita diabetes,cara menjaga kadar gula darah,Manfaat Sorbitol untuk Kesehatan,Cara Menggunakan Sorbitol

Sayuran Ini Ampuh Turunkan Gula Darah dengan Cepat, Baik untuk Pender...

Sehat Selasa, 22 Juni 2021 | 16:13 WIB

Sayuran yang kerap dijadikan campuran dalam pembuatan salad ini, ternyata memiliki segudang manfaat yang sayang untuk di...

Gaya Hidup - Sehat, Sayuran Ini Ampuh Turunkan Gula Darah dengan Cepat,  Baik untuk Penderita Diabetes!, Lobak,Manfaat Lobak,Khasiat Lobak,Nutrisi Lobak,Obat Alami Diabetes,lobak obat diabetes,obat alami untuk jantung,Cara Menyajikan Lobak,cara mengolah lobak,makanan  Penderita Diabetes,makanan penurun gula darah

Garam Himalaya Lebih Sehat dari Garam Biasa? Ini Faktanya!

Sehat Selasa, 22 Juni 2021 | 15:54 WIB

Berkat proses penambangan dan pengolahannya yang sangat alami, garam Himalaya bebas dari zat tambahan dan dianggap memi...

Gaya Hidup - Sehat, Garam Himalaya Lebih Sehat dari Garam Biasa? Ini Faktanya!, Garam Himalaya,Manfaat Garam Himalaya,Nutrisi Garam Himalaya,Kandungan gizi Garam Himalaya,Garam Himalaya vs Garam Biasa,Cara Menggunakan Garam Himalaya,Fakta manfaat Garam Himalaya,garam meja,manfaat garam meja

Sangat Menular, WHO: Virus Corona Varian Delta yang Tercepat dan Terku...

Sehat Selasa, 22 Juni 2021 | 14:20 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa virus corona varian Delta, adalah varian virus corona "tercepat dan te...

Gaya Hidup - Sehat, Sangat Menular, WHO: Virus Corona Varian Delta yang Tercepat dan Terkuat!, Virus Corona Varian Delta,Gejala Terinveksi Virus Corona Varian Delta,Tanda terinveksi Virus Corona Varian Delta,Gejala Virus Corona Varian Delta,varian Covid-19,varian Covid-19 paling menular,varian Covid-19 baru

Begini Cara Menanam Tumbuhan Herbal di Rumah

Sehat Selasa, 22 Juni 2021 | 14:15 WIB

Merawat tanaman memang gampang tapi susah. Terutama untuk jenis tanaman herbal.

Gaya Hidup - Sehat, Begini Cara Menanam Tumbuhan Herbal di Rumah, Tumbuhan,Tanaman,Herbal
dewanpers