web analytics
  

Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek

Kamis, 10 Juni 2021 14:40 WIB Netizen T Bachtiar
Netizen, Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek, Penggantian Nama Jalan Tol Japek,Tol Japek,Tol Japek (Jakarta— Cikampek),Jalan Layang Syeikh Mohammed Bin Zayed,Jalan Tol Layang Japek

Ilustrasi Tol Japek (Jakarta— Cikampek). (Dok. PUPR)

T Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung.

Tentu, ini sangat membanggakan Bangsa Indonesia, nama-nama putra/i terbaiknya diabadikan menjadi nama jalan di beberapa Negara.

Nama presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno diabadikan menjadi nama jalan di Rabat, Maroko. Di Harleem, Belanda, ada Jalan Muhammad Hatta. Di Amsterdam ada Jl Raden Adjeng Kartini, dan di Den Haag ada Jl Munir.

Kini, pada Senin (19/10/2020), nama presiden Indonesia Joko Widodo diabadikan menjadi nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Letaknya di jalan utama Abu Dhabi National Exhibition Center, kawasan yang ditempati banyak kantor perwakilan diplomatik. Semula nama jalannya Al Ma’arid Street (Jl Pameran). Peresmian Jl Presiden Joko Widodo ini dipimpin langsung oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Penghargaan dan penghormatan ini sangat membanggakan. Hal ini pun diakui oleh Presiden Joko Widodo di akun facebook pribadinya 20/10/2020, seperti yang diungkap dalam laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (21/10/2020), yang mengungkapkan, “Ini tentu sebentuk penghargaan dan kehormatan. Bukan untuk saya pribadi semata-mata, tetapi untuk Indonesia”.

Presiden Jokowi menambahkan, “Di balik penamaan jalan itu, tersimpan harapan semoga hubungan kedua negara semakin kokoh, saling menguatkan, dan bermanfaat bagi rakyat Uni Emirat Arab dan Indonesia.”

Balasan atas penghargaan yang membanggakan Bangsa itu, Pemerintah Indonesia mengganti nama Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Elevated atau Tol Layang Japek menjadi Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed. Dalam Laman Kementerian PUPR (13 April 2021), menulis, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahardian mengatakan, perubahan nama ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri PUPR nomor 417 KPTSM tanggal 8 April 2021, yang menetapkan nama jalan tol Jakarta Cikampek II Elevated menjadi Jalan Layang Mbz Sheikh Mohamed Bin Zayed (https://pu.go.id/berita/tol-jakarta-cikampek-ii-elevated-secara-resmi-menjadi-jalan-layang-mbz-sheikh-mohamed-bin-zayed).

Lebih lanjut, dalam laman Kementerian PUPR itu dituliskan, “Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam sambutannya mengatakan, latar belakang pemberian nama Jalan Layang Mbz, Sheikh Mohamed Bin Zayed adalah penghormatan bagi Uni Emirat Arab (UEA) yang telah menjalin hubungan diplomatik di bidang sosial dan budaya dan ekonomi selama 45 tahun dengan Indonesia. Di bidang ekonomi UEA merupakan salah satu negera dengan investasi terbesar di Indonesia khususnya di bidang infrastruktur. Sebelumnya nama Presiden Joko Widodo juga telah dicanangkan sebagai nama salah satu jalan tol strategis di negara penghasil minyak tersebut.”

Akhirnya, Pemerintah Republik Indonesia meresmikan pergantian nama jalan tol itu pada Senin (12/4/2021), yang semula Jalan Tol Layang Japek menjadi Jalan Layang Syeikh Mohammed Bin Zayed.

Apakah penggantian nama geografi dengan nama orang yang masih hidup diperbolehkan dalam perundangan di Republik Indonesia?

Aturan tentang nama geografi ini sudah ada dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Dr H Susilo Bambang Yudhoyono. Pada Bab 3, Pasal 36, Ayat (1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam nama geografi di Indonesia. Ayat (3) Bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama bangunan atau gedung, jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia. Dalam Ayat (4), Penamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing apabila memiliki nilai sejarah, budaya, adat istiadat, dan/atau keagamaan.

Ketentuan dalam perundangan itu lebih dirinci dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi, yang ditandatangani oleh  Presiden Joko Widodo, seperti yang tertera dalam Pasal (7) menghindari penggunaan nama orang yang masih hidup dan dapat menggunakan nama orang yang sudah meninggal dunia paling singkat 5 (lima) tahun terhitung sejak yang bersangkutan meninggal dunia; (8) menghindari nama instansi/lembaga.

Pengaturan Penyelenggaraan Nama Rupabumi dibuat dengan tujuan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, melestarikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan adat istiadat serta mewujudkan tertib administrasi pemerintahan.

Indonesia sebagai warga dunia dan menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sudah membuat ketentuan-ketentuan yang mengatur penamaan rupabumi, seperti yang terdapat dalam Resolusi VIII/2 mengenai Commemorative Naming Practice for Geographical Features, agar menghindari melakukan penamaan rupabumi dengan nama orang yang masih hidup. Ada lagi Manual for the National Standardization of Geographical Names, yang mencakup pemberian, pengubahan, penghapusan, dan penggabungan nama, yang sudah disepakati oleh semua anggota PBB.

Memberikan penghormatan kepada orang yang sudah berjasa itu sangat terpuji, namun lupa, bahwa dalam Negara Republik Indonesia itu ada aturan perundangan yang mengikat. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Trend Minum Kopi di Indonesia dan Manfaat Gizinya

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 15:39 WIB

Eksistensi kopi di Indonesia bermula dari budaya minum kopi pada masa kedatangan bangsa Belanda pada abad ke-17, ke Ind...

Netizen, Trend Minum Kopi di Indonesia dan Manfaat Gizinya, Minum Kopi,manfaat  minum kopi,sejarah kopi,trend minum kopi

Perokok Terburuk Adalah yang Orang Merokok Saat Berkendara

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 13:05 WIB

Banyak orang masih melakukan tindakan yang mengganggu orang disekitarnya. Salah satunya dengan merokok saat mengendarai...

Netizen, Perokok Terburuk Adalah yang Orang Merokok Saat Berkendara, Rokok,Merokok,Perokok,Berkendara,mengendarai sepeda motor,pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009

Memasuki Masa Pensiun

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 10:41 WIB

Secara resmi, Raden Kartawinata dihentikan sebagai zelfstandig patih Sukabumi pada tanggal 8 Oktober 1905.

Netizen, Memasuki Masa Pensiun, raden kartawinata, sejarah sunda,tempo dulu

Begini Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 08:00 WIB

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Netizen, Begini Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Daya Tahan Tubuh,Kesehatan,Tips,Gaya Hidup,Pola Makan

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen Selasa, 22 Juni 2021 | 10:21 WIB

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen, Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati, limbah,Jatinangor,desa cisempur,Kahatex,kebersihan lingkungan

Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 07:00 WIB

Pelecehan seksual di Indonesia merupakan salah satu kasus yang sering meningkat setiap tahunnya.

Netizen, Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial, Pelecehan Seksual,Media Sosial,Indonesia,Twitter

Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 06:25 WIB

Berdiam diri di rumah saat pandemi, namun tetap dapat penghasilan akan menjadi suatu angan–angan bagi setiap orang.

Netizen, Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini, Diam di Rumah,Penghasilan,Industri Kreatif,Desain Grafis

Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 10:40 WIB

Kegagalan akan selalu ada, namun tidak berarti kegagalan ini akhir dari segalanya.

Netizen, Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu, SBMPTN,karier,Pendidikan
dewanpers