web analytics

Kisah Tikus Pendeteksi Ranjau di Kamboja, Pensiun Usai Membersihkan 42 Lapangan Sepak Bola

clockMinggu, 6 Juni 2021 17:18 WIB
Umum - Unik, Kisah Tikus Pendeteksi Ranjau di Kamboja, Pensiun Usai Membersihkan 42 Lapangan Sepak Bola, Tikus Pendeteksi Ranjau,Ranjau di Kamboja,Magawa Tikus Pendeteksi Ranjau

Magawa, Tikus Pendeteksi Ranjau di Kamboja. (Republika/Reuters)

KAMBOJA, AYOBANDUNG.COM - Magawa, tikus peraih penghargaan atas kemampuannya mendeteksi ranjau di Kamboja pensiun. Kariernya selama lima tahun mengendus bahan peledak yang ditanam di dalam tanah di negara Asia Tenggara itu telah berakhir.

Hewan pengerat berusia tujuh tahun itu berasal dari Tanzania. Organisasi yang melatihnya APOPO mengatakan Magawa telah membersihkan ranjau di wilayah seluas 225 ribu hektar atau sekitar 42 lapangan sepak bola.

Dikutip Aljazirah Minggu 6 Juni 2021 program manajer APOPO Kamboja Michael Heiman setelah 71 ranjau darat dan 38 bahan peledak tak meledak, Magawa 'sedikit lelah'.

"Yang terbaik adalah mempensiunkannya," kata Heiman.

Ia menambahkan di masa pensiunnya Magawa akan melakukan hal-hal ia sukai seperti makan kacang dan pisang. APOPO dari Belgia melatih Magawa di Tanzania untuk mendeteksi komponen peledak dengan imbalan makanan yang lezat.

Pada 2016 ia pindah ke Siem Reap pronvinsi tempat kuil legendari Angkor Wat. Di sanalah ia memulai karirnya sebagai pendeteksi bom.

September tahun lalu ia meraih penghargaan tertinggi untuk binatang yang diberikan organisasi perang veteran  Inggris PDSA. Penghargaan ini mengapresiasi bakatnya yang luar biasa dalam mengungkap ranjau darat dan persenjataan yang tidak meledak

Magawa adalah tikus pertama yang menerima medali PDSA. Sekelompok anjing dan kucing pemberani serta seekor merpati pernah menerima penghargaan yang diberikan selama 77 tahun.

"Walaupun ia masih sehat tapi usianya sudah memasuki masa pensiun dan jelas mulai melambat," kata APOPO.

Magawa yang lahir pada tahun 2014 dapat menyisir lahan seluas lapangan tenis dalam waktu 30 menit. Perlu empat hari untuk mendeteksi bahan peledak di luas daerah yang sama bila menggunakan alat pendeteksi konvensional.

Ia akan memberikan tanda lalu petugas anti-ranjau melakukan penggalian. Memang banyak hewan pengerat dilatih untuk menandai aroma dan bekerja dengan baik pada tugas berulang dengan imbalan.

Namun APOPO memutuskan tikus Afrika yang paling cocok untuk mendeteksi ranjau karena ukuran mereka membuat mereka dapat mengeliling lahan luas tanpa meledakan ranjau. Usianya juga mencapai delapan tahun.

APOPO mengatakan 20 tikus untuk mendeteksi baru saja tiba di Kamboja. Tikus-tikus itu sudah menerima akreditasi untuk bekerja di ladanf ranjau.

Tapi sulit mengikuti jejak langkah Magawa. "Ia sangat luar biasa dan jelas kami akan merindukannya," kata Heiman.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Uniknya Bengkel Kepala, Tradisi Jagal Kepala Hewan Kurban di Semarang

Unik Minggu, 25 Juli 2021 | 16:10 WIB

Khusus di Idul Adha ada satu tradisi yang selalu muncul di Kampung Bustaman, Kota Semarang, yakni hadirnya “Bengkel Kepa...

Umum - Unik, Uniknya Bengkel Kepala, Tradisi Jagal Kepala Hewan Kurban di Semarang, Idul Adha 2021,Idul Adha unik,Rumah jagal,Bengkel Kepala Semarang

Game Rahasia di Google Doodle, Pernah Coba Main ?

Unik Jumat, 23 Juli 2021 | 14:39 WIB

Google doodle ini dapat berupa karya seni (doodle art), permainan game (doodle game) ataupun gambar interaktif yang ditu...

Umum - Unik, Game Rahasia di Google Doodle, Pernah Coba Main ?, Google Doodle,Google,Olimpiade Tokyo,game

Viral, Bulan dan Matahari Merah, Ini Fakta di Baliknya!

Unik Jumat, 23 Juli 2021 | 13:27 WIB

Satu minggu belakangan, media sosial diramaikan dengan postingan penampakan Bulan dan Matahari yang berwarna merah. Bole...

Umum - Unik, Viral, Bulan dan Matahari Merah, Ini Fakta di Baliknya!, Bulan Merah,Fenomena Bulan Merah,Matahari Merah,Fenomena Matahari Merah,fenomena langit langka,fenomena langit unik,Bulan dan Matahari berwarna merah

Haruskah Mengundang Mantan Pacar ke Pesta Pernikahan ?

Unik Kamis, 22 Juli 2021 | 11:03 WIB

Baru-baru ini muncul beberapa video di linimasa media sosial mengenai tamu undangan yang pingsan saat mengunjungi pernik...

Umum - Unik, Haruskah Mengundang Mantan Pacar ke Pesta Pernikahan ?, Pernikahan,Mantan pacar,masa lalu

Restoran Pizza Ini Layani Pelanggan Gunakan Robot

Unik Minggu, 18 Juli 2021 | 20:31 WIB

Sebuah restoran Pizza di Paris, Prancis, menggunakan teknologi robot untuk mengoperasikan seluruh produksi pizza dari aw...

Umum - Unik, Restoran Pizza Ini Layani Pelanggan Gunakan Robot, restoran Pizza,Robot produksi pizza,Pazzi Pizzeria

Bakal Kebanjiran Rezeki, Berikut Zodiak Paling Hoki Tahun Ini

Unik Sabtu, 17 Juli 2021 | 09:43 WIB

Sebagian orang percaya dengan ramalan zodiak yang menggambarkan prediksi baik buruknya nasib seseorang terkait urusan ke...

Umum - Unik, Bakal Kebanjiran Rezeki, Berikut Zodiak Paling Hoki Tahun Ini, Zodiak Paling Hoki,Zodiak Paling Hoki Tahun Ini,Ramalan Zodiak,Ramalan Zodiak Hari Ini,ramalan zodiak bulan ini,zodiak hoki,zodiak paling beruntung,Capricorn

Unik! Ini Cara Melihat Hewan di Augmented Reality Google Search

Unik Jumat, 16 Juli 2021 | 22:50 WIB

Teknologi Augmented Reality akan membawa dan mengajak Anda masuk ke dunia nyata hewan-hewan dengan bentuk 3D, pastinya s...

Umum - Unik, Unik! Ini Cara Melihat Hewan di Augmented Reality Google Search, Augmented Reality,Google Search,3D,Kebun Binatang,Hewan,Teknologi

Mitos-mitos Covid yang Masih Ada Saja yang Percaya

Unik Jumat, 16 Juli 2021 | 12:33 WIB

Setidaknya ada enam mitos populer seputar Covid-19 yang hingga saat ini dipercaya banyak orang.

Umum - Unik, Mitos-mitos Covid yang Masih Ada Saja yang Percaya, Mitos Covid-19,Hoaks Covid-19,hoaks Covid-19 bakteri terpapar Radiasi,hoaks asal usul Covid
dewanpers
arrow-up