web analytics
  

Burnout dan Hal Lain yang Mengikutinya

Sabtu, 5 Juni 2021 10:30 WIB Netizen Azzahra Firdaus
Netizen, Burnout dan Hal Lain yang Mengikutinya, bournout,mengasuh,capek

Ilustrasi--Mengasuh (Pixabay)

Azzahra Firdaus

Mahasiswa Jurnalistik Unpad

AYOBANDUNG.COM--Beberapa waktu yang lalu, dunia Twitter dihebohkan oleh satu tweet dari akun @dayatia. 

Dalam tweetnya, dia membandingkan “beban” kuliah mahasiswa zaman dulu dan zaman sekarang. 

Dia menilai bahwa istilah burnout tidak cocok dengan anak zaman sekarang karena tugas yang mereka jalani tidak sesusah zaman dulu. Ia kemudian menjelaskan bahwa mahasiswa zaman dulu lebih pantas “digelari” istilah burnout karena saat itu mereka berusaha untuk meruntuhkan rezim. 

Tweet tersebut jelas mengundang pro dan kontra dari warganet. Sebelum mengenal lebih lanjut tentang istilah burnout. Mari kita telusuri terlebih dahulu sejarah singkatnya.

Burnout pertama kali muncul pada tahun 1970-an dari seorang psikolog bernama Herbert Freudenberger. Ia menjelaskan bahwa burnout adalah kondisi kelelahan mental dan fisik yang disebabkan oleh kehidupan profesional seseorang. 

Selain itu, World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa burnout adalah sebuah sindrom yang dikonsepkan sebagai hasil dari stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola. 

Melalui pengertian tersebut, apakah burnout dapat terjadi pada mahasiswa zaman sekarang?

Putri Azzahra, Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, mengaku pernah mengalami burnout. Menurutnya, burnout adalah keadaan di mana ia tidak tahu bagaimana cara untuk berhenti. “Aku selalu nge-push untuk kerja walaupun aku tahu badan aku udah capek,” ujar Putri. 

Putri yang saat ini sedang menempuh perkuliahan semester 4 mengalami burnout terparah ketika akhir semester 3. Ia menyadari hal tersebut saat mengikuti suatu acara. Ia sebagai peserta bertanya kepada narasumber acara tersebut. Pertanyaan sederhana yang keluar dari mulut Putri adalah “Bagaimana caranya untuk berhenti?”, dan kemudian ia menangis. Pada saat itu, selain fokus kuliah, ia juga harus fokus terhadap 5 perannya di 5 organisasi yang berbeda. 

Bagaimana cara mengatasi burnout?

Ketika mengalami burnout, Putri mengaku akan meminta bantuan kepada teman yang ia percaya. Ia akan menelepon temannya dan menceritakan semua keluh kesahnya atau ia hanya akan meminta untuk ditemani menangis. Setelah itu, ia akan merasa lega.

“Selain itu, aku juga rajin olahraga untuk tenang karena dengan olahraga aku jadi punya waktu sama diri sendiri dan ngobrol dengan diri sendiri” jelasnya.

Bagaimana cara menghindari burnout?

Menurut putri, cara menghindari burnout adalah dengan memiliki manajemen waktu dan manajemen energi yang baik. 

“Kita bisa mengontrol apa yang mau dilakukan. Intinya, kita harus tau juga kapasitas diri sendiri. Kalau emang ga bisa terlalu aktif ya jangan aktif. Jadi awalnya self awareness dulu,” ujarnya

Pesan untuk mahasiswa yang sedang mengalami burnout

Putri menilai bahwa kehidupan seorang mahasiswa sering kali dikelilingi oleh hustle culture, yaitu gaya hidup yang mendorong seseorang untuk bekerja terus-menerus. Hustle culture adalah hulu dari burnout.

Ia juga menjelaskan bahwa “tekanan” yang diberikan oleh sosial media juga akan berpengaruh ke penggunanya. Beberapa waktu yang lalu, di berbagai sosial media, banyak orang memamerkan pencapaian mereka di usia 20 tahun. Hal tersebut membuat orang khususnya anak muda semakin yakin bahwa hidup adalah perlombaan.

Banyak orang yang berkomentar mengenai topik tersebut, salah satunya adalah sutradara Ernest Prakasa. Melalui Instagramnya ia menulis, “Hal yang wajib dimiliki bukanlah harta benda, melainkan mindset yang kokoh bahwa ukuran kebahagiaan itu tidak bisa disamaratakan. Bahagia itu beragam. Tapi yang pasti, bahagia adalah ketika hatimu penuh. Dan ukuran itu, hanya kamu yang tahu.”

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen Selasa, 22 Juni 2021 | 10:21 WIB

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen, Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati, limbah,Jatinangor,desa cisempur,Kahatex,kebersihan lingkungan

Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 07:00 WIB

Pelecehan seksual di Indonesia merupakan salah satu kasus yang sering meningkat setiap tahunnya.

Netizen, Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial, Pelecehan Seksual,Media Sosial,Indonesia,Twitter

Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 06:25 WIB

Berdiam diri di rumah saat pandemi, namun tetap dapat penghasilan akan menjadi suatu angan–angan bagi setiap orang.

Netizen, Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini, Diam di Rumah,Penghasilan,Industri Kreatif,Desain Grafis

Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 10:40 WIB

Kegagalan akan selalu ada, namun tidak berarti kegagalan ini akhir dari segalanya.

Netizen, Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu, SBMPTN,karier,Pendidikan

Ironi Tanggal Merah Saat Pandemi

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 09:00 WIB

Entah bosan atau memang terlalu percaya diri sehingga setiap tanggal merah, jalan menuju tempat wisata tak pernah sepi.

Netizen, Ironi Tanggal Merah Saat Pandemi, Tanggal Merah,Pandemi,Libur

Masa Kecil Anak Zaman Now!

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:40 WIB

Masa kecil merupakan pengalaman atau peristiwa yang terjadi saat masih anak- anak. Masa ini biasanya hanya datang satu k...

Netizen, Masa Kecil Anak Zaman Now!, Permainan Tradisional,anak zaman now

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:32 WIB

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen, Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat, fesyen lambat,Fesyen,Kerusakan Lingkungan

Interpretasi dalam Geowisata

Netizen Kamis, 17 Juni 2021 | 19:40 WIB

Daya tarik geowisata Jawa Barat adalah jawaranya.

Netizen, Interpretasi dalam Geowisata, Interpretasi,geowisata,Jawa Barat
dewanpers