web analytics

Pembukaan 'Museum Gajah' Kebun Binatang Bandung Masih Perlu Riset

clockSelasa, 1 Juni 2021 17:00 WIB userGelar Aldi S
Bandung Raya - Bandung, Pembukaan 'Museum Gajah' Kebun Binatang Bandung Masih Perlu Riset, Kebun Binatang Bandung,Museum Gajah,Pembukaan Museum Gajah,Bandung Zoologische Park,Sejarah Kebung Binatang Bandung

Proyek 'Museum Gajah' Kebun Binatang Bandung yang tak terurus. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Salah satu wahana di Kebun Binatang Kota Bandung yang masih belum dibuka ialah 'Museum Gajah' Bandung Zoologische Park Tahun 1933.

Berdasarkan pantauan ayobandung.com, wahana itu berupa bangunan kumuh layaknya tak terurus yang terletak berdekatan dekat pusat Kebun Binatang Kota Bandung.

Menurut Markom Kebun Binatang Kota Bandung, Sulfa Syafi'i pihaknya masih terkendala riset mendalam untuk membuka kembali Museum Gajah itu.

"Kemungkinan dua tahun lagi baru selesai," kata Aan, sapaan akrabnya kepada Ayobandung.com ketika dijumpai di Kebun Binatang, Selasa, 1 Juni 2021.

Namun, jangan salah tangkap. Maksud dari Museum Gajah ini bukan berarti menceritaan sejarah gajah ataupun hal-hal yang berkaitan dengan gajah.

Museum Gajah ini, ujar Aan, hanya pengambilan nama saja dari gajah, sebab dahulu tempat terebut merupakan kandang gajah pertama yang dibangun pada 1933 ketika Kebun Binatang Kota Bandung pertama kali dibuka.

Aan melanjutkan, Museum Gajah itu akan menceritakan sejarah Kebun Binatang dari masa ke masa. "Konsepnya itu dikembalikan seperti dulu, di tahun 1933, makanya risetnya harus benar," ujarnya.

Menurut Aan, kendala lain selain riset yang mendalam ialah perlunya kehati-hatian dalam hal membongkar lantai, penataan batu bata, dan posisi dari bangunan itu sendiri. "Jadi ornamennya harus balik seperti dulu," ucapnya.

Agar proyek Museum Gajah ini bisa tuntas, Aan memperkirakan memakan anggaran yang cukup besar. Ia menduga, perlu mencapai Rp2 miliar untuk proyek tersebut. "2 Miliar itu estimasi rendahnya," ujarnya.

Sejarah Singkat Kebung Binatang Bandung

Dulu, Kebun Binatang Bandung umum disebut derentén. Tentu kata tersebut adalah pengaruh dari bahasa Belanda. Kata itu adalah dari istilah ”dierentuin”, yang bagi lidah Sunda lebih ringan dan enak diucapkan sebagai derentén. 

Sebenarnya, selain ”dierentuin” ada padanannya, yaitu ”dierenpark” dan ”diergaarde”. Memang bahasa Belanda aneh sendiri, karena pada bahasa Inggris, Portugis, Jerman, Italia, Perancis, istilah untuk kebun binatang itu sama, yaitu ”zoo”.

Adapun informasi mengenai sejarah dan perkembangan derentén Bandung, pertama-tama terdapat di koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie (NDNI) pada edisi 22 Maret 1933.

Kala itu, diwartakan bahwa Dewan Kota akan mengadakan rapat pada Rabu, 29 Maret 1933 terkait dengan pengalihan sebagian Tjikapoendoeng-raviju (Jubileumpark) untuk pembuatan Bandoengsch Zoologisch Park (BZP). 

Orang yang akan berbicaranya adalah anggota Dewan Kota sekaligus ketua Bandoengsch Zoologisch Park, H. P. Chr. Hoetjer.

Pada edisi 11 Mei 1933 ada berita mengenai proposal yang diajukan pada rapat 29 Maret 1933 terkait bantuan keuangan untuk pendirian BZP, yang disanggupi pemerintahan Kota Bandung.

Kebanyakan biaya itu akan digunakan untuk membeli koleksi binatang, kandang, dan penampungan untuk memberi makan binatang. Dana yang dibutuhkan sebesar 2000 gulden. Dan pada pelaksanaan projek tersebut akan melibatkan perhimpunan Bandoeng Vooruit.

Sebelas hari kemudian, tepatnya pada edisi 22 Mei 1933 ditambah dari Bataviaasch nieuwsblad bahwa BZP secara resmi dibuka pada Sabtu siang tanggal 20 Mei 1933 (”Zaterdag-middag jl. had onder veel belangstelling de opening plaats van het Bandoengsch Zoölogisch Park” atau ”Het Bandoengsch Zoölogisch Park is Zaterdagmiddag officiëel geopend”).

Setelah gunting pita oleh Nyonya Von Wolzogen Kühr, ketua BZP H. Hoetjer mengajak peserta peresmian untuk mengunjungi kebun binatang yang baru tersebut. Koleksi pertama Kebun Binatang Bandung adalah seekor singa, seekor gajah, beberapa macan kumbang, kera, buaya, musang, dan jenis burung.

Pada 12 Juni 1933, dikabarkan koleksi Kebun Binatang Bandung ditambah dengan macan kumbang dan orangutan dari Samarinda.

Memasuki tahun 1934, NDNI pada 8 Februari 1934 melaporkan tambahan koleksi sepasang rusa Jawa sumbangan dari Tuin, seekor kanguru pohon dari Papua yang merupakan donasi dari F. de Vos. Untuk membantu mengatasi masalah pengangguran dan menambah lagi atraksi Kebun Binatang Bandung, Bandoeng Vooruit berinisitif untuk menyewakan Villa Isola (NDNI, 11 Mei 1934).

Ketua BZP H. Hoetjer, dalam edisi 11 Januari 1935, melaporkan bahwa pada 7 Januari 1935 Kebun  Binatang Bandung dikunjungi lebih dari 1500 orang pribumi dan 160 orang Eropa, pada 8 Januari yang merupakan hari Lebaran, dikunjungi 900 orang pribumi. Masalah yang timbul dengan adanya kebun binatang adalah kotoran binatang yang dipermasalahkan penduduk daerah Cikapayang.

Selain itu, akan ada tambahan koleksi berupa dua kanguru dan emu dari Perth (Australia), seekor anoa dari Sulawesi, enam ekor kuau dari Belanda. Juga penyediaan pepohonan, pengukuran lahan untuk taman bermain anak-anak, dan soal jaga malam.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Pikobar Tampilkan Data New All Records Kemenkes RI

Bandung Kamis, 29 Juli 2021 | 19:41 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan, data yang tercantum dalam Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19...

Bandung Raya - Bandung, Pikobar Tampilkan Data New All Records Kemenkes RI, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,New All Records Kemenkes,Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar)

Tingkat Pemakaian Vaksin Jabar 80 Persen

Bandung Kamis, 29 Juli 2021 | 19:37 WIB

Jawa Barat telah mencapai tingkat pemakaian vaksin 80 persen dari sejumlah vaksin yang dikirim  pemerintah pusat dalam b...

Bandung Raya - Bandung, Tingkat Pemakaian Vaksin Jabar 80 Persen, pemakaian vaksin,Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat,Pemprov Jabar

Naruto Menangis, Jigoku Ramen Terkena Imbas PPKM

Bandung Kamis, 29 Juli 2021 | 19:10 WIB

Tak hanya bendera putih, Jigoku Ramen juga memasang spanduk bergambar kartun Naruto sedang menangis dengan narasi di sam...

Bandung Raya - Bandung, Naruto Menangis, Jigoku Ramen Terkena Imbas PPKM, Naruto Menangis,Ramen,Jigoku Ramen,Kota Bandung,Imbas PPKM,Bendera Putih

Kebun Binatang Bandung Tak Dapat Bantuan, Angsa dan Rusa akan Jadi Pak...

Bandung Kamis, 29 Juli 2021 | 16:00 WIB

Beredar kabar mengejutkan dari Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazoga).

Bandung Raya - Bandung, Kebun Binatang Bandung Tak Dapat Bantuan, Angsa dan Rusa akan Jadi Pakan Harimau, Kebun Binatang Bandung,Bazoga,Bandung Zoo,Bandung Zoological Garden,Kebun Binatang Bandung terdampak pandemi,pakan harimau Kebun Binatang Bandung

Ini 3 Tahapan Sanksi yang Intai Pelanggar PPKM di Bandung

Bandung Kamis, 29 Juli 2021 | 15:36 WIB

Dalam perpanjangan PPKM Level 4 dari 26 Juli sampai 2 Agustus 2021 terdapat sejumlah kelonggaran. Salah satunya, masyara...

Bandung Raya - Bandung, Ini 3 Tahapan Sanksi yang Intai Pelanggar PPKM di Bandung, denda pelanggaran PPKM Bandung,sanksi PPKM Bandung,PPKM Level 4,Aturan PPKM Level 4,PPKM Level 4 Bandung

PAD Kota Bandung Semester I 2021 Meningkat dari Tahun Lalu

Bandung Kamis, 29 Juli 2021 | 15:24 WIB

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen mengungkapkan realisasi Pendapatan Asli Daera...

Bandung Raya - Bandung, PAD Kota Bandung Semester I 2021 Meningkat dari Tahun Lalu, PAD Kota Bandung,PAD 2021 Kota Bandung,pajak kota bandung,Bapenda Kota Bandung

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kota Bandung Urai 5 Strategi

Bandung Kamis, 29 Juli 2021 | 14:58 WIB

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung telah menyiapkan sejumlah strategi guna menekan angka pengangguran dan mendor...

Bandung Raya - Bandung, Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kota Bandung Urai 5 Strategi, Disnaker Kota Bandung,Angka Pengangguran Kota Bandung,angka pengangguran Bandung,pengangguran Bandung,Korban PHK

Hotel Tempat Isoman di Kota Bandung Bebas Biaya Pajak

Bandung Kamis, 29 Juli 2021 | 14:36 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan relaksasi atau pembebasan pajak bagi hotel yang membuka ruang untuk pasien C...

Bandung Raya - Bandung, Hotel Tempat Isoman di Kota Bandung Bebas Biaya Pajak, hotel isoman Bandung bebas pajak,Hotel Isolasi Covid-19,Hotel Isolasi Covid-19 di Bandung,pajak bandung

artikel terkait

dewanpers
arrow-up