web analytics

Miris, Platform Facebook Diduga Gunakan Sensor Pro-Palestina

clockSelasa, 1 Juni 2021 07:35 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Umum - Internasional, Miris, Platform Facebook Diduga Gunakan Sensor Pro-Palestina, Facebook Diduga Gunakan Sensor Pro-Palestina,facebook,Palestina

Ilustrasi penggunaan media sosial Facebook (Pixabay/41330)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Mantan karyawan Facebook, Ashraf Zeitoon mengungkapkan kebijakan perusahaan terkait penyensoran unggahan warga Palestina dan para aktivis.

Saat menjabat sebagai kepala kebijakan Facebook untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (2014-2017), dia mengatakan Instagram dan Facebook sengaja dan sistematis membungkam suara Palestina.

Dia menunjukkan unggahan warga Palestina dihapus di Instagram sejak serangan Israel di Gaza pada 10 Mei lalu. Salah satu insiden itu muncul beberapa pekan lalu. Kala itu, pencipta merek Palestina, Aminah Musa memutuskan untuk membantu anak-anak Palestina dengan meluncurkan kampanye Instagram yang mengumpulkan makanan dan persediaan penting lainnya. Namun, tiba-tiba fitur pesan langsung Musa diblokir oleh Instagram.

“Saat sedang menjawab pesan langsung, muncuk kalimat ‘Fitur ini tidak tersedia karena perlindungan komunitas kami,”  kata Musa yang tinggal di Chicago.

Pemblokiran itu diberlakukan pada 15 Mei, hari yang dikenal bagi warga Palestina sebagai Hari Nakba atau bencana yang mengacu pengusiran ratusan ribu warga Palestina dari tanah mereka oleh kaum zionis. Kemudian Instagram memulihkan akses Paliroots ke pesan langsung pada hari yang sama ketika tentara Israel dan Hamas menyetujui gencatan senjata.

“Saya dapat mengonfirmasi ini bukan pertama kalinya Facebook melakukan tindakan seperti itu untuk menurunkan konten yang diyakini tim kebijakan kontennya sebagai spam yang menghasut atau tidak memenuhi syarat,” kata Zeitoon.

Dikutip Daily Sabah, Selasa (1 Juni 2021), perusahaan lain juga melaporkan penyensoran menyusul pecahnya kerusuhan di Gaza. Pendiri Nominal, perusahaan perhiasan di Arizona mengatakan kepada VICE News penjualan menurun di bawah rata-rata sejak pesan solidaritas Palestina dirilis.

“Orang-orang tidak melihat unggahan atau cerita kami. Ini mengecewakan. Instagram adalah platform gratis. Orang-orang harus dapat menyuarakan pendapat dan pemikiran mereka tanpa dampak apa pun,” kata Akram Abdullah.

Zeitoon mengatakan keluhan tentang pengurangan yang signifikan dalam laporan pemboman di Gaza dan Yerusalem mungkin terkait dengan jangkauan pelambatan yang disengaja dan menyembunyikan tagar. Baru-baru ini, Facebook mengaku telah melakukan kesalahan dalam menghapus konten tentang Masjid Al-Aqsa yang menunjukkan serangan pasukan polisi Israel terhadap warga Palestina.

“Kami tahu ada kesalahan yang membatasi sementara konten untuk dilihat di laman tagar Masjid Al Aqsa. Kami sangat menyesal kepada semua orang yang merasa ini adalah bentuk pembungkaman suara yang disengaja. Ini tidak pernah menjadi niat kami dan kami juga tidak pernah ingin membungkam komunitas atau sudut pandang tertentu,” kata juru bicara perusahaan.

Dia menambahkan, kebijakan Facebook dirancang untuk memberikan suara kepada semua orang dan menerapkan secara setara. “Kami memiliki tim khusus yang mencakup penutur bahasa Arab dan Ibrani sehingga bisa memantau dengan cermat situasi di lapangan. Ini berfokus untuk memastikan kami menghapus konten berbahaya sambil mengatasi kesalahan penegakan hukum secepat mungkin,” tambahnya.

Dalam upaya untuk menarik perhatian warganet, pengguna Instagram mengunggah video dengan tagar #AlAqsa atau dalam bahasa Arab # الاقصى  # الأقصى. Namun, unggahan mereka dihapus atau disembunyikan dari hasil pencarian. Beberapa pemberitahuan mengungkapkan Instagram menghapus unggahan karena dikaitkan dengan organisasi yang melakukan kekerasan atau berbahaya.

Kasus lain, seorang karyawan melihat Instagram menghapus infografik yang menggambarkan situasi di Al-Aqsa karena hubungannya dengan kekerasan atau organisasi teroris. Setelah karyawan mengajukan keluhan dengan menulis pesan internal, akhirnya, konten tersebut berhasil dipulihkan setelah mengajukan keluhan. [*]

Sumber: Republika.co.id
Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Sering Olok-olok Vaksin di Medsos, Seorang Pria Meninggal karena Covid...

Internasional Minggu, 25 Juli 2021 | 13:24 WIB

Stephen Harmon (34 tahun), seorang pria asal Kalifornia, Amerika Serikat (AS), meninggal akibat Covid-19. Dia sempat men...

Umum - Internasional, Sering Olok-olok Vaksin di Medsos, Seorang Pria Meninggal karena Covid-19, Covid-19 Amerika Serikat,Pasien Covid-19 Meninggal,Vaksinasi Covid-19,Amerika Serikat

Hati-hati Emosi, Ini Rekomendasi 6 Drakor Bertema Perselingkuhan

Internasional Minggu, 25 Juli 2021 | 07:08 WIB

Drama Korea (Drakor) tak melulu tentang percintaan. Ada pula drakor tentang perselingkuhan yang bisa membuat penontonnya...

Umum - Internasional, Hati-hati Emosi, Ini Rekomendasi 6 Drakor Bertema Perselingkuhan, Drakor perselingkuhan,The World of the Married,Second Husband,Love Affairs in the Afternoon,One Spring Night,My Wife is Having an Affair this Week,The Last Empress

Bingung Main Game Google Doodle Olimpiade Tokyo 2020 ? Simak Caranya !

Internasional Jumat, 23 Juli 2021 | 14:49 WIB

Setelah sebelumnya diundur karena masalah covid-19, akhirnya olimpiade Tokyo 2020 dapat dilaksanakan. Meski digelar tanp...

Umum - Internasional, Bingung Main Game Google Doodle Olimpiade Tokyo 2020 ? Simak Caranya !, Google Doodle,Olimpiade Tokyo,arcade

Dikenal Tampan, Eks Menpora Malaysia Syed Saddiq Ternyata Tersandung K...

Internasional Kamis, 22 Juli 2021 | 13:19 WIB

Jerat hukum tengah menimpa mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga Malaysia Syed Saddiq. Bekas menteri termuda dan ganteng d...

Umum - Internasional, Dikenal Tampan, Eks Menpora Malaysia Syed Saddiq Ternyata Tersandung Korupsi, Menpora Malaysia Syed Saddiq,Syed Saddiq,korupsi menpora Malaysia,Malaysia

Cina Tolak Penyelidikan WHO soal Asal Usul Virus Corona

Internasional Kamis, 22 Juli 2021 | 12:47 WIB

Cina pada Kamis menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tahap kedua penyelidikan tentang asal usul virus...

Umum - Internasional, Cina Tolak Penyelidikan WHO soal Asal Usul Virus Corona, Asal Usul Virus Corona,Asal Usul Virus Corona Wuhan,Penyelidikan WHO,asal-usul virus corona di Cina,pelanggaran protokol laboratorium di Cina,asal virus penyebab COVID-19,penelusuran asal virus corona

Selandia Baru Suntik Dana Rp15 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Ind...

Internasional Kamis, 22 Juli 2021 | 11:19 WIB

Selandia Baru memberikan tambahan bantuan NZ$1,5 juta--sekitar Rp15 miliar--untuk mendukung Indonesia dalam menanggapi l...

Umum - Internasional, Selandia Baru Suntik Dana Rp15 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia, Selandia Baru,COVID-19,Eijkman

WHO: Jika Tak Terkendali, Penularan Bisa Munculkan Varian Covid Lebih...

Internasional Kamis, 22 Juli 2021 | 07:31 WIB

WHO memperingatkan tentang rantai penularan Covid-19 secara global. Jika tak terkendali maka potensi munculnya varian ba...

Umum - Internasional, WHO: Jika Tak Terkendali, Penularan Bisa Munculkan Varian Covid Lebih Berbahaya, Varian Covid Lebih Berbahaya,varian baru Covid-19,Varian Baru Virus Corona,rantai penularan Covid-19,kasus Covid-19,kasus Covid-19,Jumlah kasus Covid-19 Indonesia,WHO

Bagaimana dengan Polusi dari Penerbangan Jeff Bezos ?

Internasional Rabu, 21 Juli 2021 | 14:43 WIB

Jeff Bezos meluncur ke luar angkasa pada hari Selasa, 20 Juli 2021, dalam penerbangan awak pertama dari kapal roketnya,...

Umum - Internasional, Bagaimana dengan Polusi dari Penerbangan Jeff Bezos ?, Jeff Bezos,Jeff Bezos keluar angkasa,CEO Amazaon Jeff Bezos,pesawat luar angkasa jeff bezos

artikel terkait

dewanpers
arrow-up