web analytics

Orang Tua, Jangan Sembarangan Menyebut Durhaka kepada Anak

clockSenin, 31 Mei 2021 10:05 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Umum - Ramadhan, Orang Tua, Jangan Sembarangan Menyebut Durhaka kepada Anak, orang tua,Jangan Sembarangan Menyebut Durhaka kepada Anak,Durhaka,Anak,Islam

Ilustrasi seorang anak dan orang tuanya. (Pixabay/skalekar1992 )

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Adakalanya orang tua kehilangan kesabaran dan mengucapkan kalimat yang tidak baik kepada anaknya. Salah satunya, menyebut seorang anak durhaka.

Sebagaimana kasih sayang orang tua terhadap anak, berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) termasuk salah satu ajaran asasi Islam. Allah Swt. dan Rasul-Nya amat menekankan birrul walidain ini dalam banyak ayat Alquran maupun hadis sahih.

Di antara ayat yang terkait hal ini adalah firman Allah Swt. (yang maknanya): Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbakti kepada kedua orangt uamu. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut di sisimu, maka jangan sekali-kali kamu mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, apalagi membentak mereka. Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (santun) (al-Isra' ayat 23).

Sedang hadis yang terkait dengan birrul walidain antara lain adalah sabda Nabi Saw.: "Rida Allah itu ada dalam ridha kedua orang tua, begitu juga murka Allah itu ada dalam murka keduanya" (HR at-Turmudzi dari Abdullah bin 'Amr).

Tetapi, bakti dan kepatuhan anak kepada orang tuanya ini terbatas pada hal-hal yang tidak mengarah kepada pelanggaran terhadap ajaran Islam. Jika sudah mengarah pada pelanggaran ajaran agama, maka yang ada bukan bakti dan patuh, melainkan hormat saja.

Demikian makna firman Allah Swt: "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku, sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mematuhi keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik..." (Luqman: 15).

Oleh karena itu, semua anak wajib ekstra hati-hati dalam menghadapi dan menyikapi orang tua mereka. Segala sikap dan ucapan anak harus mengacu pada pertimbangan perasaan dan kepatutan menghadapi orang tua.

Sekali pun andaikan orang tua jelas salah atau tidak patuh pada ajaran agama, maka masih tersisa kewajiban anak untuk menghormatinya. Durhaka kepada orang tua termasuk dosa amat besar, selagi orang tua juga tidak durhaka kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.

Bahkan akibat dosa durhaka kepada orang tua bisa fatal secara duniawi berupa kesengsaraan hidup (kuwalat, Jawa) dan tentu saja ukhrawi, manakala orang tua tidak berkenan memaafkannya. Karena murka orang tua akan mengakibatkan murka Allah Swt sebagaimana hadis di atas.

KH Ahmad Zahro dalam Fiqih Kontemporer 3 mengatakan, tetapi orang tua juga tidak dibenarkan arogan dan semena-mena memperlakukan anaknya. Jangan menjadi orang tua yang memancing kedurhakaan anak.

Orang tua harus mengarahkan anak untuk mematuhi mereka dengan memberi contoh kepatuhannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Semarah apa pun, jangan ada orang tua yang mengutuk anak sendiri karena pasti penyesalan akan terjadi di belakang hari.

Kalaulah anak "nakal" misalnya, maka orang tua harus cepat koreksi diri, siapa tahu orang tua yang salah mendidik, juga harus selalu mendoakan anaknya agar kembali ke jalan yang benar. Jadi, tidak dibenarkan orang tua mengutuk atau mencap anaknya sebagai anak durhaka, apalagi mendoakan keburukan atau kesengsaraan bagi anak.

Perhatikan betapa Nabi Nuh tetap santun dan perhatian pada anaknya (Qan'an) yang durhaka: "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, maka Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil: Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang orang yang kafir" (Hûd: 42).

Dalam kaitan nikah dan waris, secara fiqih formal, kedurhakaan anak kepada orang tua atau kutukan orang tua terhadap anaknya tidak berpengaruh apa-apa karena kedurhakaan atau kutukan itu tidak memutus hubungan nasab. Dengan demikian, antara anak dan orang tua tetap terdapat hak kewalian atau kewarisan.

Kecuali jika kedurhakaan itu berupa pembunuhan atau beda agama, maka putuslah hubungan kekerabatan dan hilanglah hak ke warisan. Hal ini didasarkan pada makna sabda Nabi Saw.: "Tidak ada hak waris bagi pembunuh" (HR Malik, Ahmad, an-Nasa'i, Ibnu Majah dan al-Baihaqi), dan sabda Nabi Saw: "Orang Islam tidak mewarisi orang kafir, dan orang kafir tidak mewarisi orang Islam" (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dalam perspektif fiqih sosial, kedurhakaan macam apa pun akan menjadi kecacatan hubungan anak-orang tua, sesuatu yang harus dihindari. Begitu juga tindakan orang tua yang menyebabkan berkurangnya penghormatan anak pada orang tua atau bahkan terjadinya kedurhakaan anak pada orang tuanya merupakan hal yang mesti ditiadakan.

Kunci semua itu adalah komunikasi antara orang tua-anak harus terjalin baik sejak mula. Orang tua harus membiasakan anak mau curhat kepadanya dan anak juga harus memberanikan diri dan mengutamakan orang tua sebagai tempat curhat pertama dan utama.

Buntu atau terganggunya komunikasi sering menjadi sebab munculnya penyimpangan hubungan orang tua-anakWallahu a'lam. [*]

Sumber: republika.co.id
Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Mana Penulisan yang Benar: Insya Allah, Insha Allah, atau Insyaallah?

Ramadhan Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:18 WIB

Tidak sedikit umat Islam di Indonesia yang beradu argumen tentang cara penulisan Insya Allah, sebuah kalimat yang diajar...

Umum - Ramadhan, Mana Penulisan yang Benar: Insya Allah, Insha Allah, atau Insyaallah?, cara penulisan insya Allah,Mufti Menk,penulisan insya Allah yang benar,Ismael Menk

Mana Lebih Utama, Baca Al-Kahfi atau Yasin di Malam Jumat?

Ramadhan Kamis, 29 Juli 2021 | 11:20 WIB

Sebagian Muslim mengisi malam Jumat dengan membaca surah al-Kahfi. Namun, ada yang memilih membaca surah Yasin. Manakah...

Umum - Ramadhan, Mana Lebih Utama, Baca Al-Kahfi atau Yasin di Malam Jumat?, surat yasin,keutamaan membaca Surat Yasin,surat yasin artinya,Surat Al-Kahfi,Waktu Membaca Al-Kahfi,Al-Kahfi,amalan malam jumat

Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Puasa Senin-Kamis

Ramadhan Rabu, 28 Juli 2021 | 09:21 WIB

Bagi umat Islam, banyak amalan sunnah yang bisa rutin dikerjakan. Salah satu amalan sunnah yang banyak dilakukan adalah...

Umum - Ramadhan, Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Puasa Senin-Kamis, Puasa Senin Kamis,niat puasa senin kamis,keutamaan puasa senin kamis,Tata cara puasa senin kamis

Ular di Rumah Jangan Langsung Dibunuh, Begini Cara Mengusirnya

Ramadhan Rabu, 28 Juli 2021 | 06:44 WIB

Kamu pasti panik kalau ada ular masuk ke dalam rumah. Tapi, jika hal tersebut terjadi jangan dulu panik. Jangan membunuh...

Umum - Ramadhan, Ular di Rumah Jangan Langsung Dibunuh, Begini Cara Mengusirnya, cara mengusir ular,cara mengusir ular dari dalam rumah,Ular masuk rumah,ular di dalam rumah

Banyak Ulama Wafat Jadi Tanda Kiamat, Ini Penjelasan Cendekiawan Musli...

Ramadhan Senin, 26 Juli 2021 | 14:14 WIB

Angka kematian akibat Covid-19 terus bertambah. Bahkan beberapa hari terakhir kabar duka orang-orang meninggal setelah t...

Umum - Ramadhan, Banyak Ulama Wafat Jadi Tanda Kiamat, Ini Penjelasan Cendekiawan Muslim, ulama wafat,Ulama Wafat Tanda Kiamat,angka kematian akibat Covid-19,Ulama terpapar virus Covid-19,ulama di Tanah Air,kabar duka ulama

Doa untuk Orang Sakit yang Dianjurkan Rasulullah

Ramadhan Minggu, 25 Juli 2021 | 05:31 WIB

Seorang Muslim senantiasa dianjurkan untuk mendoakan saudaranya yang sedang sakit atau tertimpa musibah. Doa umat Islam...

Umum - Ramadhan, Doa untuk Orang Sakit yang Dianjurkan Rasulullah, doa untuk orang sakit,doa meminta kesembuhan,doa Rasulullah,doa

Memahami Hari Tasyrik: 3 Hari setelah Iduladha

Ramadhan Rabu, 21 Juli 2021 | 18:45 WIB

Pada tahun ini,  Kemenag mentapkan Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 21,22, dan 23, juli 2021.

Umum - Ramadhan, Memahami Hari Tasyrik: 3 Hari setelah Iduladha, Hari Tasyrik,Iduladha,Islam,Zikir,hadis

Sejarah, Makna, dan Tradisi Kurban, bagi Umat Islam di Indonesia

Ramadhan Rabu, 21 Juli 2021 | 18:30 WIB

Berikut Ayobandung.com merangkum sejarah dan makna kurban.

Umum - Ramadhan, Sejarah, Makna, dan Tradisi Kurban, bagi Umat Islam di Indonesia, Sejarah,Tradisi,Agama,Islam,Kurban,Indonesia,Iduladha

artikel terkait

dewanpers
arrow-up