web analytics

Pernah Berutang Rp 2 Miliar, Kini Bayu Purnama Sukses Jadi Peternak Milenial

clockKamis, 27 Mei 2021 12:05 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Umum - Unik, Pernah Berutang Rp 2 Miliar, Kini Bayu Purnama Sukses Jadi Peternak Milenial, Bayu Purnama Alam,Peternak Milenial,Utang,Desa Punya

Bayu Purnama Alam tidak pernah menyangka perjalanan karirnya akan meroket seperti sekarang. Untuk sampai di titik ini, ada banyak perjuangan tantangan yang harus dia lewati hingga sukses menjadi peternak milenial dan membangun banyak bisnis lainnya di usia 28 tahun. (Istimewa)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Direktur PT Daya Desa Asasta Bayu Purnama Alam tidak pernah menyangka perjalanan karirnya akan meroket seperti sekarang. Untuk sampai di titik ini, ada banyak perjuangan tantangan yang harus dia lewati hingga sukses menjadi peternak milenial dan membangun banyak bisnis lainnya di usia 28 tahun.

Sebelum mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan dan pemenuhan kebutuhan pangan bernilai halal dan lokal ini, Bayu pernah terlilit utang hingga kerugian yang mendekati 2 Miliar di bisnis properti pada 2015. Sembari bekerja di perusahaan swasta, Bayu pun menjadi driver ojek online sambil beternak lele, sapi, dan ayam broiler untuk melunasi utangnya padahal ia lulusan S1 ITB.

Pada tahun 2016, dia pernah mencoba peruntungan baru di tempat kerja teranyarnya: Rumah Amal Salman ITB. Meskipun pendapatannya tidak sebesar di tempat kerja yang lama, Bayu yakin bekerja di lingkungan masjid  akan membantu banyak orang. Dia juga yakin jalan ini akan memberi kemudahan untuk melunasi utang-utangnya. 

“Barulah tahun 2017, saya mulai beternak sapi. Karena saya kan anak kampung, hidup selalu berkaitan dengan desa. Sebelum ke Bandung, saya aktif di organisasi kemasyarakatan di desa saya di Garut,” kata founder Daya Desa Farm dan Desa Punya ini, Kamis (27/5/2021).

Ketika bekerja, Bayu pernah bertugas saat Idul Adha. Suatu hari ada konsumen yang membutuhkan sapi berbobot 1 ton. Kebetulan, ia sedang merawat sapi ternak berbobot 1 ton juga.

“Saya tawarkan kepada konsumen dan hasilnya bagus. Saya pun bertemu dengan investor yang punya satu misi, sehingga dibangunlah peternakan sapi ini,” ujar Bayu.

Alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB ini mengakui jika desa memang memiliki potensi lumbung pangan yang besar dari hasil pertanian dan peternakan. Akan tetapi, jika banyak pemuda dari desa yang pergi ke kota untuk mencari kerja, maka tidak akan ada regenerasi. Akhirnya, potensi desa tidak akan bisa dimanfaatkan oleh penduduk lokalnya sendiri.

Oleh sebab itu, dia sadar jika pemuda desa harus bisa menciptakan lapangan kerja sendiri yang bisa memberdayakan desa sekaligus merangkai rantai perputaran bisnis agar kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal terjuwud.

“Ada banyak masalah yang saya hadapi ketika terjun ke lapangan. Salah satunya adalah banyaknya rantai pasok. Hal ini memutus keuntungan para peternak di desa. Artinya, cost yang mereka keluarkan tidak sebanding dengan apa yang mereka terima. Cost yang ditekan membuat peternak harus mencari pakan seadanya. Hal ini akan berdampak pada kualitas daging ternak,” katanya.

Bayu  pun menuturkan, daging ternak yang tidak berkualitas akan berefek pada manusia yang memakannya seperti mengundang penyakit dan  memengaruhi perilakunya.

Masalah lain yang harus Bayu hadapi adalah jaminan kualitas daging halal. Pasalnya, peternakan berkaitan erat dengan kehalalan. Peran penting peternak tidak hanya sekedar menjual saja, tapi juga harus memastikan dan menjamin hewan ternaknya sehat, berkualitas, dan disembelih dengan cara halal. Sehingga, daging yang sampai di meja makan itu bisa dikonsumsi dengan baik guna terwujud makanan halal dan thayyib (baik).

“Intinya, harus kita kontrol from farm to table,” ujar Bayu.

Berdirinya PT. Daya Desa Asasta

Masalah peternakan yang Bayu hadapi di lapangan tidak membuatnya pantang mundur untuk memberikan yang terbaik bagi desa. Karena itu, PT. Daya Desa Asasta berusaha untuk fokus di bidang peternakan dan pemenuhan kebutuhan pangan.

Selain dengan cara mengontrol from farm to table, perusahaan ini juga memberdayakan masyarakat lokal dengan memberikan binaan tentang cara beternak yang baik kepada para mitra.  Hingga saat ini, mitra binaan PT. Daya Desa Asasta sudah menjangkau Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Kami membina sekitar 45 mitra peternak sapi, 17 mitra peternak ayam dan 25 mitra peternak lele organik. Perusahaan ini juga punya 35 karyawan di level manajemen,” ujarnya.

Selain itu, Bayu terus mengembangkan banyak bisnis lainnya di samping peternakan. Ia tengah menggarap bisnis F&B bernama Katuang, perkebunan sawit, dan media.

“Intinya, saya ingin menyemarakkan kalau beternak itu keren, lho. Buktinya, saya bisa keluar dari jeratan utang hingga lunas pada 2019, kemudian  banyak membangun bisnis  setelah 1 tahun beternak sapi,” pungkasnya.

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

terbaru

Ilmuwan Buat Simulasi Matahari Hancur dan Kiamat, Bagaimana Caranya?

Unik Senin, 26 Juli 2021 | 15:06 WIB

Penelitian baru mengungkapkan perisai magnet bumi tidak selalu bisa melindungi Bumi. Ilmuwan memperkirakan di masa depan...

Umum - Unik, Ilmuwan Buat Simulasi Matahari Hancur dan Kiamat, Bagaimana Caranya?, Simulasi Matahari Hancur,Simulasi Kiamat,simulasi matahari hancur,matahari hancur,simulasi kehancuran alam semesta,NASA,kehancuran matahari,perisai magnet bumi

Uniknya Bengkel Kepala, Tradisi Jagal Kepala Hewan Kurban di Semarang

Unik Minggu, 25 Juli 2021 | 16:10 WIB

Khusus di Idul Adha ada satu tradisi yang selalu muncul di Kampung Bustaman, Kota Semarang, yakni hadirnya “Bengkel Kepa...

Umum - Unik, Uniknya Bengkel Kepala, Tradisi Jagal Kepala Hewan Kurban di Semarang, Idul Adha 2021,Idul Adha unik,Rumah jagal,Bengkel Kepala Semarang

Game Rahasia di Google Doodle, Pernah Coba Main ?

Unik Jumat, 23 Juli 2021 | 14:39 WIB

Google doodle ini dapat berupa karya seni (doodle art), permainan game (doodle game) ataupun gambar interaktif yang ditu...

Umum - Unik, Game Rahasia di Google Doodle, Pernah Coba Main ?, Google Doodle,Google,Olimpiade Tokyo,game

Viral, Bulan dan Matahari Merah, Ini Fakta di Baliknya!

Unik Jumat, 23 Juli 2021 | 13:27 WIB

Satu minggu belakangan, media sosial diramaikan dengan postingan penampakan Bulan dan Matahari yang berwarna merah. Bole...

Umum - Unik, Viral, Bulan dan Matahari Merah, Ini Fakta di Baliknya!, Bulan Merah,Fenomena Bulan Merah,Matahari Merah,Fenomena Matahari Merah,fenomena langit langka,fenomena langit unik,Bulan dan Matahari berwarna merah

Haruskah Mengundang Mantan Pacar ke Pesta Pernikahan ?

Unik Kamis, 22 Juli 2021 | 11:03 WIB

Baru-baru ini muncul beberapa video di linimasa media sosial mengenai tamu undangan yang pingsan saat mengunjungi pernik...

Umum - Unik, Haruskah Mengundang Mantan Pacar ke Pesta Pernikahan ?, Pernikahan,Mantan pacar,masa lalu

Restoran Pizza Ini Layani Pelanggan Gunakan Robot

Unik Minggu, 18 Juli 2021 | 20:31 WIB

Sebuah restoran Pizza di Paris, Prancis, menggunakan teknologi robot untuk mengoperasikan seluruh produksi pizza dari aw...

Umum - Unik, Restoran Pizza Ini Layani Pelanggan Gunakan Robot, restoran Pizza,Robot produksi pizza,Pazzi Pizzeria

Bakal Kebanjiran Rezeki, Berikut Zodiak Paling Hoki Tahun Ini

Unik Sabtu, 17 Juli 2021 | 09:43 WIB

Sebagian orang percaya dengan ramalan zodiak yang menggambarkan prediksi baik buruknya nasib seseorang terkait urusan ke...

Umum - Unik, Bakal Kebanjiran Rezeki, Berikut Zodiak Paling Hoki Tahun Ini, Zodiak Paling Hoki,Zodiak Paling Hoki Tahun Ini,Ramalan Zodiak,Ramalan Zodiak Hari Ini,ramalan zodiak bulan ini,zodiak hoki,zodiak paling beruntung,Capricorn

Unik! Ini Cara Melihat Hewan di Augmented Reality Google Search

Unik Jumat, 16 Juli 2021 | 22:50 WIB

Teknologi Augmented Reality akan membawa dan mengajak Anda masuk ke dunia nyata hewan-hewan dengan bentuk 3D, pastinya s...

Umum - Unik, Unik! Ini Cara Melihat Hewan di Augmented Reality Google Search, Augmented Reality,Google Search,3D,Kebun Binatang,Hewan,Teknologi
dewanpers
arrow-up