web analytics

Menebar Kebajikan, Meneguhkan Peradaban "Cinta Kasih"

clockRabu, 26 Mei 2021 22:45 WIB user-groupNetizen Ibn Ghifarie
Netizen, Menebar Kebajikan, Meneguhkan Peradaban "Cinta Kasih", Umat Buddhis,Umat Buddha,Hari Raya Tri Suci Waisak Puja,Waisak,Agama,Buddha,Cinta,Kasih

Umat Buddha melaksanakan ibadah puja bakti pada perayaan hari raya Waisak 2565 BE di Vihara Tanda Bakti, Jalan Vihara, Kota Bandung, Rabu 26 Mei 2021. Sejumlah umat Buddha di vihara tersebut menggelar ibadah dan perayaan hari raya Waisak 2565 BE yang diikuti hanya sekitar 30 jemaat dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Ibn Ghifarie

Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Umat Buddhis menyakini tibanya Hari Raya Tri Suci Waisak Puja (kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan parinirwana; meninggal dunia) 2565 BE yang jatuh pada tanggal 26 Mei 2021 pukul 18.13:30 ini harus menjadi momentum yang tepat untuk menebar benih-benih kebajikan, meneguhkan peradaban cinta kasih (belas kasih, kasih sayang, welas asih) yang berbasiskan keimanan kokoh dan kemanusiaan yang mengacu pada Sidarta Sautama.

Pasalnya, segala bentuk balas dendam, kejahatan, konflik, kekerasan dan peperangan itu bersumber pada kebencian. Gautama pernah mengingatkan kepada umatnya, tak pernah ada di dunia ini kebencian dihentikan oleh kebencian, tetapi kebencian hanya bisa sirna dengan cinta dan perjuangan menegakkan kasih sayang.

Pesan Waisak

Sejatinya kahadiran Waisak 2565 BE ini menjadi titik awal menebarkan sikap kebaikan dan berlomba-lomba untuk menciptakan perdamaian guna meraih kebahagiaan sutuhnya yang terpancar dari sosok Sang Agung Buddha ini.

Ikhtiar untuk meneguhkan peradaban cinta kasih ini, Jotidhammo Mahathera, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia  (Sanghanayaka) menegaskan cinta kasih adalah suatu kekuatan yang mengaitkan hati dengan hati untuk menyembuhkan dan menyatukan kita dalam kebersamaan yang sesungguhnya. Pikiran-pikiran cinta kasih yang sangat berkembang memiliki kekuatan magnetis yang dapat mempengaruhi dan menarik hati orang lain.

Dengan cinta kasih kebahagiaan manusia bertambah, dunia menjadi lebih cerah, lebih mulia dan lebih suci, serta menciptakan kehidupan yang lebih baik. Cinta kasih merupakan pengharapan kesejahteraan dan kebahagiaan terhadap semua makhluk hidup, tanpa dibatasi oleh sekat apapun. Ia adalah sifat persaudaraan seorang teman yang penuh kebaikan.

Dengan demikian, cinta kasih itu sebuah kekuatan mental yang aktif, setiap tindakan cinta kasih dilakukan dengan pikiran untuk membantu, menolong, menghibur, membuat orang lain lebih mudah hidupnya, dan lebih mampu untuk mengatasi kesedihan. (www.samaggi-phala.or.id)

Menurut Bante Panyavaro Mahathera, tokoh Buddhist Indonesia, kebhinekaan tidak hanya dijaga dengan undang-undang dan toleransi belaka, namun perlu cinta kasih. Cinta kasih yang keluar dari hari nurani manusia, tidak hanya menghargai perbedaan tapi menerima dengan tulus perbedaan itu sendiri.

Buddh selalu memandang, apapun gejolak-gejolak yang muncul sebenarnya berasal dari mental manusia. Pada saat mental, pikiran, tidak bisa dikendalikan maka akan muncul sikap yang menimbulkan masalah sosial. (Kompas, Kamis, 11 Mei 2017 | 11:48 WIB)

Upaya menebarkan cinta kasih dan welas asih ini perlu kita renungkan dan peraktikan secara bersama-sama, seperti yang telah dicontohkan oleh Gautama. Bagi Sang Buddha usaha ini bukan hanya menghapus kebencian dari pikirannya, tetapi memastikan pikiran itu penuh dengan welas asih, menghendaki kesejahteraan bagi seluruh makhluk hidup.

"Kebencian tak akan hilang dengan kebencian. Kebencian akan hilang dengan cinta kasih; Jika muncul suatu dendam terhadap siapa pun, maka orang seharusnya mengembangkan cinta kasih terhadapnya; Wahai para Bhikku, apa pun dasar yang ada untuk membuat agar perbuatan baik menghasilkan kelahirna yang akan datang. Semangat itu tidak akan menyemai satu perenambelas bagian dalam penyebaran pikiran cinta kasih. Penyebaran cinta kasih melampui semua itu dan bersinar cerah, terang benderang." (itivuttaka 27).

Di seluruh penjuru tidak ada seorang pun yang dicintai melebihi kecintaan terhadap diri sendiri; orang lain pun sangat mencintai dirinya sendiri. Oleh karena itu, mereka yang mencintai dirinya tidak seharusnya menganiaya makhluk lain. (khuddaka nikaya) Gautama menyadari lima "larangan"; tradisional tentang keadaan yang tidak membantu (akusala), menyakiti, berdusta, meracuni dan seks harus diimbangi dengan yang positif.

Alih- alih sekedar menghindari agresi. Ia selalu bersikap lembut dan baik kepada segala sesuatu dan setiap orang, menanamkan pikiran penuh cinta kasih dan kebaikan, tidak berbohong dan perlu untuk memastikan apa pun yang diucapkannya itu bernalar, akurat, jernih dan bermanfaat.

Pada setiap tahap perjalanan dan yoginya jauh ke lubuk pikirannya yang secara sengaja membangkitkan emosi cinta--"perasaan yang meluas dan tidak terukur yang tidak mengenali kebencian";--mengarahkan ke empat penjuru dunia tanpa pengecualian satu pun tanaman, hewan, kawan, lawan dari radius simpati ini. (Karen Armstrong, 2013:338-380).

Dengan demikian, pikiran damai, sikap mental yang tenang berakar pada pengungkapan perhatian, kasih sayang, rasa berterima kasih, puji sukur, sebab cinta, kasih sayang, welas asih dan tenggang rasa merupakan watak dasar yang dibutuhkan segenap makhluk hidup untuk membangun kehidupan beragama dan meneguhkan peradaban cinta ini.

Kekuatan Cinta

Dalam kontek Indonesia yang tidak jelas arah kebijakan pemerintah ini kiranya kita perlu belajar dari Aung San Suu Kyi dalam menjalani kehidupan sehari-hari di bidang politiknya, yang menjadikan cinta kebaikan sebagai asas tindakan politis. Peraih nobel perdamaian ini mengakui, rasa takut adalah kebiasaan yang dapat dilepaskan dari didinya, sesuah Ia memiliki pengalaman bertahun-tahun di luar negeri.

Rasa takut berjalan seiring dengan metta, kebaikan yang benuh kasih. Karena dengan metta rasa saling percaya dapat tercipta, meskipun selalu timbul pertentangan yang mengakibatkan rasa tidak aman, selau dapat terjadi juga rekonsiliasi. Metta, kebaikan yang penuh kasih bukalah konsep sentimental yang membuat orang-orang mengabaikan perbedaan-perbedaan di bidang politik.

Dalam filsafat Buddha, metta sejalan dengan kemurahan hati, kesempurnaan, kesabaran, meditasi, kebijaksanaan dan rekonseliasi di antara berbagai cara untuk mencapai pembebasan. Untuk itu, metta harus dijadikan asas aktif dalam menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan terwujudknya dialog terbuka dengan lawan-lawan politik dalam suasuan saling percaya dan menyenangkan. Baginya, menunjukkan kebaikan tidaklah cukup. Itulah sebabnya ia menekankan pentingnya orang bertanggung jawab dan bertindak. (Hagen Berndat, 2006:85-87)

Mari kita berusaha membumikan sabda Sang Buddha "Orang yang berkebajikan terlihat dari jauh bagaikan gunung Himalaya, yang menjulang tinggi tetapi orang yang jahat, tak terlihat walaupun ia berada dekat dengan kita, bagaikan panah dilepaskan pada waktu malam"; dan “Tidak seberapa harumnya bunga tagara dan kayu cendana; tetapi harumnya mereka yang memiliki sila (kebajikan) menyebar sampai ke surga)” (Dhammapada ; 56).

Bila kita menjalankan hidup penuh dengan cinta, kasih sayang, welas asih yang bersumber dari ajaran agama, niscaya tak ada lagi konflik, peperangan atas nama kepercayaan yang melukai hati nurani dan kemanusiaan ini.

Inilah salah satu upaya meneguhkan peradaban cinta kasih dalam kontek Waisak. Caranya dimulai dari diri sendiri dan saat ini kita berusaha untuk menebar benih-benih kebajikan (cinta, kasih sayang, welas asih) supaya hidup ini damai, sejahteran dan bahagia. Selamat Hari Trisuci Waisak 2560/2021. Sabbe satta bhavantu sukhitata. Semua mahkluk berbahagia. Sadha, sadha, sadha. Semoga. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Distrik Tasikmalaya Awal Abad ke-19

Netizen Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:30 WIB

Dalam peta awal abad ke-19 yang berjudul D: Tassikmalaya, sudah dengan jelas menggambarkan penyebaran perkampungan denga...

Netizen, Distrik Tasikmalaya Awal Abad ke-19, Distrik,Tasikmalaya,Abad ke-19,Geografis,Sejarah

Hotel Luar Angkasa akan Semakin Menjamur

Netizen Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:30 WIB

Beberapa dekade yang akan datang, wisata luar angkasa diproyeksikan akan kian populer.

Netizen, Hotel Luar Angkasa akan Semakin Menjamur, Hotel Luar Angkasa,wisata luar angkasa,Unik,Masa Depan

Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI

Netizen Selasa, 3 Agustus 2021 | 09:49 WIB

Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI

Netizen, Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI, Wim Kuik,Olahraga,sepakbola,PSIB,uni,Persib

Nonton Drakor Juga Ada Manfaatnya: Meredakan Stres, Meningkatkan Imun...

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 22:00 WIB

Ya, nonton drama korea. Salah satu alternatif refreshing masa pandemi. Begitu banyak sekali drama bagus yang wajib Anda...

Netizen, Nonton Drakor Juga Ada Manfaatnya: Meredakan Stres, Meningkatkan Imun Tubuh, nonton drakor,Meredakan Stres,Meningkatkan Imun Tubuh,refreshing,Drama Korea,Hiburan

Hustle Culture, Gaya Hidup para Pekerja Keras

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 21:15 WIB

Semakin sibuk, maka semakin cepat untuk meraih kesuksesan. Fenomena ini disebut dengan budaya “Hustle Culture”.

Netizen, Hustle Culture, Gaya Hidup para Pekerja Keras, Hustle Culture, gaya hidup,Pekerja Keras,Pekerjaan,karier,Kesehatan Mental,burnout syndrome,toxic postivity

[Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Juli 2...

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 16:30 WIB

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler di Ayobandung.com edisi Juli 2021.

Netizen, [Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Juli 2021, Ayo Netizen,6 Tulisan Terpopuler,netizen,Ayobandung.com,Juli 2021

Medali Emas Polii dan Rahayu, Pengorbanan Demi Martabat

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 16:15 WIB

Sungguh perjalanan Polii dan Rahayu menggambarkan perjuangan dengan pengorbanan yang tidak kecil.

Netizen, Medali Emas Polii dan Rahayu, Pengorbanan Demi Martabat, Medali Emas,Greysia Polii,Apriani Rahayu,Olimpiade Tokyo 2020

Tips Menghindari Berita Hoax Yang Sangat Meresahkan Warga

Netizen Minggu, 1 Agustus 2021 | 19:53 WIB

Berita hoax merupakan suatu berita yang disampaikan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan...

Netizen, Tips Menghindari Berita Hoax Yang Sangat Meresahkan Warga, Tips Menghindari Berita Hoax,Berita hoaks
dewanpers
arrow-up