web analytics
  

Generasi Pandemi Jangan Jadi Produk Pendidikan Medsos!

Senin, 24 Mei 2021 21:00 WIB Netizen Taufiq Sudjana
Netizen, Generasi Pandemi Jangan Jadi Produk Pendidikan Medsos!, Generasi Pandemi,Produk Pendidikan Medsos,Media sosial,Pendidikan,Sekolah,Pandemi Covid-19

Sejumlah siswa dan guru saat mengikuti simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 di SD Negeri Cimahi Mandiri 2, Kota Cimahi, Senin 24 Mei 2021. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Pemerintah Kota Cimahi menggelar simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang TK/PAUD, SD hingga SMP di tengah pandemi Covid-19 pada 24 sampai 31 Mei 2021. Simulasi itu dilakukan untuk menyongsong PTM yang direncanakan dimulai Juli mendatang. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Taufiq Sudjana

Penulis adalah anggota Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB).

Media sosial hadir di tengah-tengah masyarakat seiring pesatnya perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK). Selain sebagai media untuk berkomunikasi, ternyata media sosial ini menjadi media utama dalam pembelajaran.

Hal ini menggambarkan bahwa di satu sisi keberadaan media sosial telah turut membantu dunia pendidikan. Penggunaan media sosial menjadi solusi sementara ketika pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh.

Seberapa penting media sosial untuk proses pembelajaran? Pertanyaan ini terlontar di kepala saya ketika menyimak hasil sebuah survei pembelajaran dari rumah selama masa pandemi Covid-19.

Pertama, Survei Cepat Pembelajaran dari Rumah dalam Masa Pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Survei ini dilaksanakan tanggal 13-20 April 2020, pada awal masa pandemi. Sasaran survei terdiri dari responden Kepala Sekolah dan Guru yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) dan daerah yang bukan 3T.

Dari instrumen mengenai penggunaan media sosial yang digunakan oleh guru dalam melakukan pembelajaran dari rumah, didapat data 72,4% guru di daerah 3T menggunakan media sosial (Whatsapp/Google Hangout/Facebook/Messenger), dan sejumlah 92,7% guru di daerah Non-3T menggunakannya. Rata-rata penggunaan media sosial oleh guru secara nasional sebesar 86,6%.

Kedua, Survei Belajar dari Rumah Tahun Ajaran 2020/2021 yang dilaksanakan oleh Kemdikbud pada bulan 8-15 Agustus 2020. Sasaran survei kali ini terdiri dari responden guru dan siswa.

Hasil survei tersebut mendapatkan gambaran mengenai penggunaan media sosial masih menjadi media komunikasi yang paling populer. Guru di daerah 3T sebanyak 50% dan 84,3% guru di daerah Non-3T menggunakan media sosial dalam melakukan interaksi dengan siswa dalam pembelajaran.

Dari kedua hasil survei tersebut, media sosial juga terlihat menempati posisi teratas yang digunakan dalam pembelajaran dari rumah.

Apakah guru akan senantiasa menggunakan media sosial dalam melakukan proses pembelajaran? Tentunya banyak alternatif selain media sosial. Barangkali yang perlu digarisbawahi adalah peningkatan kompetensi guru untuk lebih peka terhadap setiap perkembangan teknologi.

Guru dituntut terus melakukan pengembangan diri. Ketika era digital sekarang sedang menggiring semua aktivitas, maka guru yang notabene adalah garda depan pelaku pendidikan, sepatutnya membuka diri untuk meningkatkan kemampuannya menggunakan media-media TIK.

Kendala yang dihadapi saat ini, dari survei Kemdikbud tadi, diperoleh gambaran dari responden Kepala Sekolah yang menyatakan bahwa 67,11% kendala dihadapi terkait kemampuan guru dalam mengoperasikan perangkat digital. Di sisi lain kendala yang dihadapi, sejumlah 29,45% ketersediaan sarana prasarana yang dimiliki siswa.

Untuk guru sendiri, 73,4% guru di daerah 3T dan 66,5% guru Non-3T menghadapi kendala karena kurang memadainya jaringan/kuota internet. 23,7% guru daerah 3T dan 30,2% guru Non-3T mengaku belum mampu mengoptimalkan media digital. Hal ini berkaitan dengan kendala tidak memiliki perangkat yang dibutuhkan (laptop/komputer/telepon selular/dll). Sebanyak 26,6% guru di daerah 3T dan 15,4% guru Non-3T menghadapi kendala ini.

Melihat hasil survei pada periode Agustus 2020 lalu menunjukkan adanya perubahan positif yang dialami guru selama Pembelajaran dari Rumah. Untuk guru di daerah 3T, peningkatan penguasaan teknologi yang mendukung pembelajaran masih relatif rendah sebesar 15,2% dibanding guru di daerah Non-3T yang menunjukkan jumlah peningkatan sebesar 44,1%.

Namun demikian, angka yang relatif tinggi masih menunjukkan tidak terjadinya perubahan positif yang dialami guru. Sebesar 39% guru 3T dan 28,1% guru Non-3T mengakui tidak adanya perubahan yang terjadi.

Apa yang harus dilakukan?

Hasil survei Kemdikbud itu memberikan kesimpulan dan rekomendasi kepada kita semua untuk melakukan evaluasi, perbaikan, dan peningkatan dalam berbagai aspek. Di antaranya adalah aspek terkait sarana prasarana dan peningkatan kompetensi guru.

Meski sampai saat ini media sosial digunakan lebih dari sekadar komunikasi, namun kita tidak selamanya harus tergantung dengan media sosial. Sebab, beberapa platform media sosial menyimpan potensi dampak negatif, di samping manfaat positif oleh penggunanya. Berbagai syarat dan ketentuan media sosial pun menjadi alasan keamanan dan keamanan pengguna untuk memanfaatkannya.

Dengan adanya platform-platform digital yang beragam serta media pembelajaran daring lainnya, tentu alternatif lebih terbuka. Bahkan Kemdikbud sendiri sudah menyediakan halaman-halaman terkait. Akan tetapi, tentu hal ini tidak akan menunjukkan hasil yang signifikan jika di pihak guru sendiri tidak ada upaya untuk memanfaatkannya. Bahkan, bisa dikatakan, tidak akan berhasil tanpa disertai niat dan menepis keengganan guru untuk terus belajar.

Di lain pihak, siswa dan orang tua pun menjadi alasan pertimbangan dengan berbagai kendala yang mereka hadapi. Dalam hal inilah sisi kreativitas seorang guru dituntut untuk mencari inovasi pembelajaran yang lebih variatif, meski tidak harus melulu menggunakan produk-produk digital. Jangan sampai generasi pandemi sekarang ini menjadi produk pendidikan media sosial semata. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen Selasa, 22 Juni 2021 | 10:21 WIB

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen, Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati, limbah,Jatinangor,desa cisempur,Kahatex,kebersihan lingkungan

Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 07:00 WIB

Pelecehan seksual di Indonesia merupakan salah satu kasus yang sering meningkat setiap tahunnya.

Netizen, Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial, Pelecehan Seksual,Media Sosial,Indonesia,Twitter

Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 06:25 WIB

Berdiam diri di rumah saat pandemi, namun tetap dapat penghasilan akan menjadi suatu angan–angan bagi setiap orang.

Netizen, Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini, Diam di Rumah,Penghasilan,Industri Kreatif,Desain Grafis

Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 10:40 WIB

Kegagalan akan selalu ada, namun tidak berarti kegagalan ini akhir dari segalanya.

Netizen, Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu, SBMPTN,karier,Pendidikan

Ironi Tanggal Merah Saat Pandemi

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 09:00 WIB

Entah bosan atau memang terlalu percaya diri sehingga setiap tanggal merah, jalan menuju tempat wisata tak pernah sepi.

Netizen, Ironi Tanggal Merah Saat Pandemi, Tanggal Merah,Pandemi,Libur

Masa Kecil Anak Zaman Now!

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:40 WIB

Masa kecil merupakan pengalaman atau peristiwa yang terjadi saat masih anak- anak. Masa ini biasanya hanya datang satu k...

Netizen, Masa Kecil Anak Zaman Now!, Permainan Tradisional,anak zaman now

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:32 WIB

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen, Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat, fesyen lambat,Fesyen,Kerusakan Lingkungan

Interpretasi dalam Geowisata

Netizen Kamis, 17 Juni 2021 | 19:40 WIB

Daya tarik geowisata Jawa Barat adalah jawaranya.

Netizen, Interpretasi dalam Geowisata, Interpretasi,geowisata,Jawa Barat

artikel terkait

dewanpers