web analytics

Dari Bambu ke Menara, Kronologi Perubahan Masjid Raya Bandung

clockJumat, 21 Mei 2021 20:00 WIB userAris Abdulsalam
Bandung Baheula - Baheula, Dari Bambu ke Menara, Kronologi Perubahan Masjid Raya Bandung, Kronologi Perubahan Masjid Raya Bandung,Masjid Raya Bandung,Alun-alun,Kota Bandung,Sejarah

Ilustrasi Masjid Raya Bandung oleh W. Spreat, tahun 1852, dalam buku De Zieke Reiziger. (Wikimedia Commons)

REGOL, AYOBANDUNG.COM — Alun-alun biasa digunakan masyarakat sebagai tempat berkumpul dengan berbagai kepentingannya. 

Pun, keberadaan alun-alun senantiasa jadi satu kesatuan dengan masjid raya dan bangunan pemerintahan lainnya.

Masjid Raya Bandung tahun 1929. (Wikimedia Commons)

Pernyataan tersebut pernah diungkapkan N. Kartika, dosen Program Studi Sejarah Universitas Padjadjaran, pada tahun 2018 lalu.

Menurut catatan sejarah, lebih dari 50 tahun wilayah Priangan dan sebagian dari Jawa Barat, pernah berada di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram. Salah satu jejak buktinya yaitu alun-alun, yang merupakan sisa pengaruh Mataram yang masih kuat

Masjid Raya Bandung, sekitar tahun 1930-an. (Istimewa)

Dulu Alun-alun masih berbentuk sederhana, bentuknya tanah lapang. Seperti alun-alun di banyak kota, bagian tengah alun-alun Bandung ditanami sepasang pohon beringin. Bangunan yang ada di dekat sana ada pendopo, masjid agung/raya, dan sebagainya,” jelas Kartika, pada tahun 2018, kepada Ayobandung.com.

Pohon beringin yang berada di Alun-Alun Bandung, pada masa lampau, juga lazim dijadikan orang untuk tempat berteduh. Tetapi, pada masa pendudukan Jepang, pohon beringin tersebut tumbang. 

Tumbangnya pohon itu sekaligus jadi tanda kejatuhan Belanda pada saat masa penjajahan.

Masjid Raya Bandung, Bagian Tak Terpisahkan dari Alun-alun

Masjid Raya Bandung, dengan Alun-Alun Kota Bandung yang masih dihiasi rumput alami. (Wikimedia Commons)

Lahirnya Kota Bandung tak lepas dengan berkembangnya agama Islam. Hal itu terbukti dengan dibangunnya Masjid Raya Bandung bersamaan dengan kepindahan pusat Kota Bandung dari Krapyak (di Bandung Selatan) ke pusat kota saat ini.

Mengutip siaran pers Humas Kota Bandung yang diterima Ayobandung.com, ada dua versi yang membahas tahun berdirinya masjid tersebut, yakni pada 1810 atau 1812. Yang jelas, masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Kota Bandung.

Versi 1812 menyebutkan bahwa masjid ini dibangun bersamaan dengan pemindahan pusat Kota Bandung dari Krapyak (di Bandung Selatan) ke pusat kota yang saat ini ada di kawasan Alun-alun-Asia Afrika-Braga.

Masjid Raya Bandung tahun 2008. (Wikimedia Commons)

Sejumlah sumber menyebutkan, pada masa awal pembangunannya, Masjid Agung memiliki corak arsitektur khas Sunda. Bangunannya pun terbilang sederhana, terbuat dari anyaman bambu beratap rumbia.

Atap rumbia tersebut tersusun dari tiga buah atap yang meruncing di bagian puncaknya. Puncak atap yang runcing tersebut sekaligus juga menjadikan Masjid Agung memiliki julukan "Bale Nyuncung" di kalangan warga. Nyuncung dalam bahasa Sunda memiliki arti lancip.

Meski dibangun dengan desain dan bahan-bahan bangunan yang sederhana, kesan hegar, luas dan asri tetap terasa dalam keseluruhan bangunan masjid. 

Sebelum seperti saat kini, masjid dilengkapi dengan sebuah kolam besar yang difungsikan sebagai tempat berwudu. Kolam tersebut juga konon pernah digunakan sebagai sumber air untuk memadamkan kebakaran.

8 Kali Perombakan

Masjid Raya Bandung tahun 2014. (Wikimedia Commons)

Sejak awal didirikan, masjid terletak berhadap-hadapan dengan Bale Bandoeng atau Pendopo Kota Bandung. Beberapa pihak menyebut masjid telah mengalami 8 kali perombakan. 

Tiga perombakan terjadi di abad ke-19, sementara lima perombakan dilaksanakan di abad ke-20. Dinding bilik bambu pun diganti menjadi kayu pada 1826. 

Pada tahun 2000-an, renovasi besar-besaran dilakukan oleh Gubernur Jabar saat itu, H.R. Nuriana. Atap masjid yang berbentuk joglo bertingkat diubah menjadi kubah besar seperti yang terlihat hingga saat ini. Bentuk limas bersalin menjadi kubah setengah bola dengan diameter sepanjang 30 meter.

Masjid Raya Bandung tahun 2019. (Wikimedia Commons)

Tak hanya itu, masjid juga dilengkapi dengan dua menara yang dapat didaki oleh para pengunjung. Sejak renovasi diresmikan pada 4 Juni 2003, nama "Masjid Agung" pun kemudian diubah menjadi "Masjid Raya Bandung".

Status Masjid Agung Kota Bandung kini disandang oleh Masjid Al Ukhuwah di Jalan Wastukancana. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Asal Nama Jalan ABC, Berawal dari 3 Etnis Utama di Kota Bandung

Baheula Minggu, 1 Agustus 2021 | 10:40 WIB

Toponimi Jalan ABC berawal dari tempat bermukimnya 3 etnis utama, yakni Arabieren (A), Boemipoetra (B), Chineezen (C).

Bandung Baheula - Baheula, Asal Nama Jalan ABC, Berawal dari 3 Etnis Utama di Kota Bandung, Asal Nama,Sejarah,Toponimi,Jalan ABC,Kota Bandung,Arabieren,Boemipoetra,Chineezen

Meneropong Sejarah Observatorium Bosscha, Dahulu Bernama Bosscha Sterr...

Baheula Minggu, 1 Agustus 2021 | 08:00 WIB

DDahulu, Observatorium Bosscha bernama Bosscha Sterrenwacht dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Veren...

Bandung Baheula - Baheula, Meneropong Sejarah Observatorium Bosscha, Dahulu Bernama Bosscha Sterrenwacht, Sejarah,Observatorium Bosscha,Bosscha Sterrenwacht,NISV,Perhimpunan Astronomi Hindia Belanda,Karel Albert Rudolf Bosscha,Institut Teknologi Bandung,ITB,astronomi

Stasion Tjimahi, Saksi Sejarah Jalur Kereta Zaman Belanda

Baheula Kamis, 29 Juli 2021 | 08:36 WIB

Wilayah Priangan di Jawa Barat merupakan tumpuan pemeritahan Kolonial Belanda semasa berkuasa. Jalur "kalung besi" pun...

Bandung Baheula - Baheula, Stasion Tjimahi, Saksi Sejarah Jalur Kereta Zaman Belanda, Stasion Tjimahi,Stasiun Cimahi,Cimahi,Bangunan bersejarah Cimahi,Bandung Baheula

Nostalgia: Perbedaan Suasana Alun-Alun Lembang Dahulu dan Sekarang

Baheula Selasa, 27 Juli 2021 | 19:05 WIB

Jika dibandingkan dalam bentuk dan sarana, Alun-Alun Lembang dahulu lebih banyak fasilitas yang mengundang masyarakat un...

Bandung Baheula - Baheula, Nostalgia: Perbedaan Suasana Alun-Alun Lembang Dahulu dan Sekarang, Alun-Alun Lembang,Perbedaan Suasana,Sejarah,Fasilitas Umum,destinasi wisata

Perjalanan Sentral Susu Pangalengan, Bermula dari Bandungsche Melk Cen...

Baheula Senin, 26 Juli 2021 | 19:50 WIB

Pangalengan di Kabupaten Bandung telah lama dikenal sebagai salah satu sentral susu terbesar di Indonesia.

Bandung Baheula - Baheula, Perjalanan Sentral Susu Pangalengan, Bermula dari Bandungsche Melk Center, Sentral Susu,Pangalengan,Kolonial,Belanda

Sejarah Paguyuban Pasudan, Wajah Sunda Boedi Oetomo

Baheula Jumat, 23 Juli 2021 | 19:40 WIB

Paguyuban Pasundan didirikan atas inisiatif para siswa Sunda STOVIA yang bertujuan menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Bandung Baheula - Baheula, Sejarah Paguyuban Pasudan, Wajah Sunda Boedi Oetomo, Sejarah,Paguyuban Pasudan,Sunda,Pendidikan,Gerakan,Organisasi,Boedi Oetomo

Tugu Juang Siliwangi, Simbol Semangat Rakyat Bandung Selatan Melawan P...

Baheula Minggu, 18 Juli 2021 | 06:15 WIB

Tugu Juang Siliwangi ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Aang Kunefi dan Pangdam VI/Siliwangi Letnan Jendr...

Bandung Baheula - Baheula, Tugu Juang Siliwangi, Simbol Semangat Rakyat Bandung Selatan Melawan Penjajah, Tugu Juang Siliwangi,Simbol Semangat Rakyat,Bandung Selatan,Melawan Penjajah,Sejarah,Kabupaten Bandung

Taman Musik Centrum dan Tragedi Sabtu Kelabu AACC 2008

Baheula Kamis, 15 Juli 2021 | 16:40 WIB

Taman Musik Centrum dibuat untuk mengenang tragedi memilukan Sabtu Kelabu.

Bandung Baheula - Baheula, Taman Musik Centrum dan Tragedi Sabtu Kelabu AACC 2008, Taman Musik Centrum,Tragedi,Sabtu Kelabu,AACC,Kota Bandung

artikel terkait

dewanpers
arrow-up