web analytics
  

Ancol Itu Memang Berupa Tanjung

Jumat, 21 Mei 2021 10:01 WIB Netizen T Bachtiar
Netizen, Ancol Itu Memang Berupa Tanjung, Ancol,tanjung,bobojong,Sejarah Bandung,JL Soekarno Hatta

Peta Bandoeng en Omstreken (1910) menggambarkan dengan jelas lahan (berwarna hijau) berupa tanjung atau tanah ujung, atau dengan nama lain Ancol, Bojong, atau Bobojong. (Ist)

T Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung.

AYOBANDUNG.COM -- Pada mulanya penduduk menyebut kawasan itu berdasarkan rona buminya, berupa tanah yang memanjang dibatasi oleh air, yang menjadi ujung tanah atau tanjung.

Kawasan yang menganjur ke air, baik ke laut ataupun ke danau kemudian dinamai ancol, tanjung, bojong, bobojong

Lema ancol dalam kamus basa Sunda hanya ada dalam kamus karya Jonathan Rigg. (1862), A Dictionary of the Sunda Language of Java, dan dalam Kamus Basa Sunda karya RA Danadibrata (2006). Dalam kedua kamus itu lema ancol diartikan tanjung

Dalam perkembangannya, nama wujud ronabumi berupa ancol atau tanah ujung itu kemudian menjadi sebutan yang menjadi ciri bumi, menjadi landmark. Hal ini kemudian menjadi nama geografi suatu kawasan, yang diresmikan menjadi nama kelurahan, Kelurahan Ancol, termasuk Kecamatan Regol, Kota Bandung. Kelurahan Ancol berada di ketinggian +689 m dpl, luasnya 86 kilometer persegi (20% luas wilayah kecamatan), merupakan kelurahan terluas di Kecamatan Regol, terdiri dari 9 RW dan 55 RT. Pada tahun 2017 jumlah warganya sebanyak 83.450 jiwa.

Kelurahan Ancol sebelah timur dibatasi oleh Jl Ancol Timur – Jl Pasirluyu – Jl Kembarmas. Sebelah selatan dibatasi Jl Soekarno-Hatta. Sebelah barat dibatasi Jl Srimahi – disambung aliran sungai sampai ke selatan. Sebelah utara-barat dibatasi Jl M Ramdan.

Apakah benar, semula kawasan yang oleh masyarakat Bandung masa lalu disebut Ancol itu berupa tanjung, berupa tanah yang menganjur ke air? 

Keyakinan akan kebenaran penamaan sesuai rona bumi itu terdokumentasikan dalam Peta Bandoeng en Omstreken yang diterbitkan pada tahun 1910. Sebagai gambaran keadaan Ancol tahun 1910 (disesuaikan dengan keadaan jalan tahun 2021).

Di tengah-tengah tanjung itu sudah ada Jl Pungkur yang berakhir di perempatan yang berpotongan dengan Jl Moh Ramdhan. Tanjung itu panjangnya 720 m, mulai dari Jl Asmi – Jalan Jembatanbatu sampai ujung timur tanjung. Tanjung terlebar di sekitar Jl Asmi, lebarnya 260 m, dan tersempit berada di ujungnya, lebarnya hanya 100 m. 

Dalam peta ini dengan jelas digambarkan ada lahan atau tanah (dalam peta berwarna hijau) yang menganjur ke air, ke sungai, dan ke persawahan yang yang sangat luas. Arah tanjung itu sejajar dengan arah Jl Pungkur ke arah tenggara. Setelah sampai di perempatan Jl Ciateul (Jl Ibu Inggit Garnasih – Jl Lengkong Besar), jalannya sedikit melengkung, tapi secara keseluruhan tetap ke arah tenggara.

Di selatan tanjung, dipisahkan oleh persawahan ada kampung Dungusmaung, jaraknya 370m dari perempatan Jl Ciateul dengan Jl Pungkur dan Lengkong Besar. Sejauh 900 m - 1  km ke arah tenggara agak ke selatan, ada perkampungan Pasirmalang di Jl BKR. Pasir malang itu bukit yang melintang arah (barat – timur) aliran Ci Kapundung yang arahnya utara-selatan. Dari ujung tanjung jalannya menerus ke arah tenggara, akan masuk ke Jl Cilentah yang berujung di Jl Buahbatu.

Ci Kapundung menjadi pembatas di bagian utara, dan di selatannya dibatasi oleh persawahan yang membentang luas, kini menjadi Jl Sawahkurung – IV, Jl M Ramdan, Jl Sridara, Jl Srimanis, Jl Srimahi, Jl Ancol Tengah, Jl Ancol Timur, Jl Ancol. Di sebrang timur-utara Ci Kapundung, menjadi kawasan dengan nama-nama jenis ikan, seperti Jl Kancra, Jl Beunteur, Jl. Jongjolong, Jl Nilem, Jl Boncenang, Jl Leat, Jl Paray. Ke arah barat dari tanjung sudah terbangun, seperti Kebonkalapa, Kandangsapi, Ciateul, Pungkur, sampai Bojongloa, Cibadak, dan Karanganyar. Ke selatannya sampai Jl Srielok, Jl Sriwulan, Jl Kembar, Jl Sriwijaya, Jl Soekarno-Hatta. Jl Pasirluyu, Jl Pasir Subur.

Di Tangerang, Provinsi Banten, terdapat Kelurahan Ancolpasir, Kecamatan Jambe. Di Kabupaten Tasikmalaya terdapat Desa Ancol yang termasuk Kecamatan Cineam, dan di DKI Jakarta Raya, terdapat nama geografi Ancol, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. 

Di Jawa Barat, selain nama geografi yang memakai kaca ancol, dipakai juga nama geografi bojong, bobojong, yang bermakna sama. Nama geografi Bojong banyak tersebar di setiap kabupaten di Jawa Barat dan Banten, seperti terdapat di Kabupaten dan kota: Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Cianjur, Bogor, Sukabumi, Bekasi, Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Sumedang. Di Provinsi Banten, nama geografi bojong terdapat di Kabupaten Tangerang, Serang, Pandeglang, dan Lebak.

Di Cekungan Bandung sedikitnya terdapat 81 nama geografi Bojong, seperti Bojong, Bobojong, Bojongasih, Bojongmanggu, Bojongkoang, Bojongkukun, Bojongmalaka, Bojongsoang, Bojongloa, Bojongsempur. Disamping yang memakai kata ancol, bojong atau bobojong, dipakai juga kata tanjung, seperti Tanjung, Nanjung, Tanjunglaksana, Tanjungwangi, Tanjungpura, Tanjunglaya.

Di Jawa Barat, nama geografi Tanjung terdapat di Kabupaten Karawang (Desa Tanjung, Kecamatan Banyusari), Di Kabupaten Subang (Kecamatan Tanjungsiang, Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara), di Kabupaten Garut (Desa Tanjung Karya, Kecamatan Samarang), di Tasikmalaya (Kelurahan Tanjung Karya, Kecamatan Kawalu). 

Saat ini di kawasan Ancol (tidak dibatasi oleh batas administrasi kelurahan) sudah padat terbangun oleh permukiman dan bangunan lainnya, sehingga rona bumi tanah yang menganjur ke air itu sudah tidak terlihat lagi wujudnya. Beruntunglah kita seuweu-siwi, keturunan karuhun nini-buyut-bao-janggawareng, yang mengabadikan rona bumi itu menjadi nama geografi.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen Selasa, 22 Juni 2021 | 10:21 WIB

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen, Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati, limbah,Jatinangor,desa cisempur,Kahatex,kebersihan lingkungan

Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 07:00 WIB

Pelecehan seksual di Indonesia merupakan salah satu kasus yang sering meningkat setiap tahunnya.

Netizen, Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial, Pelecehan Seksual,Media Sosial,Indonesia,Twitter

Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 06:25 WIB

Berdiam diri di rumah saat pandemi, namun tetap dapat penghasilan akan menjadi suatu angan–angan bagi setiap orang.

Netizen, Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini, Diam di Rumah,Penghasilan,Industri Kreatif,Desain Grafis

Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 10:40 WIB

Kegagalan akan selalu ada, namun tidak berarti kegagalan ini akhir dari segalanya.

Netizen, Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu, SBMPTN,karier,Pendidikan

Ironi Tanggal Merah Saat Pandemi

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 09:00 WIB

Entah bosan atau memang terlalu percaya diri sehingga setiap tanggal merah, jalan menuju tempat wisata tak pernah sepi.

Netizen, Ironi Tanggal Merah Saat Pandemi, Tanggal Merah,Pandemi,Libur

Masa Kecil Anak Zaman Now!

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:40 WIB

Masa kecil merupakan pengalaman atau peristiwa yang terjadi saat masih anak- anak. Masa ini biasanya hanya datang satu k...

Netizen, Masa Kecil Anak Zaman Now!, Permainan Tradisional,anak zaman now

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:32 WIB

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen, Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat, fesyen lambat,Fesyen,Kerusakan Lingkungan

Interpretasi dalam Geowisata

Netizen Kamis, 17 Juni 2021 | 19:40 WIB

Daya tarik geowisata Jawa Barat adalah jawaranya.

Netizen, Interpretasi dalam Geowisata, Interpretasi,geowisata,Jawa Barat

artikel terkait

dewanpers