web analytics
  

CEK FAKTA: Rusia Klaim Covid-19 Bukan Virus, Tapi Bakteri Terpapar Radiasi

Rabu, 19 Mei 2021 06:39 WIB Gelar Aldi S
Umum - Internasional, CEK FAKTA: Rusia Klaim Covid-19 Bukan Virus, Tapi Bakteri Terpapar Radiasi, hoaks Rusia,hoaks Covid-19 bukan virus,hoaks Covid-19 bakteri terpapar Radiasi,Hoaks Covid-19,Hoaks Corona,Cek Fakta,Ayobandung cek fakta

Ilustrasi virus corona. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Beredar pesan berantai di Whatsapp yang berisikan Rusia telah mengautopsi jenazah Covid-19. Pesan itu menyebut, dari hasil autopsi, Covid-19 bukanlah virus, melainkan bakteri yang terpapar radiasi dan menggumpal melalui darah hingga menyebabkan kematian.

Info ringan ttg Covid

Rusia menjadi negara pertama di dunia yang melakukan otopsi (post mortem) terhadap jenazah Covid-19. Setelah dilakukan penyelidikan menyeluruh, ditemukan bahwa Covid-19 tidak ada dalam bentuk virus, melainkan bakteri yang telah terpapar radiasi dan menggumpal melalui darah hingga menyebabkan kematian.

Penyakit Covid-19 telah ditemukan menyebabkan pembekuan darah, yang menyebabkan pembekuan darah manusia dan pembekuan darah vena, yang membuat orang sulit bernapas karena otak, jantung, dan paru-paru tidak dapat menyerap oksigen, menyebabkan orang mati dengan cepat.

Guna mengetahui penyebab kurangnya energi pernapasan, dokter Rusia tidak mendengarkan kesepakatan WHO, melainkan melakukan otopsi terhadap COVID-19. Setelah dokter membuka lengan, kaki, dan bagian tubuh lainnya dan memeriksanya dengan cermat, mereka menemukan bahwa pembuluh darah melebar dan berisi gumpalan darah, yang menghalangi aliran darah dan mengurangi aliran oksigen. Hal tersebut dapat menyebabkan kematian pada tubuh.

Setelah mengetahui penelitian tersebut, Kementerian Kesehatan Rusia segera mengubah rencana pengobatan Covid-19 dan menggunakan aspirin untuk pasien positif. Mulailah mengonsumsi 100 mg dan Imromac. Hasilnya, para pasien mulai pulih dan kesehatan mereka mulai membaik.

Setelah periode penemuan ilmiah, dokter Rusia menjelaskan bahwa penyakit ini adalah tipuan global, dan metode pengobatan ini menjelaskan, "Ini tidak lain adalah gumpalan di pembuluh darah (bekuan darah) dan metode pengobatan.

Tablet antibiotik

Anti-inflamasi dan Minum antikoagulan (aspirin).

Untuk tujuan ini, kesepakatan telah dikeluarkan di Rusia.

Bagikan informasi ini dengan keluarga, tetangga, kenalan, teman, dan kolega Anda sehingga mereka dapat menghilangkan rasa takut akan Covid-19 dan menyadari bahwa itu bukan virus, melainkan bakteri yang hanya terpapar radiasi.

Hanya orang dengan kekebalan rendah yang harus berhati-hati. Radiasi ini juga dapat menyebabkan peradangan dan hipoksia. Korban harus mengonsumsi Asprin-100mg dan Apronik atau parasetamol 650mg.

Sumber: Kementerian Kesehatan Rusia

()

Demikian narasi dalam pesan berantai tersebut. Pesan itu juga telah dibagikan beberapa kali dengan status Forwarded many times.

Pemeriksaan Fakta

Fakta pertama, WHO menegaskan dalam situs resminya, penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus korona yang baru ditemukan.

Virus COVID-19 menyebar terutama melalui tetesan air liur atau cairan dari hidung saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin, jadi Anda juga harus mempraktikkan etika pernapasan (misalnya, dengan batuk ke siku yang tertekuk).

Fakta kedua, Rusia klaim bahwa Covid-19 bukanlah virus melainkan bakteri merupakan hoaks lama yang telah disunting ulang. Awalnya negara yang dicatut dalam pesan berantai bukanlah Rusia, tetapi Italia. Hoaks soal Italia klaim Covid-19 bukanlah virus tetapi bakteri yang terpapar radiasi ialah hoaks yang sempat viral pada Februari 2021, disadur dari turnbackhoax.id.

Fakta ketiga, terkait dokter Rusia yang melanggar aturan WHO soal tidak dibolehkannya otopsi jenazah COVID-19, hal itu adalah sesat. WHO sendiri menerbitkan panduan "Pencegahan dan pengendalian infeksi untuk pengelolaan jenazah yang aman dalam konteks COVID-19" dalam bentuk pdf yang rilis pada 4 September 2020.

Dalam panduan tersebut, WHO menjelaskan panduan keamanan untuk melakukan otopsi terhadap jenazah pasien Covid-19. Disebutkan ada beberapa persyaratan dan peralatan yang perlu diperhatikan untuk melakukan otopsi, seperti ketersediaan alat Alat Pelindung Diri (APD), lingkungan yang bersih.

Jika seseorang meninggal selama periode infeksi COVID-19, paru-paru dan organ lain mungkin masih mengandung virus hidup, dan perlindungan pernapasan tambahan diperlukan selama prosedur yang menimbulkan aerosol (misalnya prosedur yang menghasilkan aerosol partikel kecil, seperti penggunaan gergaji listrik atau pencucian usus);

Jika ada tubuh yang diduga atau terkonfirmasi COVID-19 dipilih untuk otopsi, fasilitas perawatan kesehatan harus memastikan bahwa langkah-langkah keamanan tersedia untuk melindungi mereka yang melakukan otopsi. 

Lakukan otopsi di ruangan yang berventilasi memadai, yaitu setidaknya dengan ventilasi alami 160L / s / aliran udara pasien atau ruang tekanan negatif dengan setidaknya 12 perubahan udara per jam (ACH) dan arah aliran udara yang terkontrol saat menggunakan ventilasi mekanis.

Hanya sedikit staf yang harus dilibatkan dalam otopsi.

APD yang sesuai harus tersedia, termasuk a scrub suit, gaun tahan cairan lengan panjang, sarung tangan (baik dua pasang atau satu pasang sarung tangan otopsi), dan pelindung wajah (lebih disukai) atau kacamata, dan sepatu bot. Sebuah respirator partikulat (masker N95 atau FFP2 atau FFP3 atau padanannya).

Fakta keempat, pesan itu juga menyebutkan jika Covid-19 berasal dari bakteri yang terpapar radiasi. Dikutip dari The Guardian, tidak ada bukti ilmiah bahwa teknologi mengancam kesehatan manusia, kata para ahli.

5G aman, menurut badan internasional yang bertanggung jawab untuk menetapkan batas paparan radiasi, yang telah memperbarui pedoman penasehatnya untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun

Terlepas dari banyak bukti bahwa 5G, seperti standar seluler sebelumnya, aman untuk publik, komunitas besar yang skeptis khawatir hal itu akan menyebabkan—atau sudah menyebabkan—masalah kesehatan, termasuk, diduga, virus corona. Tidak ada bukti yang mendukung hubungan antara keduanya.

International Telecommunication Union (ITU) atau badan khusus PBB untuk teknologi informasi dan komunikasi menegaskan, ketika klaim yang menghubungkan teknologi 5G dan penyebaran COVID-19 meningkat, ITU berdiri di sisi sains dan memperjelas bahwa klaim semacam itu tidak memiliki dasar ilmiah apa pun.

“Sekarang, lebih dari sebelumnya, teknologi informasi sangat penting bagi perekonomian, kesehatan, dan keselamatan kita. Dan ITU, sebagai badan khusus PBB untuk teknologi informasi dan komunikasi, akan terus memanfaatkan teknologi ini untuk membantu mengalahkan COVID-19 dan membuat kita lebih aman, lebih kuat, dan lebih terhubung," kata Sekretaris Jenderal ITU Houlin Zhao.

Kesimpulan

Berdasarkan fakta-fakta yang terkumpul oleh tim cek fakta Ayobandung.com, maka klaim Rusia yang mengatakan Covid-19 bukanlah virus melainkan bakteri yang terpapar radiasi, setelah dilakukan otopsi jenazah Covid-19 adalah salah dan klaim yang sesat.

Sumber hoaks: pesan berantai di Whatsapp

Link counter hoaks:

https://www.who.int/publications/i/item/infection-prevention-and-control-for-the-safe-management-of-a-dead-body-in-the-context-of-covid-19-interim-guidance

https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1

https://turnbackhoax.id/2021/02/14/salah-covid-19-bukan-virus-sumber-kementerian-kesehatan-italy/

https://www.theguardian.com/technology/2020/mar/12/5g-safe-radiation-watchdog-health

https://www.itu.int/en/Pages/COVID-19/5g-covid-19-statement.aspx

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya 60.000 Jamaah

Internasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:09 WIB

Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya untuk 60.000 Jamaah

Umum - Internasional, Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya 60.000 Jamaah, Kuota Haji 2021,haji,Arab Saudi

El Salvador Resmikan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran Sah, Ini Kumpulan...

Internasional Jumat, 11 Juni 2021 | 14:45 WIB

Keputusan El Salvador resmikan bitcoin sebagai alat pembayaran sah menimbulkan banyak kekaguman sekaligus pertanyaan.

Umum - Internasional, El Salvador Resmikan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran Sah, Ini Kumpulan Faktanya, El Salvador,Bitcoin,Alat Pembayaran Sah,Mata Uang

Moderna Ajukan Penggunaan Vaksin Covid-19 Anak, Berapa Batas Usianya?

Internasional Jumat, 11 Juni 2021 | 13:40 WIB

Para ahli mengatakan anak-anak harus tetap mendapatkan vaksin ketika mereka bisa. Vaksin Covid-19 Moderna saat ini diizi...

Umum - Internasional, Moderna Ajukan Penggunaan Vaksin Covid-19 Anak, Berapa Batas Usianya?, vaksin covid-19 anak,Penggunaan Vaksin Covid-19 Anak,Batas usia Vaksin Covid-19 Anak,Moderna,vaksin Covid-19 untuk anak,syarat vaksin Covid-19 anak,aturan vaksinasi covid-19 anak,Vaksin Covid-19 Moderna

Permainkan Harga Uang Kripto, Elon Musk Diancam Anonymous

Internasional Rabu, 9 Juni 2021 | 23:39 WIB

CEO Tesla Elon Musk dilaporkan telah menjadi sasaran kelompok hacker Anonymous. Hal ini disebabkan lantaran cuitannya me...

Umum - Internasional, Permainkan Harga Uang Kripto, Elon Musk Diancam Anonymous, Elon Musk,Tesla,Anonymous,hacker Anonymous,Mata uang kripto

Badak Putih Utara Punah Secara Fungsional? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Internasional Rabu, 9 Juni 2021 | 16:25 WIB

Isu punahnya Badak Putih Utara, baru-baru ini viral di media sosial.

Umum - Internasional, Badak Putih Utara Punah Secara Fungsional? Begini Penjelasan Ilmiahnya, Badak Putih Utara,Badak Putih Utara Punah Secara Fungsional,Badak Putih Utara Punah,Punah Secara Fungsional

Pandemi Covid, Karbon Dioksida di Atmosfer Tetap Tinggi

Internasional Selasa, 8 Juni 2021 | 22:52 WIB

Jumlah karbon dioksida di atmosfer pada Mei lalu dilaporkan mencapai tingkat tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pandem...

Umum - Internasional, Pandemi Covid, Karbon Dioksida di Atmosfer Tetap Tinggi, Karbon Dioksida,Karbondioksida Atmosfer,Karbon Dioksida di Atmosfer,emisi CO2

Karyawan Apple Tolak Kembali Bekerja di Kantor

Internasional Selasa, 8 Juni 2021 | 22:23 WIB

Karyawan Apple menolak rencana untuk kembali bekerja di kantor. Mereka telah meluncurkan kampanye untuk melawan rencana...

Umum - Internasional, Karyawan Apple Tolak Kembali Bekerja di Kantor, apple,Karyawan Apple,Bekerja di Kantor,Google,facebook

WHO Enggan Paksa Cina Bocorkan Data Asal Usul Covid-19, Kenapa?

Internasional Selasa, 8 Juni 2021 | 11:19 WIB

Anggota tim WHO awal tahun ini mengunjungi China untuk mencari asal-usul Covid-19. Usai kunjungan ke China mereka mengat...

Umum - Internasional, WHO Enggan Paksa Cina Bocorkan Data Asal Usul Covid-19, Kenapa?, Asal Usul Covid-19,Pengungkapan Asal Usul Covid-19,Data Asal Usul Covid-19,Bocorkan Data Asal Usul Covid-19,Data Covid-19,COVID-19,WHO,Penyelidikan Asal Usul Covid-19

artikel terkait

dewanpers