web analytics
  

Pengamen Maksa Minta Uang di Alun-alun Bandung Bikin Warga Resah

Selasa, 18 Mei 2021 21:42 WIB Idham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Bandung, Pengamen Maksa Minta Uang di Alun-alun Bandung Bikin Warga Resah, Pengamen Maksa Minta Uang,pengamen Bandung,Pengamen di Alun alun Bandung,Pengamen Jalan Braga

Video pengamen memaksa minta uang di salah satu minimarket di Jalan Braga, Selasa, 11 Mei 2021. (instagram@infojawabarat)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Beberapa waktu lalu, sempat viral sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara dua pengamen dan seorang warga yang terjadi di salah satu minimarket Jalan Braga Kota Bandung, Selasa, 11 Mei 2021. Rupanya kejadian semacam itu sudah sering terjadi di wilayah Alun-Alun Kota Bandung dan banyak warga yang merasa resah dengan para pengamen yang meminta uang dengan memaksa. 

Dalam video CCTV, telihat seorang pemuda yang sedang duduk sendirian. Lalu, ada dua pengamen yang mendekatinya dan mempersembahkan lagu. Namun, pemuda itu beranjak dari duduknya tanpa memberi uang. 

Pengamen yang tampak tidak terima dengan penolakan itu pun menghampiri pemuda itu. Setelah memberikan gitar kepada rekannya, pengamen yang mengenakan topi pun menarik kerah pemuda tersebut. 

Seorang disc jokey (DJ) dan pemilik rental mobil di Bandung yang memperkenalkan dirinya dengan nama Lugie, menceritakan pengalaman dirinya yang sampai terlibat baku hantam dengan pengamen di dekat Gedung Asia-Afrika. Pengamen tersebut tidak terima saat diberi uang Rp2 ribu.

"Waktu itu saya lagi makan tahu gejrot berdua dengan teman perempuan. Lalu datang dua pengamen, saya kasih Rp2 ribu. Terus, ada lagi pengemis yang meminta-minta, dikasih lagi Rp2 ribu. Selang sekitar 10 menit, ada tiga orang pengamen yang saya kasih Rp2 ribu juga, tapi malah nyanyi terus dalam keadaan mabuk," ujar Lugie. 

Setelah itu, Lugie pun memutuskan untuk pergi, namun salah seorang pengamen menarik tangan temannya. Emosi Lugie pun tersulut dan dia menegur pengamen tersebut. 

"Saya sudah mau pergi, tahunya teman perempuan saya itu ditarik tangannya dari belakang, dan pengamennya bilang 'nu bener weh piraku merena dua rebu (yang benar saja, masa memberinya Rp2 ribu)'. Saya emosi, dan saya bilang 'emang kudu sabaraha, bos (memangnya harus berapa, bos)' dengan nada tinggi supaya setidaknya orang-orang bisa tahu dan membantu. Tapi, rupanya orang-orang malah diam saja," kata Lugie. 

Para pengamen itu pun mengajak Lugie baku hantam. Akhirnya Lugie pun dikeroyok tiga orang. Setelah dipisahkan keamanan dari Hotel Ibis, Lugie pun menyadari telepon genggam dan dompetnya hilang. 

"Setelah saya dikeroyok, entah bagaimana telepon genggam dan dompet saya hilang," ungkap Lugie. 

Seorang warga bernama Megantara Wildan Triyana, seorang teknisi di Kota Bandung, menceritakan dirinya pernah dipepet ke tembok oleh pengamen di sekitar Alun-alun. Megantara pun mencium bau alkohol dari pengamen yang menyanyikan lagu kepadanya. 

"Saya pernah sampai dipepet ke sisi tembok. Mereka seperti memalak, bukan mengamen. Ditambah lagi mulut mereka juga bau alkohol," ujar Megantara.

Agak jauh sedikit dari pusat keramaian Alun-alun, tepatnya di Jalan Kepatihan, seorang penata rias bernama Herlina Susanti bahkan nyaris dipukul oleh gitar oleh pengamen yang marah saat tidak diberi uang. Pengamen itu pun pergi dan sempat meludah ke arah Herlina yang saat itu sedang berada di atas angkot. 

"Pernah mau dipukul, hampir kena. Tapi akhirnya diludahi. Ludahnya kena tangan saya dan kena bayi di sebelah saya," tutur Herlina. 

Selanjutnya, ada pengalaman dari Rorin Rofil, seorang perantau asal Padang yang menceritakan pengalaman tidak mengenakkan saat dia sedang di sekitar Pasar Baru. Dia dan ibunya sedang duduk di sekitar lokasi saat mereka dihampiri oleh pengamen yang tidak terima diberi uang Rp500. 

"Waktu itu dikasih Rp500 perak, terus pengamennya malah mempelototi ibu saya. Saya pun menegur pengamen itu dan bilang, 'ada apa mempelototi ibu saya'?" ujar Rorin. 

Pengamen itu pun mempelototi Rorin sampai akhirnya ibu Rorin memberi pengamen itu uang Rp2 ribu. Barulah pengamen tersebut pergi. 

"Setelah dikasih Rp2 ribu, akhirnya dia (pengamen) pergi," kata Rorin. 

Lalu, ada juga pengalaman dari seorang pengusaha perawatan sepatu bernama Ecky Permana. Jika tidak diberi uang, biasanya pengamen akan tetap menerima jika diberi rokok. Namun, saat Ecky memberi rokok kepada pengamen di depan Kimia Farma Jalan Braga, rokok itu dilempar balik ke wajah Ecky.

"Saya sedang tidak ada receh, akhirnya pengamen itu saya kasih rokok sebatang, tapi malah dilempar ke wajah saya," ujar Ecky. 

Di sekitar Alun-alun Kota Bandung memang tidak sedikit pengamen yang memaksa para pengunjung untuk memberi uang. Dari kesaksian beberapa orang, para pengamen itu akan melakukan kekerasan dalam berbagai bentuk jika tidak diberi uang sesuai yang diharapkan, entah itu melalui kekerasan verbal, nonverbal, bahkan fisik. 

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

5 Fakta Menarik Bandros: Bus Klasik Kebanggaan Kota Bandung

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 21:40 WIB

Jalan-jalan di Kota Bandung rasanya belum lengkap jika tidak mencoba menaiki Bandros (Bandung Tour on Bus).

Bandung Raya - Bandung, 5 Fakta Menarik Bandros: Bus Klasik Kebanggaan Kota Bandung, Bandros,Bus Klasik,Bandung Tour on Bus,Kota Bandung,wisata

Ridwan Kamil Serahkan Bantuan Masyarakat Jabar Rp1,5 Miliar bagi Rakya...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 20:04 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,5 miliar untuk rakyat Palestina yang saat i...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Serahkan Bantuan Masyarakat Jabar Rp1,5 Miliar bagi Rakyat Palestina, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Bantuan Masyarakat Jabar,Bantuan Untuk Palestina,Bantuan bagi Palestina

Cepat dan Tanggap Darurat, Berikut Layanan dan Cara Menghubungi Call C...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 19:05 WIB

Anda melihat peristiwa kecelakaan, kebakaran, atau kejadian darurat lainnya yang perlu bantuan oleh ahlinya? Tenang, And...

Bandung Raya - Bandung, Cepat dan Tanggap Darurat, Berikut Layanan dan Cara Menghubungi Call Center 112, Call Center 112,Cara Menghubungi 112,Layanan Tanggap Darurat,Layanan Situasi Darurat

Diamankan Polisi, Pengemudi Avanza Tabrak Lari Masih Berstatus Saksi

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 18:53 WIB

Pengemudi mobil Toyota Avanza yang berkendara ugal-ugalan dan menabrak sejumlah pengendara Kamis, 10 Juni 2021, diamanka...

Bandung Raya - Bandung, Diamankan Polisi, Pengemudi Avanza Tabrak Lari Masih Berstatus Saksi, Mobil Tabrak Lari di Bandung,Pelaku Tabrak Lari di Bandung,Mobil Toyota Avanza Putih Tabrak Lari,Kasus Tabrak Lari di Bandung,Mobil Ugal-ugalan di Bandung

Setiap Kelurahan di Kota Bandung Harus Punya Tempat Isolasi Mandiri

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 18:27 WIB

Kasus Covid-19 di Kota Bandung mengalami kenaikan. Berdasarkan data covid19.bandung.go.id, per tanggal 13 Juni 2021, ter...

Bandung Raya - Bandung, Setiap Kelurahan di Kota Bandung Harus Punya Tempat Isolasi Mandiri, Kelurahan di Kota Bandung,Tempat Isolasi Mandiri,Tempat Isolasi Mandiri di Kota Bandung,Kasus Covid-19 Kota Bandung

Catat! Ini Syarat Donor Plasma Darah Konvalesen Bagi Penyintas Covid-1...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 15:09 WIB

Ada beberapa syarat untuk mendonor plasma darah konvalesen bagi penyintas Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, Catat! Ini Syarat Donor Plasma Darah Konvalesen Bagi Penyintas Covid-19, plasma darah konvalesen,Penyintas Covid-19,Donor Plasma Darah Konvalesen,Syarat Donor Plasma Darah Konvalesen,pendonor plasma darah konvalesen

2 Kali Terpapar Covid-19, Masih Bisa Donor Plasma Darah Konvalesen?

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 14:46 WIB

Penyintas Covid-19 dua kali masih bisa mendonorkan plasma darah konvalesen, asalkan masih dalam keadaan sehat dan kondis...

Bandung Raya - Bandung, 2 Kali Terpapar Covid-19, Masih Bisa Donor Plasma Darah Konvalesen?, Penyintas Covid-19,plasma darah konvalesen,Ciri Terpapar Covid-19,PMI Kota Bandung,cara  donor ke PMI,Pasien Covid-19,Donor Plasma Darah Konvalesen

Tingginya Angka Gizi Buruk Melahirkan Gerakan Berikan Protein di Bandu...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 14:26 WIB

Kondisi stunting dan malnutrisi yang semakin tinggi di Indonesia seharusnya menjadikan hal tersebut fokus utama dalam pe...

Bandung Raya - Bandung, Tingginya Angka Gizi Buruk Melahirkan Gerakan Berikan Protein di Bandung, Angka Gizi Buruk Melahirkan,Angka Gizi Buruk,Gerakan Berikan Protein,Bank Protein Ikan
dewanpers