web analytics
  

Jabar Siapkan Strategi Penguatan Rumah Sakit Rujukan COVID-19

Senin, 17 Mei 2021 20:46 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, Jabar Siapkan Strategi Penguatan Rumah Sakit Rujukan COVID-19, Gubernur Jabar Ridwan Kamil,rumah sakit rujukan covid-19,Pemprov Jabar,peningkatan kasus COVID-19 pascalibur Lebaran

Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama Presiden RI Joko Widodo dan kepala daerah se-Indonesia via konferensi video dari Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 17 Mei 2021.  (Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama Presiden RI Joko Widodo dan kepala daerah se-Indonesia via konferensi video dari Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 17 Mei 2021. 

Dalam rakor tersebut, Presiden RI meminta semua daerah mewaspadai potensi peningkatan kasus COVID-19 pascalibur Lebaran. Menurut data yang Presiden RI terima, ada sekitar 1,5 juta pemudik. 

Usai mengikuti rakor, Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- menyatakan bahwa Pemda Provinsi Jabar terus berupaya mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Salah satunya dengan melakukan pengetesan kepada masyarakat yang mudik. 

Selain melakukan pengetesan di 17 titik pintu, ketua RT/RW didorong mendata warganya yang mudik untuk melakukan tes COVID-19, baik rapid test antigen maupun PCR. Tujuannya untuk mencegah munculnya klaster COVID-19 di permukiman. 

"Walapun diketahui hanya 1 persen yang lolos mudik atau 1,5 juta orang tapi berpotensi besar pada kenaikan kasus, maka harus diwaspadai dari sekarang," kata Kang Emil. 

Selain itu, tingkat keterisian rumah sakit di Jabar turun. Berdasarkan data Pikobar pada 16 Mei 2021, tingkat keterisian rumah sakit di Jabar menyentuh angka 29,17 persen. 

Meski begitu, kata Kang Emil, Pemda Provinsi Jabar sudah menyiapkan dua strategi penguatan rumah sakit rujukan COVID-19 manakala terjadi peningkatkan kasus COVID-19. Pertama adalah mengubah tempat tidur untuk layanan umum menjadi ruang perawatan COVID-19. 

"Kalau umum sudah menjadi ruang perawatan COVID-19 dan belum memadai, kita akan buka rumah sakit darurat. Yang di Secapa AD dulu sudah disiapkan," tuturnya. 

Terkait pemulihan ekonomi di Jabar, Kang Emil melaporkan bahwa angka pertumbuhan ekonomi Jabar yang sempat terkontraksi cukup dalam karena pandemi COVID-19 kini terus membaik dan berada di angka minus 0,83 persen.

"Semua kepala daerah diminta bekerja keras karena hanya 10 provinsi yang sudah positif paling tinggi itu Papua, posisi Jabar ada di angka minus 0,83 persen. Ini sudah jauh lebih baik dari tahun lalu. Mudah-mudahan dan saya optimistis secepatnya di atas 0 persen atau positif," tuturnya. 

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Taman Sumarecon Bandung, Tempat Santai Nyaman di Gedebage

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 20:10 WIB

Taman Sumarecon Bandung yang cenderung sepi dan tenang bisa jadi pilihan tepat untuk bersantai saat pandemi ini.

Bandung Raya - Bandung, Taman Sumarecon Bandung, Tempat Santai Nyaman di Gedebage , Taman Sumarecon Bandung,Tempat Santai,Gedebage,Kota Bandung,Pandemi

Meninggal di Indekos, Jasad Mahasiswi UNPAD Dipulangkan ke Papua

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 19:00 WIB

Seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran asal Merauke, Huldah Tresia, meninggal dunia di kamar kosnya karena sakit lamb...

Bandung Raya - Bandung, Meninggal di Indekos, Jasad Mahasiswi UNPAD Dipulangkan ke Papua, Meninggal,Jasad,Mahasiswi UNPAD,Papua,Jabar Quick Response,JQR

Penjual Kaset Pita di Jalan Cihapit, Sisa-Sisa Tren Jadul Kota Bandung

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 18:25 WIB

Rasanya sudah tak banyak yang menjual kaset pita, mungkin tak terlihat lagi di mana pun, terkecuali di Jalan Cihapit, Ko...

Bandung Raya - Bandung, Penjual Kaset Pita di Jalan Cihapit, Sisa-Sisa Tren Jadul Kota Bandung, Penjual,Kios,Jalan Cihapit,Kota Bandung,Kaset Pita

Pengobatan Paranormal Juga akan Kena Pajak, Masih Mau ke Dukun?

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 17:35 WIB

Pemerintah pun akan mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) kepada jasa pengobatan alternatif yang dilakukan paranormal...

Bandung Raya - Bandung, Pengobatan Paranormal Juga akan Kena Pajak, Masih Mau ke Dukun?, Pajak,Pengobatan Paranormal,Dukun,PPN,Pajak Pertambahan Nilai,jasa pelayanan kesehatan medis

RS Diminta Lebih Cermat Identifikasi Jenazah Covid-19, Demi Tujuan Ini

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 17:15 WIB

Distaru Kota Bandung memohon kerja sama RS agar lebih cermat mengidentifikasi jenazah yang terindikasi Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, RS Diminta Lebih Cermat Identifikasi Jenazah Covid-19, Demi Tujuan Ini, Distaru,Jenazah,COVID-19,RS,Rumah Sakit,Kota Bandung,TPU Cikadut

Wali Kota Bandung Ikut Rakortas, Begini Arahan dari Presiden Indonesia

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 16:05 WIB

Jokowi mengingatkan kepada 4 Provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta beberapa Kabup...

Bandung Raya - Bandung, Wali Kota Bandung Ikut Rakortas, Begini Arahan dari Presiden Indonesia, Wali Kota Bandung,Oded M. Danial,Presiden Indonesia,Joko Widodo,PPKM Mikro,Rakortas

Wacana Pajak Sembako Saat Pandemi, Pedagang Pasar Palasari Makin ‘Menj...

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 15:45 WIB

Bagi para pedagang di Pasar Palasari, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, kebijakan tersebut dinilai akan makin menyusahka...

Bandung Raya - Bandung, Wacana Pajak Sembako Saat Pandemi, Pedagang Pasar Palasari Makin ‘Menjerit’, PPN untuk sembako,Wacana Pajak Sembako,Pandemi,COVID-19,Pasar Palasari,Kecamatan Lengkong,Kota Bandung,Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pengacara ungkap Alasan Aa Gym Gugat Teh Ninih untuk Ketiga Kalinya

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 13:51 WIB

Rumah tangga Aa Gym dan Teh Ninih kembali menjadi perbincangan publik. Apalagi setelah dai kondang itu menggugat cerai l...

Bandung Raya - Bandung, Pengacara ungkap Alasan Aa Gym Gugat Teh Ninih untuk Ketiga Kalinya, aa gym,Teh Ninih,Aa Gym ceraikan Teh Ninih,Teh Ninih dan Aa Gym Cerai

artikel terkait

dewanpers