web analytics
  

Intip Tips Hadapi Penipu Bermodus Leasing

Jumat, 14 Mei 2021 15:25 WIB Idham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Bandung, Intip Tips Hadapi Penipu Bermodus Leasing, Pencuri Motor Modus Leasing,tips hindari pencuri motor modus leasing,penarikan motor leasing,curanmor modus leasing

Ilustrasi. (dok. Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kasus curanmor dengan modus pelaku yang berpura-pura sebagai pegawai leasing tengah marak di sejumlah wilayah. Akan tetapi, bukan berarti para pengendara yang jadi sasaran tidak bisa lolos dari modus ini.

Berikut Ayobandung.com bagikan kisah beberapa orang yang berhasil atasi aksi modus penipuan yang biasa terjadi di jalanan itu. Tips ini tentunya bisa diaplikasikan jika Anda berhadapan dengan sang penipu.

1. Mengkonfirmasi ke perusahaan leasing yang bersangkutan

Seorang warga asal Garut bernama Erna Sintiani menceritakan kejadian yang sempat dialami oleh kekasihnya. Menurut ceritanya, para pelaku langsung kabur saat kekasih Erna hendak menelepon perusahaan leasing yang disebut-sebut oleh pelaku. 

"Lokasi kejadian di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan pom bensin Holis. Dia (pelaku) mengaku dari FIF (Federal International Finance) dan memaksa pacar saya menyerahkan sepeda motornya, padahal sudah lunas. Waktu pacar saya mau menelepon ke FIF-nya, pelaku langsung kabur," ujar Erna. 

Modus yang agak berbeda sempat dialami oleh seorang warga bernama Agnes Evrilia yang ayahnya kebetulan bekerja di FIF. Pelaku tidak melakukan modusnya saat di jalan, melainkan datang langsung ke rumah Agnes. 

"Waktu itu rumah nenek saya didatangi dua orang (pelaku) yang maksa sampai bentak-bentak nenek saya. Mereka berdua nggak tahu kalau ayah saya kerja di FIF. Akhirnya, waktu saya telepon ayah saya, kedua orang itu malah kabur," tutur Agnes. 

2. Meminta surat tugas

Suciana Dinda, seorang warga dari Kabupaten Bandung Barat, pernah diteror oleh pelaku dengan modus serupa. Namun, dirinya dengan tegas meminta pelaku untuk menunjukkan surat tugas sampai akhirnya pelaku menyerah. Dinda mengalami kejadian itu di depan Borma Rancabelut, Cimahi.

Saat sedang melintas, Dinda dikepung oleh empat orang yang meminta Dinda untuk membayar tunggakan. Dinda sadar dirinya memang membeli sepeda motor dengan sistem cicil.

Namun Dinda curiga karena keempat pelaku mengaku dari perusahaan leasing yang berbeda. Selain itu, Dinda yakin dirinya selalu membayar cicilan tepat waktu. 

"Mereka memaksa, saya meminta surat tugas, mereka nggak memperlihatkan (surat) dan bilangnya memang tugas dadakan. Saya bilang, 'nggak bisa seperti itu, harus ada surat resmi'," ungkap Dinda. 

Kemudian, Dinda pun menunjukkan bukti pembayaran yang dia bawa. Setelah diperlihatkan bukti pembayaran dengan nama perusahaan leasing yang berbeda, pelaku pun menyerah dan pergi. 

Seorang warga lain bernama Aray Azhari menyesal saat memberikan sepeda motornya begitu saja karena dia tidak tahu orang tuanya sudah membayarkan sepeda motor miliknya secara lunas.

Saat sudah pulang ke rumah dengan menggunakan ojek, dia baru sadar kalau seharusnya dia meminta surat penarikan resmi jika memang benar pelaku adalah pegawai dari perusahaan leasing. 

"Saya takut, akhirnya sudah sajalah saya kasih motor itu di daerah Jalan Suci dan pulang naik ojek. Ibu dan keluarga saya menegur saya gara-gara kejadian itu. Motor sudah dibayar lunas, dan harusnya kalau memang dari leasing bakal dikasih surat penarikan, tapi saya nggak dikasih surat," ujar Aray. 

3. Berhenti di tempat ramai dan tarik perhatian

Pelaku dengan modus leasing biasanya akan lebih ragu meluncurkan aksinya jika korban memberhentikan sepeda motornya di tempat ramai. Trik ini akan semakin ampuh jika korban berusaha menarik perhatian dari orang sekitar.

Rustian Hadi, seorang desainer di sebuah perusahaan bordir di Cimahi, sengaja mengulur waktu sampai dia menemukan tempat ramai saat disuruh berhenti oleh pelaku. Saat sudah menemukan lokasi yang cukup ramai, Hadi pun baru memberhentikan sepeda motornya.

"Saya maksa untuk terus maju sambil nunggu ada tempat ramai. Kebetulan ada tukang nasi goreng yang sedang mangkal. Mungkin karena dinilai pelaku nggak kondusif, pelaku bilang kalau ternyata mereka salah baca plat nomor," ujar Hadi.

Warga bernama Riki Darmawan membuktikan lewat pengalaman sepupunya bahwa pelaku curanmor bermodus leasing akan menghentikan aksinya jika korban berupaya untuk menarik perhatian dari orang-orang di sekitar.

Hal ini hanya bisa dilakukan di tempat ramai karena jika dilakukan di tempat sepi dapat memprovokasi pelaku yang bisa melakukan berbagai tindakan dengan lebih leluasa. 

"Sama anak bibi saya pelakunya diteriaki 'begal'. Orangnya itu malah kabur dan sampai menabrak mobil. 

Hal serupa pun dilakukan oleh seorang alumni SMK Pekerjaan Umum di Kota Bandung bernama Viki Hilmansyah. Viki tidak meneriaki pelaku dengan sebutan maling atau begal, tapi dirinya sengaja meninggikan suara saat berdebat dengan pelaku untuk mengancam pelaku dengan perhatian dari orang lain.

"Dipepet sama lima orang. Saya kira saya menyenggol temannya. Saya disuruh berhenti dan mereka bilang motor saya nunggak. Padahal motor saya sudah lama lunas. Merasa tidak punya salah, saya melawan dengan suara yang keras supaya terdengar oleh pejalan kaki dll. Ujung-ujungnya, lima-limanya langsung pergi," ujar Viki.

4. Ajak untuk berurusan dengan polisi

Dari penuturan beberapa saksi, pelaku pun akan ragu jika korban mengajak untuk menyelesaikan urusan bersama polisi. Pengalaman itu dituturkan Ellisa Wijayanti Ayuningtyas, seorang mahasiswi di salah satu kampus politeknik di Kota Bandung. 

Saat dirinya sedang melintas di Jalan Sudirman, tiba-tiba Ellisa didekati oleh pengendara motor yang menyuruhnya menepi dan mengaku sebagai pegawai leasing. Ellisa pun sempat berdebat karena ia telah membayar motor yang dibawanya secara lunas tanpa melalui jasa leasing. 

"Sudah dikasih bukti-buktinya, dia masih memaksa dan meminta saya membayar tunggakan. Karena saya kesal dan belum buka puasa juga, saya ajak ke kantor polisi. Dianya malah menyelonong kabur," ujar Ellisa. 

Seorang pegawai bank bernama Iqbal Aminuddin menceritakan pengalaman adiknya saat berkendara di daerah Cibaduyut. Pada saat kejadian, adiknya tiba-tiba dipepet oleh dua orang yang tidak dikenal dan mengaku dari perusahaan leasing.

"Adik saya di Cibaduyut dipepet sama dua orang yang ngaku dari perusahaan leasing. Padahal, motor sudah lunas. Waktu diancam akan dilaporkan ke polisi, pelaku langsung kabur," tutur Iqbal. 

Warga bernama Adi Akbar turut membagikan kisahnya saat ia menjadi sasaran. Kunci sepeda motornya bahkan sudah sempat diambil oleh pelaku. 

"Kejadian di daerah Sulaksana, dicegat sama empat orang. Dibilangnya saya punya tunggakan leasing dan kunci motornya dicabut sama salah satu pelaku. Padahal, motor dibayar lunas dan ada BPKB di tas karena baru saya perpanjang. Saya minta surat tugas sambil memperlihatkan BPKB dan mengancam akan lapor polisi. Akhirnya mereka kabur," kata Adi. 

Saran dari mantan pegawai perusahaan leasing

Ssorang warga bernama Van Nugraha yang pernah bekerja sebagai pegawai di perusahaan leasing memberikan saran mengenai apa yang bisa dilakukan saat ada penipu berkedok leasing. Yang paling penting adalah tidak panik saat ditekan sedemikian rupa oleh pelaku.

"Pertama, tanyakan dulu (pelaku) dari leasing mana dan minta tunjukkan surat penarikan. Bisa juga langsung ajak ke kantor polisi terdekat atau ajak ke kantor leasing-nya. Jika diriung oleh pelaku, dekati warga sekitar," ungkap Van. 

Menurut Van, pihak perusahaan leasing pun sangat jarang melakukan penarikan di jalan karena bisa dikategorikan perampasan. Biasanya, orang yang terlalu lama menunggak harus bersedia datang ke kantor leasing terlebih dahulu.

"Dalam SOP (Standard Operational Procedure) leasing, jika hendak melakukan penarikan, maka yang bersangkutan harus dibawa ke kantor leasing-nya dan pihak penarik pun harus bisa menunjukkan surat penarikan yang sah" sambung Van. 

Ancaman hukum

Penipu atau pelaku curanmor bermodus leasing dapat terancam hukuman pidana penjara jika aksinya terbukti melanggar hukum. Pelaku bisa dikenai pasal yang bersangkutan dengan penipuan, penggelapan, dan perampasan. 

"Perbuatan pelaku bisa masuk kategori penipuan, penggelapan, dan perampasan," ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang melalui pesan singkat, Jumat, 14 Mei 2021. 

Aturan yang dapat menjerat pelaku tertuang dalam Pasal 372 KUHPidana tentang Penggelapan yang mengancam pelaku dengan hukuman penjara paling lama empat tahun, Pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun, atau Pasal 368 KUHPidana tentang Perampasan dengan ancaman penjara paling lama sembilan tahun. 

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Taman Sumarecon Bandung, Tempat Santai Nyaman di Gedebage

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 20:10 WIB

Taman Sumarecon Bandung yang cenderung sepi dan tenang bisa jadi pilihan tepat untuk bersantai saat pandemi ini.

Bandung Raya - Bandung, Taman Sumarecon Bandung, Tempat Santai Nyaman di Gedebage , Taman Sumarecon Bandung,Tempat Santai,Gedebage,Kota Bandung,Pandemi

Meninggal di Indekos, Jasad Mahasiswi UNPAD Dipulangkan ke Papua

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 19:00 WIB

Seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran asal Merauke, Huldah Tresia, meninggal dunia di kamar kosnya karena sakit lamb...

Bandung Raya - Bandung, Meninggal di Indekos, Jasad Mahasiswi UNPAD Dipulangkan ke Papua, Meninggal,Jasad,Mahasiswi UNPAD,Papua,Jabar Quick Response,JQR

Penjual Kaset Pita di Jalan Cihapit, Sisa-Sisa Tren Jadul Kota Bandung

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 18:25 WIB

Rasanya sudah tak banyak yang menjual kaset pita, mungkin tak terlihat lagi di mana pun, terkecuali di Jalan Cihapit, Ko...

Bandung Raya - Bandung, Penjual Kaset Pita di Jalan Cihapit, Sisa-Sisa Tren Jadul Kota Bandung, Penjual,Kios,Jalan Cihapit,Kota Bandung,Kaset Pita

Pengobatan Paranormal Juga akan Kena Pajak, Masih Mau ke Dukun?

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 17:35 WIB

Pemerintah pun akan mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) kepada jasa pengobatan alternatif yang dilakukan paranormal...

Bandung Raya - Bandung, Pengobatan Paranormal Juga akan Kena Pajak, Masih Mau ke Dukun?, Pajak,Pengobatan Paranormal,Dukun,PPN,Pajak Pertambahan Nilai,jasa pelayanan kesehatan medis

RS Diminta Lebih Cermat Identifikasi Jenazah Covid-19, Demi Tujuan Ini

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 17:15 WIB

Distaru Kota Bandung memohon kerja sama RS agar lebih cermat mengidentifikasi jenazah yang terindikasi Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, RS Diminta Lebih Cermat Identifikasi Jenazah Covid-19, Demi Tujuan Ini, Distaru,Jenazah,COVID-19,RS,Rumah Sakit,Kota Bandung,TPU Cikadut

Wali Kota Bandung Ikut Rakortas, Begini Arahan dari Presiden Indonesia

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 16:05 WIB

Jokowi mengingatkan kepada 4 Provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta beberapa Kabup...

Bandung Raya - Bandung, Wali Kota Bandung Ikut Rakortas, Begini Arahan dari Presiden Indonesia, Wali Kota Bandung,Oded M. Danial,Presiden Indonesia,Joko Widodo,PPKM Mikro,Rakortas

Wacana Pajak Sembako Saat Pandemi, Pedagang Pasar Palasari Makin ‘Menj...

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 15:45 WIB

Bagi para pedagang di Pasar Palasari, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, kebijakan tersebut dinilai akan makin menyusahka...

Bandung Raya - Bandung, Wacana Pajak Sembako Saat Pandemi, Pedagang Pasar Palasari Makin ‘Menjerit’, PPN untuk sembako,Wacana Pajak Sembako,Pandemi,COVID-19,Pasar Palasari,Kecamatan Lengkong,Kota Bandung,Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pengacara ungkap Alasan Aa Gym Gugat Teh Ninih untuk Ketiga Kalinya

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 13:51 WIB

Rumah tangga Aa Gym dan Teh Ninih kembali menjadi perbincangan publik. Apalagi setelah dai kondang itu menggugat cerai l...

Bandung Raya - Bandung, Pengacara ungkap Alasan Aa Gym Gugat Teh Ninih untuk Ketiga Kalinya, aa gym,Teh Ninih,Aa Gym ceraikan Teh Ninih,Teh Ninih dan Aa Gym Cerai
dewanpers