web analytics
  

Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega

Kamis, 6 Mei 2021 16:25 WIB Aris Abdulsalam
Bandung Baheula - Baheula, Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega, Nurtanio Pringgoadisuryo,Tegalega,Kota Bandung,Pesawat,Kecelakaan,Kerusakan Mesin,Jokowi

Sebuah prangko tahun 2003 dengan gambar Nurtanio Pringgoadisuryo. (Wikimedia Commons)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — "Seluruh hidupnya didarmabaktikan untuk kedirgantaraan Indonesia," ujar Jokowi saat memberikan nama pada pesawa N219, di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (10 November 2017).

Kala itu, dalam memperingati Hari Pahlawan ke-72, Jokowi secara resmi memberi nama purwarupa pesawat pertama N219 dengan sebutan  “Nurtanio”.

Nama "Nurtanio" dipilih karena tak lepas dari jasa Laksamana Muda (Laksda) Udara (Anumerta) Nurtanio Pringgoadisuryo yang telah merintis pembuatan pesawat terbang di Tanah Air sejak tahun 1946.

Nurtanio Pringgoadisuryo dikenal sebagai salah seorang perintis berdirinya industri pesawat terbang yang bekerja di Biro Perencana Konstruksi Pesawat di lingkungan Tentara Republik Indonesia berkedudukan di Madiun yang merupakan cikal bakal lahirnya industri dirgantara di Indonesia. 

Sejarah panjang berdirinya PTDI tidak dapat dipisahkan dengan sejarah berdirinya TNI AU, tahun 1946 didirikan Biro Perencana Konstruksi Pesawat di lingkungan Tentara Republik Indonesia berkedudukan di Madiun yang kemudian dipindahkan ke Andir (sekarang Husein Sastranegara) di Kota Bandung

Hasil rancang bangunnya antara lain pesawat layang jenis Zogling, Nurtanio, Wiweko Glider (NWG) dan pada tahun 1948 membuat pesawat Wiweko Experimental Light Plane (WEL X).

Tahun 1953 dibentuk suatu wadah baru yang menangani pengembangan pesawat terbang yang diberi nama Seksi Percobaan. Empat tahun kemudian, tahun 1957 diubah namanya menjadi Sub Depot Penyelidikan dibawah supervisi Komando Depot Perawatan Teknik Udara yang dipimpin oleh Nurtanio Prianggoadisurjo, seorang perwira muda kelahiran Kandangan (Kalimantan Selatan) 03 Desember 1923.  

Pada tahun 1960 Sub Depot ini ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP). Lima tahun kemudian, yaitu pada tahun 1965 berubah lagi menjadi Komando Pelaksana Persiapan Industri Pesawat Terbang (KOPELAPIP). Dan pada tahun 1966, KOPELAPIP digabung dengan PN Industri Pesawat Terbang Berdikari menjadi Lembaga Industri Penerbangan Nurtanio (LIPNUR). 

Pesawat-pesawat hasil produksi LIPNUR antara lain Sikumbang, Belalang 85/90, Kunang, Super Kunang,  dan Gelatik/PZL Wilga dan LT 200 (Gelatik dibuat dengan lisensi dari Ceko-Polandia). 

Nurtanio juga telah berhasil membuat pesawat, yaitu Sikumbang yang merupakan pesawat pertama rancangan putera bangsa Indonesia. 

Pesawat Sikumbang dirancang sebagai pesawat intai bersenjata yang dapat dioperasikan di lapangan terbang tanah atau landasan rumput sepanjang 350 meter untuk take off dan 150 meter untuk landing. Uji coba perdana pesawat Sikumbang dilaksanakan pada 01 Agustus 1954, pesawat ini menggunakan kode registrasi X-01.

Melepas napas terakhir di Lapangan Tegalega

Pada 21 Maret 1966, ketika menerbangkan pesawat Aero 45, Nurtario mengalami kecelakaan fatal.

Pesawat itu sebetulnya diproduksi di Cekoslowakia, tetapi dimodifikasi oleh Nurtario, dengan memberi tangki bahan bakar ekstra. Rencananya, ia akan menerbangkannya untuk berliling dunia.

Sayang, sebelum impian besarnya terlaksana, pesawat Aero 45 kerusakan mesin saat diterbangkan Nurtario. 

Dia berusaha untuk mendarat darurat di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, namun gagal. Pesawatnya sudah terlebih dahulu menabrak toko, sebelum ia sanggup menyelamatkan diri. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Sejarah Masjid Cipaganti dan Jejak Wolff Schoemaker di Bandung

Baheula Kamis, 10 Juni 2021 | 13:45 WIB

Sebenarnya, sejarah Masjid Cipaganti dan jejak Wolff Schoemaker di Bandung, sama-sama kompleks. Deskripsi keduanya berke...

Bandung Baheula - Baheula, Sejarah Masjid Cipaganti dan Jejak Wolff Schoemaker di Bandung, Sejarah Masjid Cipaganti,Wolff Schoemaker,Bandung,Masjid Cipaganti

Dari Bambu ke Menara, Kronologi Perubahan Masjid Raya Bandung

Baheula Jumat, 21 Mei 2021 | 20:00 WIB

Keberadaan alun-alun senantiasa jadi satu kesatuan dengan masjid raya dan bangunan pemerintahan lainnya.

Bandung Baheula - Baheula, Dari Bambu ke Menara, Kronologi Perubahan Masjid Raya Bandung, Kronologi Perubahan Masjid Raya Bandung,Masjid Raya Bandung,Alun-alun,Kota Bandung,Sejarah

Nostalgia: Perubahan Jalan Braga dari Masa ke Masa

Baheula Kamis, 20 Mei 2021 | 19:05 WIB

Jalan Braga memang tidak terlalu panjang secara fisik, tetapi uraian sejarahnya sama sekali tidak pendek.

Bandung Baheula - Baheula, Nostalgia: Perubahan Jalan Braga dari Masa ke Masa, Perubahan Jalan Braga dari Masa ke Masa,Jalan Braga,Sejarah,Kota Bandung,Jalan Culik,Jalan Pedati,Jalan Wanayasa,Karrenweg,Bragaweg

Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an

Baheula Senin, 10 Mei 2021 | 17:35 WIB

Tak jauh dari keramaian Jalan Braga dan Asia Arfrika, di pusat Kota Bandung, tersisa situs sejarah terpencil.

Bandung Baheula - Baheula, Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an, penjara banceuy,Bandung,Tahun 1930-an,Soekarno,Sejarah

Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega

Baheula Kamis, 6 Mei 2021 | 16:25 WIB

Sang jenius berusaha untuk mendarat darurat di Lapangan Tegalega, Bandung, namun gagal.

Bandung Baheula - Baheula, Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega, Nurtanio Pringgoadisuryo,Tegalega,Kota Bandung,Pesawat,Kecelakaan,Kerusakan Mesin,Jokowi

Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung 

Baheula Rabu, 5 Mei 2021 | 16:40 WIB

Di samping kultur sepak bola yang sudah mendarah daging, Bandung sebetulnya punya klub bisbol legendaris yang layak diba...

Bandung Baheula - Baheula, Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung , Sejarah Bisbol Bandung,Rebocco,Red Fox,Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia,Perbasasi Bandung

Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung

Baheula Selasa, 4 Mei 2021 | 15:00 WIB

Namanya berubah-ubah, dari Insulindepark sampai Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, begitu pula fungsinya.

Bandung Baheula - Baheula, Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung, Taman Insulinde,Insulindepark,Taman Lalu Lintas,Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution,Taman Nusantara,Bandung,Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL),Hindia Belanda

Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis

Baheula Senin, 3 Mei 2021 | 15:20 WIB

Ini merupakan debut perdana Indonesia di Piala Davis bersama dengan Maroko dan Ekuador.

Bandung Baheula - Baheula, Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis, Bandung,1961,Piala Davis,Tenis,Indonesia,Petenis Indonesia,Tan Liep Tjiauw,Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI)

artikel terkait

dewanpers