web analytics
  

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Jumat, 14 Mei 2021 08:43 WIB Netizen T Bachtiar
Netizen, Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?, leuwipanjang,Terminal Leuwipanjang,leuwi,sejarah leuwipanjang,leuwipanjang adalah

Pada peta Bandoeng-Zuid (1931), Leuwi Panjang sudah menyempit dibandingkan dengan peta tahun 1906. Kini leuwi-nya sudah menjadi permukiman. Nomor dan huruf dalam peta keterangannya ada dalam teks. (Ist)

T Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung.

AYOBANDUNG.COM--Kini, Leuwipanjang lebih dikenal sebagai nama geografi Terminal Leuwipanjang di Kota Bandung, yang dibangun di lahan seluas  4,5 hektare. Terminal ini mulai beroperasi pada tahun 1996.

Semula terminal itu berada di Kebonkalapa, lalu dipindahkan ke pinggir Jl Soekarno-Hatta, karena di bekas terminal Kebonkalapa dijadikan pusat perbelanjaan. Terminal Leuwipanjang merupakan tempat persinggahan bagi 23 trayek bus, baik rute Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). 

Ada tiga kawasan Leuwipanjang yang ditulis dalam Peta Lembar Tjisiroeng, yang diperbaiki tahun 1904-1905, diterbitkan kembali di Batavia tahun 1906 oleh Biro Topografi Batavia (Koleksi KITLV Heritage), yaitu: Leuwipanjang (sekarang: di utara Jl Soekarno-Hatta sampai Situsaeur - A), Leuwipanjang Tengah (sedikit ke selatan dari Jl Soekarno-Hatta), dan Leuwipanjang (sekitar Jl H Tatang Sumantri - B).

Kalau peta lama itu ditampilkan pada peta tahun 2021, dengan garis tengah Jl Soekarno-Hatta, maka jarak antara Leuwipanjang (utara) sampai Leuwipanjang Tengah, jaraknya 850 m, dan antara Leuwipanjang Tengah sampai Leuwipanjang di selatan, jaraknya 750 m. Dalam peta itu digambarkan leuwi, lubuk, di aliran Ci Baduyut sepanjang 2.000 m.

Dalam Peta tahun 1931, nama geografi Leuwipanjang digambarkan sebagaimana yang ada dalam peta tahun 1906, namun selama 25 tahun, panjang leuwi-nya sudah sangat memendek, tinggal 220 m.

Setelah Jl By Pass sepanjang 18,3 km itu dioperasikan pada tahun 1980-an awal, sekarang nama geografinya Jl Soekarno-Hatta, yang membentang dari pertigaan Jl Rajawali hingga bundaran Cibiru, memotong kawasan Leuwipanjang di sekitar Leuwipanjang Tengah.

Dengan dibuatnya jalan ini, batas antara kawasan Leuwipanjang dengan kawasan Cibaduyut menjadi dipertegas. Leuwipanjang yang semula menerus dari utara ke selatan sepanjang 1.600 m, sekarang, mulai perempatan Jl Soekarno-Hatta ke selatan namanya menjadi Jl Cibaduyut sepanjang 3 km, dan dari perempatan Jl Soekarno-Hatta ke utara menjadi Jl Leuwipanjang sepanjang 1 km, yang berpengaruh pada nama geografi kawasan.

Leuwi atau lubuk yang panjangnya sampai 2.000 m itu membujur dari utara ke selatan mengikuti sungai yang mengalir dari utara ke selatan. Oleh masyarakat di sekitarnya lubuk yang panjang itu dinamai Leuwi Panjang.

Pada peta tahun 1931 luas leuwi-nya tinggal 5.569,45 m persegi, dengan batas-batas (dalam peta saat ini): sebelah timur Jl Mekarsari, sebelah barat Jl Raya Cibaduyut, dan di selatan berbatasan dengan Jl Cibaduyut Dalam (1). Semula, seperti dalam peta tahun 1906, Leuwi (1) menerus sampai ke Leuwi (3) sepanjang 2.000 m. 

Di sebelah timur Leuwi (1) terdapat Leuwi (2), seperti terdapat pada peta tahun 1931, panjangnya 370 m, dengan luas 10.100 m persegi. Di sebelah utara berbatasan dengan Jl Cibaduyut Dalam, sebelah timur berbatasan dengan Jl Mekar Puspa, di sebelah barat berbatasan dengan Jl Mekar Pesona, dan di Selatan berbatasan dengan Jl H Tatang Sumirat/Jl Indrayasa.

Nama geografi Leuwi Panjang seperti yang tergambar pada peta 1906 berada di selatan (kalau sekarang) Jl Soekarno Hatta. Panjang leuwi-nya mencapai 2 km. Pada peta Bandoeng-Zuid: diperbaiki pada tahun 1931, diterbitkan pada tahun 1934, keadaan leuwi-nya sudah menyempit karena ada lahan yang sudah dimanfaatkan menjadi persawahan dan menjadi tanah darat dan dibangun rumah-rumah. Leuwi-nya menjadi tiga: Leuwi (1) yang dipisahkan persawahan, kemudian ada dua leuwi di selatannya, yaitu Leuwi (3). 

Pada peta saat ini, lokasi Leuwi Panjang itu berada di kawasan Cibaduyut. Di Leuwupanjang (sekarang antara Situsaeur sampai Jl Soekarno-Hatta), tidak terdapat lubuk yang panjang sesuai namanya. Pada peta tahun 1931 di daerah yang kini bernama Situ Saeur itu terdapat situ, yang kemudian disaeur, diurug, ditimbun, sehingga nama geografinya menjadi Situsaeur.

Demikian juga dengan Leuwi Panjang. Kini leuwi-nya sudah tidak ada lagi karena sudah di-urug menjadi lahan untuk pemukiman warga Kota Bandung. Yang semula leuwi, kini menjadi kawasan permukiman yang padat.

Namun, nama geografinya tetap dipertahankan, semula Leuwi Panjang, lubuk yang panjang, kini, menjadi kawasan yang terbangun, nama geografinya menjadi Leuwipanjang.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi...

Netizen Jumat, 11 Juni 2021 | 13:05 WIB

Pada Oktober 2014, sebuah laporan menyatakan ada penemuan paket diduga bom di Jatinegara, Jakarta Timur.

Netizen, Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi Bom, Paket Album Super Junior,Mamacita,Bom,Super Junior,ELF

Menurunkan Angka Kematian Ibu

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 17:15 WIB

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berkaitan dengan kaum ibu adalah masih tingginya angka kematian ibu...

Netizen, Menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Ibu,AKI,Ibu

Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 14:40 WIB

Penggantian nama jalan Tol Japek (Jakarta— Cikampek) jadi hal yang patut diperdebatkan.

Netizen, Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek, Penggantian Nama Jalan Tol Japek,Tol Japek,Tol Japek (Jakarta— Cikampek),Jalan Layang Syeikh Mohammed Bin Zayed,Jalan Tol Layang Japek

Menikahkan Anak

Netizen Rabu, 9 Juni 2021 | 13:55 WIB

Dua tahun setelah diangkat menjadi zelfstandig patih Sukabumi, Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya.

Netizen, Menikahkan Anak, Raden Kartawinata,Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya,Raden Soeria Karta Negara,Soeria Karta Legawa

Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Ki...

Netizen Selasa, 8 Juni 2021 | 15:15 WIB

Sinetron adalah impian tertinggi masyarakat kita. Sinetron juga gambaran realitas yang ada di masyarakat.

Netizen, Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Kita, Sinetron Televisi Indonesia,Sinetron,Badan Pusat Statistik (BPS),Garis Kemiskinan (GK),Hasil survei BPS,Impian,Kenyataan

Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan

Netizen Senin, 7 Juni 2021 | 11:29 WIB

Menlu Mochtar Kusumaatmadja terbaring sakit. Segera terbayang wajah pejabat dengan latar belakang akademisi yang mumpun...

Netizen, Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan, Mochtar Kusumaatmadja,Mochtar Kusumaatmadja wafat,dubes ri

Monyet Emas

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 17:42 WIB

Monyet Emas

Netizen, Monyet Emas, lutung,monyet emas,hewan,Hewan Langka

[Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 20...

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 12:10 WIB

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler di Ayobandung.com edisi Mei 2021.

Netizen, [Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 2021, Ayo Netizen,6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 2021,Tulisan Terpopuler,netizen,Ayobandung.com,Mei 2021

artikel terkait

dewanpers