web analytics
  

Cara Sehat Konsumsi Hidangan Lebaran

Jumat, 14 Mei 2021 07:51 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Cara Sehat Konsumsi Hidangan Lebaran, hidangan lebaran,mengonsumsi hidangan lebaran,sehat lebaran,sehat lebaran,Tips Sehat Lebaran,tips lebaran sehat

Ilustrasi -- Hidangan Lebaran opor ayam. (Shutterlock)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Hidangan Lebaran tetap tersaji di meja-meja di hampir setiap rumah meski suasana pandemi Covid-19. Hidangan khas Lebaran seperti sambal goreng ati, opor ayam, rendang, sayur labu serta hidangan bersantan lainnya, menjadi teman setia ketupat yang sedap untuk disantap.

Belum lagi kue-kue seperti nastar, sagu keju, kaastengel hingga kue lapis legit. Aneka hidangan dengan jumlah kalori fantastis, serta hidangan bersantan yang kaya akan kolesterol, menjadi wajar untuk disantap saat keriaan Lebaran yang dirayakan setiap satu tahun sekali.

Tetapi, apakah betul aman meski disantap hanya setahun sekali, atau sungguhkah hanya setahun sekali jenis makanan ini dinikmati? Makanan ini sebenarnya juga sudah umum jadi makanan sehari-hari buat sarapan, jadi kita sendiri yang harus kendalikan porsi makannya. Masalah yang kedua adalah soal berapa banyak makan santan dalam sehari?

 "Sebenarnya ini bisa jadi bermasalah, bisa jadi tidak masalah. Yang harus diingat, semua makanan jika disantap dalam jumlah berlebihan tidak akan sehat, termasuk makanan bersantan yang umumnya rendah serat ini," ujar ahli gizi dari RS Mayapada Hospital Kuningan, Christina Andhika Setyani dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (15/3).

Pada prinsipnya hanya diri kita sendirilah yang tau apa saja yang sudah dimakan selama ini dan kita sendiri jugalah yang mengetahui seberapa banyak yang sudah dikonsumsi."Pengendalian diri merupakan satu satunya cara yang paling baik," jelas Christina.

Dokter spesialis gizi dr Amalia Primahastuti, MGizi, SpGK mengatakan makanan khas lebaran sebagian besar dibuat menggunakan santan yang mengandung lemak jenuh. "Lemak jenuh merupakan jenis lemak yang konsumsinya perlu dibatasi, jadi tips aman menyantap hidangan lebaran tersebut adalah dengan tidak berlebihan," kata Amalia kepada Antara.

Dia menjelaskan, santan yang masuk ke dalam golongan lemak jenuh yang perlu dibatasi, yakni kurang dari 7 persen total kalori harian atau sekitar 15 gram lemak dengan perkiraan kebutuhan 2000 kalori. Santan 100gr mengandung 230kkal kalori, 2.29gr Protein, 23,84 gr lemak, 23,84gr karbohidrat, dan 0 mg kolesterol.

Christina menjelaskan bahwa santan sendiri memang tidak mengandung kolesterol, tetapi mengandung asam lemak dan trigliserid yang dapat dibakar tubuh. Tetapi jika santan diolah dalam waktu lama dan dihangatkan maka lemak yang terkandung dalam santan berubah menjadi lemak jenuh.Lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar LDL (lemak jahat) dalam tubuh.

Banyaknya LDL dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak dipembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan aliran darah ke jantung dan otak. Akibatnya, hal ini dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit jantung dan stroke. Kolesterol sendiri terkandung dalam bahan makanan yang berasal dari hewan misalnya daging sapi, jerohan, dan sumber makanan hewani lainnya.

 Sehingga gabungan antara santan dan jenis bahan makanan hewani dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh dalam makanan. Dia menjelaskan beberapa tip antara lain sebagai berikut:

Pertama, salah satu tips menahan diri agar tidak kalap ketika melihat deretan makanan lezat di meja adalah dengan memilih satu saja hidangan bersantan yang akan Anda nikmati. "Bila ada rendang, gulai, dan opor tersaji di meja, maka pilih satu saja yang akan dimakan,” ujar dia.

Kedua, makan buah  dan sayur. “Dan jangan lupa tetap konsumsi sayur dan buah," kata Amalia memberikan tips. Bila memang Anda sulit mengontrol porsi makan, dia menyarankan untuk mengonsumsi buah sebelum makanan berat.

Trik itu bisa jadi salah satu cara mengontrol asupan makanan, sebab lambung sudah terisi sebelumnya dengan buah yang kalorinya lebih rendah. Rasa kenyang juga muncul lebih cepat sehingga Anda secara otomatis bisa membatasi asupan makanan yang berkalori tinggi.

Ketiga, Anda juga bisa memilih menu-menu yang lebih sehat saat lebaran seperti semur, rawon, sop atau soto.

Keempat, selain pengendalian diri, pemilihan bahan makanan dan cara memasak yang baik juga dapat mempengaruhi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Hidangan khas lebaran seperti gulai opor, santan, dan sambal ati pada dasarnya menggunakan santan kental sebagai salah satu bahan utamanya.

Sebagai alternatif, penggunaan santan yang banyak dan kental dapat digantikan dengan susu skim, susu rendah lemak, susu kedelai, bahkan kemiri. Susu skim atau susu rendah lemak, serta susu kedelai dapat menggantikan gurihnya santan yang tentunya dengan rasa yang tidak kalah enaknya.

Tapi tetap harus diingat jumlah penggunaannya dan cara memasaknya. Susu skim dan susu kedelai memiliki protein yang lebih tinggi daripada santan sehingga jika dimasak terlalu lama dan terlalu sering dipanaskan protein yang terkandung di dalamnya akan rusak akibat panas.

"Oleh karena itu baiknya susu skim atau rendah lemak dan susu kedelai bisa dimasukkan terakhir setelah masakan hampir matang. Trik lainnya adalah dengan menggunakan jenis daging yang rendah lemak atau ayam tanpa kulit," ujar Christina.  

 Kelima, selain santan, hidangan lebaran lain yang harus diperhatikan juga adalah banyaknya porsi ketupat atau lontong yang dikonsumsi. Di beberapa daerah di Indonesia ketupat direbus selama 2 hingga 4 jam dengan santan untuk memberikan rasa gurih yang khas dan teksturnya padat, sedangkan lontong biasanya dikukus dengan waktu yang lebih singkat sehingga teksturnya lebih lunak daripada ketupat.

Walaupun berbahan dasar sama yakni beras, tetapi terdapat perbedaan nilai gizinya. 1 buah ketupat biasanya memiliki berat 103gr dan berat 1 buah lontong biasanya 90gr Berdasarkan nilai gizinya 100gr ketupat mengandung energi 160kkal, 2.42gr lemak, protein 3.217gr, dan 30.36gr karbohidrat.

Untuk 100gr lontong mengandung energi 144kkal, 0.23gr lemak, 2.76gr protein, dan 31.76gr karbohidrat. Sedangkan 100gr nasi memiliki nilai gizi 175kkal, 4gr protein dan 40gr karbohidrat. Kemudian pilihan mana yang lebih sehat dan lebih baik untuk dikonsumsi akan dikembalikan lagi kepada porsi dan teman makannya.

Hidangan lebaran jelas kurang lengkap tanpa adanya opor ayam, rendang, sambal goreng hati kentang. Rata-rata hidangan lebaran yang seperti ini mengandung lemak tinggi dan rendah serat.

Dengan pemilihan jenis bahan makanan yang lebih ramah kesehatan tentunya akan sangat membantu tubuh untuk menjadi lebih sehat. Setelah sebulan berpuasa dan mendapatkan manfaat seperti mendapatkan berat badan ideal tentunya kita tidak ingin berat badan yang sudah ideal bisa kembali melonjak naik hanya dengan makan makanan yang tinggi lemak dan rendah serat. Pengaturan porsi makan dan jenis makanan adalah kuncinya. Jangan pernah tinggalkan serat dalam komposisi makanan, serat banyak terkandung di sayur dan buah, batasi gula dan lemak.   

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Penyebab Sering Lupa Melakukan Sesuatu, Bukan Soal Usia!

Sehat Rabu, 16 Juni 2021 | 14:45 WIB

Sering kali kita lupa untuk melakukan sesuatu meski hanya berjarak beberapa menit. Normalkah?

Gaya Hidup - Sehat, Penyebab Sering Lupa Melakukan Sesuatu, Bukan Soal Usia!, Sering Lupa Melakukan Sesuatu,Alasan Sering Lupa Melakukan Sesuatu,Penyebab Sering Lupa Melakukan Sesuatu,Risiko Sering Lupa Melakukan Sesuatu,Penyakit Sering Lupa Melakukan Sesuatu,Gejala Penyakit Sering Lupa Melakukan Sesuatu

Deodoran Picu Kanker Payudara? InI Penjelasan Dokter

Sehat Rabu, 16 Juni 2021 | 12:50 WIB

Anggapan bahwa deodoran menyebabkan kanker payudara telah beredar di banyak generasi yang membuat banyak orang ragu paka...

Gaya Hidup - Sehat, Deodoran Picu Kanker Payudara? InI Penjelasan Dokter, Kanker Payudara,tanda kanker payudara,gejala kanker payudara,Pemicu Kanker Payudara,deodoran,Deodoran Alami,efek samping deodoran,risiko deodoran,penyebab kanker payudara

9 Gejala Awal Kanker yang Jarang Disadari, Jangan Disepelekan!

Sehat Rabu, 16 Juni 2021 | 12:35 WIB

Gejala awal kanker sering kali diabaikan karena tidak khas dan mirip dengan gejala penyakit lain.

Gaya Hidup - Sehat, 9 Gejala Awal Kanker yang Jarang Disadari, Jangan Disepelekan!, Gejala Awal Kanker,Gejala Kanker jarang disadari,tanda awal kanker,cara deteksi gejala kanker,gejala awal penyakit kanker,cara kenali gejala kanker,tanda po,tanda penyakit kanker

Usir Hipertensi hingga Diabetes dengan Daun Ini, Ampuh Tanpa Obat!

Sehat Rabu, 16 Juni 2021 | 11:40 WIB

Tanaman herbal ini bahkan sudah digunakan sejak lama sebagai obat tradisional karena dianggap dapat menyembuhkan berbaga...

Gaya Hidup - Sehat, Usir Hipertensi hingga Diabetes dengan Daun Ini, Ampuh Tanpa Obat!, sambiloto,Manfaat sambiloto,khasiat sambiloto,cara mengolah sambiloto,obat hipertensi alami,obat diabetes alami,cara menurunkan hipertensi,menurunkan kadar gula darah,manfaat Mengonsumsi Daun Sambiloto,manfaat daun sambiloto

Ronaldo Tolak Minum Coca-Cola, Ada Apa?

Sehat Rabu, 16 Juni 2021 | 11:15 WIB

Saham Coca-cola dilaporkan turun drastis setelah pemain Portugal sekaligus Juventus, Ronaldo menggeser minuman bersoda i...

Gaya Hidup - Sehat, Ronaldo Tolak Minum Coca-Cola, Ada Apa?, Ronaldo,Ronaldo Tolak Minum Coca-Cola,Alasan Ronaldo Tolak Minum Coca-Cola,Penyebab Ronaldo Tolak Minum Coca-Cola,Saham Coca-cola Turun,Bahaya minuman bersoda,Risiko sering minum soda,komposisi minuman bersoda,Minuman Lain Pengganti Soda,Minuman Bersoda

Makanan Pedas Pengaruhi Kualitas ASI, Mitos atau Fakta?

Sehat Rabu, 16 Juni 2021 | 10:57 WIB

Ada sebuah mitos yang berkembang di masyarakat, dikatakan kalau bunda menyusui tidak boleh memakan makanan pedas karena...

Gaya Hidup - Sehat, Makanan Pedas Pengaruhi Kualitas ASI, Mitos atau Fakta?, pengaruh makanan pedas pada ASI,bunda menyusui,Mitos ibu menyusui,pantangan ibu menyusui,rekomendasi makanan ibu menyusui,larangan ibu menyusui,risiko ibu makan pedas pada ASI,Mitos makanan pedas pada ASI,fakta makanan pedas pada ASI

Daftar Makanan Penurun Kolesterol Alami, Banyak di Rumah!

Sehat Rabu, 16 Juni 2021 | 10:19 WIB

Anda bisa mengonsumsi beragam jenis sayuran penurun kolesterol sebagai pilihan dalam mengurangi kadar kolesterol.

Gaya Hidup - Sehat, Daftar Makanan Penurun Kolesterol Alami, Banyak di Rumah!, Kolesterol,Cara Menurunkan Kolesterol,Penurun Kolesterol Alami,daftar makanan penurun kolesterol,Makanan Penurun Kolesterol Alami,sayuran penurun kolesterol,cara alami menurunkan kolesterol,cara cepat menurunkan kolesterol

Sering Sakit Kepala saat Bangun Tidur, Tanda Idap Penyakit?

Sehat Rabu, 16 Juni 2021 | 10:05 WIB

Kamu sering mengalami sakit kepala saat bangun tidur atau mengeluh kepala terasa berat saat bangun tidur? Kalau iya, sim...

Gaya Hidup - Sehat, Sering Sakit Kepala saat Bangun Tidur, Tanda Idap Penyakit?, Sakit Kepala saat Bangun Tidur,Sering Sakit Kepala saat Bangun Tidur,Penyebab Sakit Kepala saat Bangun Tidur,Gejala Sakit Kepala saat Bangun Tidur,Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Bangun Tidur,Cara Mengobati Sakit Kepala saat Bangun Tidur
dewanpers